Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Mau lamar?


__ADS_3

Pagi telah tiba, Maysa terbangun dari tidurnya dengan bagian tubuh yang terasa remuk seperti habis dipukuli oleh lima orang sekaligus. Ya ia membuka matanya, lalu tercengang melihat Harold tertidur di sebelahnya dengan satu tangan mendekap erat tubuhnya. Apalagi kondisi mereka berdua saat ini masih sama-sama polos, ya hanya selimut besar lah yang menutupi tubuh keduanya setelah aktivitas malak tadi yang luar biasa.


Entah sampai pukul berapa Harold menghujamnya, Maysa pun tak sadar karena ia pingsan setelah tidak kuat menahan dirinya lagi. Kini wanita itu coba menyingkirkan tangan Harold secara perlahan dari tubuhnya, ia sangat berhati-hati karena tidak ingin membuat Harold terbangun. Jika sampai itu terjadi, pastinya akan sangat sulit bagi Maysa untuk bisa lepas dan keluar dari tempat pria tersebut.


Sesudah berhasil, kini Maysa tampak duduk di ranjang sembari memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu. Maysa terus menatap sekeliling, berusaha mencari dimana pakaian miliknya yang semalam dibuang oleh Harold. Namun, ia tak menemukan pakaian apapun yang tergeletak di lantai ataupun di atas meja sekitar sana. Maysa pun kebingungan, ia ragu untuk bisa keluar dari sana saat ini.


Perlahan tapi pasti, Maysa berusaha turun dari ranjang dan mencari pakaiannya. Akan tetapi, tanpa diduga Harold justru tersadar lalu dengan cepat bangkit dari posisinya dan berhasil menahan lengan wanita itu serta mencegahnya untuk tidak pergi. Sontak Maysa terkejut, wanita itu reflek menoleh dan terbelalak melihat Harold yang tiba-tiba sudah bangun lalu ada di dekatnya itu.


"Mau kemana sih buru-buru amat? Kamu itu masih lemas Maysa, sudahlah kamu tidur aja dulu istirahat disini! Kalau kamu maksa untuk pulang, nanti yang ada kamu makin sakit loh!" ucap Harold.


"Tuan, saya mohon lepaskan saya tuan! Saya ingin pergi dari sini, saya gak mau terus-terusan ada di tempat ini tuan!" ucap Maysa memelas.


Harold tersenyum, kemudian menarik kasar lengan Maysa hingga terjatuh ke dalam pelukannya. Tangan nakal pria itu pun mulai membelai seluruh wajah Maysa dengan lembut, membuat sang empu sesekali memejamkan mata serta menggigit bibir untuk menahan suaranya. Ingin rasanya Maysa memberontak, tetapi wanita itu tak mempunyai keberanian untuk melakukan itu.


"Dengar ya Maysa, kamu sekarang sudah sah menjadi milik saya dan selamanya akan terus seperti itu! Jadi, kamu tidak bisa kemana-mana sayang! Karena saya tidak akan pernah melepas kamu begitu saja," ucap Harold sensual.


Maysa benar-benar terkejut mendengar ucapan posesif dari seorang Harold, ia tampak ketakutan melihat ekspresi serta seringaian di wajah pria itu. Terlebih saat ini keduanya masih sama-sama dalam keadaan polos, sehingga kapanpun Harold mau dia bisa saja menyibak selimut itu dan melihat tubuh polos milik Maysa yang tersembunyi disana.


"Kalau kamu mau pergi dari sini, nanti saya akan antar kamu. Tapi, untuk sekarang ini saya ingin kita mengulangi kejadian semalam!" ucap Harold.


"Ti-tidak tuan, saya tidak mau. Tubuh saya masih remuk semua karena semalam, saya saja tidak tahu berapa lama dan sampai kapan semalam tuan menyetubuhi saya!" tegas Maysa menolak.


"Ahaha, kamu tidak bisa menolak Maysa. Ini adalah perintah dari tuan kamu, orang yang sudah membantu kamu membiayai biaya rumah sakit ibu kamu!" ujar Harold.

__ADS_1


"Saya mengerti tuan, tapi bukan berarti tuan bisa berlaku seenaknya pada saya. Saya janji, saya akan lunasi semua hutang saya itu!" ucap Maysa.


