
Sepanjang perjalanan, Saskia lebih banyak diam dan bahkan tidak berani menatap ke arah Dean berada karena rasa malunya. Gadis itu tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, entah mengapa sejak kejadian Dean memasangkan sabuk pengaman tadi kini perasaannya menjadi tak karuan. Padahal, ini bukan kali pertama Dean mengantarnya ke sekolah karena sebelum ini pun pria itu pernah melakukannya.
Dean sendiri sesekali tampak mencuri pandang ke arah gadis di sebelahnya, ia senang dapat bertemu kembali dengan Saskia dan juga mengantar gadis itu ke sekolahnya. Setelah cukup lama mereka tidak saling bertemu, akhirnya hari ini Dean cukup puas lantaran ia langsung disambut oleh sosok gadis cantik yang disukai olehnya itu. Meski, Saskia hanya terdiam sedari tadi dan tak mau membuka mulut.
"Saski, ini kamu udah sarapan apa belum? Aku kok di dekat kamu jadi ngerasa lapar ya? Gimana kalau kita mampir dulu di warung dekat sini?" tanya Dean pada gadis itu.
Saskia sedikit kaget saat Dean tiba-tiba bicara dan menawarkan makanan untuknya, ia sebenarnya belum sarapan karena tadi tidak sempat. Namun, Saskia merasa gengsi jika harus menerima ajakan Dean saat ini. Apalagi, Dean adalah asisten pribadi Harold yang tak seharusnya Saskia terus ditraktir oleh pria itu.
"Umm, aku nanti sarapan di kantin sekolah aja, kak. Kamu kalau mau makan, yaudah anterin aku dulu terus baru deh kamu boleh mampir ke tempat makan terserah yang mana! Ingat loh, kamu udah bilang mau anterin aku!" ucap Saskia.
"Iya Saski, aku pasti ingat kok. Ya tadi itu kan aku cuma nawarin kamu, kali aja kamu mau sarapan bareng aku gitu kan?" ucap Dean.
"Gausah kak, nanti malah ngerepotin kamu. Lagian lebih enak makan di kantin bareng teman-teman aku, harga makanan disana juga lebih murah daripada di luaran sini," ucap Saskia menolaknya.
Dean mengangguk saja memahami alasan mengapa Saskia menolak ajakannya, ya meski Dean merasa kecewa karena ia masih ingin bersama gadis itu. Namun, tak mungkin juga Dean memaksa Saskia untuk mau ikut bersamanya. Dean khawatir kalau Saskia malah akan menjauh darinya, dan mengira bahwa dirinya adalah lelaki pemaksa.
"Kak Dean gak marah kan? Aku minta maaf ya, aku juga takut telat soalnya!" ucap Saskia lirih.
Dean tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia tentu tak mungkin mengatakan yang sejujurnya pada Saskia kalau saat ini ia kecewa dengan keputusan gadis itu. Hanya saja, dari ekspresi wajahnya terlihat jelas kalau Dean sangat jengkel. Saskia pun menyadari itu, tetapi Saskia tetap pada keputusan awalnya untuk menolak ajakan Dean.
"Aku gak masalah kok, Saski. Ya asalkan kamu masih bisa tahan rasa lapar kamu itu, soalnya daritadi aku dengar tuh perut kamu bunyi terus," ucap Dean sambil terkekeh.
__ADS_1
"Hah??" Saskia terkejut dan reflek memegangi perutnya, ia tak menyangka Dean akan mendengar suara perut miliknya.
"Kamu apa sih? Perutku gak bunyi ya!" elak Saskia.
Dean terkekeh melihat reaksi gadis itu, rasa gemasnya semakin mencuat dan ingin sekali mencubit kedua pipi Saskia saat ini. Akan tetapi, Dean harus menahan diri karena tidak mau dianggap kurang ajar. Sedangkan Saskia sendiri tampak mengerucutkan bibirnya, sehingga Dean terpaksa berpaling untuk menahan dirinya.
