Jodohku Di Tangan Duda Somplak

Jodohku Di Tangan Duda Somplak
100. KARENA HIDUP ITU BERWARNA


__ADS_3

Malam indah yang seharusnya terjadi, kini berubah menjadi kekesalan bagi Adi.


Ya meski ini semua bukan kesalahan istrinya sepenuhnya.


Mungkin ini yang dinamakan apes, terlalu berharap dengan gaya baru hingga berakhir menyedihkan.


Tak ada pertarungan dan tidak ada pemanasan untuk malam ini.


Akhirnya Adi tidur dengan cara meringkuk di belakang Dia dan memeluknya dengan erat.


Sepertinya esok pagi akan menjadi pagi yang hangat untuk Adi, itu karena ia akan melanjutkan permainannya esok yang sempat tertunda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 04:00 pagi menjelang dan suara kokok ayam mulai terdengar. Di mana sekarang pagi yang telah di nanti-nanti oleh Adi.


Dengan cara memberi rangsangan pada Dia, itu akan sedikit memudahkannya.


Tangan yang mulai menyusuri tubuh polos Dia, serta sedikit memberi sentuhan pada area sensitifnya dan itu berhasil, Dia mulai terlena dengan buaian sang suami. Mulai menikmati sentuhan demi sentuhan tersebut.


Kini jemari Adi sudah berada di hutan yang tak begitu rimbun, menyusuri hutan yang mulai basa terkena embun sepertinya.


Dengan sedikit kesadarannya Dia mulai membuka mata namun semua itu sia-sia karena Adi membuatnya tak bisa membuka kelopak matanya sekarang.


Uhhhh.


"By," Dengan suara khas orang bangun tidur Dia terus memanggil-manggil suaminya.


"Sayang, keluarkan jangan di tahan." Adi berbisik seakan ia tahu kalau Dia sedang menahan sesuatu agar tidak mengeluarkan suara yang selalu membuat Adi, makin menggila.


Akhirnya dua anak Adam tersebut memadu kasih di pagi hari, acara semalam yang gagal kini di lanjutkan kembali. Kedua orang yang saat ini berada di atas tempat tidur, saling mengerang karena puncak kenikmatan itu sudah berada di pucuk kepala.


Peluh yang membasahi tubuh mereka seakan menjadi saksi akan cinta mereka.


Setelah itu, pukul lima pagi. Dia sudah selesai dengan mandi wajibnya dan bergegas turun ke bawah untuk membuat sarapan.


Dia sudah berada di dapur tidak lupa memakai celemek. Mendengar kabar kalau mak serta mertuanya akan datang, bru-buru dirinya menyelesaikan acara memasaknya.


Sedangkan Adi yang berada dalam kamar pun ikut bangun dan segera membersihkan tubuhnya juga. Dengan senyum sumringah ia benar-benar merasa sangat bahagia.

__ADS_1


Istrinya yang sempat ia curigai kalau tidak akan mencintainya namun, itu hanya kesalahpahaman yang tertumpu di hatinya. Nyatanya itu salah.


lima belas menit telah berlalu Adi pun langsung bergegas turun ke bawah untuk mencari sang istri.


Ternyata benar kalau istrinya berada di dapur, melihat istrinya yang sangat cekatan serta kelihaiannya membuatnya tersenyum. Ternyata selama ia tidak salah memilih pendamping karena Dia adalah sosok yang tepat untuknya.


"Sayang, bau masakan kamu harum sekali." Puji Adi pada Dia.


"By, lepaskan. Nanti kalau di lihat orang malu," ucap Dia yang tak mau anak maupun suster melihatnya.


"Tenang saja, mereka tidak melihat kita." Adi begitu yakin kalau tidak ada yang melihat mereka yang tengah beromantisan.


Saat Adi dan Dia tengah bercanda gurau, suara anak kecil membuat mereka menghentikan aktifitas yang tengah bermesraan.


"Mama, Ayah!" teriak bocah kecil berusia satu tahun itu.


Adi pun langsung melepaskan pelukannya dari sang istri.


"Hye, anak Ayah yang cantik." Adi mengedarkan tangannya agar sang putri berada dalam pelukannya.


