Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Malam indah berdua


__ADS_3

Malam harinya, Harold sudah bersama sang istri tercinta di sebuah restoran mahal yang sengaja ia sewa untuk menikmati malam berdua dengan wanita itu. Harold dan Maysa kini tengah berdansa dengan penuh romantis, mereka tampak saling memandang satu sama lain sambil tersenyum. Bahkan, sesekali Harold juga menggoda Maysa dan mengecup hidung wanita itu seraya mencoleknya.


"Mas, aku kan gak bisa dansa. Kenapa sih kamu ajak aku dansa kayak gini segala? Aku kan jadi bingung harus apa," ucap Maysa.


Harold tersenyum dibuatnya, "Tenang aja, aku kan bisa bantu kamu sayang! Kamu cukup ikutin langkah aku aja ya, soalnya aku suka banget dansa begini. Apalagi sama istri kesayangan aku," ucapnya.


"Hm, kamu mah bisa aja kalo soal gombal. Tapi, dulu kamu pasti sering ya dansa sama Clara pas dia masih jadi istri kamu?" ucap Maysa.


Deg


Seketika Harold membulatkan kedua bola matanya saat mendengar Maysa membahas mengenai hubungan masa lalunya dengan Clara, jujur Harold tak suka dengan itu dan langsung menghentikan gerakan kakinya. Ia berpaling ke arah lain, sehingga Maysa tampak penasaran kali ini.


"Eee aku salah bicara ya, mas? Maaf, aku gak sengaja bikin kamu bete!" ucap Maysa.


Harold menggeleng kali ini, "Enggak kok sayang, aku cuma gak mau aja bahas Clara lagi. Dia itu kan udah jadi masa lalu aku, gak perlu lah kita ungkit-ungkit tentang dia," ucapnya santai.


"Iya mas, aku minta maaf ya? Sekarang kita fokus aja dansanya!" ucap Maysa.


Tentu saja Harold setuju dengan apa yang dikatakan istrinya, ia kembali menggerakkan kakinya dan terus memegangi telapak tangan serta pinggang sang istri. Mereka saling bertatapan dari jarak dekat, aroma tubuh Maysa pun dapat tercium di hidung Harold saat ini.


Akan tetapi, tiba-tiba saja Harold teringat pada niatnya untuk menyerang markas Rendy besok. Ia juga teringat dengan perkataannya saat di telpon tadi, yang mana ia mengucapkan sebuah kalimat kalau diantara dirinya dan Rendy akan ada yang harus meninggal dunia. Rasanya Harold merasa cemas, sebab ia tentu tak ingin meninggalkan Maysa seorang diri nantinya.


"Silahkan saja mister! Saya tunggu anda besok di lapangan transaksi, kita bertarung untuk menentukan saya atau anda yang akan mati!"


Kecemasan di wajah Harold dapat diketahui oleh Maysa, tentu saja wanita itu sangat bingung dan terus memandangi wajah sang suami. Bahkan, gerakan dansa mereka juga semakin melambat dikarenakan Harold terus saja melamun. Maysa semakin heran dibuatnya, ia tak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu.

__ADS_1


"Mas, kamu kenapa? Mikirin apa sih sampai ngelamun begitu?" tanya Maysa penasaran.


Sontak Harold tersadar dari lamunannya, ia tersenyum lebar dan menghentikan gerakan dansanya. Lalu, Harold menggerakkan tangannya untuk membelai rambut halus sang istri. Harold juga memberi kecupan di kening istrinya, lalu menangkup wajah wanita itu dan menatapnya dari jarak dekat.


"Aku gapapa kok sayang, aku kagum aja sama kecantikan istri aku ini. Kamu luar biasa cantik malam ini sayang!" ucap Harold memuji istrinya.


"Ah kamu ini gombal terus deh mas, aku kan jadi malu. Kita udahan aja yuk dansanya, aku juga capek nih berdiri terus daritadi! Aku haus pengen minum," ucap Maysa.


"It's okay sayang," Harold menyetujuinya.


Akhirnya Harold mengajak Maysa duduk dan menikmati hidangan yang tersedia, ia juga membantu istrinya itu untuk minum dan menghilangkan dahaga di dalam dirinya. Kini mereka saling tersenyum, tampaknya Harold berusaha melupakan semua pikiran mengenai serangan besok dan ingin fokus menikmati malam berdua yang indah bersama istrinya.




