
"Mmpphh mmpphh!!"
Maysa terus berontak dan berusaha melepaskan diri dengan berteriak sembari mencoba mendorong lelaki yang kini membawanya masuk ke sebuah hotel, Maysa benar-benar tak mengerti apa yang hendak dilakukan pria itu saat ini. Saat ini kedua tangannya masih terikat dan mulutnya ditutupi oleh kain sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya pasrah ketika lelaki itu mendorongnya paksa.
Kini Maysa dibawa ke dalam kamar yang luas dan mewah, disana sangat sepi dan hanya ada mereka berdua. Lelaki itu mendorongnya sampai terjatuh ke atas ranjang, Maysa pun tetap tidak dapat berbuat apapun selain pasrah. Setelahnya, lelaki itu keluar dari kamar tersebut meninggalkan Maysa seorang diri tanpa sepatah katapun. Maysa sungguh bingung, apalagi lelaki itu sedari tadi tak mau menjawabnya.
Maysa berusaha bangkit dari ranjang tersebut, namun terlalu sulit karena kedua tangannya yang terikat dan mulutnya tersumpal. Maysa melihat ke sekeliling, ia sangat heran mengapa lelaki tadi membawanya kesana. Jika memang lelaki itu adalah orang jahat, mengapa dia dibawa ke kamar hotel yang begitu mewah. Apalagi, kondisi ranjang disana seolah-olah dibuat untuk para pasangan pengantin yang ingin melakukan malam pertama.
Ceklek
Tiba-tiba saja, pintu terbuka secara mendadak dari arah luar yang membuat Maysa terkejut dan spontan menatap ke arah pintu. Maysa penasaran siapa yang datang kesana, dan apakah mungkin lelaki tadi yang kembali menemuinya? Wanita itu sangat ketakutan, ia berusaha mundur menjauh agar seseorang itu tidak bisa melukainya.
"Mmpphh mmpphh!!" Maysa semakin bingung dan cemas, wanita itu bergerak cepat walau dalam keadaan sulit seperti ini.
"Maysa, hey Maysa! Tenang sayang!"
Kedua matanya terbelalak lebar saat mendengar suara seorang lelaki yang memanggilnya itu, ia menoleh dan semakin terkejut karena Harold lah yang ada di dekatnya. Ya dugaan Maysa benar, suara tadi berasal dari suaminya yang sekarang masuk ke kamar itu. Bahkan, Harold kini ikut terduduk di atas ranjang sembari menatapnya.
"Iya Maysa, ini aku Harold. Kamu gausah takut begitu, aku gak akan nyakitin kamu!" ucapnya.
Maysa mengernyitkan dahinya, dari sini Harold sudah mengetahui bahwa istrinya itu sangat cemas dan ketakutan. Harold pun mendekat dan melepas ikatan di kedua tangan sang istri, ia juga menarik kain dari mulut wanita itu. Seketika Maysa langsung mengambil nafas dalam-dalam, wanita itu pun menatap tajam ke arah suaminya.
"Ini apa-apaan sih mas? Jadi ini semua ulah kamu, tadi kamu yang culik aku?" tanya Maysa tegas.
"Eee..." Harold tampak menunduk sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia bingung harus bagaimana menjelaskannya pada sang istri.
"Ih bener kan mas? Tega banget sih kamu, aku tadi sampe ketakutan banget loh!" kesal Maysa.
"Sa-sayang, tenang dulu dong hey! Aku bisa jelasin semuanya, sekarang kamu tiduran dulu terus jangan emosi ya!" bujuk Harold.
Maysa masih kesal dan kecewa pada suaminya, ia bahkan tidak berhenti memukul-mukul lengan serta bahu Harold saat ini. Sampai-sampai Harold harus menahan kedua tangan istrinya itu, lalu memaksa Maysa untuk berbaring disana. Keduanya kini saling menatap satu sama lain, jantung Maysa berdebar begitu cepat dalam keadaan seperti ini.
"Aku itu niatnya cuma pengen ketemu kamu, tapi tadi pas aku pulang kamu malah gak ada di rumah. Saskia bilang kamu pergi sama Clara, aku cemas dong jadi aku langsung susul kamu ke mall itu. Nah, biar surprise jadinya aku culik deh kamu," jelas Harold.
