Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Pelantikan


__ADS_3

Seluruh petinggi-petinggi di dalam organisasi gelap tersebut telah berkumpul pada sebuah ruangan yang disiapkan oleh Harold serta pasukannya, ya mereka kali ini akan mengadakan rapat penting terkait kedudukan Harold yang sebentar lagi akan menjadi pimpinan mereka semua. Tentu saja Harold perlu mengundang mereka untuk datang, karena ia butuh persetujuan dari para bos tersebut saat ini.


Begitu semua telah berkumpul dan terduduk di tempat masing-masing, tampak Harold bersama Dean muncul memasuki tempat itu dan ikut duduk pada kursi yang tersedia. Harold menyapa semua bos disana, namun disambut dengan kurang mengenakkan oleh hadirin tersebut. Pasalnya, banyak dari mereka yang merasa jika perlakuan Harold sangat kejam karena telah menghabisi Rendy selaku pimpinan organisasi mereka.


"Ada apa kamu mengundang kami semua kesini? Apa kamu ingin memberitahu tentang keberhasilan kamu membunuh mister Rendy, ha? Itu tidak perlu, karena kami semua sudah tahu tentang itu!" ucap Irvan, salah satu tamu yang hadir.


"Ya betul, kami ucapkan selamat atas keberhasilan kamu itu Harold! Tapi, untuk apa kami semua harus dikumpulkan disini?" sahut Leo.


"Untuk apa lagi? Tentu saja untuk melantik saya menjadi pimpinan kalian semua," ucap Harold dengan santai.


Deg


Seluruh tamu yang hadir di pertemuan itu kompak terkejut mendengarnya, mereka tak menyangka sekaligus tidak terima dengan pernyataan yang dilontarkan Harold barusan. Bagaimanapun, menurut mereka hal itu tidak pantas dikatakan oleh orang yang sudah mengkhianati atasannya sendiri.


"Apa-apaan ini? Kamu punya hak apa untuk bisa menjadi pemimpin kami? Bahkan, kamu saja tidak punya kemampuan untuk menjalani bisnis kamu itu dengan baik," protes Irvan.

__ADS_1


"Tahan bung Irvan, tidak perlu pakai emosi! Karena jika itu terjadi, mudah bagi saya untuk menghabisi kalian semua," ucap Harold.


"Kurang ajar! Jangan merendahkan kami, Harold!" Irvan bangkit dan mengepalkan tangannya seolah hendak memukul wajah Harold saat ini.


Harold menyeringai dibuatnya, ia menanggapi dengan santai amarah yang ditunjukkan Irvan padanya. Lagipula, tak ada gunanya apabila mereka saling menghabisi saat ini. Niat awal Harold hanya ingin menjadi pemimpin di bisnis gelap itu, tentu supaya kekuasaannya semakin bertambah dan tak akan ada yang berani menentangnya lagi.


"Cukup bung Irvan, duduklah! Saya tidak ingin membunuh anda sekarang, saya masih membutuhkan kinerja anda di bisnis ini. Jika anda mati, maka saya juga yang akan repot mencarikan pengganti anda," ucap Harold.


Perkataan Harold sungguh menambah emosi di dalam dirinya, Irvan pun berniat pergi dari tempat itu karena ia merasa telah direndahkan oleh Harold dan ia tak akan mau berurusan lagi dengannya. Akan tetapi, Harold memberi kode kepada Dean agar asistennya itu dapat menahan Irvan dan memaksa Irvan untuk tetap disana.


"Ck, minggir kamu Dean! Cecunguk bodoh seperti kamu tidak akan bisa memerintah saya! Sampai kapanpun, saya gak sudi bekerja dibawah pimpinan Harold!" sentak Irvan.


"Okay, itu sudah cukup bagi saya. Anda memang keras kepala sekali bung," sela Harold.


Irvan beralih menatap ke arah Harold, di luar dugaan Harold sudah mengeluarkan pistolnya dan menodongkan itu ke tempat Irvan berada. Sesaat kemudian, Harold pun mulai menembak tepat mengenai jantung Irvan yang membuatnya tewas seketika di tempat itu.

__ADS_1


Dor!


Dor!


Kejadian tersebut membuat para tamu yang lain ketakutan, mereka reflek memegangi dada masing-masing dan merasa cemas jika Harold akan melakukan hal yang sama pada mereka. Sedangkan Harold sendiri tampak tersenyum iblis, ia yakin sekali jika kematian Irvan akan membuat bos-bos yang lainnya disana tak mungkin berani lagi melawannya.


"Gimana? Masih ada yang mau menentang saya sekarang, hm?" tanya Harold pada mereka semua.


Semua hadirin disana kompak terdiam, tak ada yang menjawab pertanyaan Harold itu dan terus saja menundukkan wajah mereka. Jelas sekali mereka amat ketakutan saat ini, karena tindakan Harold sungguh di luar dugaan dan Harold bisa saja juga menghabisi mereka nantinya.


"Baiklah, itu artinya kalian semua setuju kalau saya menjadi pemimpin baru kalian di sindikat ini. Mari bersulang semuanya!" ucap Harold.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2