
Harold masih berada di markas Rendy dan dipaksa untuk melanjutkan kerjasama mereka, meski Harold telah berulang kali mengatakan kalau ia tidak ingin ada di dalam bisnis itu lagi. Harold merasa muak dengan kelakuan Rendy, ia tak yakin jika Rendy bisa dipercaya walau ia menuruti kemauannya. Lagipula, Harold juga lebih memilih menjalani bisnisnya sendiri dibanding harus bekerjasama dengan Rendy.
Akan tetapi, Rendy telah merencanakan semua dengan baik dan teratur. Kini Rendy menunjukkan sebuah kamera di layar monitor kepada Harold, disana terlihat cukup banyak anak buahnya yang sudah mengepung gedung rumah sakit. Mereka hanya tinggal menunggu perintah darinya saja saat ini, setelah itu pastinya mereka semua akan langsung masuk ke dalam dan menculik Maysa.
Sontak Harold membelalak lebar melihatnya, pikirannya menjadi semakin kacau dan emosi di dalam dirinya juga terus meluap. Ia begitu kesal dengan apa yang dilakukan Rendy, sepertinya Rendy memang sedang tidak main-main saat ini. Harold pun dibuat bingung, kini ia tak tahu harus berkata apa lantaran ia berada dalam situasi yang sangat sulit dan begitu menyakiti hatinya.
"Bagaimana Harold, apa kamu masih tidak ingin melanjutkan kerjasama kita ini? Kamu lihat kan sekarang, ada banyak sekali pasukan saya di rumah sakit itu! Jika kamu tidak mau menuruti saya, maka mereka akan langsung menangkap dan membawa istri kamu ke tempat rahasia!" ancam Rendy.
"Tidak mister, saya masih tetap pada pendirian saya. Anda tidak bisa memaksa saya kali ini, jadi tolong jangan pernah bawa-bawa istri saya dalam masalah kita!" ucap Harold.
Rendy menyeringai dibuatnya, ia bangkit menatap wajah Harold dengan tajam sembari mengepalkan tangannya. Dengan sebuah hentakan keras, ia menampar wajah pria itu sampai nyaris terjatuh karena terkejut dan belum mempersiapkan diri. Harold pun memegangi pipinya, tatapannya menjurus tajam ke arah Rendy saat ini.
"Bodoh kamu Harold! Bodoh!" umpat Rendy.
Harold hanya bisa terdiam sambil terus menatap wajah Rendy dengan penuh emosi, jika saja tidak ada para anak buah Rendy disana maka sudah pasti Harold akan menghajar dan menghabisi Rendy sampai pria itu terluka. Namun, Harold tidak ingin mengambil resiko saat ini karena ia tahu kalau itu sangat membahayakan dirinya.
"Apa kamu tidak lihat di layar monitor itu? Anak buah saya sudah mengepung rumah sakit tempat istri kamu berada, jika kamu tidak mau menuruti saya maka istri kamu itu akan saya habisi sekarang juga!" ucap Rendy dengan lantang.
Harold menggeleng perlahan, "Jangan mister! Saya mohon kali ini, tolong jangan sakiti istri saya!" ucapnya memohon.
"Hahaha, itu tidak akan saya lakukan asal kamu mau menurut dengan saya!" ujar Rendy.
__ADS_1
Harold benar-benar berada dalam situasi yang amat sulit, ia bingung mana yang harus ia lakukan saat ini demi keselamatan keluarganya. Jika ia memilih mengikuti kemauan Rendy, maka pasti Maysa akan sangat kecewa padanya. Tapi jika ia menolak, tentu saja Maysa pasti akan menjadi incaran Rendy dan wanita itu bisa saja benar-benar dihabisi.
"Saya beri kamu waktu untuk berpikir Harold, kalau kamu belum bisa memutuskannya maka jangan salahkan saya jika istri kamu itu akan saya habisi!" ucap Rendy dengan serius.
