Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Baiknya kebangetan


__ADS_3

Setelah memakai seragam khas cafe tersebut, Maysa bergegas memulai pekerjaannya dengan melayani para pelanggan disana dan juga membersihkan sisa pesanan mereka di atas meja serta mengelapnya sampai bersih. Wanita itu terlihat bersemangat, meski lagi-lagi bayangan mengenai Harold terus saja menghantui dirinya.


Akibat itu, Maysa pun sulit fokus dan minuman yang seharusnya diberikan untuk pelanggan itu malah terjatuh lantaran tertabrak seseorang yang lewat di depannya. Sontak kejadian itu membuat si pelanggan yang bajunya basah emosi, dia langsung marah-marah dan menuntut Maysa untuk ganti rugi karena sudah membuat bajunya basah.


Bruuukkk


"Hey! Kamu itu bisa kerja gak sih? Lihat nih, baju saya jadi basah kayak gini gara-gara kamu! Dasar karyawan gak bener!"


Umpatan serta amukan langsung keluar dari mulut pria tersebut, dia benar-benar tak terima atas apa yang dilakukan Maysa karena sampai membuat bajunya basah. Pria itu beralasan jika baju yang dia kenakan saat ini sangat mahal, dan gaji dari Maysa saja tidak akan dapat mengganti kerugiannya.


"Ma-maaf pak, saya janji saya akan tanggung jawab kok! Tadi saya gak sengaja," ucap Maysa.


"Maaf maaf, kamu itu sudah bikin saya emosi! Kamu harus ganti rugi, kalau enggak saya akan tuntut kamu ke pengadilan!" ancam si pria.


"Apa? Ja-jangan pak, saya mohon jangan bawa masalah ini ke jalur hukum! Saya janji akan bayar semuanya, saya akan tanggung jawab pak!" ucap Maysa memohon.


"Yasudah, kalau gitu kamu harus ganti rugi dan bayar 10 juta ke saya sekarang juga!" pinta si pria.


Deg


"Apa? Sepuluh juta??" kaget Maysa. Siapa yang tadi kaget, saat mengetahui harus membayar ganti rugi sebanyak itu hanya karena tidak sengaja menyiram air ke baju seorang pelanggan?


Maysa pun sangat bingung, darimana ia bisa mendapat uang sebanyak itu saat ini? Bekerja saja baru beberapa hari, tetapi sudah banyak pengeluaran yang harus ia lakukan seperti membayar hutang pada Harold dan juga mengganti rugi biaya baju milik si pelanggan tersebut. Ya tak ada yang bisa dilakukan Maysa saat ini, selain pasrah dan berdoa kepada yang maha kuasa untuk diberi kemudahan.


Pria tersebut terus saja mencaci makinya di hadapan banyak orang, menghinanya serta juga membalas menyiram tubuh Maysa dengan minuman yang ia ambil dari atas meja pelanggan lain. Semua disana hanya bisa terdiam melihat kejadian itu, tak ada yang bergerak atau berniat untuk membantu Maysa dari pelanggan yang arogan tersebut.


Tak cukup sampai disitu, si pria juga berniat memukul wajah Maysa karena wanita itu hanya diam saat dimintai ganti rugi. Namun, sebuah tangan kekar berhasil menahan niat si pria dengan mencengkram kuat lengannya. Sontak semua disana terkejut, pria itu bahkan menoleh dan menghentak kuat ketika melihat Javier muncul untuk membela karyawannya yang ditindas oleh pria itu.


"Jaga sikap anda disini! Jangan karena kesalahan kecil, anda sampai bersikap seperti itu pada karyawan saya!" ujar Javier.

__ADS_1


"Hey, anda lebih baik diam! Jika anda memang pemilik cafe ini, seharusnya anda menegur karyawan anda yang tidak becus ini! Lihat baju saya, ini semua karena kesalahan dia!" geram si pria.


"Saya sudah tahu semuanya, tapi apakah pantas anda mengolok-olok dia di depan orang banyak seperti ini?" ucap Javier santai.


"Saya tidak akan melakukan itu, seandainya dia mau langsung membayar ganti ruginya. Tapi, dia malah diam saja dan seolah menantang saya. Apa itu pantas untuk dimaafkan?" ucap si pria.


Javier beralih menatap Maysa yang tengah diam dan terus menunduk itu, dapat ia lihat dengan jelas kalau saat ini Maysa begitu sedih atas perlakuan yang dilakukan oleh pelanggan tersebut terhadap dirinya di hadapan khalayak ramai. Sungguh Javier tak tega, ia bergegas menghampiri wanita itu dan mencoba menenangkannya agar tidak terus bersedih.


"May, sudah ya kamu tidak perlu sedih lagi! Saya akan urus semuanya, kamu pergi sekarang dan bersihkan diri kamu!" bisik Javier.


