
Greg yang ditugaskan Peter untuk membawa Maysa pergi dari rumah sakit, kini kembali datang ke rumah sakit tersebut bermaksud menemui Maysa dan membujuk wanita itu untuk ikut dengannya. Namun, bukannya bertemu dengan Maysa ia malah dihadang oleh Fauzan yang tengah berjaga disana sesuai perintah dari Maysa sebelumnya.
Sontak Fauzan menatap tajam ke arah Greg dan terlihat tidak menyukai kehadirannya, sebab ia tahu jika Greg sebelumnya sempat ingin melukai Maysa saat dirinya dan Hendi terlambat datang kesana. Fauzan pun bergerak mendekati Greg, tatapan matanya seolah menunjukkan kalau ia ingin Greg segera pergi dari tempat itu.
"Mau apa lagi kamu datang kesini, ha? Jangan pernah berpikir kalau kamu akan bisa membawa bu Maysa dari sini!" ucap Fauzan menegurnya.
"Diam kamu! Saya tidak ada urusan dengan kamu disini, saya hanya ingin bertemu dengan Maysa! Sekarang katakan, dimana Maysa dan biarkan saya bertemu dengan dia!" sentak Greg.
"Hahaha, kamu pikir saya bodoh? Saya tidak akan mengatakan dimana bu Maysa!" tegas Fauzan.
"Kamu tidak tahu apa-apa, sebaiknya kamu katakan dimana Maysa karena saya harus segera bicara dengan dia!" pinta Greg.
"Apa maksud kamu?" tanya Fauzan tampak penasaran.
Greg malah terdiam, ia tidak mungkin bercerita pada Fauzan mengenai niatnya yang datang kesana untuk membawa Maysa pergi ke tempat Peter. Jika sampai itu terjadi, maka dapat dipastikan Fauzan akan mengenali siapa orang yang menyuruhnya. Untuk itu, Greg memilih merahasiakan semuanya dari Fauzan dan tidak mau menjawabnya.
"Sudahlah, jangan banyak tanya! Katakan saja dimana Maysa, cepat!" sentak Greg.
"Ck, bu Maysa tidak ada disini! Saya juga tidak akan memberitahu kamu dimana beliau, jadi lebih baik kamu pergi sekarang!" tegas Fauzan.
"Kamu mau main-main dengan saya ya?" geram Greg tampak terpancing emosinya.
Disaat mereka hendak berkelahi, tiba-tiba dokter yang merawat Melinda muncul dan menegur keduanya. Dokter itu terlihat bingung, pasalnya daritadi terdengar suara keributan yang cukup keras dan mengganggu istirahat pasien. Tentu saja dokter itu tidak suka, karena kedua pria itu harus segera diusir dari dalam rumah sakit.
"Ada apa ini? Bapak-bapak sekalian, tolong jangan bikin keributan disini ya! Kasihan pasien yang sedang beristirahat, lebih baik kalian bicara di luar saja!" ucap dokter itu dengan tegas.
"Maaf dok, tapi orang ini yang duluan cari masalah!" ucap Fauzan menunjuk Greg.
__ADS_1
Greg tersentak dan coba menghindar dari tuduhan Fauzan, namun sepertinya dokter itu sudah tidak mau mendengar keributan mereka lagi. Ya dokter pun menyuruh kedua pria itu pergi menjauh, karena ia tidak ingin pasien di dalam terganggu. Apalagi, kondisi Melinda masih belum pulih benar dan butuh beristirahat tanpa adanya gangguan.
"Sebaiknya kalian berdua pergi saja, saya tidak mau ambil resiko dengan membiarkan kalian disini! Ayo cepat pergi atau saya panggil satpam!" ucap dokter.
"Baik dok, saya akan bawa orang ini pergi!" ucap Fauzan patuh dan langsung mencengkram lengan Greg sembari memaksanya pergi.
"Ayo pergi, ikut saya!" sambungnya berbicara dengan tegas pada Greg.
Mau tidak mau, akhirnya Greg mengikuti keinginan Fauzan dan pergi bersamanya dengan sangat terpaksa. Niatnya untuk membawa pergi Maysa dari sana pun gagal, sebab lagi-lagi Fauzan berhasil menghalangi niatnya. Namun, Greg tak menyerah sampai disitu saja dan akan terus berusaha demi bisa memenuhi perintah dari bosnya.
