
"Aaaaaa, cepetan dong om, udah enggak tahan ini," Dia terus saya berteriak pada sang suami.
"Tanggung sayang, ini bentar lagi," jawab Adi.
Ahhhhh...Lagi-lagi Dia mendesah.
"Huh, nikmat kan sayang?" tanya Adi pada Dia.
"Iya Om, oh lihat lah keringat yang sebiji jagung di wajahmu Om." Dia memperhatikan peluh yang berada di wajah suaminya sehingga ia ikut puas.
"Huh, sumpah sayang, enak banget." Ucap Adi yang tak mau menyerah sebelum dirinya benar-benar tumbang.
"Gimana? Enak kan sayang," imbuh Adi lagi yang bertanya tentang sesuatu.. Yang pasti hanya ada Adi Dia dan tentunya Tuhan lah yang tau, mereka sedang apa?.
Jika mereka berdua sedang menikmati sesuatu hingga keringat bercucuran akan kenikmatan itu, lain halnya dengan ke dua besan yang ikut melayang-layang akibat pikirannya yang sudah traveling kemana mana.
Bu Rosma dan Mak Ita, berada di luar rumah milik Adi. Tetapi saat mereka akan masuk, terdengar suara mereka yang sedang menikmati sesuatu, di ruang tamu. Dan jadi lah ke dua besan tersebut mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, dan mereka masih ingin mendengarkan setiap lenguhan yang mereka keluarkan dari bibir masing-masing.
"Mak besan, apa mereka benar-benar menikmatinya sampai-sampai lupa waktu?" Mak Ita yang di ajak bicara hanya acuh dan mengangkat ke dua bahunya.
"Oh ayo lah, Mak Ita. Ini hampir setengah jam lho, apa kita akan berdiri di sini hingga nanti." Imbuh Bu Rosma lagi pada besannya tersebut.
Ada benarnya juga apa yang di katakan oleh Bu besan, masa ia kita jadi ogoh-ogoh untuk menjaga pintu ini. Sungut Mak Ita dalam hati, yang membenarkan ucapan sang besan tersebut.
"Tapi kalau kita masuk juga engga akan baik-baik, saja besan."
"Tapi, apa harus kita menunggu nya sampai berjam-jam, untuk kita bisa masuk," ujar Bu Rosma.
"Harusnya kita tidak datang di saat yang tidak tepat kan," ucap Mak Ita, sembari langkahnya menuju di kursi yang berada di luar rumah, lalu meletakkan bokongnya tersebut.
"Udah terlanjur kan, ya udah nikmati saja."
Yang ada mereka yang nikmat, saya nya yang greges. Mak Ita memaki dalam hati. Dan entah sampai kapan mereka selesai dengan acara tersebut.
__ADS_1
"Hem, ya sudah kita tunggu lima menit lagi, siapa tahu anak-anak udah pada selesai." Ucap Mak Ita pada besannya Bu Rosma.
Bu Rosma yang sedari tadi mondar-mandir yang mirip setrikaan, akhirnya memutuskan untuk bersandar di daun pintu, dan saat dirinya tengah asik di puncak khayalan tiba-tiba..
BRUK...
"IBU!" Seru mereka berdua yang tak lain adalah Adi Dan Dia, karena terkejut mengapa Ibunya malah berlaku konyol, bukannya masuk malah membuat lelucon.
"Eh, maaf. Gak sengaja tadi sandaran di pintu gak taunya enggak kalian kunci ini pintu." Ujar Bu Rosma yang merasa tak enak hati karena merasa sudah memergoki mereka.
Adi dan Dia pun di buat tercengang dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu.
Mereka sama-sama tidak menjawab karena peluh masih memenuhi wajah nya, dan mulut bak tomat yang merah merekah. Dan Bu Rosma maupun Mak Ita, sama-sama menyimpulkan jika mereka sedang melakukan olah raga sore.
Mereka berempat saling diam dan saling beradu pandang, hingga suara Mak Ita memecah keheningan di antara mereka bertiga.
"Adi, Dia. Kalian kenapa?" Mak Ita mencoba berbasa- basi.