"Wah, anak Mama udah harum nih." Begitupun dengan Dia yang berjongkok agar bisa sejajar dengan sang putri.


Adi semakin gemas mendengar celoteh sang putri yang semakin pintar.


"Aya, udah sarapan?" tanya Adi.


"Udah dong Yah, tadi calapan sama ayam doleng." Jawab Aya.


"By, sepertinya anak kamu sudah mulai banyak bicara." Dia melirik ke arah sang suami.


"Mirip siapa dong," ucap Adi.


"Mirip Bapaknya," ujar Dia menjelaskan.


"Lho kok jadi mirip aku, By." Adi menyahut tidak tidak terima karena di bilang mirip dengannya.


"Realitanya memang begitu, jadi kamu harus menerima kalau memang kamu sangat cerewet." Dia juga tidak mau kalah dengan Adi.


"Ayah, sama mama sepelti anak tetil. cuka belantem," ucapan Cahaya sontak membuat Adi dan Dia saling pandang.

__ADS_1


"Tapi kita udah baikan kok," ujar Adi berkata.


"Halus dong itu." Jawab Cahaya.


Kebahagiaan makin bertambah dengan adanya kehadiran sosok bidadari kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jika keluarga Dia diliputi oleh kebahagiaan, begitu juga dengan pasangan pengantin baru yang baru resmi menyandang seorang suami istri.


Di dalam kamar bermandikan cahaya, kedua insan sedang melakukan layaknya pengantin baru.


Di bawah selimut, Haikal merasa sangat bahagia karena pada akhirnya ia menjadi seorang suami.


"Sayang, aku tidak menyangka bisa menikah denganmu. Yang dulu selalu bertengkar saling ejek, nyatanya kita dipersatukan dalam ikatan pernikahan." Haikal tersenyum kala mengingat kejadian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Iya, aku pun juga begitu." Jawab Indah yang berada di pelukan Haikal.


"Ya sudah yuk tidur," ajak Haikal pada Indah setelah melalui pembobolan gawang milik Indah.


Akhirnya mereka tertidur dengan membawa kenangan indah, tanda merah yang berada di tempat tidur menandakan bahwa Indah mampu menjaga mahkotanya dengan baik.


Dalam pelukan Haikal Indah tidur dengan sangat pulas, namun berbeda dengan Haikal yang tidak bisa tidur. Jadi, ia memilih bangun dan keluar kamar untuk membuat secangkir kopi untuknya.


"Kenapa ini mata tidak bisa di pejamkan ya," gerutu Adi.


"Sepertinya membuat kopi tidak buruk juga," gumam Haikal.


Sebelum benar-benar memutuskan untuk turun dan keluar dari kamar. Haikal mencium pucuk kepala Indah.


Sesampainya di dapur ia membuat kopi seperti yang ia rencanakan.


Sedetik Haikal merenung karena di dalam bahagia yang tengah dirasakannya, ada sosok seseorang yang memenuhi pikirannya. Sosok yang tidak akan pernah hilang dari dalam hatinya dan juga pikirannya.


"Bu, doakan aku selalu bahagia untuk menjalani hari-hari bersama seseorang yang saat ini, telah menjadi wanita yang kedua setelah Ibu.


"Ayah, pesan mu akan selalu kuingat untuk menghormati istri kita yang sudah rela menjadi pembantu dalam mengurus kita, menjadi istri untuk melayani kita, serta menjadi seorang ibu untuk anak kita kelak." Dalam gumamnya ia merasa sedih karena tidak dapat melihat kedua orang tuanya.


Di saat ia mulai tak merasakan gairah hidup. Adi lah sosok orang pertama yang merangkulnya. Di saat dirinya terpuruk bu Rosma lah yang memberi semangat dan harus bisa bangkit lagi.

__ADS_1


Kedua orang yang sangat berharga bagi Haikal. Tanpa mereka dirinya hanya butiran debu yang terombang ambing oleh angin, tak tahu arah dan tujuan. Tidak tahu harus ke mana dan tidak tahu harus mengadu pada siapa, namun dua orang yang menganggapnya lebih dari teman membuatnya merasa di hargai.


__ADS_2