Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Keinginan Javier


__ADS_3

Javier masih mencoba merayu Mawar untuk bisa mendapatkan tubuh gadis itu seutuhnya, karena hingga kini Javier selalu saja gagal membuat Mawar mau menyerahkan diri kepadanya. Padahal, segala sesuatu sudah dilakukan oleh Javier seperti saat ini dimana pria itu terus saja merayu Mawar yang tengah memasak di dapur. Namun, sepertinya Mawar memang cukup sulit dirayu dan tidak mudah untuk membuat gadis itu mau menurut padanya.


Javier pun tak kehabisan cara, dengan santainya ia memeluk pinggang Mawar dari belakang dan menghirup aroma tubuhnya. Lelaki itu terus mengecup leher jenjang Mawar sembari mengusap lembut pinggangnya, tentu saja Mawar merasa risih dan menghentikan sejenak aktivitasnya. Mawar tak mau tindakan Javier kali ini akan berakibat buruk nantinya, untuk itu Mawar meminta Javier berhenti karena sekarang ini ia sedang memasak.


"Kak Vier, aku mohon berhenti dulu! Aku lagi masak loh ini, gimana nanti kalau gosong atau kebakaran? Kamu ngertiin dong kak, lagian ini kan apartemen kamu!" pinta Mawar dengan tegas.


"Hmm, aku udah nyaman banget begini sayang. Aku gak mungkin mau lepasin kamu," ucap Javier.


"Ish, apa sih kak? Sayang sayang matamu! Udah ah lepasin aku, atau aku gak mau nih masakin buat kamu lagi!" sentak Mawar.


Javier terkekeh mendengar ocehan gadis itu, ia colek sekilas dagu Mawar lalu melepaskan tubuh gadis itu dari pelukannya. Meski Javier masih ingin memeluk tubuh Mawar, namun ia juga tak mau apabila Mawar marah padanya. Saat ini Javier tidak ingin kehilangan Mawar, ia khawatir Mawar akan kesal dan meninggalkan apartemennya itu.


"Iya deh iya, nih udah aku lepasin loh. Kamu masak yang enak ya cantik, jangan cemberut kayak gitu dong masaknya!" ucap Javier dengan lembut.


Mawar menggeleng perlahan, "Hadeh, gak ngaruh kali mau masak sambil cemberut atau tersenyum! Udah sana kamu tunggu di luar aja, jangan ganggu aku!" ucapnya kesal.


"Emang kenapa sih kalau aku temenin kamu disini, hm? Aku kan bisa bantu kamu, ya atau minimal semangatin kamu lah," ucap Javier.


"Huft, aku gak butuh bantuan apa-apa dari kamu kak Vier! Kamu mending tunggu di depan aja, nanti malah aku gak bisa fokus kalau kamu ada disini kak!" ucap Mawar.


"Ohh, pasti kamu takut gak fokus karena ketampanan aku ya? Oke deh, kalo gitu aku bakal pergi dari sini," ucap Javier.

__ADS_1


Mawar melongok saja dibuatnya, ia tak lagi berbicara apapun dan memilih fokus melanjutkan aktivitas memasaknya. Mawar juga ingin Javier segera pergi dari sana, karena ia tidak mau Javier terus saja mengganggunya. Beruntung pria itu juga mau menurut kali ini, ya setelah itu Javier pun pergi ke depan menunggu Mawar selesai memasak.


"Huh untung aja kak Vier mau pergi, kalau enggak nanti bisa terjadi sesuatu yang buruk lagi! Aku takut gak bisa tahan diri nantinya," gumam Mawar lirih.


Akhirnya Mawar berhasil menyelesaikan masakan yang ia buat, tanpa berlama-lama Mawar pun membawa hasil masakannya itu ke depan untuk dihidangkan pada Javier yang sudah menunggu. Sontak Javier tersenyum lebar begitu melihat Mawar muncul di hadapannya, apalagi dengan membawa hidangan yang ada di piring.


"Kak, ini makan malam buat kamu! Semoga kamu suka ya sama masakan aku, ya walau kamu udah sering juga makan masakan aku sebelumnya!" ucap Mawar sambil meletakkan piring itu di meja.


