
"De, kamu bawa mobil bisa kan," ucap Adi pada Dia.
"Dikira aku samson bisa bawa mobil." Sungut Dia pada Adi, dan setelah itu Dia berjalan ke arah ucup.
"Kan salah lagi ngomongnya." Adi menggerutu sambil berjalan, untuk menjelaskan maksudnya kepada istri kecilnya itu.
"Maksud saya itu, kamu bisa nyetir mobil," setelah menghampiri Dia. Adi berkata dan menjelaskan.
"Nah gitu baru bener, aku gak bisa." Kata Dia menjelaskan, jika dirinya tak bisa menyetir mobil.
Adi menghela nafas berat, karena tadi dirinya sempat berpikir jika Dia yang akan mengemudikan mobilnya. Dan dirinya yang akan menumpangi Ucup si motor support.
"Baik lah, terpaksa kamu pulang bawa Ucup." Ucap Adi.
Dia hanya mengangguk, lantaran dirinya merasa jika badannya perlu di istirahatkan.
Kenapa itu bocah, dari tadi seperti orang sakit gigi. Adi mengerutkan keningnya karena merasa aneh akan sifat sang istri, dan saat ini ia hanya mampu membatin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah, mereka saling diam. Dan tidak ada tegur sapa di antara Dia dan Adi.
Sedangkan Mak Ita dan Bu Rosma melihat kedatangan menantunya, buru-buru menghampiri karena ingin tahu keadaannya. Karena Adi sempat memberi kabar jika Dia di begal.
"De, apa ada yang terluka?" Mak Ita bertanya tentang keadaan Dia.
"Iya De, mana yang sakit biar Ibu lihat," Bu Rosma menimpali.
"Tenang saja gak ada yang terluka kok, jadi kalian jangan kuatir." Dia menyakinkan Mak serta mertuanya, agar tidak terlalu kuatir terhadapnya.
"Lagian lihat lah, gak ada goresan jadi kalian jangan kuatir." Setelah berucap Dia menaiki tangga dan setelah itu masuk ke dalam kamar, dan merebahkan badannya di kasur empuk.
Sedang kedua orang tua itu ingin bertanya pada Adi, tetapi Adi juga tidak tahu mengapa sikap Dia berubah.
Jadi mereka bertiga pusing hanya karena melihat perubahan sikap Dia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sang malam telah tengelam dan berganti pagi. Suara kokok ayam yang saling bersahutan serta kicauan burung gereja saling bernyanyi menyapa siapa saja yang mendengarnya.
Aaaaa...
Dia menggeliat merentangkan kedua tangannya untuk melemaskan otot-ototnya.
__ADS_1
"Eh kesayangannya Om duda, istrinya Om suami, udah bangun ya," ucap Adi saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi, dan mendapati istri kecilnya itu sudah bangun.
"Apa Om, buta gak ngelihat." Seru Dia, yang masih kesal oleh suami dewasanya tersebut.
"Eh elah, masih kesel aja neng," Adi berucap sambil membenarkan lengan bajunya.
"Bodoh."
Setelah membalas perkataan Adi, Dia langsung turun untuk ke kamar mandi, dan selanjutnya Dia akan memasak untuk sarapan mereka berempat.
Sesampainya di dapur, Dia melihat Ibu serta Emak nya sudah berperang dengan alat masak. Dan itu membuatnya sedikit malu.
"Mak, Bu, maaf ya De kesiangan," ujar Dia, dengan sedikit kikuk.
"Gak papa sayang, kamu kan habis ngelawan preman. Jadi pasti badan kamu sakit semua," ucap Bu Rosma dengan di iringi senyuman.
"Iya Bu, sakit semua badan De," dengan memijat lengannya Dia berucap.
"Ya sudah kamu duduk saja sana," titah Mak Ita pada sang anak.
"Iya Mak."
Lalu Dia duduk di sofa ruang tamu sambil membawa jus alpukat dari kulkas, dan saat dirinya akan meminumnya tiba-tiba saja.
Dasar udah tua gak punya otak. Dia mengumpat karena kesal, dan benar-benar kesal dengan kelakuan Adi, sang suami.
