Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Panas nih


__ADS_3

"Papaaa!!!"


Zanna terlihat begitu bahagia dan langsung beranjak dari sofa ketika melihat papanya pulang bersama sang mama, gadis itu memang amat merindukan keduanya dan ingin sekali memeluk mereka. Tanpa banyak berpikir lagi, Zanna segera memeluk Harold dengan erat di depan sana seolah tak ingin momen ini berakhir dengan cepat. Zanna sangat senang kali ini, apalagi telah cukup lama ia merindukan Harold.


Sama seperti Zanna, ya Harold pun juga rindu dengan putri cantiknya yang satu itu. Harold membalas pelukan dari sang gadis tak kalah erat, keduanya seolah sama-sama melepas rasa rindu yang selama ini mereka rasakan. Ciuman diberikan Harold pada setiap inci wajah serta leher putrinya, tak ada satupun yang terlewati karena Harold sangat rindu dengan aroma tubuh serta kecantikan Zanna.


"Aku kangen banget sama papa, aku senang deh papa akhirnya bisa pulang!" ucap Zanna sembari mendongak menatap wajah papanya.


"Ya sayang, papa juga kangen sama kamu. Maaf ya kalau papa perginya lama?" ucap Harold.


"Tapi pa, papa kemana aja sih? Kenapa papa gak pernah jawab telpon dari aku kemarin? Padahal, aku cemas banget sama papa!" heran Zanna.


"Eee....."


Harold terlihat kebingungan, ia melirik ke arah Maysa seolah hendak meminta bantuan wanita itu untuk menjawab pertanyaan Zanna tadi. Harold tak mau tentu membuat Zanna merasa khawatir, jika ia mengatakan kalau selama ini ia dirawat di rumah sakit karena luka tusuk. Namun, Harold juga bingung harus memberi alasan apa kepada putrinya itu.


"Zanna, papanya kan baru pulang nih capek tuh kasihan! Biarin papa istirahat dulu ya? Nanti abis itu, Zanna boleh main lagi deh sama papa," ucap Maysa.


Zanna tampak cemberut mendengar perkataan mamanya, ia cukup sulit untuk menurutinya karena saat ini ia sangat merindukan papanya. Ia hanya ingin memeluk dan terus bersama Harold disana, tetapi ucapan Maysa juga benar karena papanya itu harus beristirahat sekarang supaya tidak terlalu lelah setelah kepulangannya itu.


Akhirnya Zanna mengangguk mengikuti ucapan mamanya, ia membiarkan papanya pergi ke kamar untuk beristirahat. Meski masih ada raut kecewa di wajah gadis itu, namun sepertinya Zanna telah berusaha tenang dan tidak melarang papanya lagi. Bahkan, Zanna kini kembali ke tempat oma dan tantenya berada lalu memeluk mereka.


Tampak gadis mungil itu seolah bersedih karena ditinggal papanya ke kamar, Melinda serta Saskia yang melihatnya pun kompak tersenyum lebar. Mereka merasa gemas dengan ekspresi Zanna saat ini, rasanya ingin sekali mereka mencubit dan menciumi gadis itu berulang kali. Namun, tentunya mereka lebih memilih menghibur Zanna dan membuat gadis itu tidak bersedih lagi.

__ADS_1


"Sayang, jangan sedih dong ya! Sini ayo kita main boneka lagi, tuh kasihan bonekanya lapar belum dikasih makan loh sayang!" bujuk Melinda.


Zanna manggut-manggut saja, lalu ikut duduk di sofa bersama oma dan tantenya. Zanna pun bermain kembali dengan keduanya disana, ia awalnya terlihat biasa-biasa saja seolah tidak senang. Akan tetapi, lambat laun akhirnya Zanna dapat tersenyum lebar dan merasa senang bermain dengan oma dan tantenya itu.


"Ahaha, itu tuh gak bisa terbang oma kan dia orang ceritanya!" Zanna terkekeh ketika melihat Melinda menerbangkan boneka barbie miliknya.


