
Pagi hari tiba, Javier membuka matanya dan melirik ke samping dimana Mawar tengah tertidur tepat di sebelahnya tanpa mengenakan pakaian apapun dan hanya tertutupi selimut yang tebal. Senyum terutas di bibirnya, ia teringat kejadian semalam dimana ia akhirnya berhasil menembus kesucian Mawar dan membuat gadis itu sah menjadi miliknya. Dengan begini, tentu Javier akan semakin mudah untuk bisa menikahi Mawar yang merupakan gadis tercintanya.
Javier terduduk di atas ranjang kali ini, ia terus memandangi wajah gadis di sebelahnya sembari mengusap keningnya. Kejadian semalam sungguh luar biasa, rasanya Javier ingin mengulang kembali peristiwa itu karena amat membuat dirinya merasa puas dan terus ingin melakukannya. Akan tetapi, tak mungkin Javier melakukan itu dengan orang yang masih tertidur, karena pasti tak akan sama rasanya seperti yang semalam ia rasakan.
"Aku sayang banget sama kamu, aku gak nyangka akhirnya bisa miliki kamu seutuhnya Mawar! Aku harap kamu gak menyesal telah menyerahkan kesucian kamu buat aku," lirih Javier.
"Eengghh..." Mawar melenguh pelan, sepertinya ia terbangun karena suara Javier di telinganya.
"Eh sayang, kamu kebangun gara-gara aku ya? Maaf banget sayang, aku gak bermaksud untuk bangunin kamu!" ucap Javier merasa terkejut.
"Mmhhh.." Mawar meringis kali ini.
__ADS_1
Javier pun amat cemas melihat kondisi wanita itu, ia yakin tubuh Mawar pasti masih terasa sakit akibat permainan panas mereka semalam. Apalagi, ini adalah kali pertama Mawar melakukan itu dan Javier memakluminya. Justru Javier amat berterima kasih pada Mawar saat ini, sebab wanita itu akhirnya mau menyerahkan kesuciannya.
"Awhh, kok sakit banget ya kak? Aku mau bangun aja susah loh, kenapa gini sih?" tanya Mawar sambil menggigit bibir bawahnya.
"Eee kamu tenang ya sayang, ini gejala karena permainan kita semalam! Tapi kamu gausah khawatir, nanti lama-lama kamu juga terbiasa kok dan sakitnya bakalan hilang!" ucap Javier.
"Beneran kak? Ini sakit banget loh, badan aku kayak remuk rasanya. Padahal semalam gak terlalu sakit begini deh," ucap Mawar keheranan.
"Iya Mawar sayang, santai aja ya! Sini deh biar aku bantu buat bangun, pokoknya hari ini aku bakal tetap disini bantuin kamu! Jadi, kalau kamu butuh apa-apa bilang aja ke aku ya!" ucap Javier.
Perlahan Javier membantu Mawar yang ingin bangkit dari posisinya itu, tampak Mawar amat kesakitan terutama pada bagian bawahnya. Tak ada penyesalan di dalam hati Mawar saat ini, meski ia telah menyerahkan sesuatu yang paling berharga di dalam hidupnya kepada lelaki itu.
__ADS_1
"Mawar, makasih ya kamu udah mau kasih kesucian kamu buat aku! Aku janji sama kamu, secepatnya kita pasti akan segera menikah dan aku bakal tanggung jawab sama kamu!" ucap Javier.
"Iya kak, itu gak perlu dipikirin lagi. Anggap aja semua itu bentuk balas budi aku ke kamu, lagian aku juga yang pengen kok. Ternyata ngelakuin itu emang enak banget ya? Pantas kamu sering banget paksa aku dulu," ucap Mawar disertai senyum manisnya.
Javier yang gemas pun mencolek hidung gadisnya, ia senang dengan sikap Mawar yang mulai liar dan tidak malu-malu seperti awal ia mengenalnya.
"Kamu kayaknya mulai sadar ya sekarang? Itu tuh emang enak banget sayang, tapi ingat loh kamu cuma boleh ngelakuin itu sama aku dan enggak sama yang lain!" ucap Javier mengingatkan.
"Siap kak!" Mawar mengangguk patuh padanya dan melebarkan senyumnya.
Kini Javier kembali membantu Mawar untuk beranjak dari tempat tidurnya, ia memapah tubuh wanita itu dan membawanya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena Mawar amat menginginkan itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...