
Beberapa hari kemudian....
"May, ini dia obat yang lu minta! Sorry ya baru bisa kasih sekarang, gue sibuk banget soalnya ngurus banyak orderan! Biasalah karyawan gue ada yang minta cuti," ucap seorang wanita seraya meletakkan botol kecil berisi obat di atas meja.
Saat ini Maysa tengah berada di dalam sebuah restoran, ia bersama seorang temannya yang tidak lain adalah penjual obat-obatan terkenal di kota yang selalu menjadi langganan Maysa.
"Huft, makasih ya Mita! Lo emang paling bisa diandalkan deh, beruntung banget gue dapetin obat ini sekarang. Kalau enggak, gue bakalan hamil lagi sama si laki-laki busuk itu. Males banget gue kalau sampai harus hamil anak dia!" ucap Maysa ketus.
"Haha, kenapa sih May? Lo masih tetep kekeuh pengen balas dendam ke dia, ha? Gue kira selama ini lu udah cinta sama dia," tanya Mita.
Maysa menggelengkan kepalanya, "Gak lah, gak mungkin banget gue bisa jatuh cinta sama orang yang udah hancurin hidup gue. Bukan cuma itu, dia juga yang bikin gue kehilangan adik tersayang gue loh Mit. Seandainya gue gak ketemu sama dia, pasti kehidupan gue masih seindah dulu!" ucapnya.
"Hm, iya sih May, lu emang bener. Kalo gitu nih obat gue gratisin buat lu sekarang, anggap aja sebagai bentuk dukungan gue ke lu!" ucap Mita.
"Wih tumben nih lu baik banget sama gue, gue suka nih kalo lu kayak gini!" puji Maysa.
"Hahaha, santai aja Maysa! Tapi gue penasaran deh sama rencana lu, kira-kira lu udah sampai mana sih buat balas dendam ke Harold?" tanya Mita.
"Umm...."
Maysa menyeringai sembari mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu, ia meraih minuman di depannya dan meneguk sejenak melalui sedotan yang ada. Rasanya Maysa ragu harus bercerita darimana, karena sebenarnya selama ini ia lebih banyak berdiam diri dan tidak menjalankan rencananya.
"Gue bingung harus cerita darimana, gue belum ada pergerakan yang signifikan sih. Tapi setelah gue sama Harold pulang dari honeymoon kita, pasti gue ada rencana yang bagus banget," ucap Maysa.
"Wih apaan tuh? Kasih tau dong, kali aja gue bisa bantu kan!" ucap Mita.
"Ya oke deh, gue percaya sama lu. Jadi gue itu pengen bikin si Harold mengalihkan semua aset miliknya jadi atas nama gue, nah setelah itu gue bisa lebih mudah deh buat tendang dia dari tempatnya sendiri. Gue bisa miliki semua yang dia punya sekarang, dan gue juga bakal bikin dia merasakan penderitaan yang gue rasakan!" ucap Maysa.
Mita sungguh terkesan dengan kegigihan sahabatnya itu, ia kagum pada semangat yang ditunjukkan Maysa untuk membalas dendam atas segala penderitaan yang ia rasakan selama ini.
"Waduh, kejam juga lu May! Ini nih baru sohib gue yang asli, jangan menye-menye lagi kayak dulu ya Maysa! Pokoknya gue dukung lu seratus persen, kapanpun lu butuh bantuan gue tinggal bilang aja!" ucap Mita.
"Thanks Mit, pastinya gue bakal banyak butuh bantuan lu kok! Apalagi si Harold itu hyper banget, dia juga pengen cepat-cepat punya anak lagi dari gue. Ih dengernya aja udah jijik, apalagi kalau gue beneran hamil anak dia nanti," ucap Maysa.
"Hahaha...." Mita sampai tertawa akibat perkataan Maysa yang menurutnya sangat lucu itu, bahkan Maysa pun ikut tertawa dibuatnya.
