Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Milik tuan Harold


__ADS_3

Sesudah bekerja di cafe, kini Maysa kembali ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya yang masih dirawat disana karena kondisinya yang belum stabil. Namun, langkah kakinya terhenti begitu seseorang memanggil namanya. Ia menoleh, lalu menemukan Harold tengah berdiri di dekatnya sembari menatap wajahnya disertai senyuman lebar. Harold bergerak semakin mendekat, membuat Maysa gugup serta khawatir jika Harold akan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya disana.


"Halo Maysa! Sudah malam begini kamu baru datang, abis darimana sih kamu?" ujar Harold.


Maysa menggeleng perlahan, menurutnya ia tak perlu menjawab pertanyaan dari Harold dan mengatakan yang sebenarnya bahwa ia habis bekerja di sebuah cafe.


Harold tampak melebarkan senyumnya, pria itu tidak menyerah dan coba meraih tangan milik Maysa untuk digenggam. Baru saja Maysa hendak menghindar, tetapi Harold sudah lebih dulu berhasil menahan pergerakannya dan memberikan dekapan erat ke tubuh wanita itu.


Tidak ada yang bisa dilakukan Maysa kali ini, selain pasrah dan menerima saja perlakuan Harold. Ya tenaganya kalah jauh dibandingkan pria itu, bahkan terakhir kali saja ia sampai diperkosa oleh Harold di cafe akibat tenaganya yang tak sebanding.


"Tuan, anda ini mau apa sih? Gak bosan apa anda terus mengganggu hidup saya? Setelah semua yang anda lakukan, apa itu tidak cukup?" sentak Maysa.


"Sssttt, kamu tidak berhak bicara seperti itu Maysa! Lagipula saya hanya ingin ikut dengan kamu ke ruangan ibu kamu," ucap Harold.


"Hah? Mau ngapain anda ketemu ibu saya, ha?" tanya Maysa amat terkejut.


"Tidak ada, saya cuma mau jenguk ibu kamu. Nih saya juga sudah bawakan buah untuk beliau," jawab Harold dengan santai seraya menunjukkan bingkisan yang ia bawa.


Mata Maysa terbelalak seketika, ia berada dalam dilema yang cukup sulit sebab ia tak tahu apakah dirinya harus mengizinkan Harold ikut bersamanya atau tidak. Tentu Maysa bingung, bagaimana jika nantinya ibu ataupun adiknya bertanya mengenai siapa sosok Harold itu.


"Bagaimana, Maysa? Boleh kan?" tanya Harold.


Setelah berpikir selama kurang lebih 30 detik, akhirnya Maysa memutuskan untuk memberi izin bagi Harold ikut bersamanya. Sontak Harold tersenyum lebar, pria itu senang lantaran Maysa mau membolehkan dirinya bertemu dengan ibu dari wanita itu. Tentunya Harold telah merencanakan semua dengan matang, sehingga tampak kepuasan terpampang di wajahnya kali ini.


Lalu, mereka pun melangkah sama-sama menuju ruang rawat Melinda. Terlihat juga Harold masih saja merangkul pundak Maysa sepanjang jalan, dan Maysa juga nampak pasrah saja saat tubuhnya dirangkul oleh si pria. Meski di dalam hatinya, ia mengumpat karena malas sekali rasanya ia berduaan dengan pria yang sudah merenggut kesuciannya dan mengganggu hidupnya.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan itu, Maysa mengetuk pintu dengan perlahan sebelum masuk ke dalam bersama Harold di belakangnya. Sontak Saski serta Melinda yang ada di dalam sana terkejut melihat kehadiran Maysa, terlebih Maysa datang bersama seorang lelaki yang berhasil membuat dua bola mata Melinda membulat lebar saat melihatnya.


"Eh Maysa, nak Harold?" Maysa terkejut mendengar ucapan ibunya, bagaimana bisa sang ibu mengenal sosok pria di sebelahnya itu?


"Loh bu, kok ibu tahu kalau nama dia Harold? Apa ibu kenal sama dia?" tanya Maysa terheran-heran.