Keduanya pun memasuki kamar yang mewah dan sudah dipersiapkan sebaik mungkin oleh Harold itu, lalu mereka sama-sama terduduk di pinggir ranjang tanpa melepas pegangan tangannya. Maysa juga masih mengenakan gaun pemberian suaminya, tampak Harold tak berhenti menatap wajah cantik Maysa yang terlihat begitu berbeda.


"Kamu emang cantik banget Maysa, aku paling gak bisa berpaling dari kamu!" ucap Harold sembari mengusap wajah cantik istrinya.


Maysa memejamkan matanya ketika Harold menyentuh wajahnya dengan lembut, ia sadar kalau saat ini suaminya tengah dipenuhi gairah yang menggebu. Deru nafas Harold juga terasa di kulit lehernya, apalagi ketika Harold sengaja mengecup jenjang leher wanita itu. Tanpa sadar Maysa melenguh pelan, ia menggigit bibir bawahnya sambil meremas kuat gaun yang dikenakannya.


"Aku gak tahan lagi, kita mandi bareng yuk! Aku mau lihat tubuh indah kamu tanpa tertutupi apapun, yang di bawah sana udah meronta-ronta nih mau masuk ke sarangnya," bisik Harold.


"Mmhhh, kamu mah ah mesum banget sih mas! Tahan dong sayang, jangan gitu!" pinta Maysa.

__ADS_1


"Hm, ada yang salah kah? Aku ini kan suami kamu, gak masalah dong kalau aku mesum sama istri aku sendiri?" goda Harold.


"Iya mas iya, tapi katanya kamu mau lakuin itu di honeymoon kita nanti," ujar Maysa.


"Anggap aja ini bulan madu kita versi sederhana, nanti setelah itu baru aku akan bawa kamu ke tempat yang kamu inginkan," ucap Harold sembari menurunkan tali gaun yang dikenakan istrinya.


Dikecupnya berulang kali pundak terbuka sang istri sambil terus melepas gaun milik Maysa, pria itu tak berhenti memberikan kecupan disana dan juga meninggalkan bekas merah yang menjadi tanda kasih sayang baginya. Maysa hanya bisa terpejam, melenguh pelan dan menikmati sentuhan itu.


"Mas, yaudah aku setuju sama kamu. Aku juga gak bisa nolak kalau udah begini, kamu emang pinter banget pancing gairah aku!" ucap Maysa terbuai.


Harold menyeringai di sela-sela kegiatannya, ia terus mengecupi leher sampai ke bagian bahu sang istri berulang kali. Berbagai tanda cinta ia tinggalkan disana, dan kini Harold juga telah berhasil melepaskan gaun panjang itu dari tubuh Maysa. Sehingga, Harold dapat leluasa melihat tubuh indah sang istri yang sangat luar biasa.


Cup


Harold beralih ke atas dan mengecup singkat bibir ranum sang istri, ia pegang tengkuk Maysa dan menahannya kuat sambil menariknya perlahan agar mendekat ke arahnya. Lalu, Harold kembali menyatukan bibir mereka dan memberikan ciuman hangat yang lembut dan memabukkan.


Bunyi cecapan kedua bibir mereka makin terdengar, perlahan Harold mengajak Maysa bangkit dari posisinya dan membuat gaun itu terlepas sempurna dan tergeletak di lantai. Harold pun mendorong tubuh Maysa sampai ke dalam kamar mandi, satu tangannya juga bergerak melepas sisa pakaian di tubuh wanitanya kali ini.


"Hmm, aku suka banget sama wangi dan keindahan tubuh kamu sayang! Aku bakal bikin kamu puas malam ini, aku yakin kamu gak akan bisa melupakan malam indah ini sayang!" ucap Harold.


"Eengghh, iya mas terserah kamu aja.." Maysa tak bisa berbicara banyak kali ini.


Tangan-tangan Harold berhasil bergerak liar menggerayangi seluruh tubuh Maysa, membuat wanita itu menggelinjang dan tak bisa tenang. Harold mulai menyalakan shower di atasnya, yang langsung mengguyur tubuh mereka. Maysa saat ini sudah polos tanpa tertutupi apapun, sedangkan Harold masih memakai pakaiannya lengkap.


"Nikmati sayang, keluarkan saja semuanya!" goda Harold di sela-sela aksinya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2