KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
*AJAIB*


__ADS_3

happy reading..


Di coffee .


Neta, Meta dan viola sudah berjanji kalau mereka akan bertemu di coffee favorite mereka sekarang ini. Nuansa di dalam coffee sangat menenangkan dan menyegarkan, sangat cocok untuk hilangin stress dan penat.


"Net loh tau gak sama wali kelas kita yang baru itu?" Tanya Meta berbinar-binar menatap Neta.


"Gak tau gue emang kenapa?" Tanya balik Neta dengan nada ketus, sambil mengaduk minuman dengan sedotan.


"Dia loh anak pengusaha kaya dan umurnya masih muda apa lagi dia J.O.M.B.L.O!!" Ujar Meta menekan kata jomblo dengan penuh semangat.


"Terus kenapa?" Tanya Neta lagi, yang tidak tertarik dengan pembahasan Meta. "Net loh gak liat muka dia ganteng banget bak di komik gitu," Jawab meta antusias sambil menerawang.


"Liat biasa aja kok, gak ganteng-ganteng banget," kata Neta lagi memandang jalanan yang sedang rame.


"Ceh, punya sahabat matanya rabun apa ?orang seganteng gitu di bilang biasa," Sahut meta kesel sejak tadi dirinya di abaikan Neta.


"Ha... ha... Kau met kaya gak tau aja sifatnya gimana." Ucap Vi menepuk pundak meta sambil geleng-geleng kepala.


"Aish, kayaknya mata Lo perlu di periksa Net, masa orang ganteng di bilang biasa aja, sedangkan muka botek Lo bilang ganteng," membuang nafas dengan kasar.


"Kurang ajar, enakan ngatain gue gak bisa bedain mana yang ganteng dan mana yang botek," Viola terkekeh geli melihat kedua sahabatnya ini berdebat.


"Gini yah meta, kalau tuh guru ganteng pake bangetz, kaya, pintar, dan. J.O.M.B.L.O, terus kenapa? di saat umurnya yang sudah memasuki kepala 3 belum nikah jua. Jadi menurut Lo ganteng apa biasa aja?" Ucap Neta merasa jengah dengan kelakuan meta, dan tanpa lupa dia juga menekan kata jomblo.


"Lagian seumurannya kok bisa jomblo pasti gak laku dia, apa jangan-jangan dia homo lagi," kata Neta dan masih bersuara tanpa melihat kedua sahabatnya.


"Serah Lo lah net, ngomong sama Lo sama aja gue ngomong sama tembok," Meta malas berdebat gak akan bisa menang dia kalo sama Neta. Ada aja yang membuat Meta kalah sama Neta.


"Lah emang benar kan, coba aja Lo lihat dia, pernah gak dia tersenyum? kalau sama cowok pasti ganjen dia," Sambungnya lagi yang awalnya Neta tak bersemangat bergosip. Sekarang dia yang antusias menjelek-jelekkan gurunya itu agar Meta tidak lagi memujanya.


"Ehemm.." Dahem seseorang dan itu masih belum di gubris oleh Neta, Neta masih sibuk menjelek-jelekkan guru barunya.


"Neta sudah cukup," kata Viola dengan wajah yang khawatir. "Iya net udah," Ucap meta memberi kode.

__ADS_1


"Lah kenapa met, bukan kah Lo tadi bersemangat gosipin guru tampan Lo itu?" Kata Neta tanpa peduli dengan aba-aba temannya, yang terus meminta Neta menatap orang yang di sampingnya.


"Ada apa sih, mata kalian lagi sakit, apa kelilipan?" Tanya Neta yang tidak peka, Meta dan viola menepuk jidatnya sendiri, bagaimana bisa mereka mempunyai sahabat yang gak pekaan begini.


"Hai, boleh kami gabung disini?" Sapa Reza mengagetkan Neta dan itu berhasil membuat mata Neta melotot melihat Aditya di samping Reza.


"Ah, ha... ha... boleh kak silahkan," Ujar meta dengan canggung, apa lagi mereka tadi habis bergosip tentang Aditya. ih tau, taunya yang di gosip ada di tempat. Neta tersenyum Canggung dan cengar-cengir gak jelas, Neta merutuki dirinya sendiri. "Mam*us gue, bagaimana bisa orang yang gue omongin sekarang ada di samping gue. Apa lagi yang di omongin yang jelek-jeleknya lagi," Batin Neta membuang wajahnya ke samping dengan sangat malu, Neta harus pura-pura tersenyum.


Flashback


Di sisi lain


"Udah lama dit?" Ucap seseorang yang baru datang dan duduk di sebarang Aditya.


