Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Musibah


__ADS_3

Maysa benar-benar terkejut dengan tingkah Harold yang mendadak itu, ia juga tak mengerti mengapa Harold malah bersembunyi di balik tubuhnya saat seorang wanita datang mendekat dan menyapa pria itu dari jauh. Sampai akhirnya wanita yang tak lain ialah Clara itu tiba di dekat mereka, dan kini Clara menatap wajah Harold serta Maysa secara bergantian dengan raut penasaran.


Tampak Harold juga masih bersembunyi kali ini, meski Maysa telah berulang kali meminta pria itu untuk keluar. Clara pun keheranan dengan sikap mantan suaminya itu, dan dia juga menebak kalau Maysa adalah kekasih baru dari Harold. Pantas saja menurutnya Harold jadi sudah tidak perduli padanya, karena ternyata pria itu sudah memiliki kekasih baru yang memang jauh lebih muda daripada dirinya.


"Harold, kamu dicariin sama Zanna. Kalau mau pacaran tuh tahu tempat dong, ini rumah sakit kali bukan tempat buat orang pacaran!" cibir Clara.


Melihat kesinisan di wajah Clara, membuat Harold sedikit ketar-ketir. Sedangkan Maysa yang berdiri di depan pria itu masih tampak kebingungan, ia heran siapa wanita yang harus Harold takuti itu dan siapa juga Zanna. Namun, Clara bergerak semakin dekat sampai berhasil menarik paksa lengan Harold agar keluar menemuinya.


"Harold, sini! Kamu itu seorang ayah loh, masa kamu gak perduli sama anak kamu sendiri?" ucap Clara.


Deg


Maysa tersentak, ia baru tahu ternyata Zanna yang disebut-sebut oleh Clara tadi adalah anak dari Harold. Itu artinya Clara juga merupakan mantan istri pria tersebut, sontak Maysa memberontak semakin kuat dan menyingkir untuk membiarkan pasangan mantan itu berbicara berdua. Maysa merasa ini bukanlah ranahnya untuk ikut campur, dan ia juga mengatakan kalau dirinya bukan kekasih Harold.


Clara berdecih seolah tak percaya, ia yakin betul Maysa merupakan gadis milik Harold. Jika memang dia bukan kekasihnya, maka dapat dipastikan Maysa adalah wanita peliharaan mantan suaminya itu. Namun, Clara bertingkah seolah tak perduli dan masa bodo. Padahal ia sebenarnya merasa cemburu melihat kedekatan Harold dengan wanita lain, ya sepertinya ia masih mencintai pria itu.


Harold sendiri juga tak membiarkan Maysa pergi begitu saja dari sana, pria itu mencekal lengan Maysa dari belakang dan memintanya untuk tetap disana. Maysa pun tak mempunyai pilihan lain, wanita itu terpaksa menurut karena melawan pun percuma mengingat tenaga Harold sangat kuat. Lagipula, Maysa juga masih berhutang pada Harold karena biaya rumah sakit tadi.


"May, kamu disini aja ya! Kamu juga boleh ikut sama saya ketemu Zanna kok, mau kan?" pinta Harold.


Dengan cepat Maysa menolaknya, "Enggak tuan, saya mau lihat kondisi ibu saya. Lepasin saya tuan, saya mohon!" ucapnya memelas.

__ADS_1


Clara yang mendengarnya sedikit terkejut, gadis itu memanggil mantan suaminya dengan sebutan 'tuan' yang artinya dia memang bukanlah kekasih dari Harold. Tetapi, Clara sungguh penasaran siapa sebenarnya Maysa itu dan apa hubungannya dengan Harold sampai membuat Harold begitu ingin Maysa ada di dekatnya dan hendak membawa Maysa menemui putrinya di ruang rawat nanti.


Sementara Harold tetap saja kekeuh meminta Maysa menurut dengannya, walau wanita itu telah berulang kali menolaknya. Entah kenapa Harold ingin sekali membuat mantan istrinya cemburu, mungkin saja semuanya ia lakukan demi bisa membalas dendam atas perbuatan Clara dahulu disaat mereka masih berstatus sebagai pasangan suami-istri yang saling mencintai dan hidup bahagia.


