Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Banyak banget


__ADS_3

Saskia yang baru keluar dari sekolahnya dibuat kaget saat suara seorang pria terdengar menyapa namanya, gadis itu pun merasa heran dan coba mencari-cari darimana suara tersebut berasal. Pasalnya, sedari tadi ia tidak melihat bahwa ada orang yang memanggilnya. Sehingga, Saskia pun sangat bingung dan penasaran sekali dengan suara yang baru saja ia dengar bersama teman-temannya.


Setelah melihat kesana-kemari, Saskia akhirnya berhasil menemukan keberadaan orang tersebut. Dua bola matanya membulat seketika begitu menyadari siapa yang memanggilnya, ya orang itu adalah Dean alias asisten pribadi Harold. Tentu saja Saskia tak menyangka, sebab sebelumnya ia tak pernah memberitahu alamat sekolahnya kepada pria itu atau anak buah Harold yang lain.


Di tengah kebingungannya, Saskia terkejut karena tiba-tiba Gisel yang merupakan sahabatnya itu mencolek pundaknya. Sepertinya Gisel juga menyadari jika lelaki di seberang sana itu menyapa dan melambai ke arah Saskia, ya Gisel pun mengira kalau Dean adalah kekasih sahabatnya. Maka dari itu, Gisel berusaha menggoda Saskia dan terus tersenyum lebar menatapnya.


"Cie cie Kia, diem diem ternyata kamu hebat juga ya? Bisa dapetin om-om kaya raya begitu, mana ganteng lagi. Aku salut deh sama kamu, lumayan tuh buat perbaiki masa depan kamu!" goda Gisel.


Saskia melotot lebar mendengar kata-kata Gisel, sungguh gadis itu selalu asal ceplos dalam bicara dan tidak pernah menyaringnya lebih dulu. Untung saja tak ada yang mendengar ucapan Gisel tadi, karena jika sampai perkataan Gisel itu dianggap benar oleh orang-orang maka nama baik Saskia di sekolahnya bisa hancur dan banyak orang mengira Saskia adalah simpanan om-om.


"Kamu kalo bicara jangan sembarangan ya! Dia itu bukan om-om loh, dia itu mas-mas. Ayo kalo kamu mau kenalan, kita samperin dia!" ucap Saskia.


"Eh eh, apaan sih kamu Kia? Emang kamu gak cemburu kalau aku kenalan sama dia? Lagian aku ini sahabat yang setia tahu, gak mungkin lah aku tikung kamu Saskia!" ucap Gisel.


Saskia memutar bola matanya malas, lalu ia genggam erat telapak tangan Gisel dan menarik paksa gadis itu ke dekat tempat Dean berada. Meski sempat menolak, akhirnya Gisel tak memiliki pilihan lain karena sudah terlanjur juga gadis itu berada di depan Dean. Namun, justru Dean yang kali ini salah tingkah dengan keberadaan dua gadis itu.


"Halo kak Dean! Ini kenapa ya kakak ada di sekolah aku?" sapa Saskia dengan lembut.


"Ah ya, saya—"


"Hai om!" tiba-tiba saja, Gisel menyela dan melambaikan tangannya ke arah Dean.


Dean terkejut bukan main mendengar teman Saskia itu menyebutnya dengan kata 'om', padahal ia merasa kalau saat ini wajahnya masih belum terlalu tua dan sesuai dengan umurnya. Namun, wanita bernama Gisel itu malah memanggilnya om dan seolah tak merasa bersalah. Tentu saja Dean emosi, tetapi ia harus menahannya di depan Saskia karena tidak ingin membuat gadis itu ketakutan.


"Eee saya bukan om-om, adek manis. Saya ini masih muda loh, kalau gak percaya tanya aja ke Saskia!" ucap Dean dengan lembut.


"Hehe, gapapa itu tuh biar sopan aja om. Kenalin, aku Gisel!" ucap gadis itu menyodorkan tangannya.


Dean menggeleng perlahan dibuatnya, ingin emosi tapi tidak bisa karena sekarang di dekatnya ada Saskia yang ia sukai. Ia pun meraih tangan Gisel dan menyebutkan namanya, mereka berkenalan disana walau Dean tampak sangat malas. Sedangkan Saskia malah tersenyum-senyum menyaksikan kedua orang itu bersalaman di depannya.




