Jodohku Di Tangan Duda Somplak

Jodohku Di Tangan Duda Somplak
BAB 77. Karena Hukuman semalam Menjadi liar 21+


__ADS_3

Rencana untuk memeriksakan kandungan De, gagal akibat insiden siang tadi. Di tambah lagi perdebatan di antara keduanya saat berada di mobil. Pada Akhirnya Dia lah yang memenangkan silat lidah tersebut, sedangkan Adi lelah untuk adu argumen lebih jauh lagi, karena akan membuatnya semakin kesal.


Malam telah datang, waktu yang di tunggu-tunggu oleh Adi kini sudah berada du depan mata. Sedangkan Dia nampak gusar karena hukuman yang akan di berikan oleh Adi.


Mak Ita yang melihat tingkah anak dan menantunya itu, ingin sekali bertanya. Akan tetapi Mak Ita juga harus tau batasan.


"Mak, saya ke atas dulu ya." Sebelum meninggalkan meja makan Adi berpamitan pada mertuanya. Sedangkan Edo hanya menatap heran ke arah Adi.


"Iya, Di. Sebaiknya kamu istirahat karena sepertinya kamu sedang tidak dengan keadaan baik-baik saja," tukas Mak Ita.


"Iya Mak." Balas Adi, lalu ia berdiri namun sebelum itu, Adi melirik istrinya dan itu tidak luput dari pandangan Mak Ita serta Edo.


"Mak, De ke atas juga ya. Tiba-tiba perut De begah," ucap Dia dan itu membuat Mak ita langsung menatap aneh ke arahnya


Dia yang sadar di tatap, langsung bertanya.


"Mak, Mak kenapa natap De seperti itu?" tanya Dia pada Emak nya.


"Kenapa dengan kamu sama suami kamu?" mak Ita bukannya menjawab malah balik bertanya, dan itu membuat Dia mengerutkan keningnya.


Dalam hati kecil Dia, kenapa orang-orang menganggap jika dirinya dan suami aneh, dan kelakuannya juga aneh. Padahal dirinya merasa bahwa tidak ada yang aneh. Hanya saja dirinya teringat akan hukuman yang akan diterimanya sebentar lagi. Itu membuat nya sedikit resah.


"Sudah ya Mak, De naik ke atas dulu."


Setelah berucap Dia langsung meninggal kan meja dan buru-buru menaiki anak tangga.


Sedangkan di dapur kedua manusia itu saling pandang, dan Edo yang mendapat tatapan hanya mengangkat kedua bahunya. Tanda kalau ia juga tidak mengerti dengan pasangan pasutri tersebut.


"Apa mereka sedang ada masalah, Do?" tanya Mak Ita membuka percakapan.


"Bisa jadi Mak, karena tatapan mereka berdua terlihat seperti seorang musuh." Ucap Edo menimpali Mak Ita.


"Ya sudah lah, itu urusan mereka lebih baik kita lanjutkan makan kita." Ujar Mak Ita yang tak mau ambil pusing. Toh mereka berdua harusnya bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Mak Ita membersihkan sisa-sisa acara makan malam di bantu dengan Edo, meletakkan piring kotor ke dalam wastafel. Sedangkan Mak Ita membereskan yang ada di atas meja.


Malam kian larut dan hanya terdengar suara kendaraan yang berlalu lalang di luar sana, pukul sepuluh malam. Di mana semua orang sedang beristirahat di balik selimut menunggu akan kehadiran sang surya esok pagi.


Di kamar, dengan lampu yang tamaram De akan menjadi seorang wanita agresif sebentar lagi, sebetulnya ia tidak mau menjadi seolah-olah perempuan tidak beres, namun ia terpaksa melakukan karena sebuah hukuman, hukuman yang ia dapat dari sang suami.

__ADS_1


"Ingat kamu harus memanggilku dengan sebutan sayang, dan jangan pernah memanggilku dengan panggilan Om lagi. Itu karena aku tidak pernah manjadi Om kamu," seru Adi pada Dia. Sedangkan Dia menelan ludah dengan susah payah.


"Kenapa harus sayang, daddy juga kan bisa." Balas Dia.


