
Drrrtt drrrtt
Harold yang tengah berjalan ke luar kantor bersama Dean, dibuat kaget saat ponsel miliknya kembali berdering. Ia sontak menghentikan langkahnya, lalu mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan segera mengangkat telpon yang belum jelas dari siapa itu. Ya tidak ada nama yang tercantum pada nomor tersebut, tetapi karena penasaran maka Harold langsung mengangkatnya kali ini.
📞"Halo! Siapa ini? Kenapa kamu menghubungi nomor saya?" tanya Harold di dalam telpon.
📞"Halo pak, maaf mengganggu waktunya! Kami dari kepolisian ingin mengabarkan berita penting pada anda, terkait sebuah kecelakaan yang menimpa saudari Clara Hestiana. Kami menghubungi anda, karena kami melihat nomor anda ada di daftar panggilan terakhir ponsel milik bu Clara," jelas seseorang di sebrang sana.
📞"Apa? Clara kecelakaan??" Harold benar-benar syok mendengar penjelasan dari polisi itu, ia sampai memegangi dadanya akibat terkejut.
📞"Iya benar pak, kami menemukan mobil saudari Clara terperosok ke dalam jurang di dekat jalan raya. Untuk saat ini bu Clara sendiri sudah ditangani dan dibawa menuju rumah sakit," ucap polisi.
📞"Baik pak, terimakasih infonya! Tapi, apa saya boleh tahu dimana rumah sakitnya pak?" ujar Harold.
📞"Ya pak, sekarang ambulance sedang menuju rumah sakit cemara. Silahkan saja bapak datang kesana untuk mengeceknya!" ucap polisi itu.
📞"Iya iya pak, saya mengerti." Harold memejamkan matanya sejenak dan menetralkan nafasnya.
Setelah itu, ia pun menutup ponsel lalu terlihat begitu cemas dan terus memegangi kepalanya sambil memikirkan kondisi Clara. Bagaimanapun, Clara itu adalah ibu dari anaknya dan ia tidak mau jika sesuatu yang buruk terjadi pada Clara akibat kecelakaan tersebut.
"Bos, ada apa? Kenapa bos tiba-tiba jadi panik kayak gitu?" tanya Dean penuh penasaran.
"Gawat Dean, barusan saya dapat kabar dari polisi kalau Clara mengalami kecelakaan! Kita harus segera ke rumah sakit sekarang, saya penasaran dengan kondisi Clara!" ucap Harold.
"I-i-iya bos, mari saya antar ke rumah sakit!" ucap Dean memberi jalan bagi bosnya.
Tapi disaat mereka hendak melangkah, tanpa diduga Maysa muncul secara tiba-tiba di hadapannya dan membuat Harold serta Dean mengurungkan niatnya. Maysa tersenyum ke arah suaminya itu, lalu mendekat dan langsung mencium tangan sang suami dengan lembut.
"Halo mas! Kamu udah mau makan siang ya? Bareng dong, aku sengaja datang kesini biar bisa makan sama kamu!" ucap Maysa.
__ADS_1
Harold tentu merasa senang dengan kehadiran istrinya itu, ia melingkarkan tangannya di pinggang Maysa dan menarik wanita itu ke dalam pelukannya dengan erat. Ia mengecup kening serta mengusap puncak kepala sang istri dengan lembut, sehingga Dean yang melihatnya hanya bisa meneguk ludah saat ini.
"Eee aku sebenarnya bukan mau makan siang sayang, aku sama Dean ini pengen ke rumah sakit. Tapi karena kamu datang, yaudah kita makan siang aja dulu di restoran dekat sini ya?" ucap Harold.
Maysa mengernyitkan dahinya, "Kamu mau ngapain ke rumah sakit, mas? Siapa yang sakit?" tanyanya dengan wajah penasaran.
Harold terlihat ragu untuk menjawabnya, ia melirik sekilas ke arah asistennya disana seolah meminta bantuan. Namun, Dean juga tidak tahu harus apa dan membiarkan bosnya itu bertindak sendiri. Tentu saja Harold tidak mau jika Maysa cemburu nantinya, apalagi ia sekarang sedang ingin pergi menemui Clara di rumah sakit.
