Jodohku Di Tangan Duda Somplak

Jodohku Di Tangan Duda Somplak
85. HAIKAL VS INDAH


__ADS_3

Gue kan hanya bertanya, mengapa elu sensi!"


"Hehehe ... Maaf, cuma kesel doang gue." Seketika Dia menghela nafas dalam-dalam.


"Ya sudah, elu tadi waktu kesini naik apa?" tanya Dia.


"Gue tadi di anterin sama adik gue, jadi sekarang mau pesen ojek." Saat Indah mengatakan kalau dirinya akan memesan ojek, ide cemerlang pun terlintas di benak Dia. Dia sengaja menyenggol suaminya untuk melakukan sesuatu.


Adi yang yang di senggol pun langsung merespon dan mengerti arah dari kode itu.


Baiklah sayang. Kali ini suamimu akan menuruti mau mu, ucap Adi dalam hatinya.


"Kal, Indah perempuan gak baik kalau pulang sendirian."


"Lalu aku harus apa!" sela Haikal.


Sedangkan Adi dan Dia sama-sama kesal dengan tingkah Haikal.


"Eh elu kodok, punya inisiatif dikit kek. Heran gue sama mahluk seperti elu," tukas Dia menyela ucapan Haikal.


"Gak usah De, gue bukan cewek penakut jadi elu tenang saja." Indah berusaha menolak permintaan sahabatnya itu untuk mengantarkannya pulang.


"Ya sudah. Aku akan mengantar kamu tapi, sebentar lagi aku ingin menghabiskan minumanku dulu." Setelah berucap Haikal meletakkan minumannya .


Sedangkan Edo, Adi dan Dia, tersenyum simpul saat Haikal terpaksa harus mau mengantarkan Indah untuk pulang.


...----------------...


Indah dan Haikal sudah berada di luar kamar dan hendak masuk ke dam mobil milik Haikal.


"Apa kamu menganggap aku sebagai supir mu," dengus Haikal pada Indah yang berada di kursi belakang.


"Lalu aku harus apa! bukannya kamu juga kan yang menyupir." Jawab Indah dengan santai.


"Aku pemilik mobil ini, dan aku sedang tidak menerima seseorang yang menumpang di mobilku, dan posisinya itu berada di kursi belakang."


"Kenapa elu sensi amat sih, lagi dapat ya."


Bukannya Indah keluar dari mobil dan dan berpindah tempat, malah Indah memaki-maki Haikal hingga membuatnya langsung membekap mulut Indah.


haph.


Indah meronta-ronta saat tangan kekar milik Haikal menutupi bibir Indah hingga tidak terlihat.


emhh..


Huh ... Huh ... Huh.


"Apa elu sengaja pengen ngebunuh gue," Indah sampai harus mengatur nafasnya karena bekapan tadi membuatnya sedikit sesak. Dengan hati yang dongkol Indah memarahi Haikal, sedang Haikal yang di marahi hanya menatap datar ke arah nya.

__ADS_1


"Sudah, itu mulut nyerocos mulu dari tadi gak capek apa! sekarang buruan pindah di depan kalau gak mau ku seret." Ancam Haikal pada Indah.


Dengan wajah yang menahan kesal, serta hati yang teramat dongkol. Akhirnya Indah pindah juga di samping kemudi.


Setelah Indah pindah, mesin mobil pun di nyalakan dan melajukan nya. Namun itu hanya sesaat, beberapa menit untuk saat ini mobil yang di kendarai Haikal menepi.


Tanpa banyak bicara Haikal langsung mendekat ke arah Indah, malah lebih dekat lagi sehingga tidak ada jarak sedikitpun di antara mereka berdua.


Apa gue mau di cium, sampai-sampai ini cowok deket banget sama kulit gue, batin Indah.


Kenapa jantung gue berdetak bunyinya mirip salon ya jedug- jedug, batin Haikal juga.


"Apa kau ingin memperkosaku," ucapan itu membuat Haikal memandangi wajah Indah dan menelisik tanpa ada yang kurang.


Pletak.


"Auh, sakit bodoh." Maki Indah karena jemari Haikal mendarat di keningnya.


"Makanya punya pikiran yang bagusan sedikit, dan jangan mesum." Jawab Adi dengan menaikkan sudut bibirnya.


