Jodohku Di Tangan Duda Somplak

Jodohku Di Tangan Duda Somplak
122. ACARA DI HARI MINGGU (DIA ADI) 21+


__ADS_3

Saat Dia membuka pintu dengan lebar. Terlihat Cahaya Dan Rury sudah berada di depan pintu. Adi yang dan Dia sedikit syok karena mereka takut kalau putrinya, mengetahui tentang permainan orang tuanya baru saja.


"Ka-kami mau pamit Tan, untuk keluar." Jawab Rury dengan suara gemetar ia takut kalau dirinya terkena amukan dari mamanya Cahaya.


"Dari kapan kalian berada di sini?" Adi kesal bercampur jengkel lalu menyahut ucapan Dia.


Sedangkan Dia tidak perduli untuk sementara waktu karena pesanan sudah berada di depan rumah.


Ya, Dia tidak tahan akan rasa gerah itu dan memilih membeli ice cappucino dengan lebel terkenal di tempat tinggalnya.


Dia tidak menggubris panggilan suami dan anaknya, Dirinya langsung bergegas menuruni anak tangga dan segera menghampiri kurir.


Sedangkan di atas Adi menatap tajam ke arah dua anak gadis yang berada di hadapannya itu, dengan wajah yang sudah merah padam rasanya Adi ingin sekali menelan, mereka berdua sampai tidak tersisa.


"Apa tidak bisa menunggu jika kalian ada perlu!" suara tegas dari Adi membuat keduanya langsung tertunduk.


“Maaf Yah, kami tidak sengaja.” Jawab cahaya saat sang ayah marah.


Melihat itu Rury pun merasa bersalah dengan ulah jahilnya pada orang tua dari Cahaya.


“Pergilah. Ayah mau kerja,” seru Adi pada mereka berdua.


Akhirnya mereka berdua pergi denhan wajah yang di tekuk.


Sedangkan Dia yang melihat kedua gadis tersebut sedang menuruni anak tangga dengan, wajah bak kanebo kering.


“Kalian kenapa?” tanya Dia.


“Habis kena marah ayah, aku sama Rury mau pamit keluar dulu.” Cahaya berpamitan pada sang mama untuk keluar.


“Ya sudah hati-hati.” Jawab balik Dia.


Setelah itu Dia menaiki anak tangga lagi guna menghampiri suaminya di ruang kerja.


Dia mengira jika Adi berkutat dengan laptopnya, nyatanya suaminya masih berdiri mematung saat terakhir Dia turun tadi.


“By,” panggil Dia pada suaminya.


“Hum.” Hanya itu yang keluar dari mulut Adi.


“Kamu kenapa?” dengan wajah polosnya Dia berkata seakan-akan dirinya sedang tidak berbuat kesalahan.


"Kamu masih tanya kenapa? ini itu karena kamu!" seru Adi pada Dia dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Hanya karena minuman itu sampai-sampai kamu membuat suami kamu seperti cacing, yang sedang konser." Suara ketus Adi membuat Dia mengernyitkan dahinya.


"Memangnya aku habis ngapain, aku tadi bilang kalau tidak tahan karena gerah. Bukan karena ingin," ucap Dia seakan-akan membuat dunia Adi runtuh seketika.


Sh*it.


Adi mengumpat habis-habisan karena sudah dikerjai oleh sang istri.


"Kalau kamu gak niat menggoda kenapa duduk di pangkuanku," sergah Adi.


"Memangnya tidak boleh ya, itu kan hal yang biasa aku lakukan." Jawab Dia enteng.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus mau bertanggung jawab! Lihat ini sudah seperti sapu." Ucapan Adi malah ditertawakan oleh Dia, saat netra nya beralih menatap sesuatu yang sudah mengeras.


Tidak banyak bicara, Adi langsung mengunci pintu dan langsung menyerang Dia. Sepertinya Adi benar-benar dikuasai oleh nafsu sampai ia tidak sabar dan menghujani Dia, dengan kecupan-kecupan panas.


"By, bentar." Dia mendorong tubuh Adi dengan sedikit kasar.


"Kenapa kamu mendorongku? apa kamu menolak ku," ucap Adi dengan suara beratnya.


"Itu mulut asal saja kalau ngomong," sahut Dia ketus.


"Lantas."


