Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Bujukan Clara


__ADS_3

Maysa menurut saja dengan perkataan calon suaminya itu, lalu ia pun pergi ke dalam mobil dan duduk berdua dengannya di kursi depan. Harold tampak terus memandang ke arahnya dan tersenyum lebar, bahkan perlahan pria itu mendekat sembari mengusap wajah wanitanya.


Maysa dibuat gugup saat ini, pasalnya posisi mereka sangat dekat dan wajah mereka juga saling berhadapan. Maysa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, sebab Harold terlihat sudah memajukan bibirnya seolah bersiap menciumnya. Jantung Maysa berdegup sangat kencang, mungkin nyaris saja ia pingsan jika tidak bisa menahan diri.


Cup


Dan benar saja, Harold kini menempelkan bibirnya serta menyatukan bibir mereka. Lalu, pria itu mulai bergerak dan meminta Maysa untuk membuka bibirnya serta membiarkan Harold bermain di dalam rongga mulut wanita itu. Dengan senang hati Maysa menurutinya, ia pun membuka mulutnya dan langsung saja Harold tak menyia-nyiakan itu.


Harold terus melakukan itu dengan sangat liar sembari menahan tengkuk wanitanya, Maysa tak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah menerima perlakuan Harold saat ini. Maysa juga belum terlalu bisa berciuman, sehingga ia lebih banyak diam dan tak tahu harus melakukan apa.


Setelah puas, Harold pun mengakhiri ciuman itu dan menyisakan sisa-sisa perciuman mereka di bibir Maysa. Tampak Harold menyekanya dengan telapak tangan, lalu tersenyum serta meninggalkan kecupan singkat di bibir wanita itu. Harold juga menatap serius ke arah Maysa, seolah tak ingin mengakhirinya.


"Kamu cantik sekali Maysa, rasa bibir kamu juga bikin saya ketagihan. Saya suka banget cium bibir kamu seperti tadi, love you!" lirih Harold.


Maysa menunduk karena malu, ia sampai tak berani menatap wajah calon suaminya itu. Namun, Harold malah menarik dagunya dan tersenyum saat melihat wajah memerah Maysa saat ini. Harold selalu suka dikala Maysa sedang tersipu, rasanya wanita itu terlihat lebih menggemaskan dari biasanya.


"Lucu deh kamu, kalau malu pasti selalu nunduk. Aku jadi makin sayang sama kamu!" ujar Harold.


Cup


Lagi-lagi Harold mengecup singkat bibirnya, Maysa pun terbelalak dan terdiam kaku atas perlakuan yang dilakukan Harold barusan. Laki-laki itu selalu saja berhasil membuatnya tersipu, entah karena ketampanan atau perlakuan manisnya kepada ia selama ini.


"Ish mas, cukup ya cium-cium nya! Kamu tuh gak ada bosannya apa ya ciumin bibir aku terus dari dulu?" protes Maysa.


"Kan saya udah bilang tadi, bibir kamu itu candu buat saya Maysa. Mana bisa saya berhenti coba? Justru yang ada saya akan terus cium kamu sampai selamanya," kekeh Harold.


Maysa menggeleng-geleng perlahan dibuatnya, ia tak habis pikir dengan perkataan Harold barusan yang menginginkan untuk terus menciumnya. Namun, entah mengapa ia justru merasa malu dan gugup ketika mendengar Harold mengatakan itu. Rasanya ia pun telah mulai merasa candu dengan ciuman lelaki itu, dan tak sabar ingin mengulangnya kembali bersamanya.


"Oh ya, tadi ibu kamu bilang apa sewaktu saya datang ke rumah kamu sama Zanna? Kalian kan ngobrol dulu tuh sebentar di dalam, ibu kamu bahas soal Zanna ya?" tanya Harold penasaran.


"Eee ibu gak bilang apa-apa kok mas, udah ya kamu gak perlu khawatir soal ibu!" bohong Maysa.


"Jujur aja sayang, ibu pasti gak suka kan karena tahu saya udah punya anak! Lalu, apa dia juga membatalkan restunya untuk kita?" tebak Harold.


Maysa dengan cepat menggeleng, "Gak gitu mas, ibu suka kok. Ibu juga kasih izin kita buat menikah secepatnya mas," ucapnya sambil tersenyum.


"Kamu serius sayang?" tanya Harold memastikan.

