Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Rayuan Javier


__ADS_3

Harold masih dibuat bingung saat hendak menjawab pertanyaan dari sang istri, pasalnya Harold khawatir Maysa akan terluka jika ia ikut campur dalam bisnis ilegal yang ia jalankan bersama mister Rendy dan juga yang lainnya. Harold hanya ingin Maysa atau Zanna baik-baik saja, ia tidak mau pihak keluarga yang ia cintai itu terluka atau terkena masalah.


Harold juga tahu resiko dari menjalankan bisnis seperti itu, untuk itu Harold memilih merahasiakan semuanya dari Maysa supaya istrinya itu tidak terkena imbas dari efek negatif yang ia dapatkan nantinya. Harold amat menyayangi keluarganya, ia tak mau mereka semua terluka karena dirinya dan ingin Maysa serta Zanna terus baik-baik saja.


Namun, Maysa tampak begitu penasaran dengan bisnis yang dijalankan suaminya saat ini. Maysa tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui apa bisnis ilegal yang dimaksud Mario kemarin, ya Maysa ingin tahu secara langsung dari mulut Harold. Bagi Maysa, sikap Harold saat ini sungguh kelewat batas dan ia tidak menyukai hal tersebut.


Ya kini sepasang suami-istri itu masih berada di salah satu restoran mewah yang sudah Harold pesan terlebih dahulu untuk mereka, tak ada orang lain alias pelanggan lain yang berkunjung disana karena Harold menyewa penuh satu restoran. Namun, mereka malah lebih banyak saling diam mengingat Maysa masih belum bisa memaafkan suaminya itu.


"Sayang, ini beneran kamu gak mau bicara sama aku sebelum aku cerita semua tentang bisnis aku ke kamu? Ayolah sayang, jangan kayak gini dong istriku yang cantik dan manis!" ucap Harold membujuknya.


Maysa lagi-lagi hanya terdiam ketika Harold mencolek dagunya dan terus menggodanya agar mau berbicara, sepertinya Maysa hanya akan bicara kala Harold mau mengatakan dengan jujur apa bisnis yang pria itu jalankan. Maysa benar-benar kecewa dengan sikap Harold, karena pria itu tidak mau berkata jujur padanya saat ini.


"Duh, aku bingung harus apa sekarang sayang! Kalau kamu diam aja begini, gimana coba caranya biar aku tenang dan tahu buat bujuk kamu supaya gak ngambek lagi? Please dong sayang, ayo bicara ya walau sepatah dua patah!" bujuk Harold.


"Kamu ini pura-pura bodoh apa beneran gak tahu sih, mas? Tadi kan aku udah bilang, kamu jelasin semua tentang bisnis gelap kamu itu ke aku baru aku akan bicara sama kamu!" sentak Maysa.


"Nah, ini kamu mau bicara lagi. Udah ya kamu jangan ngambek terus sayang!" pinta Harold.


"Terserah lah mas, kalau kamu gak mau jujur aku bakal marah terus sama kamu!" ancam Maysa.


Harold sampai melongok mendengar ancaman yang dilontarkan Maysa, ia tentu tak mau Maysa terus seperti ini dan cuek padanya. Ya Harold sungguh dibuat bingung saat ini, kejujuran yang diminta Maysa sangat sulit dilakukan olehnya. Harold pun menunduk dan menepuk jidatnya, sedangkan Maysa tampak begitu serius menikmati makanan miliknya.

__ADS_1


"Eee aku tuh bingung harus jelasin mulai darimana sayang, aku gak tahu respon kamu nanti bakal gimana kalau aku jelasin mengenai bisnis yang aku jalanin sekarang," ucap Harold.


"Ya kamu tinggal jelasin aja loh mas, apa bisnis kamu terus kenapa kamu jalanin bisnis itu? Apa susahnya sih begitu, ha?" ucap Maysa agak kesal.


