Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Lepaskan anak saya!


__ADS_3

Harold meminta izin pada istrinya untuk pergi sejenak mengangkat telpon dari Rendy, ia sengaja pergi menjauh karena tidak ingin Maysa ataupun Javier mendengar obrolannya nanti. Apalagi, pasti Rendy akan membahas mengenai bisnis yang mereka jalankan saat ini. Harold tentu tak mau Maysa mengetahui kalau ia kembali bekerja untuk Rendy dalam bisnis itu, karena pasti Maysa akan sangat marah dan tidak setuju dengan putusannya.


Sejujurnya Harold sangat malas mengangkat telpon dari Rendy saat ini, sebab ia masih ingin menikmati waktu bersama istrinya itu. Namun, jika ia mengabaikan telpon tersebut maka pasti Rendy akan sangat marah padanya. Itulah sebabnya kini Harold terpaksa pergi sejenak meninggalkan istrinya, lalu membawa ponselnya dan berniat mengangkat telpon di tempat yang agak jauh.


📞"Halo mister! Ada apa anda menelpon saya sekarang? Saya masih di rumah sakit bersama istri saya, tolong jangan ganggu saya dulu! Saya ingin menikmati waktu berdua dengan istri saya, sebelum nanti saya akan pergi lama!" ucap Harold.


📞"Ya saya tahu, tapi ada sesuatu yang mau saya sampaikan ke kamu Harold. Ini penting banget loh, kamu harus tau!" ucap Rendy.


📞"Apa itu mister? Sebaiknya cepat anda bicara sekarang, karena saya harus segera kembali menemui istri saya! Saya khawatir dia curiga kalau saya pergi lama-lama," ucap Harold.


📞"Kamu tenang saja Harold, saya hanya ingin menyampaikan kabar kalau anak kamu sekarang ada di tangan saya!" ucap Rendy.


Deg


Betapa syoknya Harold ketika mendengar pengakuan dari Rendy, matanya terbelalak lebar seolah tak menyangka jika Rendy berhasil menangkap putrinya. Memang belakangan ini Harold seakan lupa pada Zanna, sebab ia lebih sering berada di rumah sakit bersama istrinya untuk menjaga ibu mertuanya.


📞"Apa maksud anda? Kenapa bisa putri saya ada di tangan anda, ha? Tolong jangan main-main mister, saya tidak akan memaafkan anda kalau sampai putri saya terluka!" sentak Harold.


📞"Hahaha, kamu panik Harold? Tenang saja, saya tidak akan sakiti putri kamu! Tetapi, kamu harus kembali ke markas sekarang!" titah Rendy.


📞"Saya butuh bukti, saya tidak akan percaya begitu saja dengan anda! Kalau memang putri saya ada disana, tolong berikan buktinya pada saya sekarang!" ucap Harold.


Rendy terdiam selama beberapa saat, tapi kemudian pria itu kembali bersuara bersama seorang gadis kecil di dekatnya. Ya tentu Harold mengenal sekali suara gadis itu, apalagi terdengar kalau sang gadis memanggil dengan sebutan papa. Harold pun tersentak, ia tak bisa berkata apa-apa dan tak berkutik saat ini karena dibuat bingung.


📞"Papa, pa tolong aku pa! Papa, hiks hiks..." begitulah suara yang ia dengar, sehingga Harold tak tahu harus melakukan apa.

__ADS_1


📞"Sa-sayang, dengerin papa ya nak! Kamu tenang sayang, kamu baik-baik ya disana! Ada siapa aja disana sayang? Kamu gak kenapa-napa kan?" ucap Harold begitu cemas.


📞"Hiks hiks, ada mama Clara juga disini, pa. Tolong aku pa, aku takut! Disini orangnya serem-serem," ucap Zanna terisak.


📞"I-i-iya sayang, papa pasti akan kesana bebasin kamu! Zanna jangan takut ya sayang, tunggu sampai papa datang!" ucap Harold.


Setelahnya, Rendy pun merebut kembali ponsel itu dari tangan Zanna. Lalu, ia berbicara dengan Harold di dalam telpon dan meminta Harold untuk segera datang ke markasnya jika Harold ingin putrinya selamat. Tentu saja Harold semakin bingung, karena ia masih ingin berada disana bersama istrinya dan menikmati waktu berdua.