Singkat cerita, akhirnya Saskia telah berada di dalam mobil bersama Dean yang memang berniat menjemputnya tadi. Sepanjang jalan Saskia terus saja tertawa karena teringat pada momen di sekolah saat Dean berkenalan dengan Gisel, entah kenapa ia merasa lucu saja tiap kali mengingat wajah kesal Dean kala Gisel memanggilnya dengan sebutan om dan seolah sengaja menggodanya.


Dean yang melihat Saskia tertawa-tawa pun merasa heran, ia menoleh dan menatap wajah gadis itu dengan bingung seolah tak mengerti apa yang terjadi sampai membuat Saskia begitu ingin tertawa. Padahal, Dean tidak membuat lelucon atau apapun yang bisa ditertawakan oleh Saskia. Untuk itu, Dean merasa heran dan coba bertanya pada gadis itu secara langsung.


"Hey, kenapa kamu ketawa kayak gitu? Perasaan daritadi saya diam aja deh, gak ada yang lucu tuh. Apa jangan-jangan kamu udah mulai konslet ya?" tegur Dean.

__ADS_1


Saskia terkejut dan menoleh ke arahnya, "Ih sembarangan, kamu kali tuh yang konslet!" ujarnya.


"Ya abisnya kamu ketawa-ketawa mulu daritadi, saya kira kan kamu konslet gitu atau ada yang lepas dari dalam tubuh kamu," kekeh Dean.


"Ish, ngaco aja ya kamu! Udah deh fokus aja nyetirnya, gausah banyak omong!" sentak Saskia.


Dean terkekeh dan kembali menatap ke depan untuk fokus menyetir, tapi sesaat kemudian ia teringat kalau sekarang sudah melewati waktu makan siang dan ia belum menikmati makanan apapun. Dean pun memiliki ide untuk mengajak Saskia makan siang bersamanya, sekaligus tentu akan menjadi modal bagi mereka agar bisa lebih akrab.


"Eee non Kia, kamu udah makan siang belum? Kita mampir ke resto dulu yuk!" ajak Dean.


Saskia menggeleng, "Gak mau ah, aku belum lapar kok. Kamu makan sendiri aja, tapi sekarang antar aku pulang dulu!" ucapnya menolak.


"Yakin??"


Dean terus menggoda Saskia dan berkali-kali menanyakan hal itu padanya, tapi sepertinya Saskia memang kekeuh menolak ajakan Dean dan tidak mau makan siang bersamanya. Tentu saja Dean tak mau menyerah begitu saja, ia terus berusaha membujuk Saskia agar mau ikut dengannya makan siang bersama di restoran dekat sana.


Kruuwukk kruuwukk


Tiba-tiba saja, terdengar suara perut yang berbunyi dari arah Saskia. Sontak Dean spontan menoleh ke samping dan menatap gadis itu, sedangkan Saskia sendiri berusaha memegangi perutnya seolah menahan agar tak berbunyi lagi. Namun, Dean kini sudah tahu kalau Saskia sebenarnya lapar dan hanya berpura-pura belum lapar untuk menolaknya.


"Nah, itu perut kamu bunyi loh. Masih bilang belum lapar? Udah lah non, ayo kita mampir ke restoran dekat sini dulu buat makan!" paksa Dean.


Saskia hanya diam sambil terus memegangi perutnya, ia seperti tengah menahan malu karena wajahnya yang memerah akibat bunyi perutnya didengar oleh Dean tadi. Bahkan, Saskia memalingkan wajahnya ke arah lain dan berharap Dean tidak terus menggodanya.


Lambat laun, Saskia pun sadar kalau arah jalan yang diambil Dean bukanlah jalan menuju rumahnya. Tentu saja Saskia hendak protes dan menatap wajah pria di sebelahnya itu dengan ekspresi heran, ya karena Saskia sudah hafal jalan menuju rumah Harold walau baru sekali saja ia melewati jalanan tersebut.


"Kak, ini kan bukan jalan ke rumah. Ih kamu mau bawa aku kemana sih? Jangan macam-macam deh, aku teriak nih!" geram Saskia.


Dean hanya diam dan sesekali tersenyum melirik wajah gadis itu, kemudian ia menghentikan laju mobilnya begitu sampai di depan sebuah restoran megah yang menjadi langganannya. Seketika Saskia terkejut dan menatap sekitar, gadis itu tak percaya kalau Dean membawanya kesana tanpa meminta persetujuan darinya.


"Kita makan dulu disini, tadi saya dengar sendiri kalau perut kamu bunyi, itu tandanya kamu lapar. Ayo sekarang kita turun, kamu bebas mau makan apa aja nanti!" ajak Dean.


