Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Hilang ingatan


__ADS_3

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya Clara berhasil sadarkan diri karena kondisinya yang sudah mulai membaik. Harold serta Maysa sontak mendekat ke arahnya, mereka terlihat antusias menanti kesadaran dari wanita itu. Apalagi, saat ini kondisi Clara memang cukup memprihatinkan setelah mengalam kecelakaan hebat. Meski, tentu saja Maysa hanya berpura-pura di depan suaminya karena tidak ingin rencananya diketahui oleh pria itu jika dirinya lah penyebab kecelakaan tersebut.


"Eeeuungghh, awhh.." Clara membuka matanya, namun yang pertama ia rasakan adalah sakit yang amat sangat pada bagian kepalanya.


"Clara, syukurlah kamu sudah sadar! Aku lega banget lihatnya, aku kira tadinya akan kehilangan kamu Clara. Kamu pelan-pelan aja ya, jangan dipaksakan buat bangun kalau kamu belum kuat!" ucap Harold.


Clara hanya terdiam menatap ke arah Harold dengan wajah bingung, dahinya mengerut seolah menandakan bahwa ia begitu penasaran. Sedangkan Maysa terlihat tidak senang dengan sikap suaminya itu, ia merasa jika Harold tak seharusnya menaruh rasa perduli yang amat sangat terhadap mantan istrinya itu.


"Kamu siapa ya? Kenapa kamu panggil saya Clara? Siapa Clara?" ujar Clara.


Deg


Sontak seisi kamar itu dibuat terkejut dengan perkataan yang dilontarkan oleh Clara, mereka tak ada yang menyangka jika Clara akan berkata seperti itu dan seolah-olah mengalami hilang ingatan. Baik Harold maupun Maysa sama-sama saling menatap satu sama lain, mereka tentu bingung mengapa Clara tidak mengenal dirinya sendiri.


"Kamu bicara apa sih Clara? Nama kamu itu Clara loh, saya ini Harold dan ini Maysa istri saya. Masa kamu gak ingat sih?" ujar Harold terheran-heran.


"Hah? Harold, Maysa? Siapa itu? Saya gak kenal sama nama-nama itu," ucap Clara.


Perkataan Clara semakin membuat Harold serta Maysa kebingungan, mereka semua bahkan tak mengerti apa yang menjadi penyebab Clara sampai melupakan semua yang ada disana. Harold pun spontan menatap ke arah dokter yang juga kebetulan masih berdiri di dekatnya, ia ingin bertanya mengapa Clara mengalami hal itu.


"Dok, ini ada apa sih? Kenapa sama Clara? Kok dia bisa gak ingat sama saya atau istri saya?" tanya Harold tampak cemas.


"Eee yang sabar ya pak! Sepertinya bu Clara ini mengalami gejala hilang ingatan sementara, itu sebabnya beliau tidak dapat mengenali siapa anda ataupun yang lainnya," jawab sang dokter.


"Apa? Hilang ingatan??" Harold syok mendengarnya, ia sampai menutupi mulutnya.

__ADS_1


Tak hanya Harold, terlihat Maysa juga merasakan hal yang sama setelah mendengar penjelasan dari dokter itu tadi. Namun, di dalam hatinya Maysa tentu merasa senang sekaligus lega karena jika Clara benar-benar hilang ingatan maka segala rahasia yang ia miliki akan aman saat ini.


"Tapi dok, apa kira-kira ingatan mantan istri saya ini bisa kembali?" tanya Harold kembali.


Dokter itu mengangguk, "Bisa kok, ingatan beliau lambat laun akan kembali seperti semula. Saya sarankan kalian bantu saja beliau mengingat semua secara perlahan-lahan, jangan terlalu dipaksa!" ucapnya memberi saran.


"Baik dok, terimakasih penjelasannya!" ucap Harold sembari mengusap wajahnya.


"Kalian ini ngomongin apaan sih? Saya gak ngerti deh sama yang kalian maksud, siapa coba yang hilang ingatan? Lagian kalian ini siapa sih, ngapain ada disini coba?" ujar Clara terheran-heran.


Harold tersenyum dibuatnya, "Kamu akan tau semuanya nanti Clara, sekarang kamu gak perlu memaksakan diri kamu!" ucapnya singkat.


