
Javier tersenyum lebar mendengarnya, ia senang dengan semangat Maysa yang ingin memperbaiki hidupnya. Meski Javier sendiri tahu kalau semua yang ia lakukan ini semata-mata hanya untuk membuat rencana kakaknya berjalan mulus, padahal Javier tidak tega melihat Maysa tersakiti karena perlakuan buruk Harold padanya.
Setelah Maysa turun dari mobilnya, kini Javier bergegas melaju pergi dan kembali ke rumahnya. Sedangkan Maysa sendiri tampak terus memperhatikan ke arah mobil Javier yang sudah menjauh, sampai ia tak sadar jika seorang pemotor datang menghampirinya tanpa menyalakan motor yang dia tumpangi itu.
"Ehem ehem!" pria itu berdehem menegurnya, membuat Maysa terkejut lalu menoleh ke arahnya.
"Peter?" ya Maysa sangat kaget karena ia melihat sang mantan kekasih disana, padahal sebelumnya Peter sudah mengatakan tak ingin lagi bertemu atau berurusan dengannya.
"Ohh, semudah itu ya kamu ngelupain aku? Baru juga kita putus beberapa hari, kamu udah dapat cowok baru aja," sindir Peter.
"Maksud kamu apa sih Peter?" tanya Maysa heran.
"Halah pake pura-pura segala, tadi itu kamu dianterin sama cowok kan! Dia pasti pacar baru kamu, aku gak nyangka sama kamu May! Katanya kamu trauma abis diperkosa, tapi kok cepat banget kamu buka hati buat cowok lain!" cibir Peter.
"Terserah kamu mau bilang apa tentang aku, intinya cowok tadi itu bukan pacar aku. Kamu tuh cuma salah kira Peter," ucap Maysa tegas.
"Salah kira gimana? Jelas-jelas dia nganterin kamu sampai depan rumah! Kalau emang dia bukan pacar kamu, terus dia siapa ha? Sugar daddy kamu, iya? Dan jangan-jangan sebenarnya kamu bukan diperkosa, tapi kamu dibeli sama om-om dan dipelihara kan!" ujar Peter.
Plaaakk
Maysa yang emosi langsung saja menampar wajah Peter dengan telapak tangannya, ia benar-benar tak terima karena Peter mengatakan demikian padanya. Itu merupakan sebuah penghinaan yang amat sangat, tentu saja siapapun perempuan di dunia ini tidak akan terima jika dirinya dihina seperti itu oleh orang yang dahulu pernah ia cintai.
"Jaga ucapan kamu ya Peter! Aku gak nyangka, ternyata kamu sekeji itu. Bisa-bisanya kamu ngatain perempuan yang pernah kamu cintai, aku benci sama kamu!" sentak Maysa.
"Salahnya dimana? Aku cuma bicara fakta, karena memang itulah yang terjadi Maysa!" ujar Peter.
__ADS_1
"Enggak, semua tuduhan kamu itu gak benar. Memangnya apa yang kamu punya sebagai bukti, ha?" ucap Maysa mengelak.
"Aku emang gak punya bukti, tapi dari mulai kamu bekerja di bar aja semuanya udah kebukti kok. Itu tuh tempat yang gak bener Maysa," ucap Peter.
Maysa menggeleng kepala dibuatnya, ia sudah tidak tahan lagi dengan tingkah kurang ajar Peter kali ini. Akibatnya, Maysa pun memilih pergi begitu saja dan masuk ke rumahnya karena tak kuat menghadapi kelakuan Peter. Sungguh Maysa sangat bingung mengapa Peter bisa jadi seperti itu sekarang, padahal dahulu lelaki itu sangat baik dan begitu menyayanginya bahkan tak pernah menyakitinya.
"Peter sekarang benar-benar udah berubah, tapi gue gak perlu mikirin dia lagi! Gue sama dia itu udah selesai, jadi gue harus fokus sama kehidupan gue sekarang!" gumam Maysa dalam hati.
