
Hye nona, cepat lah turun dan jangan membuat saya menunggu!" tukas polisi tersebut.
Sedangkan Indah yang masih belum sadar sepenuhnya, masi di buat bingung oleh semua ini. Pada Akhirnya ia pun keluar dari mobil dan menghampiri Haikal yang sudah lebih dulu turun.
"Dasar anak muda jaman sekarang, main kuda-kudaan di dalam mobil. Apalagi tanpa ikatan apapun itu.
Sedangkan Haikal dan Indah sama-sama bingung karena tidak mengerti apa yang telah di katakan oleh dua polisi tersebut.
"Pak maaf sebelumnya, di mobil tidak ada kuda? jadi mana mungkin kita main kuda-kudaan, Pak." Jawaban yang di berikan oleh Indah membuat ketiga laki-laki tersebut melebarkan tatapannya pada Indah.
"Kalian jangan sok polos ya, dan apa kalian akan mengaku kalian adalah pasangan suami istri juga." Sanggah polisi satu yang berada di samping Haikal.
"Kita memang bukan pasangan suami istri Pak," Haikal menyela tuduhan yang di berikan oleh dirinya.
"Baiklah sepertinya kalian harus di periksa lebih dalam, biar punya rasa jera!" Gertakan polisi yang mempunyai wajah sedikit sangar membuat nyali keduanya ciut.
"Pak, saya mohon jangan di penjara." Rengek Haikal pada polisi tersebut.
"Iya Pak, saya mohon. Lagian kita tidak melakukan apa-apa," Indah bersikeras untuk berusaha mengatakan jika memang dirinya tidak melakukan apa-apa selama di mobil.
"Jika kalian tidak melakukan apa-apa, mengapa kalian berada dalam mobil! bukankah kalian tahu sekarang sudah jam berapa! dan memang kalian tidak ada hubungan mengapa tidak tidur saja di rumah malah keluyuran dan tidur di mobil." Polisi itu dengan panjang lebar menjelaskan dan mengira jika mereka berdua telah melakukan tindakan di luar batas.
"Pak. Boleh saya membela diri," ucap Haikal yang ingin menjelaskan kronologi mengapa dirinya dan Indah bisa sampai tertidur di mobil.
"Silahkan." Jawab polisi itu.
"Kami berdua dari menghadiri acara bos kami, yang sedang mengadakan tasyakuran, jam sepuluh kami baru pulang dan wanita ini adalah teman istrinya bos saya. Saya di suruh mengantarkan pulang, namun saat saya ingin bertanya alamat perempuan ini tertidur Pak! saya takut untuk membangunkannya jadilah saya menunggu."
Polisi itu hanya mangut-mangut saat Haikal menjelaskan secara detail. Polisi itu nampak memandangi wajah tampan Haikal guna mencari kebohongan, tetapi gurat wajah menunjukkan jika Haikal berkata jujur.
"Baik kali ini saya percaya. Saya harap kalian segera pulang dan mengantarkan teman wanita anda pulang, untuk menjauhi hal-hal yang tidak di inginkan." Setelah kedua polisi itu mengizinkan Haikal untuk pulang, mereka berdua kini bisa bernafas lega karena lolos dari terkaman polisi.
__ADS_1
"Iya Pak, pasti. Saya akan mengantar teman saya untuk segera pulang," ucap Haikal dengan kepala menunduk untuk menghormati polisi tersebut.
"Ya sudah segera masuk ke dalam mobil, karena hari sudah lewat tengah malam." Polisi itu menyuruh mereka untuk masuk ke dalam mobil, karena sekarang sudah pukul dua dini hari.
Setelah berpamitan Indah dan Haikal masuk ke dalam mobil untuk mengantar Indah pulang.
"Ini semua gara-gara kamu tau tidak," ucap Haikal dengan raut wajah kesal.
"Kok jadi nyalahin gue. Elu," tukas Indah pada Haikal.