Akan tetapi, kesenangan mereka terhenti saat tanpa sengaja mereka mendengar suara pecahan gelas dan piring dari arah yang tak jauh.
Praanggg
Sontak Maysa serta Mita menoleh ke asal suara secara bersamaan, betapa syoknya Maysa ketika melihat keberadaan Clara di dalam restoran itu yang baru saja menabrak seorang pelayan.
__ADS_1
"Eh eh maaf mbak, saya gak sengaja! Saya janji akan tanggung jawab, tapi sebentar ya?"
"Tunggu dulu dong kak, jangan lari!"
Begitulah perdebatan antara Clara dengan si pelayan restoran yang tadi tak sengaja dia tabrak, setelah itu Clara langsung melarikan diri dari tempat itu karena khawatir Maysa mengetahui keberadaannya.
Tapi semua terlambat, sebab Maysa sudah lebih dulu melihat bahwa Clara sempat berada di dalam restoran yang sama dengannya. Tentu saja Maysa cukup cemas kali ini, ia takut Clara mendengar semua obrolannya dengan Mita mengenai rencana balas dendamnya itu tadi.
"Duh gawat, gue harus kejar cewek itu!" lirih Maysa.
"Hah? Emang tuh cewek siapa sih, May? Kenapa lu ketakutan begitu?" tanya Mita penasaran.
"Dia mantannya si Harold, gue gak boleh biarin dia pergi gitu aja dari sini! Gue yakin dia pasti dengar semua obrolan kita tadi, takutnya dia bakal cerita itu ke Harold nanti!" jelas Maysa.
"Wah bahaya dong, kalo gitu ayo kita kejar pake mobil gue!" ucap Mita.
Maysa mengangguk setuju, dengan cepat ia bangkit dan membereskan barang-barangnya dari atas meja, termasuk obat pemberian Mita tadi. Lalu, kedua wanita itu sama-sama melangkah keluar dari restoran untuk bisa mengejar Clara yang melarikan diri sebelumnya.
•
•
Di luar, Clara terlihat begitu panik dan terburu-buru melangkah menuju parkiran tempat mobilnya berada. Ia terus berjalan dengan cepat sambil sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Maysa mengejarnya atau tidak, karena jujur ia sangat khawatir jika sampai Maysa tadi melihat keberadaannya di dalam restoran.
"Aku benar-benar gak nyangka, ternyata Maysa sejahat itu! Untung aja aku udah rekam semuanya, aku tinggal kasih ini ke mas Harold!" gumamnya.
Disaat Clara hendak meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas, tiba-tiba saja ada suara yang memanggilnya dan membuatnya tidak fokus dalam menaruh ponsel itu. Akibatnya, ponsel miliknya terjatuh ke jalan.
"CLARA, HEY CLARA TUNGGU!!"
Ya suara teriakan itu berasal dari mulut Maysa, ia sontak menoleh dan semakin panik karena Maysa sudah mendekat ke arahnya. Buru-buru ia mengambil ponsel itu dan berlari tanpa memasukkannya ke dalam tas, ya ia hanya ingin pergi dari Maysa saat ini.
"CLARA BERHENTI KAMU!" Maysa sendiri terus berteriak sangat keras, sebab ia juga tak mau Clara membongkar semua rencananya di depan Harold.
Namun, Clara tentu tak akan berhenti dan terus bergerak menuju mobilnya. Begitu sampai, dengan cepat ia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya. Tak ingin berlama-lama lagi, Clara segera tancap gas dan pergi dari sana menggunakan mobilnya itu.
Maysa dan Mita pun tampak kecewa sekaligus kesal, mereka gagal menghentikan Clara sebelum wanita itu pergi dengan mobilnya. Akan tetapi, Mita menyarankan pada Maysa untuk mengejar Clara dengan mobilnya. Tentu saja Maysa setuju, kini mereka pun juga masuk ke dalam mobil dan bergegas mengejar Clara.