"Hadeh, lama-lama dekat sama Saskia bikin saya gak bisa tahan diri nih! Bisa gawat kalau saya main pegang pipinya, yang ada Saskia bisa ngira saya ini bukan laki-laki yang baik!" gumam Dean di dalam hatinya.
•
•
Disisi lain, Javier mengantar Mawar ke tempat tinggalnya sesudah semalaman gadis itu ikut bersamanya menginap di rumah sakit untuk menjaga Maysa serta ibunya. Keduanya pun turun dari mobil, lalu berjalan bersama menuju kediaman Mawar dengan tangan yang saling bergandeng satu sama lain sambil tersenyum lebar.
"Ohh, jadi ini rumah kamu ya Mawar? Selama ini kamu tinggal disini?" tanya Javier.
Mawar mengangguk perlahan, "Ya kak, ini tempat tinggal aku. Pasti kamu kaget ya karena rumah aku jauh beda sama rumah kamu?" jawabnya lirih.
"Hah? Gak dong Mawar, saya biasa aja kok. Lagian sebentar lagi kamu juga bakal jadi istri saya, terus kamu tinggal di rumah saya deh. Kamu gak perlu merendah gitu Mawar!" ucap Javier.
"Eee e-emang kamu yakin beneran mau nikahin aku, hm?" tanya Mawar tampak ragu.
__ADS_1
Javier malah tersenyum dan mendekap tubuh gadis itu dengan erat, sontak Mawar terkejut lalu reflek menatap wajah pria di dekatnya dengan bingung. Javier juga mencengkram rahang gadisnya, matanya tak berhenti memandang keindahan wanita itu. Jantung Mawar berdegup sangat kencang, bahkan ia kesulitan untuk menelan salivanya.
"Kamu tatap muka saya sekarang! Apa wajah saya ini terlihat meragukan bagi kamu, hm? Saya ini serius Mawar, saya mau nikahin kamu!" tegas Javier.
"Ta-tapi kak...."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Mawar sudah lebih dulu dibungkam oleh Javier. Satu jari pria itu menempel di bibirnya, membuat Mawar membelalakkan matanya. Lalu, perlahan Javier mulai memajukan wajahnya mendekati gadis itu. Mawar tersentak, seolah tahu apa yang hendak dilakukan Javier selanjutnya.
Cup
Benar saja, kini Javier menempelkan bibirnya pada bibir ranum sang gadis. Cukup lama Javier melakukan itu, ia merasakan kelembutan dan kenikmatan yang amat sangat saat ini. Javier seolah tak ingin mengakhiri semuanya, bahkan jika bisa Javier akan terus melakukan itu dan menikmati bibir merah muda nan mungil milik Mawar.
"Apaan sih ini? Kenapa kamu malah diam aja Mawar? Harusnya kamu berontak, ini itu gak benar!" batin Mawar.
Namun, yang terjadi justru Mawar terdiam begitu saja seolah menikmati semuanya. Javier pun menyeringai di sela-sela ciumannya, akhirnya ia berhasil menaklukkan gadis yang dari dulu sangat sulit ia taklukan itu. Sebentar lagi Mawar akan resmi menjadi miliknya, dan Javier pastinya akan menjadi sosok pria paling bahagia di dunia.
Tanpa mereka sadari, seseorang memantau mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh. Orang itu terlihat menggeram kesal seraya mengepalkan tangannya, meski hanya dari dalam mobil, tetapi ia tahu betul siapa yang sedang berciuman disana. Rasanya ia tak terima dengan itu, ia kesal dengan kelancangan Javier yang langsung mencium Mawar saat ini.
"Itu benar Mawar kan? Siapa laki-laki kurang ajar yang mencium dia itu? Apa mungkin kalau dia kekasih Mawar? Lalu, apa selama ini Mawar menghilang karena dia?" gumamnya tampak kesal.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...