Jodohku Di Tangan Duda Somplak

Jodohku Di Tangan Duda Somplak
BAB 57. Semua karena (Bulu-bulu Halus)


__ADS_3

Berusaha menjadi baik lagi, bukan ingin menjadi yang terbaik. karena nyatanya manusia itu tempatnya salah! Jadi. Harus berusaha dengan menjadi baik, karena disitulah kita akan terus berusaha dan berusaha untuk memperbaiki hingga menjadi jauh lebih baik lagi.


🌸


🌸


🌸


🌸


"Jika kamu ingin memulai mengapa harus berteriak sih," sungut Adi dengan wajah kesal.


"Bagaimana tidak teriak! orang Om. Buka baju sama buka celana," Dia berkata sembari memalingkan wajahnya ke kiri agar tidak melihat penampakan yang membuat darahnya berdesir.


"Kamu tadi bilang kalau ingin menjadi istri yang baik kan?" tanya Adi.


"Iya." Jawab Dia.


"Ya ini salah satu contoh," ucap Adi kesal. Karena istrinya terlalu lemot untuk berpikir. Sehingga tidak tahu apa yang ia berikan itu semua adalah kode.


"Iya tidak harus membuka pakaian kan kalau mau praktek." Jawab Dia dengan tampang polosnya.


"Hye bocah tengil, kalau tidak melepaskan semua pakaian mana bisa memperaktekkan."


"Oh." Dua kata yang keluar dari bibir Dia.


"Ini jadi tidak! jangan membuatku menjadi


masuk angin karena kamu," tukas Adi. Merasa sangat bodoh dan menjadi bertambah gila jika dirinya sudah berada di dekat sang istri.


"Terus kalau udah di lepas itu baju mau ngapain?" tanya Dia dengan tampang bodohnya.


"Mau renang di kolam ikan." Jawab Adi.


Sabar Adi, sabar. Mungkin istrimu masih perlu wawasan untuk memahaminya, Gumam Adi dalam hati.


"Gak takut di gigit ikan itu singkong, kalau Om renang dengan keadaan seperti itu." Ucap Dia dengan tangan menunjuk ke arah bawah pusar Adi.


PLETAK.


"Auh. Sakit Om," rintih Dia sambil memegang jidatnya akibat sentilan dari suaminya.


"Dasar otak gesrek." Adi berkata sembari melepaskan kaus dalaman lalu di letakkan di sofa.


"Om, kau merusak mataku yang suci ini." Keluh Dia dengan muka yang tidak bisa diartikan lagi.


"Itu karena otak kamu sesat bocah." Maki Adi pada istrinya.


"Sekarang lakukan tugasmu jika kamu ingin menjadi istri yang baik," sergah Adi.


"Aku harus apa?" tanya Dia dengan kedua tangannya yang sudah di angkat.

__ADS_1


"Naiklah ke atas kasur." Titah Adi.


"Om mau apa? kok nyuruh buat naik ke atas?" tanya Dia lagi, dengan rasa takut ia berkata.


"Sudahlah jangan banyak tanya! kamu mau apa tidak?" Adi bertanya kembali.


"Baik." Ucap Dia pasrah, lalu dirinya berjalan menuju tempat tidur dan naik ke atasnya.


"Setelah itu aku harus apa?" Dia duduk bersila dengan menopangkan dagunya di salah satu lengannya.


"Tunggu, dan diam disitu." Ucap Adi mewanti-wanti.


Tak berapa lama kemudian Adi sudah berada di dalam kamar lagi.


Dia yang melihat merasa aneh, karena jemarinya sedang menggenggam sesuatu seperti botol botol kecil.


Adi naik ke atas kasur lalu memberikan botol kecil seperti yang dilihat Dia barusan.


"Untuk apa ini?" Dia mengerutkan keningnya saat suaminya menyerahkan botol tersebut padanya.


"Untuk kamu minum," sungut Adi.


"Apa kamu tidak bisa membaca sehingga masih bertanya, itu apa!" gertak Adi.


"Minyak urut." Ucap Dia setelah membaca keterangan yang ada do logo botol tersebut.


"Kalau sudah tau mengapa harus bertanya." Ucap Adi dengan badan yang sudah siap untuk menerima sentuhan tersebut.


