Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Sudah ingat?


__ADS_3

Clara terbangun dari tidurnya, tiba-tiba saja ia teringat pada sosok Harold dan buru-buru turun dari ranjang yang ia tidur saat ini. Dengan cepat wanita itu berjalan ke luar kamar, lalu tanpa sengaja berpapasan dengan Viona yang juga hendak masuk ke kamar untuk mengecek kondisi majikannya itu. Viona tampak keheranan kali ini, pasalnya Clara terlihat seperti orang yang sedang kebingungan.


"Eee bu Clara, ibu baik-baik aja? Apa ada yang perlu saya bantu?" tanya Viona dengan ramah.


"Gak gak, saya gak butuh bantuan kamu. Saya cuma mau cari suami saya, dimana dia? Dimana mas Harold, bik? Saya takut banget dia selingkuh di luar sana, apalagi dia selalu aja pulang larut malam," ucap Clara.


Deg


Sontak Viona dibuat heran dengan kata-kata yang diucapkan majikannya itu, ia bingung mengapa Clara masih menganggap Harold sebagai suaminya. Ya Viona telah diberitahu oleh Harold sebelumnya bahwa Clara mengalami hilang ingatan sementara, namun ia tak tahu mengapa sekarang Clara malah berkata seperti itu.


"Hey Viona! Kamu kenapa malah diam aja? Jawab saya, dimana mas Harold! Atau jangan-jangan kamu sekongkol ya sama dia buat sembunyiin semua kelakuan buruk dia?" tegur Clara.


Viona terkejut dan dengan cepat menggeleng, ia tentu tak tahu apa maksud dari Clara barusan.


"Eh enggak bu, saya mah gak begitu kok. Saya juga heran deh sama ibu, kok ibu masih anggap tuan Harold suami ibu? Apa ibu gak ingat sama semua yang terjadi?" ucap Viona.


Clara mengernyitkan dahinya, "Maksud kamu apa Viona? Emangnya apa yang saya gak ingat? Kamu pikir saya pikun gitu, ha?" ujarnya.


"Bu-bukan begitu bu, ta-tapi—"


"Alah udah kamu gausah basa-basi kayak gitu, langsung aja bilang mas Harold ada dimana! Kalau kamu tau, kasih tau ke saya!" sela Clara.


"Anu bu, tuan Harold ya ada di rumahnya. Kemarin memang beliau ada disini buat antar bu Clara, tapi sekarang ya udah pulang. Coba aja ibu telpon tuan Harold!" ucap Viona.


"Apaan sih Viona? Rumah mas Harold ya disini dong, dia tinggal sama saya kan dia suami saya. Kamu ini lama-lama makin ngaco aja ih, nyesel deh saya nanya sama kamu Viona! Yaudah ah saya mau telpon mas Harold aja," ketus Clara.


"I-i-iya bu, maaf!" lirih Viona sambil tertunduk.


Akhirnya Clara kembali ke kamar dan mengambil ponselnya, ia cepat-cepat menghubungi nomor Harold yang masih tersimpan disana. Namun, entah kenapa telponnya itu tidak bisa tersambung dan membuatnya begitu kesal karena saat ini ia ingin sekali bertemu pria itu. Ya ingatan Clara telah sedikit kembali, tetapi yang ia ingat adalah Harold masih menjadi suaminya.

__ADS_1


"Ish, mas Harold kemana sih? Pasti bener nih dia lagi enak-enak sama selingkuhannya, ck awas aja kamu mas!" gumamnya lirih.


Tanpa berlama-lama lagi, Clara bergegas menyiapkan diri untuk pergi mencari suaminya. Wanita itu tampak begitu emosi, karena ia mengira jika Harold tengah berselingkuh. Karena seingat dirinya, belakangan Harold memang sering jarang pulang dan selalu sulit untuk dihubungi setiap kali ia hendak mendengar kabar darinya.


"Kalau aja kamu beneran selingkuh mas, aku gak akan tinggal diam!" ucap Clara begitu emosi.


Clara pun pergi dari rumahnya mengenakan mobil miliknya, tak ada yang bisa menahannya kali ini termasuk Viona, karena Clara memang orang yang sulit untuk diberitahu dan tidak bisa dicegah oleh siapapun jika sudah keinginannya.