"Gak mau, aku tuh pengen pulang bukan makan!" ucap Saskia menolak dengan tegas.


"Yaudah, saya aja yang makan. Kamu tunggu disini ya sampai saya selesai, jangan kemana-mana!" ucap Dean sambil tersenyum.


"Hah??" Saskia terkejut dibuatnya.


Dean pun bergegas turun dari mobilnya, lalu bergerak cepat memasuki restoran. Sedangkan Saskia merasa kesal karena ditinggal begitu saja oleh pria itu, sambil berusaha menghilangkan rasa malunya Saskia pun ikut turun lalu mengejar Dean karena ia juga merasa lapar.

__ADS_1


"Kak Dean tunggu!"




Di dalam restoran, Dean terkejut karena Saskia menyusulnya dan kini ikut masuk ke dalam restoran itu. Dean pun menghentikan langkahnya, menatap wajah Saskia di sebelahnya dengan bingung sekaligus heran. Padahal, tadi Saskia sendiri yang mengatakan kalau ia tidak akan mau ikut makan siang bersamanya disana.


Saskia berusaha menatap ke arah lain dikala Dean terus memandanginya, gadis itu masih malu dan tidak tahu harus memberi alasan apa pada Dean jikalau pria itu bertanya nanti. Ya memang ia tak bisa menahan lagi rasa lapar yang ia alami sedari tadi, karena itu sekarang Saskia memutuskan menyusul pria itu untuk ikut makan bersamanya.


"Loh kok kamu malah ikut masuk sih? Tadi katanya mau nunggu di mobil aja, kenapa pake ikutan kesini? Labil banget sih kamu," heran Dean.


Saskia hanya diam sambil terus berpura-pura tidak mendengar ucapan Dean tadi, hal itu membuat Dean geleng-geleng kepala disertai senyuman tipis yang melingkar di wajahnya. Dean pun melangkah lebih dulu menuju meja yang masih kosong disana, lalu Saskia yang terkejut berusaha mengejar Dean dan ikut terduduk bersama lelaki itu.


"Nah kan kamu malah ikutin saya sekarang, tadi aja pake sok-sokan nolak. Saya tahu kamu itu lapar dan gak bisa tahan lagi, jadi lain kali gausah jual mahal ya non Saskia yang cantik!" kekeh Dean.


Gadis itu nyaris jantungan ketika mendengar Dean memujinya dengan kata 'cantik' barusan, ia seolah tak menyangka kalau pria itu akan melakukannya. Sedangkan Dean sendiri hanya tersenyum dan terus memandangi wajah Saskia di hadapannya, Dean senang melihat ekspresi gugup dari Saskia saat ia memujinya tadi.


"Kamu mau makan apa? Sekarang biar saya yang traktir, jadi kamu bebas makan apapun yang kamu mau!" ucap Dean tersenyum lebar.


"Dih sombong banget! Uang kamu juga asalnya dari kak Harold kan, jadi gausah sombong deh!" cibir Saskia.


"Lah kok sombong sih? Saya baik loh nawarin makan buat kamu, kamu aja yang mikirnya negatif. Udah buruan pesan aja makanan yang kamu mau, gausah malu-malu gitu!" ucap Dean.


"Siapa juga yang malu-malu?" elak Saskia.


Saskia pun mengambil daftar menu di meja, lalu memilih makanan disana dan mengatakan apa yang ia inginkan pada pelayan. Gadis itu memesan cukup banyak makanan, sampai-sampai membuat Dean terkejut dan tak percaya. Dean sama sekali tak mengira kalau Saskia bisa makan sebanyak itu, padahal dilihat-lihat Saskia adalah anak yang kurus.


"Mbak, saya mau nasi goreng spesialnya satu, terus ayam bakarnya satu, sate ayamnya juga satu, abis itu sop iya ya! Minumnya es teler, es jeruk sama es teh manis masing-masing dua!" ucap Saskia.


"Non, itu apa gak kebanyakan? Emang kamu bisa abisin semuanya nanti?" tanya Dean terkejut.


Saskia menggeleng, "Enggak, sisanya nanti buat kamu. Kamu harus makan apa yang aku pesan," ucapnya dengan santai.


"Hah??"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...~~~...


...Maaf ya, bab sekarang khusus part Saskia & Dean yang bentar lagi berlayar😁...


__ADS_2