Jodohku Di Tangan Duda Somplak

Jodohku Di Tangan Duda Somplak
BAB 29. Terpaksa Menikah, Dan Meminta Restu


__ADS_3

Bruk..


Hahahaha..


"Makanya, kalau jalan itu matanya lihat-lihat jangan asal jalan, pasti nikmat tuh rasanya." Dia tak bisa berhenti untuk tak tertawa. Pasalnya alih-alih ingin masuk ke dapur malah menabrak tembok yang berdiri tegak.


"Udah ketawanya," Adi sangat kesal, karena Dia yang tak berhenti tertawa.


Mimpi apa semalam saya, bisa apes kek gini ya, sakit pula ini kepala. Gumam nya dalam hati.


"Udah buruan, nanti keburu di cincang Emak, kalau sampai telat pulang lagi." Terang Dia.


"Emang Emak seganas apa sih, sepertinya.." Ucapan yang tidak di lanjutkan karena merasa tak enak hati pada Dia, selaku anaknya.


"Mirip Singa, yang lagi kelaparan." Jawab Dia.


Adi tak bertanya lagi, tapi langsung masuk ke dapur. Karena dirinya bersih-bersih di kamar mandi yang terdapat di kamar, karena kalau di kamarnya ia harus menaiki tangga dulu.


Tak berapa lama, Adi sudah selesai dan segera ingin ke rumah Dia, untuk menjelaskan perihal pernikahan yang terpaksa.


Sekitar Satu jam.


"Assalamualaikum." Pintu setengah terbuka, membuat Dia langsung masuk serta mengajak lelaki yang dua jam yang lalu telah sah menjadi suaminya.


"Mak, ada yang mau De, bicarain." Ucap Dia, yang langsung menuju ke dapur. Karena Dia yakin kalau Emaknya berada di dapur.


"Oh, iya sebelum kamu mau bicara, Emak mau ngomong dulu,"


Mak Ita meletakkan spatula, dan menyilang kan kedua tangannya.


"Mak mau ngomong apa, apa tentang bebek De, yang tiba-tiba udah parkir di rumah." Dia tau apa yang akan di katakan Emak nya, sebelum Mak nya bertanya Dia berbicara terlebih dulu.


"Tumben kamu pintar," puji Emak nya.


"De, kan emang dari dulu pintar Mak, hanya saja De, menyimpan kepintaran dalam kebodohan." Sambil nyengir kuda Dia berkata.


"Ah iya, Mak kan lupa, kalau kamu emang.."


"Emang apa Mak, ngapa gak di lanjutin sih bikin kepo," ujar Dia.


"Emang bodoh."


"Ish menyebalkan." Ucap Dia kesal.


"Tadi yang nganter orang suruhannya Pak Adi Mak."

__ADS_1


"Oh, gitu." Mak Ita hanya ber oh ria, sebagai jawaban.


"Ya udah kamu mau ngomong apa?" tanya Mak nya.


"Mending ikut ke depan dulu deh, sambil nunggu Bang Edo pulang," Dia mengajak Emak nya untuk ke ruang tamu sembari menunggu Edo pulang kerja, karena tak mungkin juga dirinya tak menunggu akan percakapan penting ini, karena ini menyangkut tentang prahara rumah tangga.


Di ruang tamu.


"Eh mertua, apa kabar Mak," ucap Adi basa-basi dan memanggilnya mertua.


"Sejak kapan kamu jadi mantu saya, hum." Timpal Mak Ita.


"Sejak saat ini, detik ini hari ini, jam ini tanggal ini dan..."


"Stop, stop." Mak Ita yang sudah tak tahan langung memotong ucapan Adi, yang belum selesai.


"Assalamualaikum, ada apa kok rame banget." Ujar Edo.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka bertiga.


"Kebetulan lu kampret udah pulang," kata Dia, pada Edo.


"Iya lah orang waktunya pulang, emang elu kagak lihat ini udah jam berapa," ketus Edo. Yang membalas ucapan Dia.


"Nah tuh tau,"


"Resek."


"Ya udah ini apa yang mau di bahas, lagian kamu ngapain ikut di mari duda bangkotan." Mak Ita lantas berbicara tapi, sedikit mengatai Adi.