📞"Bagaimana Harold, kamu percaya kan sekarang? Saya tidak berbohong sama kamu," ujar Rendy.


📞"Memang biadab anda, mister Rendy! Lepaskan anak saya, jangan sakiti dia! Dia itu tidak tahu apa-apa!" sentak Harold.


📞"Hahaha..." Rendy tertawa dibuatnya.


•


•


Ketika melihat suaminya kembali, Maysa reflek bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum ke arah pria itu. Maysa terlihat senang karena Harold ternyata tidak meninggalkannya kali ini seperti sebelumnya, padahal tadi Maysa sudah sangat panik kalau kejadian itu akan terulang disaat Harold izin untuk mengangkat telpon.


"Mas, syukurlah kamu masih ada disini! Aku kira kamu bakal pergi tinggalin aku lagi kayak tadi, aku senang banget deh!" ucap Maysa tersenyum lega.


Harold ikut tersenyum dibuatnya, "Ya sayang, kamu tenang aja ya! Tapi, barusan aku dikabarin kalau aku harus pergi sekarang sayang. Kamu gapapa kan aku tinggal sebentar, hm?" ucapnya.


"Hah? Katanya kamu mau temenin aku, tapi kenapa kamu malah mau pergi coba?" tanya Maysa.

__ADS_1


"Maafin aku ya sayang, ada urusan penting yang harus aku urus! Kamu kan udah tau sebelumnya, jangan marah ya istriku!" jawab Harold.


Maysa terdiam tak menjawab, ia memalingkan wajahnya dan tampak kesal dengan ucapan Harold yang ingin pergi dari sana. Jujur Maysa tidak ingin berpisah dengan suaminya itu, tetapi ia sendiri juga tak bisa berbuat apa-apa atau melarangnya. Maysa memang tak memiliki kekuatan untuk itu, karena ia hanyalah seorang istri.


"Gapapa, kamu pergi aja mas kalau emang urusan kamu penting! Tapi, kamu jangan lupa selalu kabarin aku ya! Aku gak mau kamu kenapa-napa, mas!" pinta Maysa.


Harold mengangguk lirih, "Pasti sayang, aku janji akan selalu kabarin kamu!" ucapnya.


Maysa memeluk suaminya dengan erat, ia lepaskan segala kecemasan yang ia rasakan saat ini di dalam tubuh sang suami. Harold pun melakukan hal yang sama, diusapnya dengan lembut punggung wanita itu sembari mengendus lehernya. Harold sangat puas dengan momen ini, karena Maysa adalah wanita yang paling ia cintai di hidupnya.


"Aku sayang banget sama kamu, pasti nanti aku bakal kangen banget deh sama istri aku yang cantik ini!" ucap Harold dalam pelukan itu.


"Hm, aku juga mas. Jangan tinggalin aku lama-lama ya sayang!" pinta Maysa.


Harold mengangguk perlahan, kemudian beralih menatap Javier yang masih ada disana untuk meminta adiknya itu menjaga Maysa selama ia pergi. Harold melepas sejenak pelukannya, meski ia masih merangkul sang istri dan mengusapnya. Ada kesedihan di dalam dirinya, tentunya juga rasa tidak tega jika harus meninggalkan Maysa.


"Vier, aku titip Maysa ke kamu ya! Tolong jaga dia dengan baik, dan selama aku pergi kamu tinggal aja ya di rumah aku supaya bisa jagain Maysa terus!" pinta Harold pada adiknya itu.


"Eee i-i-iya bang, aku pasti bakal jagain mbak Maysa sesuai permintaan kamu kok," ucap Javier patuh.


"Makasih, nanti abis aku balik aku bakal kasih restu deh buat kamu dan Mawar! Tapi, kamu harus janji kalau Maysa gak akan kenapa-napa!" ucap Harold.


"Siap bang!" ucap Javier dengan tegas.


Harold merasa lega kali ini, setidaknya dengan adanya Javier maka ia tidak perlu panik lagi untuk meninggalkan Maysa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2