__ADS_1


Kali ini Maysa menganggukkan kepalanya, tentu saja Harold merasa senang dan ikut tersenyum padanya. Perbincangan mereka itu diakhiri dengan sebuah pelukan yang hangat, Harold melampiaskan rasa senangnya itu kepada Maysa dan seolah tak ingin melepaskan tubuh wanita itu dari pelukannya.




Disaat Harold dan Maysa tengah asyik menikmati santap siang bersama di sebuah restoran, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kehadiran Clara yang tampak menghampiri mereka berdua disana. Sontak keduanya langsung berdiri dan menatap ke arah Clara, begitu wanita itu muncul di dekat mereka.


Wajah Harold tampak tidak senang begitu melihat mantan istrinya ada disana, entah mengapa ia mempunyai firasat kalau Clara akan kembali mengganggu momen mesranya bersama Maysa. Harold juga masih tak mengerti, mengapa Clara itu terus saja hadir di dalam hidupnya dan seringkali mengacaukan momen indahnya seperti ini.


"Harold, aku mau bicara sama calon istri kamu ini! Tolong izinin dia buat ikut sama aku sebentar!" pinta Clara seraya menunjuk wajah Maysa.


"Hah? Untuk apa kamu mau bicara sama Maysa? Saya gak akan kasih izin, apalagi saya tahu kalau kamu itu amat membenci Maysa. Sebaiknya kamu pergi, jangan harap saya akan berikan kamu waktu untuk berdua dengan Maysa!" tolak Harold.


"Aku mohon Rold, aku ingin bicara sesama wanita dengan Maysa! Aku janji gak akan apa-apain dia kok, kamu bisa pegang kata-kata aku Rold!" mohon Clara dengan wajah memelas.


"Sudah cukup ya Clara, jangan pernah kamu bikin saya kesal lagi!" sentak Harold.


Clara menggeleng dengan cepat, "Aku gak ada niat buat bikin kamu kesal, aku cuma mau bicara sama Maysa!" ucapnya.


Harold yang emosi mulanya hendak mengangkat tangan dan menampar wajah wanita itu, akan tetapi dengan cepat juga Maysa berhasil menahannya serta menggagalkan niat Harold tersebut. Maysa tentu tidak ingin suaminya bertindak kasar pada seorang perempuan, ya walau Clara itu selalu saja berbuat onar dan menyulitkan Harold.


Harold menoleh ke arah wanitanya dengan heran, ia juga tampak mengernyitkan dahinya seolah tak mengerti mengapa Maysa bersikap seperti itu. Pasalnya, ia sendiri saja sangat kesal dengan Clara dan tidak mau berbicara lagi padanya. Namun, sekarang ini Maysa malah meminta Harold untuk mengizinkan dia berbicara dengan Clara.


"Kamu serius sayang? Clara ini orang jahat loh, kalau dia sakitin kamu gimana?" tanya Harold ragu.


"Aku gak akan kenapa-napa mas, lagian Clara juga udah janji tadi kalau dia cuma mau bicara sama aku. Udah ya, kamu gausah khawatir mas!" bujuk Maysa.


"Tapi May—"


Belum sempat Harold menyelesaikan ucapannya, Maysa sudah lebih dulu menaruh jarinya di bibir pria itu serta memintanya untuk tidak terlalu khawatir padanya. Maysa juga yakin kalau Clara akan menepati janjinya, sehingga kini ia meminta Harold agar mau memberi izin baginya berbicara dengan Clara berdua di dekat sana.


Akhirnya Harold tak memiliki pilihan lain, ia terpaksa mengizinkan calon istrinya itu untuk berbicara bersama Clara. Namun, Harold meminta agar Clara tidak terlalu jauh mengajak Maysa pergi supaya ia masih bisa memantaunya. Clara menurut, wanita itu juga mengatakan kalau dia tidak akan lama bersama Maysa dan hanya sekitar beberapa menit saja.


Kali ini Maysa pergi bersama Clara menjauh dari tempat Harold berada, Harold pun berusaha tetap tenang meski ia terus saja merasa khawatir karena ia tahu Clara bukan lah orang yang baik. Harold tak henti-hentinya menatap ke arah mereka, ia pastinya akan langsung menghajar Clara bila wanita itu terbukti menyakiti calon istrinya nanti.