"Makasih sayang, aku pasti suka kok apapun yang kamu masak!" ucap Javier.


Mawar menggeleng saja dan berniat pergi dari sana karena tugasnya telah selesai, tetapi Javier malah menggenggam tangannya seolah mencegah gadis itu agar tidak pergi serta memintanya untuk tetap disana bersamanya.




Melihat keberadaan Harold di sampingnya, tak membuat Maysa merespon dan malah asyik bermain ponsel miliknya. Maysa tampak sengaja mengabaikan suaminya itu, karena mungkin ia masih kesal dengan sikap sang suami. Maysa merasa jika Harold terlalu banyak berbohong padanya, lelaki itu juga tak mau memenuhi janji untuk menjelaskan apa bisnis yang dia jalankan.


"Sayang, kamu masih marah ya sama aku? Udah dong ngambeknya sayang, aku bosan tahu dicuekin terus sama kamu kayak gini! Aku maunya kamu senyum lagi seperti biasanya," bujuk Harold.


Masih tidak ada jawaban dari Maysa, wanita itu tampak sangat kesal dan tak ingin menatap ke arah Harold walau hanya sebentar. Tentu saja Harold semakin bingung dibuatnya, ia tak mengerti harus bagaimana lagi cara untuk membujuk Maysa. Pasalnya, Harold sudah melakukan banyak cara dan semuanya gagal karena Maysa tetap cuek.

__ADS_1


"Aku mohon sama kamu sayang, ayolah jangan ngambek terus kayak gini! Aku yakin Zanna juga pasti gak suka kalau lihat kamu cemberut begitu, lagian kamu itu cocoknya banyak senyum loh sayang!" ucap Harold coba merayu istrinya kembali.


"Hm, percuma aja mas kamu mau rayu aku sampai kapanpun juga gak akan berhasil. Aku baru mau senyum lagi, kalau kamu juga mau ceritain semua mengenai bisnis kamu!" ucap Maysa tegas.


"Tapi sayang, kamu kan udah tahu semuanya. Bagian mana lagi yang harus aku jelasin?" ucap Harold.


Maysa melirik ke arah suaminya sembari mengernyitkan dahi, ia heran mengapa Harold bisa mengatakan itu padanya. Jelas-jelas Harold saja belum menceritakan secara detail mengenai bisnis gelap yang dia jalani, namun Harold berkata bahwa dia telah menjelaskan semuanya. Tentu saja Maysa dibuat bingung, ada juga rasa kesal serta kecewa karena sikap sang suami saat ini.


"Apa kamu bilang? Aku udah tahu semuanya? Sejak kapan? Kamu aja kemarin gak bicara apa-apa loh sama aku di restoran, padahal kamu udah janji buat jelasin semua mengenai bisnis kamu!" ujar Maysa.


"Eee aku...."


Harold tertunduk lesu dan tampak bingung, ia kesulitan menanggapi rasa penasaran istrinya yang begitu memuncak. Pria itu benar-benar tak tahu harus apa, jika ia menjelaskan semua mengenai bisnisnya maka bisa saja Maysa akan semakin membenci dirinya nanti. Harold tak mau itu terjadi, sebab ia sangat menyayangi istrinya itu.


"Sekarang terserah kamu deh mas, kamu mau jelasin atau enggak tentang bisnis kamu aku udah gak perduli lagi!" ucap Maysa ketus.


"Loh, kamu kok gitu sih sayang? Kamu beneran ngambek ya sama aku? Please sayang, aku janji akan lakuin apapun untuk kamu asalkan kamu gak ngambek lagi!" bujuk Harold.


"Aku gak butuh apa-apa mas, aku cuma mau kamu jujur sama aku soal bisnis kamu! Setelah itu, aku juga gak akan ngambek lagi kok!" ucap Maysa.


Harold kembali terdiam mendengar ucapan sang istri, entah mengapa rasanya cukup sulit bagi Harold untuk menjelaskan semua mengenai bisnisnya kepada Maysa. Padahal, seharusnya Harold hanya tinggal mengatakan yang sejujurnya dan pasti Maysa tidak akan bersikap cuek atau kecewa lagi padanya karena merasa dibohongi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2