"Ta-tapi pak, ini kesalahan saya." Maysa mendongak menatap bosnya dengan tatapan tak menyangka.


"Sudahlah, saya yang akan bertanggung jawab karena kamu karyawan di cafe ini. Lebih baik kamu pergi, saya gak mau kamu terus dijadikan bahan olok-olokan disini!" perintah Javier.


"Ba-baik pak."




Singkat cerita, setelah keadaan kembali membaik Maysa kini keluar dengan pakaian barunya dan sedikit lebih berhati-hati serta gugup karena peristiwa yang baru saja dialami olehnya. Wanita itu tampak menemui rekannya, menanyakan mengenai keberadaan Javier karena ia hendak berterima kasih kepada pria tersebut atas bantuannya tadi.


Sontak Maysa diberitahu bahwa Javier saat ini ada di ruangannya, tanpa berpikir panjang langsung saja wanita itu pergi kesana dengan gerakan cepat. Ia mengetuk pintu, memanggil nama bosnya sembari mengatakan jika ia ingin bertemu. Setelah diberi izin, barulah Maysa membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan itu menemui bosnya.


Begitu memasuki ruangan itu, Maysa diminta untuk duduk oleh Javier. Wanita itu pun terduduk dengan perlahan, ia terus menundukkan kepalanya karena merasa malu dengan apa yang dilakukannya tadi. Seandainya saja ia lebih berhati-hati, mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi. Namun, Javier meminta pada Maysa untuk melupakan semua itu.


"Maysa, sudah kamu tidak perlu memikirkan itu lagi! Semua masalahnya sudah clear kok, jadi kamu jangan khawatir ya Maysa!" ucap Javier.


"Tapi pak, saya sekarang jadi berhutang budi sama bapak. Saya benar-benar gak enak udah bikin citra cafe bapak jadi buruk, saya janji pak akan perbaiki semuanya!" ucap Maysa gugup.

__ADS_1


"Gapapa Maysa, itu bukan salah kamu kok. Kamu juga kelihatannya lagi banyak pikiran, jadi jangan menambah beban pikiran kamu ya!" ucap Javier.


Maysa menggeleng perlahan, "Enggak pak, saya akan tetap bayar semuanya sebagai ganti rugi saya ke bapak. Berapa uang yang bapak kasih ke orang tadi, pak?" ucapnya.


"Hahaha, kamu ini keras kepala sekali ya Maysa. Saya sudah bilang tidak usah, kenapa kamu masih saja memaksa?" ujar Javier.


"Saya tidak enak pak," ucap Maysa singkat.


Javier tersenyum lebar dan mengatakan yang sejujurnya pada Maysa, ya seketika Maysa terbelalak ketika mengetahui Javier memberikan uang sepuluh juta kepada pelanggannya tadi. Tentu Maysa bingung, bagaimana mungkin ia bisa mengganti uang sebanyak itu kepada bosnya.


"Beneran sepuluh juta, pak? Apa bapak tidak rugi kasih uang sebanyak itu?" tanya Maysa.


"Sebenarnya saya juga gak mau, tapi ini semua demi kedamaian di cafe saya. Kalau saya terus ajak dia berdebat, yang ada nanti semua pengunjung di cafe saya ini pergi," jawab Javier santai.


"Duh, sekarang saya yang bingung pak harus gimana. Uang sebanyak itu gak mungkin bisa saya dapatkan dalam waktu sebentar, apa bapak mau beri saya waktu untuk melunasi semuanya?" ucap Maysa memohon.


Bukannya menjawab, Javier justru bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum menatap wajah Maysa. Ia bergerak mendekat, kini Javier sudah berada tepat di sebelah Maysa dan duduk di atas meja sambil terus memandangi wajah wanita itu yang menurutnya sangat cantik. Maysa sendiri hanya bisa diam menunduk, dia tak tahu apa yang hendak dilakukan bosnya itu saat ini.


Tiba-tiba saja, Javier meraih satu tangan Maysa dan menggenggamnya erat seraya mengusapnya dengan lembut sampai membuat Maysa terkejut.


"Maysa, kamu gak perlu membayar untuk itu. Dengan bekerja disini saja, kamu sudah membuat saya senang kok. Lebih baik, kamu pikirkan saja masalah kamu yang lain ya!" ucap Javier.


Maysa terlihat kebingungan, ia menatap tak percaya ke arah Javier yang kini masih memegang tangannya.


"Nih orang kok makin lama baiknya makin gak kira-kira ya? Dia udah tolongin gue dan bayarin uang sepuluh juta ke pelanggan tadi, terus dia gak minta ganti rugi lagi. Dia baik, atau apa emang dia punya rencana dibalik semua ini?" gumam Maysa di dalam hatinya, ya ia tampak menaruh curiga pada Javier.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2