Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Kok mau?


__ADS_3

Harold sangat menyayangi istrinya, ia juga tak ingin meninggalkan wanita itu sendirian dalam waktu yang cukup lama karena urusan yang harus ia urus. Hanya saja, Harold tak bisa berbuat apa-apa lantaran ia sudah terlanjur menandatangani surat perjanjian dengan Rendy saat di markasnya tadi. Harold pun terpaksa mengikuti perintah pria itu, demi bisa memberi rasa aman dan keselamatan bagi istrinya.


Kini mereka masih berpelukan disana, bahkan Harold tak jarang mengecupi area wajah serta leher istrinya dan mengusapnya dengan lembut. Ia terpejam, berusaha menikmati permainan yang ia berikan pada Maysa. Bagian bawahnya terasa tegang, namun ia tak mungkin meminta jatah pada istrinya dikala wanita itu sedang bersedih dan saat ini mereka juga masih berada di rumah sakit.


Tiba-tiba saja, suara deheman dari Javier membuat pasangan suami-istri itu terkejut. Mereka sontak melepas pelukan, lalu menatap ke arah Javier dengan bingung. Ingin rasanya Harold mengumpat, sebab adiknya telah mengganggu momen romantis dirinya dan sang istri. Namun, Harold justru heran saat ia melihat seorang perempuan ada di dekat adiknya dan terlihat cukup asing baginya.


"Ehem ehem, udah kali pelukannya bang! Kasihan kita-kita yang ada disini!" tegur Javier.


Harold terkekeh mendengarnya, ia lalu mendekat ke arah Javier bersama istrinya yang masih setia ia rangkul dengan erat. Harold menatap sosok wanita di sebelah adiknya itu dengan bingung, pasalnya baru kali ini ia melihat wanita itu disana. Tanpa banyak berpikir, Harold segera bertanya pada adiknya mengenai siapa wanita di sebelahnya itu.


"Vier, lama gak ketemu eh kamu udah bawa cewek aja. Ini siapanya kamu, hm? Pacar atau apa?" tanya Harold pada adiknya.

__ADS_1


"Hehe, iya dong bang. Emangnya cuma abang aja yang bisa punya cewek? Aku juga bisa kali, kenalin ini Mawar calon istri aku!" jawab Javier tanpa ragu sedikitpun, ia juga merangkul Mawar saat ini.


Harold benar-benar penasaran dengan sosok gadis itu, ia terus menatapnya tanpa berkedip mulai dari atas sampai bawah. Harold belum pernah melihat gadis itu sebelumnya, sehingga wajar jika Harold merasa curiga padanya. Namun, kini Harold berusaha untuk tidak membuat Javier curiga karena bagaimanapun Mawar adalah kekasihnya.


"Oh nama kamu Mawar? Salam kenal ya, saya Harold kakaknya Javier!" ucap Harold seraya menyodorkan tangannya ke arah gadis itu.


"Aku Mawar."


Mereka pun saling bersalaman saat ini dan berkenalan satu sama lain, meski Harold masih belum percaya seratus persen pada gadis itu. Kini Harold tersenyum, mempersilahkan juga Mawar serta Javier untuk kembali duduk disana. Ya Harold pun juga ikut duduk bersama istrinya, sesekali Harold mengecup pipi Maysa dengan lembut.


"Eee...." Mawar terlihat bingung dan menatap wajah Javier untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Iya bang, aku sama Mawar ini udah kenal lumayan lama kok. Aku sebenarnya udah mau kenalin dia ke abang sebelumnya, tapi aku selalu gak punya waktu karena banyak urusan lain," ucap Javier menjelaskan.


"Nah iya begitu, terus aku sama kak Javier ini ketemu di tempat kerja aku," sahut Mawar.


Harold tersenyum mendengarnya, "Baguslah, tapi apa yang bikin kamu tertarik sama Javier sampai mau menikah sama dia? Apa menariknya dia coba?" tanyanya terheran-heran.


"Yeh kenapa abang tanya begitu sih? Gini-gini aku ganteng tau, wajarlah kalau Mawar suka sama aku!" sela Javier.


"Hah ganteng? Hahaha..." Harold mengejeknya.


Javier pun menelan saliva dan memalingkan wajahnya ketika Harold terus meledeknya seperti itu, sedangkan Mawar hanya menundukkan kepala dan sedikit tersenyum.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2