"Apa kamu mau semua orang mengira aku adalah ayah kamu!" seru Adi yang mulai dongkol.


"Apa aku boleh mengajukan panggilan untuk kamu, Om." Dia mencoba protes dan ingin memanggil suaminya dengan panggilan yang menurutnya nyaman untuknya.


"Apa,"


"Hubby, menurut Om suami bagaimana." Karena menurutnya panggilan itu nyaman dan tidak membuatnya alay.


Adi berpikir sejenak dengan panggilan dari istrinya itu 'hubby' tidak lah buruk menurutnya.


"Baiklah, aku setuju dan mulai sekarang panggilan itu resmi jadi milik ku." Ujar Adi dengan bangga.


"Baik lah By…."


"By, kenapa jadi By?" tanya Adi.


Belum sempat Dia melanjutkan perkataanya namun terhenti karena terpotong oleh ucapan Adi.


"By itu singkatan dari Hubby." Ucap Dia lagi menjelaskan tentang panggilan 'By' barusan.


"Maaf,"


"Kebiasaan kamu itu."Dia menatap kesal pada lelaki yang berstatus suaminya itu.


" Ya sudah ini hampir jam sebelas, sudah lakukan apa yang ku suruh tadi sebagai hukuman mu, karena kamu sudah berani duduk dan berbicara dengan lelaki lain selain aku." Dia yang mendengar itu pun langsung gemetar.


Bagaimana caranya untuk memulainya? dan bagaimana menjadi seorang yang liar untuk saat ini dan malam ini. Itu semua harus bisa di lakukan malam ini! sebagai tanda permintaan maaf dari suaminya.


"Ta-tapi aku gak bisa buat yang Om katakan," ucap Dia dengan suara yang lemah.


"Belajarlah untuk menyenangkan suami mu ini," tukas Adi mengatakan sembari melepas baju yang melekat di tubuh nya.


"Sekarang mari kita mulai, dan kamu juga yang memimpin." Ucap Adi menjelaskan.


Tanpa menunggu lama, Dia sudah berada di atas tubuh Adi, dan langsung menerkam bibir Adi yang seksi itu. Bermodalkan keberanian ia yakin kalau suami dewasa nya itu akan puas dengan servis yang di berikan oleh Dia.

__ADS_1


Adi mau pun Dia menikmati penyatuan bibir tersebut.


Eum.


Sssss.


Hanya itulah yang keluar dari bibir masing-masing.


Sedetik Adi melepaskan pagutanya hanya untuk mengirup oksigen, dan setelah itu mereka kembali menyatukan bibir lagi.


Jemari-jemari lembut milik Dia mulai bermain-main di punggung Adi, dan menggerayangi sesuatu dari dalam situ. Yang tak terlihat namun kini benda itu tegak bak tiang listrik.


Untuk yang kedua kalinya pasangan itu melepaskan pagutan, karena akan bersiap-siap menjemput kenikmatan yang sesungguhnya.


"Apa kamu tidak ingin melepaskan semua yang tertempel di tubuh mu itu,"


"Apa kamu sudah tidak sabar, By." Sahut Dia.


Adi mengangguk.


Baju dan celana milik Dia sudah terlepas, kini hanya menyisakan dua benda sakral yang ada di atas dan di bawah, namun dengan cepat Adi melepasnya hingga terlihat dua gunung yang tak begitu besar namun cukup berisi.


Dengan nafsu yang memburu Adi langsung melahap habis dua gunung tersebut secara bergantian, tidak lupa untuk meninggalkan jejak kepemilikan di seluruh tubuh Dia.


Eumm.


Ahhhh..


Suara erangan dan des*han membuat sesuatu yang ada di bawah milik Adi, sudah tidak tahan ingin keluar dari sarang nya, dan akan memasuki lembah kenikmatan.


Sekarang, posisi Adi berbalik. Jika tadi Adi di atas sekarang ia berada di bawah kungkungan istrinya.


Sensasi yang berbeda tengah di rasakan mereka berdua.


Ah … Ah.


Suara Indah terdengar dari bibir Adi.


Sedangkan Dia masih terhipnotis oleh pusaka Adi yang tenggelam di lembah surgawi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2