Harold melotot ke arah Rendy, tangannya sudah mengepal kuat disertai rahang yang mengeras pertanda ia begitu emosi. Kelakuan Rendy saat ini sungguh di luar dugaan, Harold tak mengira Rendy bisa berbuat sekejam ini. Tadinya Harold menduga Rendy hanya akan menyakitinya, tetapi sekarang pria itu malah juga turut ingin menghabisi keluarganya.
"Saya harus gimana sekarang? Maysa, saya gak mau kamu kenapa-napa!" batin Harold.
•
•
Disisi lain, pria yang sebelumnya datang menemui Maysa kini tampak berada di sebuah tempat dengan kondisi luka di bagian wajahnya akibat pukulan dari Fauzan sebelumnya. Pria itu terlihat menghampiri seseorang yang tengah terduduk disana, ya dapat diketahui bahwa yang akan ia temui adalah Peter alias sang mantan dari Maysa itu sendiri.
"Heh! Kenapa kamu kembali sendirian? Dimana Maysa? Apa kamu lupa dengan apa yang saya perintahkan kemarin, ha?" geram Peter.
"Maaf bos, tapi ini bukan kesalahan saya! Ada dua orang pengawal wanita yang menghalangi niat saya untuk membawa Maysa, jadi tolong maafkan saya bos!" ucap pria itu.
"Jika ini bukan kesalahan kamu, lalu salah siapa? Saya gitu?" tanya Peter dengan penuh emosi.
"Ti-tidak bos, yaudah deh ini salah saya aja. Maafin saya bos, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membawa Maysa! Sayangnya saya terlambat, kedua pengawal wanita itu tiba-tiba muncul disana!" jelas pria itu.
__ADS_1
"Greg, kalo gitu saya minta kamu kembali kesana! Pantau terus keadaan Maysa, saya benar-benar khawatir dengan dia!" titah Peter.
"Tapi bos, tadi disana sudah ada sekumpulan orang-orang misterius yang mengenakan masker. Sepertinya mereka itu orang suruhan bos, mungkin saja mereka yang akan mencelakai Maysa. Jumlah mereka sangat banyak bos, gak mungkin saya bisa menghadapi mereka," ucap pria bernama Greg itu.
"Aaarrrgghhh! Siapa sebenarnya orang yang mengincar Maysa? Kenapa dia bisa memiliki banyak pasukan seperti itu? Saya harus lebih dulu membawa Maysa dan selamatkan dia!" ujar Peter.
"Bagaimana caranya bos?" tanya Greg.
Sontak Peter reflek menatap wajah Greg dengan tajam, ia dorong tubuh anak buahnya itu sampai tersungkur ke tanah. Peter begitu emosi, karena orang yang ia bayar mahal untuk membawa Maysa itu justru gagal melaksanakan tugasnya. Padahal, Peter sudah berharap kalau ia akan berhasil membawa Maysa pergi dari rumah sakit itu.
"Kenapa kamu malah tanya saya? Ini kan tugas kamu, ya kamu lah yang harus berpikir! Jangan bikin saya emosi Greg, atau saya bunuh kamu sekarang juga!" sentak Peter.
"Waduh, ampun bos! Jangan bunuh saya! I-i-iya deh bos, saya janji saya akan bawa Maysa untuk bos! Tapi, tolong ampuni saya bos!" rengek Greg.
"Yasudah, kamu pergi dari sini sekarang! Pastikan Maysa dalam keadaan baik-baik saja, kalau memungkinkan bawa dia pergi ke hadapan saya!" titah Peter.
"Baik bos!" Greg pun bangkit dari posisinya, lalu pergi begitu saja meninggalkan Peter.
Peter kini tampak begitu mencemaskan Maysa, ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada wanita yang ia cintai itu. Ya sebelumnya Peter mengetahui rencana seseorang yang ingin menculik Maysa, kala itu ia tak sengaja mendengarnya disaat ia tengah pergi ke suatu tempat. Itulah sebabnya Peter menyewa Greg, sosok pria yang memiliki segudang prestasi untuk bisa menuruti kemauan atasannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...