"I-i-iya aku tahu sayang, tapi semua gak semudah yang kamu bayangkan. Aku gak mau kamu terluka kalau aku kasih tahu semuanya ke kamu, aku ini sayang sama kamu dan aku pengen kamu terlindungi dari mala bahaya!" ucap Harold.


Maysa tampak memutar bola matanya karena malas, ia bosan mendengar alasan Harold yang terus saja begitu.




Mawar pun kebingungan dan tak mengerti mengapa itu bisa terjadi, ia baru saja tidur satu ranjang dengan Javier yang merupakan pria asing dalam hidupnya. Seketika pikiran Mawar terbang kemana-mana, ia cemas jikalau Javier melakukan sesuatu yang buruk padanya tadi disaat ia tengah asyik tertidur dan tidak mengetahui apa-apa.


"Kok aku bisa seranjang sama kak Javier ya? Seingat aku, tadi aku tidur sendiri kok. Lagian kak Javier kan pergi dan gak ada di apartemen, kenapa sekarang dia tiba-tiba bisa udah di samping aku? Kapan dia pulangnya coba?" gumam Mawar lirih.


Karena tidak ingin sesuatu terjadi, Mawar kini memilih beranjak dari ranjang dan berniat pergi ke kamar mandi. Akan tetapi, tiba-tiba saja tangannya dicekal dari belakang oleh Javier yang ternyata sudah terbangun. Sontak Mawar terkejut, apalagi Javier menariknya dan membawa Mawar kembali terbaring di sampingnya.


"Mau kemana Mawar, hm? Disini aja sama aku, aku tuh gak bisa tidur tanpa kamu tau!" ucap Javier lirih.


Mawar melongok mendengarnya, "Kak, sadar kak! Kita itu gak boleh tidur satu ranjang, biasanya juga kakak tidur sendiri bisa-bisa aja tuh. Kenapa tadi malah ikut tidur di ranjang coba?" ujarnya kesal.

__ADS_1


"Salahnya dimana? Ini kan ranjang aku, kalau aku mau ikut tidur disini gak masalah dong. Lagian aku pengen tidur sama kamu kok," ucap Javier.


"Ish, tapi kan—"


Javier tak memberi kesempatan bagi Mawar untuk berbicara, dengan cepat ia menempelkan jarinya di bibir gadis itu dan memintanya diam. Mawar hanya bisa mengangguk kecil menuruti kemauan Javier, ya karena dia sendiri tak bisa melakukan apa-apa. Terlebih, sekarang tangannya juga digenggam erat oleh pria itu seolah tak ingin dilepaskan.


"Kamu nurut aja sama aku, aku janji gak akan apa-apain kamu kok Mawar! Aku cuma mau tidur bareng kamu, itu aja!" ucap Javier dengan tegas.


"Yaudah, tapi lepasin tangan aku sekarang! Kamu tidur ya tidur aja, gausah megang tubuh aku kemana-mana!" ucap Mawar memperingatkan.


"It's okay, aku paham kok sama kata-kata kamu. Kamu jangan marah ya Mawar, aku kan tadi tarik tangan kamu supaya kamu gak pergi dari aku!" ucap Javier sambil tersenyum.


Mawar memutar bola matanya seraya menghela nafas singkat, setelah itu ia menarik lepas tangannya dari genggaman pria di sebelahnya. Mawar tak ingin Javier terlalu lama memegang tangannya, karena itu sangat tidak nyaman untuknya. Javier menurut saja kali ini, meski ada rasa tidak senang karena Mawar masih tak mau disentuh olehnya.


"Kamu makin cantik kalau dilihat dari posisi seperti ini, apalagi waktu kamu ada di bawah aku Mawar!" ucap Javier yang terus menggoda gadis itu.


Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Mawar, sepertinya gadis itu masih merasa gugup karena harus tidur satu ranjang dengan pria mesum seperti Javier. Apalagi, sedari tadi Javier tak berhenti mengeluarkan kalimat rayuan untuk dirinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2