"Tidak perlu Maysa, kamu cukup memenuhi satu syarat yang saya inginkan. Maka, kamu akan terbebas dari jerat hutang dengan saya," ucap Harold disertai seringaian iblisnya.


Maysa mengernyitkan dahinya, "Syarat apa itu tuan?" tanyanya penasaran.


"Menikah dengan saya."


Deg


Jantung Maysa seakan berhenti berdetak saat itu juga, persyaratan yang diajukan Harold sungguh membuatnya terkejut. Ya siapa sangka jika Harold ingin menikahinya, padahal selama ini ia mengira Harold hanya mengincar tubuhnya.




"Tuan, kenapa tuan ikut turun sama saya? Tuan gak mau balik ke rumah tuan?" tanya Maysa.


Harold menggeleng disertai senyuman tipisnya, "Enggak Maysa, saya mau ikut sama kamu ke dalam dan bertemu dengan calon mertua saya serta adik ipar saya," jawabnya santai.


"Tidak tuan, pasti nanti ibu saya akan banyak bertanya yang tidak-tidak. Saya belum mau cerita yang sebenarnya ke ibu saya tuan," ucap Maysa.


"Sudahlah, kamu tenang saja Maysa! Biar saya nanti yang bicara ke ibu kamu, kalau saya benar-benar serius akan menikahi kamu dan membawa kamu ke dalam kehidupan saya!" ucap Harold kekeuh.

__ADS_1


"Tuan, ingat ya saya tidak pernah bilang kalau saya mau menikah dengan anda!" tegas Maysa.


Harold justru tersenyum, kemudian satu tangannya meraih telapak tangan Maysa dan menggenggamnya dengan erat. Maysa yang panik berusaha melepaskan diri, tetapi usahanya tidak berhasil lantaran tenaga Harold jauh lebih besar dibanding dirinya.


Kini Harold memaksa Maysa untuk melangkah menuju rumah itu, mau tidak mau Maysa pun terpaksa mengikuti kemauan Harold dan terdiam saja tanpa melawan. Sampai akhirnya mereka tiba tepat di depan pintu rumah tersebut, yang membuat Maysa tampak kebingungan karena tak tahu harus mengatakan apa nanti pada ibunya.


"Sekarang kamu ketuk pintunya, panggil ibu atau adik kamu untuk buka pintu ini!" suruh Harold.


Tak ada perlawanan dari Maysa, wanita itu menurut saja dan mengetuk pintu sesuai permintaan dari Harold barusan. Disaat Maysa mengetuk pintu, Harold juga tak henti-hentinya menggoda wanita itu dengan cara mengendus lehernya. Maysa yang merasa risih berusaha mendorong pria itu menjauh, namun usahanya sia-sia saja.


Ceklek


Akhirnya pintu terbuka, Saskia lah orang pertama yang muncul dari dalam sana menemui kakaknya. Saskia agak kaget saat melihat Maysa datang bersama Harold, tetapi ia berusaha memahami karena keduanya adalah sepasang kekasih. Ya meski Maysa sempat mengatakan jika dirinya tidak berpacaran dengan Harold, namun dengan ini semua Saskia pun semakin yakin bahwa perkataan Harold lah yang dapat ia percaya.


"Eh mbak Maysa udah pulang, jadi bener kalau mbak pacaran sama kak Harold? Cie cie, sekarang udah berani ngakuin nih ya!" ucap Saskia menggoda kakaknya itu.


Wajah Maysa bersemu seketika, "Apaan sih Sas? Ibu ada di dalam kan? Harold mau ketemu sama ibu katanya," ucapnya berusaha mengalihkan topik.


"Ohh, iya ada kok. Pasti kak Harold mau ngelamar mbak Maysa ya? Duh, aku bakalan punya kakak ipar deh ini mah!" ujar Saskia.


Deg


Maysa tersentak dengan ucapan adiknya, ia menatap wajah Harold seolah menunjukkan kekhawatiran yang sedari tadi ia pendam. Wanita itu tentu tak mau jika apa yang dikatakan Saskia benar terjadi, bagaimana mungkin ia akan menikah dengan pria yang sudah merenggut kesuciannya secara paksa dan berulang kali memaksanya melakukan itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2