
Javier berhasil membawa kabur Mawar dari markas kakaknya, ia kini tengah berada di apartemen miliknya yang ia rasa merupakan tempat paling aman bagi mereka saat ini. Javier tak ingin jika Mawar kembali ditangkap oleh Harold atau para anak buahnya, sebab ia sangat menyayangi gadis itu. Bahkan, Javier rela mengorbankan nyawanya untuk bisa menyelamatkan Mawar dari tangan sang kakak yang telah dibutakan oleh dendam.
Mawar sendiri tak memiliki pilihan lain, ia hanya bisa menurut dan mengikuti kemauan Javier karena saat ini ia juga tak tahu harus pergi kemana. Apalagi, situasi di luar sangat gawat dan tak memungkinkan baginya untuk bisa kembali ke markas ayahnya atau pulang ke rumahnya. Mawar pun terpaksa ikut dengan Javier ke apartemennya, meski ia agak ragu mengingat Javier adalah adik kandung dari Harold.
"Kamu yakin kita disini aman? Apa kakak kamu yang jahat itu gak akan kejar kita sampai kesini, ha? Atau justru kamu malah sengaja mau serahin aku ke dia?" tanya Mawar dengan panik.
"Ya enggak lah Mawar, buat apa aku susah-susah bebasin kamu kalau ujung-ujungnya aku malah mau kasih kamu ke kakak aku, ha?" elak Javier.
"Bisa aja kan, kamu cuma pura-pura bebasin aku supaya aku gak curiga lagi sama kamu. Padahal, niat kamu itu cuma mau bawa aku ke tempat kakak kamu," ucap Mawar.
Javier menggeleng pelan, "Kamu tenang aja Mawar, aku gak akan begitu kok!" ucapnya tegas.
__ADS_1
Mawar pun terdiam dan tak lagi bicara apapun, meski ia masih sedikit ketakutan karena mengira Javier sudah bekerjasama dengan Harold. Kini Mawar diajak duduk di sofa dan dibuatkan sebuah minuman, tentu saja Javier ingin membuat Mawar tenang dan tidak lagi berpikir macam-macam tentang dirinya kali ini.
"Nih kamu minum dulu, tenangin pikiran kamu sayang! Selama kamu disini, aku pastikan kamu bakal aman kok!" ucap Javier.
Tak ingin terlalu banyak berpikir, akhirnya Mawar memutuskan meminum minuman itu dan mencoba bersikap tenang agar tidak membuat dirinya merasa pusing. Lagipula, benar apa yang dikatakan Javier kalau tak ada gunanya apabila nantinya Javier memberikan Mawar pada Harold mengingat Javier sendiri yang telah menolongnya tadi.
"Makasih ya kak Vier, tapi aku gak bisa lama-lama stay disini! Aku harus pulang dan kabarin papaku, aku gak mau dia khawatir!" ucap Mawar.
"Itu urusan mudah, biar aku yang urus semuanya nanti. Aku juga kan udah kenal sama papa kamu, jadi pasti aku bisa bikin dia percaya kalau kamu aman sama aku," ucap Javier.
Javier merasa senang mendengarnya, setidaknya untuk saat ini ia bisa menenangkan gadis itu agar tidak terus memikirkan papanya. Meski begitu, Javier masih sedikit khawatir karena ia tahu kalau sekarang abangnya sedang melancarkan serangan ke markas Rendy alias ayah dari Mawar.
__ADS_1
"Hm, kira-kira mister Rendy masih bisa selamat apa enggak ya? Aku tahu banget bang Harold itu seperti apa, dia kalau udah dendam pasti gak akan biarin musuhnya hidup!" batin Javier.
"Oh ya kak, aku mau tanya sesuatu boleh?" tiba-tiba saja, Mawar bertanya padanya kali ini.
Sontak Javier terkejut, "Ah boleh kok Mawar, apa yang mau kamu tanyakan ke aku?" ujarnya terlihat penasaran.
"Kira-kira apa sih penyebab kakak kamu itu benci banget sama papa aku?" tanya Mawar.
Deg
Betapa syoknya Javier ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan gadis itu, ia kini kebingungan untuk bisa menjawab semuanya kepada Mawar.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...