"Eh Mak, bangkotan juga gini-gini mantu Emak lho." Ucap Adi menyahuti Mak Ita yang baru saja berkata.


"Eits, ngarep banget kamu jadi mantu saya," Mak Ita menganggap kalau Adi sedang bercanda dengan kata-kata sebuah mantu.


"Mak! Om duda ini emang udah jadi mantu Emak." Dia yang tak tahan karena antara Emak nya dan suaminya masih adu mulut.


"Coba ulangi lagi, kamu bicara apa barusan." Mak Ita bukan terkejut malah merasa aneh saat dirinya mendengar kalau Adi sudah menjadi mantu nya.


"Emak gak lagi budeg, jadi gak ada kata ulangi." kesal Dia.


Peletak.


"Auh, sakit Mak!" keluh Dia.


"Makanya jangan durhaka mau kamu, jadi jambu mente," ujar Mak Ita.

__ADS_1


"Enggak lah Mak." Jawab Dia, dengan wajah yang lesu.


"Udah, sekarang kita duduk, dan jika ada yang penting segera katakan, gue capek ya baru pulang kerja udah liat cartoon Tom Jery saja." Keluh Edo.


"Begini Mak."


Dengan rasa takut, Adi pelan-pelan memberi tahu, tentang kejadian yang di luar dugaannya dan tak pernah sekalipun berbuat demikian tentang apa yang di tuduhkan warga di kampung sebelah. Itu semua hanya salah paham tapi, karena tingkah Dia yang bar-bar membuatnya berakhir seperti ini.


Orang tua mana yang tak marah dan kecewa, jika anaknya menikah dengan cara seperti ini. Dan Edo pun juga sempat marah tapi Adi langsung memberikan gawai dan memutar vidio tersebut. Membuat mereka langsung memberikan tatapan ganas pada Dia.


"De,"


"Eh, itu anu, eum. Khilaf Mak." Dia sambil tersenyum kikuk saat mereka melihat vidio yang di tunjukan oleh Adi barusan.


"Dasar anak enggak jelas, puas kamu udah bikin dia jadi mantu Emak! Gak bisa di andelin emang kamu ya."


Dasar gak anak gak Emak sama-sama menyebalkan, masak saya yang ganteng kaya dan..tentunya masih gagah ogah punya mantu seperti saya. Dalam hati Adi mengumpat karena dirinya di tolak oleh Mak ita sebagai menantu.


"Udah lah Mak, uda terlanjur ju.."


"Diam!."


Adi mendapat bentakan dari Dia, dan Emak seketika diam. Dan tak berkutik ketika anak macan dan Emak singa telah bangun dari tidurnya.


Dan Edo hanya diam melihat Mak nya dan Adik nya saling adu mulut, anggap itu sebuah hiburan bagi Edo.


Prang.


Seketika Dia dan Emaknya diam dan menoleh benda yang sengaja di banting.


"Uda berantem nya, mau gak mau Mak harus mau punya mantu seperti saya, dan saya kesini mau meminta restu sama Abang, terutama Emak! Restui kami, dan saya berjanji bahwa gak akan nyakitin anak Mak dan tentunya bahagiain De, Mak."


Setelah melempar kan tutup panci, semua orang diam. Dan Adi pun mulai bicara untuk meminta restu.


"Baik lah, Mak merestui kalian, tapi ingat jangan bikin anak dulu ngerti kan."


"Baik Mak, tapi kalau anu itu lho Mak, gak papa kan."


"Dasar otak mesum." hardik Mak Ita.


Setelah mereka mendapat restu, rencananya setelah magrib pasangan pengantin baru itu akan ke rumah Bu Rosma untuk menjelaskan semuanya.


Huf.


Mimpi apa gue semalam bisa mimpi tiba-tiba nikah dengan cara kek gini. Sial banget dapat suami umurnya beda jauh, udah duda pula. Ck..ck.. Dia diam terpaku menatap langit-langit atap karena tak bisa membayangkan akan berakhir seperti apa? yang tiba-tiba nikah dengan lelaki yang berstatus duda, dan dirinya juga tak ada cinta untuk pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2