"Ayo Mita, lebih cepat lagi! Kita harus kejar Clara, dia harus kita tangkap sebelum dia membocorkan semuanya ke Harold!" ucap Maysa.
"Iya Maysa, lu tenang aja ya!" ucap Mita.
__ADS_1
Mita semakin menambah kecepatan mobilnya, ia berusaha keras mengikuti laju mobil yang dikendarai Clara di depan sana. Bagaimanapun, Mita harus membantu Maysa untuk bisa mendapatkan Clara dan menekan wanita itu agar tidak menceritakan semua kepada Clara.
"Kamu gak boleh lolos Clara, kamu harus mati di tangan aku sekarang!" batin Maysa.
Sementara di dalam mobil Clara, wanita itu tampak gelisah dan terus melirik melalui kaca spion untuk mengetahui apakah mobil Maysa masih mengikutinya atau tidak. Ia sangat panik kali ini, sebab posisinya semakin terjepit karena ia memang tidak biasa mengemudi dalam kecepatan tinggi.
"Ini gawat, aku harus cepat-cepat kasih kabar ke mas Harold tentang semua rencana jahat yang akan dilakukan Maysa sama dia!" gumam Clara.
Akhirnya Clara memutuskan mengambil ponselnya dari dalam dashboard, ia ingin segera mengirim bukti rekaman video yang ia ambil tadi ke nomor Harold tentunya. Namun, ia nampak kesulitan mengingat dirinya juga harus fokus menyetir dan menatap ke jalan.
"Duh susah banget sih!" keluhnya.
Bruuukkk
Akibatnya, ponsel miliknya itu malah terjatuh ke bawah dan semakin menyusahkan dirinya untuk mengambil ponsel tersebut. Clara sangat panik kali ini, ia benar-benar gugup dan terus berharap-harap cemas mengingat Maysa sudah mendekatinya. Ia tak mau Maysa berhasil menangkapnya, karena pasti Maysa akan berbuat jahat padanya.
"Haish ada-ada aja sih, sial banget nasib aku!" umpat Clara saat ini.
Dengan susah payah Clara berusaha mengambil ponsel itu dari bawahnya, ia membungkuk sedikit sambil tetap fokus menyetir menggunakan satu tangan. Akan tetapi, ponsel itu malah semakin menjauh dan sulit untuk digapai olehnya. Apalagi, tiba-tiba bunyi klakson terdengar yang membuat wanita itu amat panik.
Tiiiinnnn
Klakson panjang itu berasal dari sebuah mobil di depannya, ia baru sadar kalau saat ini mobilnya telah keluar jalur yang semestinya. Sontak Clara panik, cepat-cepat ia banting setir ke kiri untuk kembali ke jalannya agar terhindar dari tabrakan. Tapi naas, mobil yang dikendarai Mita juga berhasil menabrakkan diri ke arah mobilnya yang membuat Clara kehilangan kendali.
"Aaaaa...." Clara berteriak cukup keras, ia tak bisa lagi mengendalikan mobilnya yang ditabrak secara sengaja oleh Mita.
Braakkk
Sungguh naas nasibnya, mobil Clara pun terpental ke dalam jurang yang dalam dan tersangkut pada sebuah pohon besar di bawah sana. Clara sontak tak sadarkan diri dengan luka parah pada bagian kepalanya, akibat benturan yang ia alami berulang kali selama kecelakaan tersebut terjadi.
Senyum terurai di bibir Maysa saat ini, ia puas melihat mobil milik Clara masuk ke jurang. Dengan begitu, maka Clara tidak akan mungkin bisa memberitahukan semua rencananya kepada Harold.
"Rasain kamu Clara!" ujarnya lirih.
Setelahnya, cepat-cepat Maysa menyuruh Mita melajukan mobilnya pergi dari sana untuk melarikan diri karena tidak ingin dicurigai.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
__ADS_1
...Kata siapa Maysa lemah?😋...