"Kami sedang makan rujak mangga Mak."
Mak Ita dan Bu Rosma bagai terkena sambaran petir di teriknya matahari, bagaimana tidak! Ternyata dugaannya salah, dan mengira suara itu, suara seseorang yang sedang memadu kasih, ternyata suara yang di dengarnya adalah suara seseorang yang sedang kepedesan.
Waduh dua besan kena mental gak tuh🤣
"Kami sedang makan rujak, buatan Om suami Mak, Bu. Dan rasanya asem pedes manis nyatu jadi satu, makanya kita nahan pedes, sampai keringetan." Dia menjelaskan kepada dua orang tua yang masih dengan tampang bodohnya, dalam hati Dia seakan-akan mereka sedang berpikir tentang sesuatu.
"Ibu kira kalian sedang kikuk-kikuk," ujar Bu Rosma dengan jemari yang di bentuk menjadi saling mengangguk.
"Dasar orang tua berotak mesum, masa iya kita main kuda-kudaan di ruang tamu," sungut Adi. Yang merasa kesal karena para orang tua mikirnya terlalu jauh.
"Jangan nyalahin kami dong, salah sendiri makan rujak tapi suara kek orang kawin." Mak Ita dengan blak-blakan berkata, karena ia juga merasa sudah di kerjai oleh anak dan menantunya.
"Kenapa jadi nyalahin kami Mak, Mak sendiri saja otak nya yang berlarian." Dia tak terima, di bilang orang yang sedang kawin, dengan suaranya yang tadi di keluarkan, suara kenikmatan dengan se cobek rujak mangga.
__ADS_1
"Memangnya harus seperti itu ya, cara untuk menikmatinya, hingga mengeluarkan suara merdu?" Bu Rosma yang penasaran akhirnya bertanya.
"Coba saja Bu, nanti Ibu pasti dapat sensasinya," sahut Adi.
Lalu dirinya melihat cobek yang berada di meja, dan Bu Rosma mendekati meja di susul oleh Mak Ita, untuk mencicipi rujak, yang membuat mereka sampai bisa merem melek.
Uuuu..
Wah, sssttt. Eum..
Bu Rosma rupanya sudah menikmatinya dan sensasi yang ia dapat membuatnya merem melek.
"Nah, apa Adi Bilang Bu, iyakan nikmat rasanya." Ujar Adi pada Ibunya.
Gimana reaksinya enggak gitu, orang mangga nya asem, di padukan sama bumbu yang lumayan pedes..Kan merem melek jadinya.
Sedangkan Mak Ita, merasakan ngilu pada giginya walau hanya melihat, tanpa memakan, dan sesekali Mak Ita menelan ludahnya dengan susah payah, karena tak bisa membayangkan jika itu dirinya.
"Apa kalian sengaja mengerjai ku dengan mangga yang penuh dengan sejuta rasa?" Belum hilang rasa kesal pada mereka berdua tentang suara orang yang sedang kawin, kini dirinya di kerjai lagi, dengan memakan janda mudah. Eh maksud nya mangga muda.
"Memang rasa nya seperti itu Bu," timpal Dia.
"Terus ini siapa yang bikin?" tanya Bu Rosma pada keduanya.
"Om, suami? Katanya pengen makan rujak." Jelas Dia.
"Oh astaga Adi." Bu Rosma tak habis pikir dengan putranya, yang sudah mirip emak-emak dan wanita hamil.
"Tunggu! apa kamu lagi ngidam?" Mak ita dengan rasa penasaran akhirnya bertanya.
"Siapa yang ngidam Mak! Orang saya cuma pengen doang, soalnya tadi pas pulang dari resto, lihat Mak-mak yang lagi ngerumpi sambil rujakan, jadi Adi lihatnya ngiler. Jadilah bikin rujak sendiri dan mangga nya De, manjat di belakang.
Jadi De, sebenernya hamil atau tidak!" cetus Bu Rosma.
__ADS_1
"TIDAK!" jawaban dari Dia dan Adi membuat Kedua orang tua itu terkejut.