Adi menggaruk tengkuknya karena sudah salah sangka terhadap istrinya, ia kira Dia akan menolak untuk olahraga pagi.


Setelah meletakkan kantong kresek tersebut, dengan tidak sabar Adi langsung merangkulnya dari belakang. Menyusuri leher jenjang milik Dia dan mengecupnya dengan penuh perasaan. Sehingga membuat Dia ikut larut dalam permainannya dan mengeluarkan suara lenguhan, yang lolos begitu saja di bibir ranum milik Dia.


Secara perlahan Adi menyingkap daster yang dikenakan oleh sang istri. Menariknya ke atas hingga sampai terlihat perut yang masih terlihat ramping dan seksi.


Glek.


Adi berusaha untuk bisa menelan ludahnya, saat matanya melihat setiap inci tubuh Dia yang terekspos dengan nyata.


"Sayang, pasti kamu pakai handbody mahal. Makanya ini, ini dan ini, terlihat halus dan lembut." Dengan situasi ini pun Adi masih bisa membuat lelucon, Dia yang sudah merem melek karena perbuatannya. Harus mendelik kan matanya lebar-lebar karena sebuah ucapan yang di penting.


Sedangkan Adi terus saja membelai lembut punggung, rambut dan tentunya tempat favoritnya.


Dia semakin bergeliat karena transferan yang disalurkan lewat tangan Adi yang teramat nakal.


Kini keduanya sudah sama-sama polos.


Di hari minggu ini, sepasang pasutri tengah berolahraga di atas meja. Dengan peluh serta suara des*han-desa*han membuat mereka larut dalam permainan yang, mereka ciptakan sendiri.

__ADS_1


Setengah jam sudah mereka masih menikmati akan surga dunia. Hingga Adi ambruk di atas tubuh Dia yang sekarang berpindah di sofa.


Namun, Adi belum menyerah juga dan akan melakukannya untuk ronde yang kedua.


"Sayang, ini belum selesai ya karena kamu aku seperti ini." Adi membisikkan kata-kata di telinga Dia. Hingga deru nafasnya membuat dirinya merasakan merinding di sekujur tubuhnya.


"Tapi aku…." Belum sempat Dia menolak namun Adi sudah membekap bibir nya.


Uhhh.


Suara lenguhan terdengar indah di telinga Adi, hingga membuat Adi bertambah semangat.


"Tadi pemanasan dan yang ini, baru permainan." Sesaat Adi melepaskan pagutannya dan berkata pada Dia.


"Kamu curang, By." Dia protes karena menurutnya suaminya sudah curang.


"Kamu dulu yang menggodaku," keluh Adi.


"Kamu saja yang omes," (mesum)


Ahhhh.


Lagi-lagi bibir Adi dengan nakal melahap pucuk buah ceri dengan lahapnya. Hingga suara desa*han terdengar merdu.


"Sayang, si tole sudah manggut-manggut minta segera dipulangkan ke goa nya." Dengan suara parau adi berkata dan setelah itu, ronde kedua dimulai.


Adi yang sudah memasukkan si tole di lembah kenikmatan terus memompa dan mempercepat pergerakan maju mundurnya. Keduanya saling mengerang akan kenikmatan yang tiada duanya.


"Sayang aku … sudah ti-dak tahan," Adi terus berteriak karena dirinya sudah berada di pucuk gunung sampai-sampai ia mengerang hebat.


Sedangkan Dia hanya mendesis karena sudah tidak mempunyai tenaga lagi, berasa di hajar masa dan seluruh tubuhnya terasa remuk. Akibat ulah suaminya yang sudah mirip singa saking garangnya telah menghajar tubuhnya habis-habisan.


"Sayang terimakasih untuk pagi yang indah indah ini," ucap Adi dengan mengecup kening sang istri.


"By, kamu sangat keterlaluan." Dia mendengus kesal karena dirinya baru sadar jika seluruh tubuhnya, mirip seperti jerapah.


"Keterlaluan bagaimana, aku kan memainkannya dengan cara halus." Jawab Adi dengan peluh yang membanjiri seluruh tubuhnya.


"Lihat lah," Dia mengerucutkan bibirnya karena benar-benar merasa dikerjai.


Hahahaha.


Adi malah tertawa terbahak-bahak saat Dia memperlihatkan jika dirinya mirip dengan jerapah.

__ADS_1


__ADS_2