"Kakak!!" saat Maysa hendak membuka pintu, ia terkejut karena Saskia lebih dulu keluar dan menyapanya secara tiba-tiba.
Ya akhirnya mereka memasuki rumah secara bersama-sama, Maysa tak ingin jika Peter mendengar apa yang akan adiknya bicarakan saat ini mengenai kondisi sang ibu. Biar bagaimanapun, Maysa tetap tidak mau jika sampai ada orang lain yang mengetahui permasalahan keluarganya.
•
•
Setelah berhasil dibawa ke dalam ruang UGD dan tengah diperiksa oleh dokter, kini Maysa sedikit merasa lega karena ibunya sudah berada dalam perawatan. Meskipun ia masih belum bisa tenang sepenuhnya, lantaran kondisi Melinda saat ini yang belum juga sadarkan diri dan masih kritis akibat penyakit yang dideritanya itu.
"Duh ibu, aku khawatir banget sama ibu! Aku mau ibu cepat sadar!" ucap Saskia cemas.
Maysa mendekat dan berusaha menenangkan adiknya itu, "Dek, udah ya kamu tenang! Ibu kan sekarang lagi diperiksa sama dokter, jadi kamu gak perlu khawatir ya!" ucapnya.
"Tapi kak, aku cemas banget sama ibu. Aku takut terjadi sesuatu sama ibu!" ucap Saskia.
"Iya iya, kamu tenang ya! Kita doakan aja yang terbaik buat ibu, aku yakin kok ibu gak akan kenapa-napa!" ucap Maysa.
__ADS_1
"I-i-iya kak..."
Maysa pun memeluk adiknya itu dan menguatkannya agar tidak terus bersedih, lalu kemudian dokter yang tadi memeriksa Melinda tampak keluar dari ruangan itu dan menemui mereka berdua disana. Ya sontak Maysa serta Saskia langsung melepas pelukan dan beralih menatap sang dokter, mereka terlihat penasaran sekali dengan kondisi ibu mereka saat ini.
"Hah dok? Gimana kondisi ibu kami, dok? Ibu baik-baik aja kan?" tanya Maysa pada dokter itu dengan nada cemas.
"Iya dok, ibu kami baik-baik aja kan dok? Tolong jawab dok!" sahut Saskia.
"Kalian tenang ya! Ibu kalian baik-baik saja kok, dan kondisinya juga tidak terlalu buruk. Bahkan, sekarang ibu kalian itu sudah sadar dari pingsannya," jawab dokter itu dengan santai.
Sontak Maysa serta Saskia terbelalak lebar, mereka benar-benar terkejut sekaligus bahagia mendengar kabar dari dokter itu. Ya keduanya sama-sama senang setelah tahu bahwa ibu mereka saat ini telah sadarkan diri dan dalam keadaan baik-baik saja, padahal tadinya Saskia sempat merasa putus asa karena khawatir ibunya kenapa-napa.
"Syukurlah! Ini benar kan dok? Dokter gak lagi bohong sama kita kan?" ujar Maysa.
"Iya Maysa, saya serius. Kalau kalian mau cek kondisi ibu kalian, silahkan kalian masuk ke dalam! Saya juga ingin pergi ke ruangan saya dulu," ucap dokter itu pamit.
"I-i-iya dok, makasih banyak ya atas bantuannya!" ucap Maysa tersenyum bahagia.
"Sama-sama," ucap dokter itu singkat dan kemudian pergi dari sana.
Sementara Maysa kini beralih menatap adiknya, "Dek, sekarang kamu masuk duluan ya lihat ibu! Aku mau urus administrasinya dulu," ucapnya.
"Oke kak!" ucap Saskia menurut.
Setelahnya, Maysa pun pergi menuju tempat administrasi. Sedangkan Saskia tampak memasuki ruang UGD untuk menemui ibunya, ya Saskia terlihat sangat bangga dan bersyukur karena ibunya baik-baik saja kali ini. Saskia tentunya amat menyayangi ibunya, dan dia tidak mau jika sampai sang ibu pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...