"Lalu, buat apa kalau kamu tidak ingin meraba ku lantas sedekat ini." Sekali lagi Indah menuduh Haikal memperkosanya.


"Jika kamu masih menuduhku, maka aku akan benar-benar melakukannya." Ancam Haikal, dan saat itu juga Indah tidak berbicara lagi.


"Apa kamu tidak merasakan sesuatu, dan lihat ini." Imbuh Haikal lagi sembari menunjukkan sabuk pengaman yang ia pasangkan.


"Apa kamu ingin menuduhku lagi," ucap Haikal.


"Ti-tidak, maaf untuk itu." Jawab Indah dengan sedikit gagu.


Sedangkan mesin mobil di nyalakan kembali, dan melaju dengan kecepatan sedang.


Saat Haikal ingin bertanya soal alamat rumahnya, Haikal menoleh namun ternyata Indah terlelap dan itu membuat Haikal bingung karena ia tidak tahu rumah perempuan yang saat ini berada di mobil.


Hampir satu jam Haikal menunggu Indah bangun, nampaknya tidurnya sangat nyenyak hingga membuat tak mau membuka mata.


Haikal bingung, ia mengusap rambutnya secara kasar.


"Apa aku telepon si bos untuk bertanya soal rumah gadis cerewet ini? seperti cara satu-satunya cuma itu saja." Gumam Haikal, lalu ia mengeluarkan ponselnya dan akan menelepon bos nya.


Tut.


Tut.


Panggilan terhubung.


📞"Halo." Sapa Haikal.


📞"Ada apa! kau mengganggu ku saja," seru Adi dengan nafas tersengal membuat pikiran polos Haikal traveling.

__ADS_1


📞"Aku butuh bantuan mu," ucap Haikal dengan sesekali menelan ludah, karena mendengar suara perempuan sedang mendesah.


📞"Kamu menggangguku yang sedang bercocok taman, dan itu membuatku tidak nyaman. Kamu paham!" ucap Adi dengan kesal.


Tut.


Telepon pun di putus secara sepihak. Membuat Haikal sangat frustasi, sedangkan Indah masih tengelam dalam dunia mimpi.


Argh.


"Dasar bos sialan, bisa-bisa membuat aku menjadi pusing." Haikal sangat kesal karena tanpa sengaja suara di balik telepon tadi, membuat jiwa lelakinya meronta-ronta. Biar bagaimana pun dirinya juga lelaki normal.


Menunggu Indah yang tak kunjung bangun, membuat mata Haikal perlahan menjadi buram. Akibat rasa kantuk yang melanda.


Sampai pada akhirnya mereka tertidur dalam satu mobil.


Laman-laman terdengar suara ketukan di jendela kaca mobil di mana mereka berada sekarang.


Tok.


Tok.


Haikal yang mendengar langsung membuka matanya secara perlahan, karena memang suara ketukan itu tepat di samping kemudi.


Haikal menurunkan kaca mobilnya secara perlahan, karena melihat ada orang yang berseragam sedang berdiri di sisinya.


"Iya Pak, saya kan tidak melanggar peraturan lalulintas." Haikal berkata sembari menggapai ponsel yang berada di dasbor guna melihat jam.


"Iya memang anda tidak melanggar, tetapi anda juga harus tahu kalau berkencan dalam mobil itu tidak baik." Saat orang berseragam itu menjelaskan membuat mata Haikal ingin sekali loncat dari tempatnya. Kala mendengar tuduhan tersebut.


"Satu lagi, jangan mesum di dalam mobil."


"Pak saya tidak...."


"Lebih baik kalian turun dan jelaskan." Sela orang berseragam itu lagi.


Satu masalah belum selesai ada lagi masalah yang membawanya harus berhadapan dengan orang-orang berseragam.


Haikal mencoba membangunkan Indah untuk ia ikut turun, namun tiga kali tepukan tidak ada reaksinya.


Sepertinya harus cari cara lain, biar ini cewek cepet bangun, ucap Haikal dalam hati.


"WOI BANGUNNN ADA POLISI!"


DUGH,


Auh.


"Mana polisinya, mana." Indah terkejut dan sekaligus merasakan sakit akibat benturan yang ada di kepalanya

__ADS_1


__ADS_2