Clara hanya terdiam dan terus menatap wajah Harold serta Maysa secara bergantian, ia sungguh bingung dengan semua yang terjadi di hadapannya saat ini. Rasa pusing kemudian menyerangnya, membuat dokter langsung bergerak cepat menangani Clara dan meminta Harold serta Maysa menunggu di luar.




"Mas, kamu itu apa-apaan sih? Kenapa kamu jadi perduli banget kayak gini sama Clara, ha? Bukannya biasanya kamu cuek banget ya sama dia? Kok sekarang jadi berubah?" tanya Maysa tegas.


Harold mengernyitkan dahinya, "Kamu cemburu sayang? Ya ampun, aku itu cuma cemas karena Clara baru kecelakaan loh sayang! Apalagi dia harus mengalami hilang ingatan, kasihan loh Clara!" ucapnya membela diri.


"Alasan aja kamu mas, bilang aja kamu masih cinta kan sama dia! Aku kecewa sama kamu, tau ah aku males ada disini!" ucap Maysa cemberut.


Harold terkejut dengan kata-kata istrinya, apalagi terlihat jelas kalau Maysa begitu emosi dan sampai menghentakkan tangannya agar bisa segera pergi dari sana. Tapi, dengan cepat Harold berhasil menahan pergerakan Maysa dan mencegah wanita itu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Hey Maysa, jangan marah-marah dong sayang! Aku minta maaf ya sama kamu, aku ngaku salah deh dan aku gak akan begitu lagi ya!" bujuk Harold.


Maysa merasa senang kali ini, ya aktingnya itu berhasil membuat Harold mau mendengarkan kata-katanya dan setidaknya Harold tidak akan memperhatikan Clara lagi nantinya. Dengan begitu, maka Maysa bisa lebih leluasa untuk mencelakai Clara dan bahkan melenyapkan wanita itu dari dunia ini, agar seluruh rahasianya aman.


"Kamu bohong, pasti kamu bakal lebih perhatian sama mantan istri kamu yang kecentilan itu! Lagian belum tentu juga dia beneran lupa ingatan, bisa aja dia bohong kan?" ucap Maysa ketus.


"Hm, kamu jangan bicara begitu lah sayang! Clara gak mungkin bohong, udah ya kamu tenang dan gausah cemburu gitu! Kalau emang ini yang kamu mau, okay aku gak akan perhatian lagi sama Clara kok demi kamu," ucap Harold.


"Bener ya? Kamu harus janji loh mas, aku gak mau lihat kamu deketan sama Clara lagi!" pinta Maysa.


"Iya iya cantik, manis, gemoy!" Harold yang gemas langsung mencubit hidung serta pipi istrinya itu berulang kali, jarang-jarang ia bisa melihat ekspresi cemburu dari sosok Maysa.


"Yaudah, aku pegang kata-kata kamu. Tapi, awas loh kalau kamu langgar!" ucap Maysa mengancam.


"Gak bakal kok sayang," singkat Harold.


Setelah berhasil meyakinkan istrinya, kini Harold menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya dan berulang kali menciumi wajahnya. Harold juga menyesap leher jenjang Maysa dengan cukup kuat, sehingga sang empu harus menahan suara nikmat yang hendak keluar akibat permainan Harold itu.


"Kamu wangi banget sih sayang, aku selalu suka sama wangi kamu! Ini yang bikin aku betah buat peluk dan cium kamu," ucap Harold menggodanya.


"Mmhhh, kita pulang aja yuk mas! Aku bisa kasih servis yang memuaskan buat kamu," ucap Maysa.


Sontak Harold membelalakkan matanya, ia baru tahu kalau Maysa yang dicintainya itu bisa juga merayunya saat ini. Tentu saja Harold sangat senang dengan itu, tapi entah kenapa ia cukup ragu untuk meninggalkan rumah sakit tersebut. Pasalnya, ia masih menunggu kabar dari dokter mengenai kondisi Clara.


"Duh, gimana ya ini? Aku pengen banget pulang sekarang dan main sama Maysa, apalagi dia udah godain aku begini. Tapi, aku juga penasaran sama kondisi Clara," gumam Harold dalam hatinya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2