Sementara itu, Harold sudah bersiap untuk pergi dari rumahnya dan menuju ke kantor. Meski ia gagal menemukan obat itu, tapi ia tak menyerah sampai disitu dan akan terus berjuang bagaimanapun caranya. Harold yakin sekali jika Maysa memang tengah menyembunyikan sesuatu darinya, namun ia harus bekerja ekstra untuk bisa mencari tahu semua itu tanpa diketahui oleh Maysa sendiri.


Namun, tiba-tiba saja sebuah mobil muncul di halaman rumahnya dan berhenti tepat di hadapannya. Harold sontak merasa bingung, ia merasa tidak asing saat melihat mobil tersebut dan begitu penasaran. Benar saja dugaannya, karena tak lama Clara terlihat turun dari mobil itu dan berjalan menghampirinya dengan tampang emosi.


"Mas Harold, ternyata benar kamu disini mas!" ucap Clara dengan nada ketus dan terlihat kesal.


Plaaakk


Bukannya menjawab, Clara justru menampar pipi Harold yang ia kira masih menjadi suaminya itu dengan keras. Sontak Harold benar-benar terkejut dan tak mengerti dibuatnya, pasalnya tindakan Clara itu sungguh di luar nalar dan ia sama sekali tidak mengerti apa alasan Clara menampar wajahnya.


"Kamu apa-apaan sih Clara? Kok kamu tampar aku begitu, apa salah aku coba?" tanya Harold dengan wajah bingungnya.


"Kamu nanya salah kamu apa mas? Harusnya kamu mikir dong, kemana kamu semalam? Kenapa kamu gak pulang ke rumah kita coba? Suami macam apa sih kamu?" geram Clara.


"Hah? Pulang ke rumah kita gimana sih Clara? Rumah aku itu disini, ya wajar dong kalau aku ada disini," ucap Harold terheran-heran.


"Ih kamu itu kenapa sih, mas? Kamu udah gak anggap aku sebagai istri kamu ya? Oh atau kamu udah punya yang baru dan mau melupakan aku?" tanya Clara.

__ADS_1


Deg


Harold kembali dibuat syok saat mendengar Clara mengucapkan hal itu, ia bingung dan tak mengerti mengapa Clara bisa menganggap dirinya masih sebagai suaminya. Padahal, jelas sekali mereka saat ini sudah berpisah dalam waktu yang cukup lama dan tidak ada hubungan apa-apa lagi diantara mereka saat ini.


"Clara, kamu itu bicara apa sih? Aku gak ngerti sama apa yang kamu omongin," ucap Harold keheranan.


"Hadeh, udah ah aku malas debat sama kamu! Mending sekarang kamu ikut sama aku deh, ayo kita pulang sayang! Kasihan Zanna, dia pasti kangen banget sama papanya!" ucap Clara.


"Ta-tapi Clara...." Harold sungguh tak tahu harus berbuat apa kali ini.


Clara langsung menggandeng tangan Harold dan memaksanya untuk ikut bersamanya, tapi kemudian sebuah mobil berhenti di depannya dan membuat langkah mereka terhenti. Saat dilihat, Maysa lah yang datang kesana dan turun dari mobil itu. Tentu saja Harold merasa cemas, ia khawatir akan terjadi keributan kembali disana.


"Loh mas, kamu sama Clara mau kemana? Terus ini kok bisa Clara ada disini, apa dia sudah ingat semuanya?" tanya Maysa terheran-heran.


"Eee a-aku...."


"Siapa dia mas? Apa jangan-jangan dia selingkuhan kamu yang bikin kamu jadi makin jauh dari aku, iya?" Clara menyela dan langsung menerka-nerka sosok wanita di hadapannya.


"Hah? Kamu bicara apa sih Clara? Aku Maysa, aku ini istrinya mas Harold. Kamu lupa ya soal itu?" ucap Maysa dengan tegas.


"Apa? Istri?? Jau, kalian sudah menikah? Tega ya kamu mas, begini kelakuan kamu di belakang aku?" Clara semakin emosi dan kembali menampar wajah Harold dengan keras.


Plaaakk


Ini kedua kalinya Clara melakukan itu, tapi tak berhenti sampai disitu saja karena Clara malah beralih menghampiri Maysa kali ini. Clara terlihat begitu emosi, apalagi yang ia tahu Maysa dan Harold sudah berselingkuh di belakangnya. Walau tentu semua itu tidak benar, hanya saja Clara masih belum mengingat semuanya.


"Dan untuk kamu, dasar pelakor!" ucap Clara sembari menjambak rambut Maysa di depan Harold.


Harold tersentak, tak menyangka dengan kelakuan Clara yang sangat berani menjambak rambut istrinya itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2