Sedangkan Dia hanya melongo menatap punggung suaminya yang terdapat stiker serigala dengan mulut lebarnya, ia tidak menyangka kalau suami dewasanya menyuruhnya naik ke atas tempat tidur, untuk memijatnya.


"Om suami, mengapa punggungmu begitu menakutkan." Ujar Dia pada sang suami, dengan wajah sedikit murung.


"Jika kamu tidak cepat melakukannya, maka serigala itu akan memangsamu sekarang juga!" seru Adi karena dirinya sudah tengkurap terus. Nyatanya Dia belum juga memijatnya.


"Ais menyebalkan." Gerutu Dia.


"Jika kamu menggerutu dan tidak ikhlas, kapan kamu bisa jadi istri yang baik." Jawab Adi.


Dia tidak lagi bicara, dan fokus untuk memijat badan Adi yang cukup lumayan keras.


Hampir satu jam Dia memijat, sampai wajah yang mulai lesu akibat menahan kantuk yang mulai mendera. Hingga dirinya untuk tak melanjutkannya lagi.


...----------------...


KEESOKAN PAGINYA.


Ini apa kok rasanya ada geli-gelinya ya. Batin Dia.


Apa ini bocah sengaja mancing peliharaan ku untuk bangun? dasar bocah tengil. Gerutu Adi dalam hatinya.


Semakin lama semakin membuat Adi tidak tahan, dengan apa yang dilakukan oleh Dia.

__ADS_1


Akhirnya Adi memilih miring ke kanan untuk menghindari tangan nakal milik Dia.


Bukan karena apa. Dia bermain-main dengan bulu yang berada di dada Adi, pantaslah Adi merasa risih.


Sedangkan Dia yang masih asik karena menemukan permainan yang menurutnya menggelikan, hingga dirinya merasa candu untuk terus *******-***** bulu-bulu halus tersebut.


Meski Adi sudah menghadap ke kanan untuk menghindari jemari Dia, namun tetap saja. Dia masih berani bermain-main di dada Adi yang berbulu. Sehingga Adi membalikkan badan agar bisa berhadapan dengan seseorang yang berada di depannya.


"Terus mainkan De, nanti jika bulu-bulu itu menjadi keriting maka kamu harus bisa meluruskannya."


Seketika Jemari Dia berhenti, dan sedikit terkejut sehingga Dia langsung membuka mata.


Huaaaaaaa....


Hup.


Setelah Dia berhasil membuka mata, dirinya langsung berteriak sekencang-kencangnya. Itu karena Dia sangat terkejut kala mendapati wajahnya dan wajah Adi saling berdempetan.


"Bisa enggak, tidak berteriak." Ujar Adi dengan tangan masih berada di bibir Dia.


srrrtttt.


Dengan kasar Dia menghempaskan tangan Adi.


"Wajah Om, terlalu dekat jadi aku takut." Jawab Dia, dan itu sukses membuat Adi melotot kan matanya.


"Apa sebegitu jijiknya kah, sehingga membuat kamu berteriak ketakutan?"


"Bukan masalah itu, Om." Jawab Dia.


"Lalu," Adi mulai penasaran.


"Wajah Om, terlalu jelek." Ucap Adi.


"Eits... Mulut kamu sudah seperti cabe keriting," sungut Adi dengan wajah kesalnya.


"Om," panggil Dia.


"Apa!" jawab Adi ketus.


"Tadi yang aku pegang apaan ya, Om. Berasa geli-geli gitu," ucap Dia dengan wajah sedikit ragu.


"Ini bulu, mau lagi?" Adi memajukan tubuhnya hingga menempel di tubuh Dia.


Kenapa jantung gue bunyinya kenceng banget ya? Batin Dia.


Dag dig dug, bunyinya ya? mirip orang sehabis lari maraton kenceng banget. Batin Adi juga.


Saat ini mereka sedang merasakan jantung yang berdetak lebih kencang dan darah yang mengalir lebih cepat. Mata mereka saling bertatap dan saling beradu pandang hingga drama pagi pun tejadi.


...----------------...

__ADS_1


Hye sahabat-sahabatku tersayang ku. Untuk beberapa hari Mak gak bisa up ya, karena ada sesuatu di badan Mak. Mak harap kalian selalu setia buat ngikutin karya receh ini... Salam dari Mak retno untuk kalian semua ya.🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2