"Clara, sayang. Aku baru dapat kabar kalau Clara mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit," ucap Harold lirih.
"Apa? Clara kecelakaan??" Maysa terkejut mendengarnya.
Sebenarnya Maysa bukan terkejut karena kabar kecelakaan Clara itu, melainkan ia heran mengapa bisa Clara ditemukan secepat itu dan dibawa ke rumah sakit.
"Apa Clara masih selamat??" pikirnya dalam hati.
•
•
"Mas, kira-kira kenapa ya Clara bisa kecelakaan kayak gini? Aku jadi kasihan sama dia, gimanapun dia kan masih ibu kandungnya Zanna!" ucap Maysa.
"Iya Maysa, itu juga yang aku khawatirkan. Aku gak tahu harus bilang apa ke Zanna nantinya kalau sampai terjadi sesuatu pada Clara, pasti Zanna bakalan sedih banget nanti," ucap Harold.
"Yaudah, kita doain aja supaya Clara gak kenapa-napa dan dia bisa selamat!" ucap Maysa.
"Aamiin." Harold mengaminkan ucapan istrinya.
Tak lama kemudian, rombongan polisi terlihat muncul disana mendekat ke arah mereka seolah hendak menyampaikan sesuatu. Harold juga beralih menatap para polisi itu, bagaimanapun ia ingin tahu apa penyebab mobil milik Clara bisa mengalami kecelakaan dan membuat wanita itu terbaring lemah di dalam sana saat ini.
__ADS_1
"Permisi pak, apa benar kalian keluarga korban?" tanya polisi itu.
"Benar pak, saya Harold yang tadi bapak hubungi melalui telpon. Saya ingin tahu, apa kiranya penyebab Clara bisa mengalami kecelakaan seperti ini pak?" ucap Harold.
"Eee dugaan yang kami dapatkan, ada beberapa saksi di tempat kejadian yang mengatakan kalau mereka melihat langsung mobil milik bu Clara melaju sangat kencang di jalan raya dan kehilangan kendali sampai keluar jalur," jelas polisi itu.
"Apa? Tapi pak, saya gak yakin kalau Clara ngebut gitu tanpa alasan yang jelas. Apa bapak sudah tahu kenapa Clara bisa seperti itu?" ujar Harold.
"Ya pak, kami sudah mengecek cctv di dekat jalan itu. Silahkan anda lihat sendiri rekaman ini!" ucap polisi itu sembari menunjukkan sebuah rekaman cctv dari ponselnya.
Deg
Seketika Maysa terkejut ketika mendengar kata cctv yang diucapkan si polisi, ia baru sadar kalau bisa saja dirinya berada dalam bahaya dengan adanya rekaman cctv tersebut. Kini Maysa pun tampak panik, namun tak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu reaksi suaminya nanti.
"Pak, ini kelihatan jelas loh pak, ada mobil yang dengan sengaja menyenggol mobil milik mantan istri saya. Ini bukan murni kecelakaan, memang ada orang yang mau mencelakakan dia!" ucap Harold.
"Iya pak, itu benar. Kami juga sudah menduga seperti itu, tapi kami masih belum mendapat info apa-apa mengenai pemilik mobil itu," ucap si polisi.
"Kalo gitu kita harus melakukan penyelidikan, pak! Saya mau orang di dalam mobil itu ditangkap secepat mungkin, karena mereka jelas sekali mau mencelakai mantan istri saya!" ucap Harold.
"Tenang saja pak, kami pasti akan menyelidiki semua ini dengan cepat!" ucap polisi itu.
Harold mengangguk setuju, ia menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian untuk bisa ditelusur lebih lanjut terkait siapa pemilik mobil tersebut. Akan tetapi, Harold tak lupa meminta kiriman video cctv itu ke ponselnya agar ia juga bisa membantu melakukan penyelidikan. Setelahnya, barulah para polisi itu pamit dan pergi dari sana.
"Duh, kenapa sih mas Harold pake minta rekaman cctv itu segala?" batin Maysa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1