Gadis itu terus tertawa puas dibuatnya, setelah sekian lama kini Zanna dapat kembali tertawa seperti itu dan tidak lagi bersedih memikirkan papanya. Baik Melinda maupun Saskia sama-sama senang dan lega dengan kondisi Zanna saat ini, apalagi mereka sebelumnya cukup kesulitan membuat gadis itu tertawa.




Di dalam kamar, Harold tengah berbaring sambil berbincang dengan istri tercintanya. Mereka berdua tampak saling berpelukan, lalu Harold pun tak lupa mengecup pipi serta kening sang istri yang telah cukup lama ia tinggali itu. Rasanya Harold sangat senang saat ini, karena ia bisa kembali berduaan dengan Maysa secara leluasa seperti sekarang.


"Mmhhh, cukup dulu ah mas! Geli tau kamu ciumin aku kayak gitu terus, lagian emang gak bosan apa kamu?" ucap Maysa melayangkan protes.


Harold tersenyum lebar, "Hahaha, maaf sayang maaf! Geli-geli tapi juga enak kan sayang, masa kamu gak kangen sih sama ciuman suami kamu yang tampan ini?" ucapnya menggoda.


"Iya iya mas, aku kangen deh. Tapi, gak diciumin juga terus kayak gini kali. Kamu kan harus istirahat, udah tidur gih!" ucap Maysa.


Pria itu malah menggeleng kali ini, "Gak mau ah, nanti ditinggal sama kamu. Aku kan masih pengen berduaan sama istri tercintaku ini, aku kangen banget tahu sama kamu sayang!" ucapnya.


"Tapi mas, kata dokter kamu harus banyak istirahat pas sampai rumah!" ucap Maysa.

__ADS_1


"Iya sayang, ini juga kan aku lagi istirahat. Kamu temenin aku aja disini, jangan kemana-mana ya istriku!" pinta Harold.


"Hm, terserah kamu deh mas," ucap Maysa pasrah.


Harold pun tampak sangat senang mendengar ucapan istrinya, ia kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri sambil terus mengendus lehernya. Ia tinggalkan jejak merah di leher sang istri dalam jumlah banyak, dan Maysa hanya bisa pasrah tanpa mampu berbuat apa-apa karena tidak mungkin dia menolak keinginan suaminya.


"Kamu selalu wangi, aku suka banget sama wangi kamu yang ini sayang! Aku sampai gak bisa berhenti ciumin kamu," ucap Harold lirih.


"Alasan aja kamu, emang kamu tuh yang mesum dan mikirin begituan mulu!" cibir Maysa.


Melihat Maysa mengerucutkan bibirnya, Harold terlihat semakin gemas dan langsung saja mencuri kecupan di bibir manis itu. Maysa sempat melongok sebentar dibuatnya, tapi kemudian Harold malah menggerakkan bibirnya dan melahap bibir sang istri yang terasa manis saat ini. Pria itu menyusupkan lidahnya, mengobrak-abrik rongga mulut Maysa dan membuat Maysa harus mencengkram sprei.


Lenguhan tertahan mulai terdengar, Harold menyeringai di sela-sela ciumannya dan semakin menambah tempo. Suasana disana terasa amat panas, walau kamar itu telah dipasang AC yang tampaknya tidak bisa mengalahkan rasa panas dan gairah diantara pasangan suami-istri itu. Apalagi, mereka telah lama tidak melakukannya.


"Sayang, mau main sebentar gak? Aku beneran gak tahan lagi nih, kalau kamu nolak nanti aku sedih loh," tanya Harold pada istrinya.


"Umm, aku ngikut aja mas. Kamu mau lakuin apapun ke aku ya terserah kamu, kan aku sekarang udah jadi istri kamu. Jadi, aku gak mungkin bisa tolak kemauan kamu sayang," jawab Maysa lembut.


"Duh, makin gemas aja aku sama kamu!" ucap Harold yang makin tak tahan saat ini.


Akhirnya Harold langsung menimpa tubuh wanita itu dan menghujamnya dengan berbagai kecupan serta membuat Maysa tak berdaya di bawahnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2