"Seandainya kamu gak tidur, kita tidak akan bernasib seperti ini. Ini malam harusnya saya juga tidur nyenyak di kasur! tapi karena kamu juga saya menjadi sial." Haikal menumpahkan kekesalannya pada Indah, karena di suruh mengantarkan teman istrinya bos nya itu, Haikal merasa sial.
Sedangkan Indah hanya terdiam saat melihat Haikal marah.
Keluar tanduknya, bos sama anak buah sama-sama nyebelin. Moga saja gue gak dapat suami seperti ini cowok, gumam Indah dalam hatinya.
"Jangan mengumpat saya! lagian siapa yang mau punya bini seperti kamu, yang ada tiap hari darah tinggi saya kambuh." Terang Haikal.
"Waduh kenapa bisa tahu ya," gumam Indah. Namun ternyata Haikal mendengar apa yang di katakan oleh Indah.
"Sekarang bisa tidak kamu menunjukkan alamat rumah kamu?" tanya Haikal.
Namun Indah tidak menjawab, dan tatapannya fokus ke arah jalanan. Hingga Haikal bertanya untuk yang kedua kalinya.
"Kamu tidak tuli kan." Kata Haikal dengan sesekali mendesis akibat tidak di respon oleh lawan bicaranya.
"Elu ngomong sama gue," ucap Indah
"Tidak! memangnya di mobil ada berapa orang, hum." Haikal tak habis pikir dengan Indah, bisa-bisanya membuat orang semakin darah tinggi pikirnya.
"Rumah gue di jalan xxxxx," ujar Indah.
__ADS_1
Setelah itu Haikal membelokkan mobilnya sesuai alamat yang di berikan pada Indah.
Tidak berapa lama, Haikal sudah berada di rumah pinggir jalan. Sederhana namun kelihatan sangat nyaman.
"Makasih udah di anterin." Indah mengucapkan kata terimakasih pada Haikal, namun bukannya menjawab Haikal langsung menancap gas lalu pergi tanpa kata.
"Dasar cowok, nyebelin." Gerutu Indah pada Haikal yang tak menjawab ucapannya.
Akhirnya Indah memilih masuk ke dalam rumah dan akan melanjutkan tidurnya.
Sedangkan di mobil, saat Haikal menoleh ke arah samping di mana Indah duduk tadi, di situ terdapat tas yang tertinggal oleh pemiliknya.
"Dasar gadis ceroboh! tidak mungkin aku mengembalikannya sekarang, ya sudah lah besok pagi-pagi akan ku antar ke rumahnya." Setelah berkata sendiri, dan berencana akan mengembalikan tas itu besok pada empunya, karena jam sudah hampir di angka tiga dan matanya pun mulai susah untuk di ajak kompromi.
Sesampainya di rumah Haikal meninggalkan tas milik Indah, dan dalam batinnya pastilah isinya barang murahan. Jadi, ia tak ada niat sama sekali untuk melihat isi dalam tas tersebut.
Setelah memarkirkan mobil Haikal bergegas masuk ke dalam kamar dan melanjutkan tidurnya, serta mendatangi alam dunia mimpi untuk mencari bidadari.
"Akhirnya bisa tidur dengan nyenyak juga." Setelah bergumam kecil akhirnya mata itu pun terpejam untuk menjemput hari esok.
Tidak terasa pagi pun telah menyapa, dan Haikal mulai membuka matanya secara perlahan.
"Hem, perasaan baru merem. Sudah main pagi saja," ucap Haikal dengan posisi masih berbaring.
Sesaat ia mengaambil ponsel dan akan melihat jam.
"Duh, sudah siang saja." Dengan langkah tertatih-tatih Haikal langsung berlari ke arah kamar mandi karena. Yang pertama ia harus mengembalikan tas. Yang kedua ia sudah kesiangan, dan yang ketiga tentunya tidak mau di sidang oleh bos gila nya itu.
Bruk..
Sial.
__ADS_1
Terdengar suara seseorang yang tengah terjatuh dan kata umpatan, memenuhi kamar mandi.
Tidak berapa lama Haikal telah keluar dari tempat ritualnya sembari memegang pinggangnya.