"Sial! Gue gagal lagi kali ini, tapi gue gak akan nyerah dan gue harus bisa bawa Maysa ke hadapan bos Peter!" gumam Greg di dalam hatinya.
•
•
"Clara, Clara keluar kamu! Balikin Zanna sekarang, ayo Clara cepat keluar!" teriak Maysa.
Suara teriakan Maysa itu mengundang seorang satpam yang bertugas disana untuk keluar mendekatinya, satpam itu terlihat kebingungan ketika Maysa begitu emosi di depan rumah majikannya saat ini. Sontak satpam itu pun membuka pintu gerbang, lalu keluar agar bisa bicara lebih leluasa dengan Maysa disana.
"Waduh, maaf bu! Tapi, ini ada apa ya? Kenapa ibu datang kesini sambil marah-marah kayak gitu?" tanya si satpam.
"Dimana Clara? Suruh dia keluar sekarang juga, saya mau bicara sama dia!" pinta Maysa.
"Maaf bu, tapi masalahnya apa ya? Kenapa ibu ingin bertemu dengan bu Clara? Jika tidak ada urusan penting, maaf saya tidak bisa katakan dimana bu Clara sekarang!" ucap satpam itu.
"Hadeh, ribet banget sih kamu! Udah minggir kamu, biarin saya masuk!" sentak Maysa.
__ADS_1
Disaat Maysa hendak melangkah masuk, satpam itu dengan cekatan menahan pergerakan Maysa dan melarang Maysa masuk ke dalam. Tentu saja amarah Maysa tersulit, ia tak suka dengan sikap satpam itu yang menyulitkan dirinya kali ini. Padahal, Maysa hanya ingin mengambil kembali Zanna dari tangan Clara.
"Ibu tidak bisa asal masuk begitu saja, saya satpam disini dan saya akan menjaga rumah ini dengan baik!" tegas satpam itu.
"Ish, nyebelin banget sih! Theo, kamu urus dia biar saya bisa masuk ke dalam!" titah Maysa.
"Hah??" Theo sampai melongok mendengar perintah Maysa, ia bingung harus bagaimana saat ini karena tidak mungkin ia bertindak kasar pada seorang satpam yang tak memiliki kesalahan.
"Kenapa malah bengong? Cepet kamu urus dia! Kamu mau tolak perintah saya, ha? Nanti saya laporin loh ke mas Harold!" ancam Maysa.
"Waduh, jangan bu!" ucap Theo merasa panik.
Akhirnya Theo terpaksa mengikuti perintah dari Maysa, ia tarik lengan si satpam menjauh dari sana agar memudahkan Maysa untuk masuk. Akan tetapi, satpam itu tak menyerah begitu saja dan coba berontak dengan cara melawan Theo. Satu pukulan diarahkan oleh si satpam, membuat Theo harus berjuang menghindar dari pukulan itu.
Sementara Maysa sudah berhasil memanfaatkan momen itu untuk masuk ke dalam rumah Clara, ia akan mencari keberadaan wanita itu dan mengambil kembali Zanna darinya. Maysa tentu tak terima dengan kelakuan Clara yang semakin menjadi, padahal tadinya Clara sudah sempat berbuat baik dan mau meminta maaf padanya.
Di dalam, Maysa kembali bertemu dengan seorang pelayan yang ada disana. Sebut saja namanya Viona, wanita itu terlihat bingung ketika melihat sosok Maysa muncul di hadapannya. Karena penasaran, Viona pun mendekat dan coba bertanya. Maysa sendiri juga menghentikan langkahnya, kebetulan ia memang sedang mencari seseorang disana.
"Permisi bu, cari siapa ya?" tanya Viona pada Maysa dengan wajah bingung.
"Saya cari Clara, saya mau ketemu sama dia dan ambil balik anak saya yang dia culik. Kamu kasih tahu ke saya sekarang, dimana Clara! Jangan sembunyikan dia dari saya!" sentak Maysa.
Deg
Pelayan itu terkejut dibuatnya, ia mencoba menjelaskan pada Maysa kalau saat ini majikannya tidak ada di rumah.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...