Maysa merengut dibuatnya, "Ih kamu mah nyebelin mas, bikin aku jantungan aja tahu! Kalau tadi anak kita kenapa-napa gimana hayo?" ujarnya kesal.
__ADS_1
Harold tersenyum dan terus menciumi tiap inci wajah istrinya tanpa ada yang terlewati, ia juga mengendus leher wanita itu yang aromanya memang selalu membuat Harold tergila-gila. Maysa terpejam dengan perlakuan yang dilakukan Harold padanya, wanita itu tak berkutik di hadapan Harold setiap kali Harold melakukan itu.
"Kamu wangi banget sayang, aku suka! Maafin aku ya, tadi aku udah bikin kamu cemas!" ucap Harold.
"Tapi mas, kamu darimana aja sih? Kenapa chat aku gak dibalas-balas dari semalam, terus kok kamu gak pulang sih? Aku sampai bingung loh nyariin kamu," tanya Maysa dengan wajah cemasnya.
Harold yang gemas pun mencubit hidung Maysa dengan lembut, mengecup sekilas bibirnya lalu mendekap erat tubuh istrinya itu.
"Aku kan udah bilang, aku ada urusan penting semalam. Aku nginep di hotel sayang semalam, jadi aku baru bisa pulang siang ini. Soal chat kamu, aku gak buka hp dari semalam. Makanya aku gak bisa balas deh," ucap Harold menjelaskan.
"Ohh, terus tadi yang culik aku di mall bukan kamu kan mas? Soalnya dari bentuk tubuh sama mata, beda banget. Aku kan udah ngenalin tiap inci tubuh suami aku ini," ucap Maysa.
"Haha iya bukan, itu tuh Dean yang aku suruh nyamar tadi. Dia gak nyakitin kamu kan?" ucap Harold.
"Ish, tuh kan dasar nyebelin! Iya dia gak nyakitin aku, tapi bikin aku cemas tahu gak. Aku pikir tadi aku diculik sama orang jahat, terus aku mau dibawa ke rumah kosong gitu buat dijual," ucap Maysa.
"Hahaha...."
Harold tergelak puas dibuatnya, ekspresi Maysa saat ini memang benar-benar menggemaskan dan selalu berhasil mengundang tawanya. Harold tahu tindakan yang ia lakukan tadi cukup beresiko pada Maysa dan kandungannya, tetapi ia sudah memikirkan semua itu agar bisa memberikan kejutan bagi Maysa di kamar hotel yang sudah ia sewa itu.
Kemudian, keduanya sama-sama terdiam dan saling bertatapan dari jarak yang sangat dekat. Maysa memejamkan matanya, apalagi Harold tiba-tiba menjatuhkan bibir mereka selama beberapa detik dan terasa begitu nyaman baginya. Dua tangan mereka saling menyatu, Harold menempatkan telapak tangan wanita itu di atas kepalanya.
Setelah puas, Harold pun melepas ciumannya dan beralih memandang bola mata wanita itu. Satu tangannya bergerak mengusap rambut sang istri yang begitu halus rasanya, kembali ia kecupi tiap inci wajah wanita itu dengan gerakan lembut dan membuat Maysa harus menggigit bibirnya.
"Mas, ini terus kita mau ngapain? Daritadi kamu cuma cium-ciumin aku, sebenarnya apa rencana kamu sih?" tanya Maysa terheran-heran.
"Aku mau kunjungin dedek bayi kita sayang, boleh kan?" jawab Harold dengan wajah mesumnya.
Deg
Maysa terkejut, tapi tak menolak permintaan Harold karena dirinya pun menikmati setiap permainan yang dilakukan Harold padanya. Justru sekarang wanita itu malah menganggukkan kepalanya, sehingga Harold berada di atas angin untuk segera menikmati tubuh istrinya yang telah lama ia inginkan itu.
Keduanya pun melebur dalam sebuah kenikmatan yang luar biasa, satu ruangan itu terus dipenuhi oleh lenguhan dan juga gairah. Hawa dingin berubah menjadi panas, mereka berdua benar-benar terus mencari kepuasan yang mereka inginkan saat ini. Harold bergerak lebih liar dari biasanya, seolah-olah pria itu ingin menikmati tubuh Maysa untuk yang terakhir kalinya.