"Yah elah mbak, jelas dong aku sama ibu kenal. Orang tadi siang kak Harold ini datang kesini kok, terus dia juga bawain makanan buat ibu," sela Saskia memberi jawaban pada kakaknya.


"Apa??" Maysa terkejut bukan main.


Ya wanita itu sangat terkejut, ternyata Harold sudah melakukan semuanya dengan cepat sampai mengenalkan diri pada keluarganya. Padahal Maysa belum memberi izin pria itu untuk menemui ibu atau adiknya, tetapi Harold malah sudah lebih dulu datang kesana dan mengenalkan diri sebagai pasangan dirinya yang tentu sangat tidak benar.




Setibanya di dalam kamar, kini Harold meminta Maysa untuk membersihkan diri di kamar mandi. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Maysa, ia menurut saja lalu memasuki kamar mandi sesuai perintah Harold. Sedangkan Harold sendiri terduduk di sofa, menunggu Maysa sampai selesai membersihkan tubuhnya.


Tak lama kemudian, Maysa keluar dari kamar mandi sesudah menyelesaikan mandinya. Wanita itu keluar dengan menggunakan bathrobe di tubuhnya, yang membuat Harold tercengang dengan tubuh seksi Maysa saat ini. Sontak pria itu langsung terbangun, menghampiri wanitanya dan memegang kedua pundak Maysa dengan kuat.


"Oh Maysa, kamu seksi sekali kalau habis mandi begini sayang! Kamu juga kelihatan lebih cantik, saya makin terpesona sama kamu!" puji Harold.


Maysa hanya diam seraya memalingkan wajahnya, pujian dari Harold barusan justru membuatnya mual dan ingin muntah saja saat itu juga jika ia tidak memiliki hutang padanya. Ya inilah akibatnya karena ia sudah berhutang pada seseorang, tak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah saja.


"Kalau begitu, kamu sudah siap kan untuk malam panjang kita ini sayang?" tanya Harold sensual.

__ADS_1


Maysa terbelalak dengan lebar, "Maksud tuan apa ya? Saya datang kesini untuk menginap, bukan untuk memuaskan hasrat tuan itu. Sebaiknya anda tidak usah terlalu berharap deh!" ucapnya tegas.


"Bagaimana kalau saya memaksa, hm?" tanya Harold lagi dengan tubuh semakin mendekat.


Jujur saja, Maysa merasa merinding mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Harold itu dan apalagi kini Harold berada sangat dekat dengannya. Tentu saja Maysa berusaha menjauh, tetapi sebelum itu terjadi Harold lebih dulu berhasil menahan pergerakannya dengan cara menangkup dua pundak milik wanita itu.


"Mau kemana sih sayang? Kamu itu tugasnya disini memberi saya kepuasan, memangnya menurut kamu kenapa saya minta kamu kesini coba?" ujar Harold dengan sensual.


"Tuan, tapi tadi tuan gak ada bilang begini ya ke saya. Lepasin saya tuan, saya gak mau kalau diminta memuaskan tuan!" ucap Maysa menolak.


"Itu sudah tugas kamu sayang, kamu lupa ya kalau kamu punya hutang sama saya? Sebelum kamu bisa lunasi semua hutang kamu itu, ya kamu harus terus melayani saya Maysa!" ucap Harold.


Deg


Jantung Maysa seolah berhenti berdetak mendengar perkataan Harold barusan, dirinya menatap tak percaya ke arah pria itu dengan wajah bingung. Sedangkan Harold tampak menyeringai dibuatnya, pria itu langsung menempelkan bibirnya ke leher jenjang milik Maysa dan mengendus disana hingga membuat wanita itu mengerang tertahan.


Tanpa sadar, tangan-tangan nakal Harold berhasil melepas bathrobe milik Maysa itu dari tubuhnya. Kini Maysa telah polos tanpa sehelai benangpun, hal itu tentu saja membuatnya amat terkejut. Disaat Maysa tengah terkejut, tiba-tiba saja Harold mengangkat tubuhnya dan menjatuhkannya ke atas ranjang dengan berhati-hati.


Bruuukkk


"Malam ini dan seterusnya, kamu milik saya Maysa!" bisik Harold sensual.


"Mmhhh..."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2