"Sekali lagi maafkan saya, tuan. Tapi, saya memang tidak bisa ikut dengan tuan sekarang! Mungkin lain kali saya akan bertemu dengan anak tuan itu, saya berjanji tuan!" ucap Maysa.


"Baiklah, kali ini saya maklumi alasan kamu. Saya tidak akan memaksa kamu bertemu dengan anak saya, tetapi paling tidak kamu berkenalan dulu dengan mantan istri saya ini. Dia sepertinya sangat ingin mengenal kamu May," ucap Harold.


"Hah? Bicara apa sih kamu Harold? Sejak kapan aku kayak gitu?" ucap Clara menampik.


Harold tersenyum saja sembari memandang wajah Clara, lalu tanpa diduga pria itu langsung menarik tangan Maysa dan mendekatkan Maysa kepada Clara serta memaksa mereka untuk berkenalan. Maysa tidak bisa menolak, sehingga akhirnya dia mengulurkan tangannya lebih dulu ke arah Clara sembari mengenalkan dirinya.


"Hai mbak, sa-saya Maysa!" ucap Maysa dengan gugup dan tubuh bergetar.




Sungguh kejadian kelam malam itu masih saja membekas di kepalanya, dua kali sudah Harold melakukan itu padanya dan tentu Maysa tak ingin ada kejadian ketiga atau seterusnya. Namun, kini Maysa juga dibuat bingung harus bagaimana caranya ia bisa membayar semua hutang-hutangnya kepada Harold saat di rumah sakit tadi.


Setelah memakai seragam khas cafe tersebut, Maysa bergegas memulai pekerjaannya dengan melayani para pelanggan disana dan juga membersihkan sisa pesanan mereka di atas meja serta mengelapnya sampai bersih. Wanita itu terlihat bersemangat, meski lagi-lagi bayangan mengenai Harold terus saja menghantui dirinya.

__ADS_1


Akibat itu, Maysa pun sulit fokus dan minuman yang seharusnya diberikan untuk pelanggan itu malah terjatuh lantaran tertabrak seseorang yang lewat di depannya. Sontak kejadian itu membuat si pelanggan yang bajunya basah emosi, dia langsung marah-marah dan menuntut Maysa untuk ganti rugi karena sudah membuat bajunya basah.


"Hey! Kamu itu bisa kerja gak sih? Lihat nih, baju saya jadi basah kayak gini gara-gara kamu! Dasar karyawan gak bener!"


Umpatan serta amukan langsung keluar dari mulut pria tersebut, dia benar-benar tak terima atas apa yang dilakukan Maysa karena sampai membuat bajunya basah. Pria itu beralasan jika baju yang dia kenakan saat ini sangat mahal, dan gaji dari Maysa saja tidak akan dapat mengganti kerugiannya.


"Ma-maaf pak, saya janji saya akan tanggung jawab kok! Tadi saya gak sengaja," ucap Maysa.


"Maaf maaf, kamu itu sudah bikin saya emosi! Kamu harus ganti rugi, kalau enggak saya akan tuntut kamu ke pengadilan!" ancam si pria.


"Apa? Ja-jangan pak, saya mohon jangan bawa masalah ini ke jalur hukum! Saya janji akan bayar semuanya, saya akan tanggung jawab pak!" ucap Maysa memohon.


"Yasudah, kalau gitu kamu harus ganti rugi dan bayar 10 juta ke saya sekarang juga!" pinta si pria.


Deg


"Apa? Sepuluh juta??" kaget Maysa. Siapa yang tadi kaget, saat mengetahui harus membayar ganti rugi sebanyak itu hanya karena tidak sengaja menyiram air ke baju seorang pelanggan?


Maysa pun sangat bingung, darimana ia bisa mendapat uang sebanyak itu saat ini? Bekerja saja baru beberapa hari, tetapi sudah banyak pengeluaran yang harus ia lakukan seperti membayar hutang pada Harold dan juga mengganti rugi biaya baju milik si pelanggan tersebut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2