"Baru," Jawab Aditya cuek.


"Gak pesan makanan Lo?" Tanya Reza melihat di depannya hanya ada minum dan itu juga cuman satu.


"Gue nungguin Lo,"


"Iya saking setianya perut gue miscall terus!!" ujar Aditya menatap tajam ke Reza yang tanpa merasa bersalah. Aditya yang semula ingin memesan makanan jadi tidak jadi, karena melihat tiga gadis yang dia kenal.


"Kayak anak murid gue," batin Aditya, tapi dia berusaha tidak menghiraukan mereka karena itu bukan jam sekolah jadi seperti orang asing saja. Dan tanpa sengaja dia mendengar percakapan Neta yang menekankan kata jomblo dan bilang dia tua.


"Yasalam, Gue masih muda gini di bilang tua, apa katanya tadi jomblo?, kurang ajar nih anak," Gumam Aditya menatap mereka bertiga.


Ha... Ha... Ha, tawa Reza keras dan itu berhasil membuat orang menatapnya, karena merasa terganggu dengan tawa Reza yang keras. "Maaf, Maaf," Ucap Reza ke semua orang.


"Gila bro, ada juga cewek gak suka liat Lo, biasanya mereka menempel terus kayak lem perangko," Reza menahan tawanya agar tidak menggangu orang lain.


"Diam Lo!! Lo kira gue akan panas dengerin yang begituan." Ketus Aditya menatap dengan tajam.


Tapi pas Aditya mau memesan lagi tanpa sengaja lagi dia mendengar kata "Homo" yang keluar dari mulut Neta. Aditya yang sedari tadi menahan amarah, sudah tidak bisa di bendung lagi.


"Uhukkk... uhukk... uhukkk..." Tersedak Reza dan hampir dia mengeluarkan minuman yang baru saja dia teguk.

__ADS_1


"Njirrrrr Lo di katain homo takut gue, jangan-jangan Lo beneran suka sama gue, yah gue tau gue itu ganteng tapi kalau Lo suka sama gue, maaf bro meskipun kita pernah mandi bersama, gue masih suka wanita," Ucap Reza yang tidak tau kalau Aditya sudah berjalan ke arah 3 gadis itu.


"Ih, mau kemana lo?" Tanya Reza mengikuti Aditya dari belakang. "Oh ke sini, asik bakal ada pertunjukkan," Batin Reza dengan tersenyum dia mengikuti Aditya.


"Ehemmm" Dahem Aditya tapi tidak di dengar Neta.


"Hai!! boleh gabung di sini?" Tanya Reza dan itu berhasil membuat Neta melotot melihat pak Aditya ada di sampingnya.


Flashback off


"Jadi bahas apaan tadi, kelihatan sangat asik," Kata Reza duduk di sebelah Neta sedangkan Aditya Masih berdiri dan menatap tajam ke arah Neta.


"Gak bahas apa-apa kok, gak penting," Ujar Viola agak canggung.


"Pak Aditya duduk dulu," Ucap meta dan itu di pelototi oleh Neta.


"Terima kasih," Menarik kursinya dan duduk di sebelah Reza.


Neta hanya merutuki nasibnya. "Kenapa gue sesial ini sih, haruskah gue mandi tujuh air dalam negara yang berbeda, biar gak kayak gini lagi," Gumam Neta.


"Ehemm, aku pulang duluan soalnya ada janji sama teman," kata Neta berdiri hendak keluar.


"Teman yang mana?" Tanya Meta dengan polos. "Dasar oon gak paham apa," Batin Neta yang Melotot.


"Ada deh, aku pergi duluan bye semuanya, mari kak saya duluan," Setelah pamitan, Neta langsung pergi dengan langkah buru-buru.


"Kami juga kalau gitu mari pak," kata Viola memberi hormat. "Mau kemana sih?" Ucap meta yang belum paham.


"Sudah Lo ikut aja Napa sih!!" menarik tangan Meta.


"Kami pergi dulu, bye kak, pak." ucap Meta dan di angguki Meraka berdua.


"Ha... Ha... Ha... lucu gue liat wajah mereka," Kata Reza memakan makanan yang ada di meja.


"Hemmm," Tersenyum sinis. "Ih Lo tadi senyum, gue gak salah lihatkan tadi?" Tanya Reza dan itu tidak di gubris oleh Aditya.

__ADS_1


"Wah hari ini ajaib sekali, manusia robot bisa tersenyum juga," Kata Reza lagi tertawa, selama ini Reza tak pernah melihat Aditya tersenyum sekarang dia bisa melihatnya. Itu adalah fenomena yang sangat langka.


__ADS_2