"Apa Om duda mau saya cubit ginjalnya," dengan menahan kesal Dia berkata.
"Cuma ngagetin saja, masa iya kamu marah sih sayang." Adi merasa heran, karena Dia seperti menahan kesal, dengan tampang bodohnya dirinya tak menyadari jika sang sang istri kesal akibat ulah nya.
"Cuma ngagetin yang Om bilang! Lihat ini." Dia mendongakkan wajah nya, agar suaminya tahu bagaimana wajah Dia.
Ups.
Hahahahaha...
Adi tak henti-hentinya tertawa kala melihat wajah Dia, hingga membuat para penghuni dapur datang untuk melihat.
"Adi, kenapa kamu tertawa. Sudah mirip seperti orang gila saja, ujar Mak Ita.
"Iya, ada apa sih memangnya?" tanya Bu Rosma yang ikut menimbrung.
"Kalian lihat lah, lucu bukan." Adi berkata pada kedua perempuan paruh baya itu, dan matanya beralih kepada Dia.
__ADS_1
Hahahahaha.
Ketiganya saling tertawa, dan Dia hanya mengumpat di dalam hati. Karena ulah jail sang suami jadi dirinya ditertawakan oleh Ketiga orang tersebut.
Dia pergi meninggalkan ketiga orang tersebut. Dengan menghentakkan kaki, serta hati yang dongkol, Dia berlalu untuk menuju ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang sudah mirip monster lumut.
"Wong gendeng kabeh." (Orang gila semua)
Dia terus saja mengumpat dengan kata-kata kasar, karena saking kesalnya.
Yah mereka tadi menertawakan Dia, karena wajahnya yang di penuhi oleh jus alpukat. Saat Dia akan menyeruput karena tidak mengunakan sedotan, karena terkejut dengan seseorang yang sudah membuatnya kaget.. Dan alhasil seluruh wajah menjadi monster ijo.
"Kamu sih Di, tuh kan ngambek Dia," Mak Ita berhenti tertawa dan sedikit menyalahkannya.
"Abisnya lucu Mak," timpal Adi.
"Lucu-lucu gundul mu kui." (lucu-lucu botak kamu itu)
Lalu Mak Ita meninggalkan mereka berdua dan menghampiri Dia di dapur.
Adi pun tidak menjawab karena tak mengerti artinya. Jadilah dirinya diam.
"Lagian kok bisa mukanya di penuhin sama jus sih Di?" Bu Rosma yang penasaran awal mulanya bisa seperti akhirnya bertanya.
"Adi gak tau Bu, kalau De sedang minum. Tadi ku kagetin dari belakang akhirnya Ibu lihat sendiri." Adi menjelaskan bagaimana bisa hingga wajah dia bisa menjadi tempat jus alpukat.
Dia tak henti-hentinya mengomel karena bukan hanya wajahnya saja yang terkena jus, tapi rambut dan bajunya ikut terkena. Hingga akhirnya dirinya pun mandi.
"Eh apa ini ada hubungannya sama gue yanh belum mandi ya?" tanya Dia pada dirinya sendiri.
"Eh iya kek nya, karena gue belum mandi makanya jadi seperti ini." Ujar nya pada dirinya sendiri.
"Makanya kalau pagi itu mandi, jangan jadi perempuan jorok," tukas Emak nya yang berada di ambang pintu entah sejak kapan.
"Elah Mak, ini baru jam enam. Orang kerjanya masih nanti jam delapan," jawab Dia yang masih fokus di depan kaca yang ada di wastafel.
"Terserah dah." Lalu Mak Ita keluar setelah memastikan jika Dia baik-baik saja.
PUKUL 7:30 PAGI.
Adi dan Dia sudah siap untuk berangkat kerja, dan begitu pula dengan Mak Ita serta Bu Rosma juga sudah siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Dan berharap rencananya kali ini berjalan dengan lancar, sesuai keinginan mereka.
Kira-kira mereka berdua lagi merencanakan apa ya? 🤔🤔 nex di Episode selanjutnya.
__ADS_1