"Maafin aku Maysa, mungkin setelah ini kita akan lama lagi untuk bisa mengulanginya! Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Maysa!" gumam Harold dalam hatinya.
__ADS_1
•
•
Disisi lain, Clara kembali ke rumah Harold bersama dua orang pengawal yang tadi mengantarnya saat pergi dengan Maysa. Clara tampak begitu gusar dan bingung, pasalnya saat di mall tiba-tiba saja Maysa menghilang tanpa memberi kabar padanya. Clara sudah mencari Maysa ke seluruh sudut mall, tetapi tak berhasil menemukannya.
Clara pun amat ketakutan, ia khawatir jika pihak keluarga Maysa akan menyalahkannya atas hilangnya Maysa itu. Padahal, Clara sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi pada Maysa dan kemana wanita itu pergi. Clara juga kecewa dengan hilangnya Maysa, karena itu semua menyebabkan rencananya gagal untuk menyakiti Maysa.
"Bu, kita sudah sampai. Sebaiknya bu Clara ikut kami menemui orang-orang di dalam sana, supaya kami bisa menjelaskan mengenai kondisi bu Maysa yang tiba-tiba hilang itu!" pinta Theo.
Clara manggut-manggut saja tanpa menjawab apapun, wanita itu turun dari mobilnya dan melangkah menuju halaman rumah tersebut. Clara benar-benar kebingungan, ia menyatukan kedua tangannya dan disertai rahang yang gemetar karena ketakutan. Apalagi, jika sampai masalah ini diketahui oleh Harold nantinya.
"Mama!" tiba-tiba saja, Clara dikejutkan dengan kehadiran Zanna yang sepertinya baru sampai setelah pulang sekolah.
"Eh Zanna, sayang mama kangen banget sama kamu!" Clara langsung memeluk putrinya itu dan menciumnya dengan lembut untuk melampiaskan kerinduannya.
"Aku juga kangen sama mama, tapi kok mama sendirian sih? Mama Maysa mana?" tanya Zanna celingak-celinguk.
Clara langsung menunduk bingung dan tak tahu apa yang harus ia jelaskan kepada putrinya itu, lalu Melinda juga ikut muncul disana dan tak kalah penasaran dengan Zanna tadi. Ya Melinda heran mengapa Clara hanya sendiri disana, padahal tadi Clara pergi bersama Maysa dan mengatakan ingin mengajak Maysa belanja di mall.
"Iya Clara, kenapa pulangnya sendirian gak sama Maysa? Dia kemana?" tanya Melinda penasaran.
"Eee Zanna sama tante tenang dulu ya, aku bisa jelasin semuanya kok! Tadi itu pas di mall, aku gak sama Maysa kan mau makan. Nah, tapi tiba-tiba aja Maysa ngilang gak balik-balik dari toilet. Aku bingung dong dia kemana, aku sama mereka juga udah berusaha buat nyari tapi gak ketemu," ucap Clara menjelaskan.
"Apa? Maksudnya, Maysa ngilang gitu di mall? Kok bisa sih Clara, memangnya kalian ini ngapain aja? Kalian gak jagain anak saya, iya?" geram Melinda tampak emosi.
Clara beserta kedua pengawal itu hanya diam dan memalingkan wajahnya, mereka merasa menyesal karena telah gagal menemukan Maysa. meskipun sebenarnya Clara juga senang dengan hilangnya Maysa saat ini, ya ia berharap Maysa tidak akan kembali sehingga ia bisa sepenuhnya memiliki hak asuh terhadap Zanna dan tak akan ada lagi yang dapat mengganggunya.
"Maafkan kami bu Mel, kami memang sudah lalai dalam menjaga bu Maysa. Seharusnya kami bisa lebih berhati-hati lagi tadi," ucap Theo gugup.
Melinda benar-benar tak habis pikir dengan semua yang terjadi saat ini, ia geleng-geleng kepala dan menepuk jidatnya karena merasa jengkel dengan apa yang terjadi pada putrinya. Bagaimana bisa Maysa hilang begitu saja di mall, dan tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui keberadaan Maysa dimana sekarang ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1