"Apa ya kira-kira yang mau dibicarakan Clara sama Maysa? Kok saya jadi penasaran gini sih?" gumam Harold tampak penasaran dan cemas.

__ADS_1




Maysa dan Clara kini duduk di tempat yang tak terlalu jauh dari Harold, tentunya itu sesuai dengan permintaan Harold yang meminta mereka agar tetap berada di dekatnya. Namun, Clara sudah memastikan kalau Harold tidak akan bisa mendengar apa yang sedang ia bicarakan dengan Maysa saat ini.


"Jadi gimana Clara, apa yang mau kamu bicarakan sama aku sekarang? Tolong dipercepat ya, karena aku gak punya banyak waktu!" ucap Maysa sambil tersenyum.


Clara memutar bola matanya begitu mendengar perkataan Maysa, jika bukan karena Zanna maka pasti Clara sudah emosi saat ini. Clara memang sangat tidak menyukai Maysa sejak kedekatan wanita itu dengan putrinya, itu sebabnya ia ingin sekali menyingkirkan Maysa dari kehidupan Harold.


"Begini aja, aku sebenarnya cuma mau minta kamu untuk membatalkan pernikahan kamu dan mas Harold! Gimana, apa kamu bisa?" ujar Clara.


"Hah? Kamu yang bener aja dong Clara, gak mungkin aku membatalkan pernikahan aku yang tinggal hitung hari ini!" ucap Maysa tegas.


"Aku udah duga kamu akan bilang begitu, tapi kali ini aku mohon sama kamu untuk nurut sama apa yang aku katakan tadi! Aku janji, aku akan kasih kamu uang yang banyak kalau kamu mau membatalkan pernikahan kalian!" ucap Clara menawarkan.


Maysa sampai terbelalak mendengar apa yang diucapkan Clara barusan, ia terpancing emosinya dan merasa jika Clara sudah merendahkan harga dirinya saat ini. Dengan Clara mengatakan itu, maka Clara sudah menganggap bahwa Maysa mau menikah dengan Harold hanya karena mengincar harta juga kekayaan pria itu.


Tentu saja Maysa dengan keras menolaknya, tidak mungkin ia mau menuruti permintaan Clara yang sangat tidak masuk akal itu. Ia menikah dengan Harold bukan hanya karena harta lelaki itu, tetapi juga karena ia memang mencintainya dan tidak bisa melupakannya begitu saja.


"Aku gak butuh uang dari kamu Clara, mas Harold saja bisa memberikan apapun buat aku. Jadi, kamu jangan mikir kalau aku akan mudah tergiur dengan penawaran kamu itu!" tegas Maysa.


Clara terdiam saat itu juga, ia tak mengira Maysa akan mengatakan itu dan menolaknya secara terang-terangan. Padahal, tadinya ia mengira Maysa mau bekerjasama dengannya dan tidak jadi menikah dengan Harold. Namun, kesetiaan Maysa pada Harold membuat Clara sungguh terkejut serta bingung harus bagaimana lagi.


Disaat yang sama, Maysa juga beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tasnya. Clara pun ikut bangkit berusaha menahan wanita itu, karena Clara masih belum selesai berbicara dan ingin Maysa tetap berada disana. Clara tak akan menyerah sampai disitu, ia harus pastikan bahwa Maysa tidak menikah dengan mantan suaminya.


"Tunggu dulu Maysa! Kita belum selesai loh, aku masih pengen ngobrol sama kamu. Kamu duduk lagi ya, kita bicarakan semua ini baik-baik!" ucap Clara.


"Gak ada lagi yang perlu dibahas Clara, aku tahu kamu pasti bakal terus minta aku buat batalin pernikahan aku sama mas Harold. Dan itu semua gak akan mungkin terjadi!" tegas Maysa.


"Kamu harus tahu apa alasan aku May, aku ngelakuin ini semua karena aku gak pengen berpisah sama anak aku satu-satunya!" ucap Clara memelas.


Deg


Maysa terbelalak dibuatnya, ia baru tahu kalau Clara begitu mencintai Zanna. Bahkan, Clara rela melakukan apapun demi bisa memiliki Zanna seutuhnya. Maysa mewajarkan apa yang dilakukan Clara saat ini, sebab jika hal itu terjadi padanya maka mungkin Maysa akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Clara.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2