KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
*KEHIDUPAN META*


__ADS_3

Hampir 15 menit Neta membujuk Meta agar meta mau membukakan pintunya, tapi dengan keras kepalanya Meta tidak ingin membuka pintu, berbagai macam cara Neta dari mendobrak pintu, kunci cadangan sampai Neta menggunakan linggis untuk membuka pintu. Bukannya berhasil malah sebaliknya gagal.


“Terbuat dari apa sih nih pintu? heran gue, gak ada yang mempan juga alat yang gue gunakan,” Gerutu Neta, yang mulai kelelahan.


“Pintu itu di bikin khusus nona, itu terbuat dari tembaga dan di lapisin kayu,” Jawab pelayan itu dengan hati-hati.


“Buset dah, sempat-sempatnya kamu jelasin dalam keadaan genting gini,” Celetuk Neta tapi dengan nada bercanda agar suasana tidak menegang.


“Sebenarny apa yang terjadi Meta, sampai kamu seperti ini,” batin Neta yang tidak tega dengan sahabatnya ini.


Flashback


Saat meta pulang sekolah meta menyempatkan diri bermain di taman yang tidak jauh dari rumahnya, Hampir setiap hari Meta berkunjung dan bermain sendirian di taman itu. Banyak kenangan masa kecil Meta di sana dengan seseorang yang paling meta rindukan dan paling meta sayangi. Tapi sayang persahabatan mereka terputus saat sahabat kecilnya itu pergi dan memilih bersama neneknya di Inggris.


“Aku kangen, kamu kapan pulang?” meta menelpon seseorang dari seberang sana.


Lelaki itu sedang bersama wanita lain di dalam kantornya, Yang benar-benar membuat wanita itu kesal, setiap waktu. membuang tenaga dan sangat melelahkan harus memuaskan keinginan atasannya ini. “Aku juga kangen,” Jawab lelaki itu.


“Emmmhhh,”


“Suara apa itu?” Tanya meta yang mulai penasaran. “Bukan suara apa-apa,” Jawabnya yang terus meminta wanita itu mengocok dan lebih parahnya wanita sampai ngos-ngosan melakukannya. “Tapi kok seperti suara mendesah sih? Kamu tidak bersama wanita lain kan?” Penuh selidik.


“Apa kamu pikir aku pria yang seperti itu?” Menaikkan alisnya, ada sedikit nada jengkel setiap kali Meta menelpon pasti pertanyaan yang dia lontarkan selalu sama. “Bukan, maksudku,”


Tut.. Tut... Tut...


Lelaki itu langsung memutuskan panggilan, sebelum Meta menyelesaikan ucapannya. “Pak ini pulpennya sudah selesai saya perbaiki,” ucap asisten memberikan pulpen yang sedari tadi terus macet.

__ADS_1


“Apakah kamu tidak bisa memperbaiki pulpen saya tanpa suara aneh itu?” Tanya lelaki itu kepada asistennya. “Maaf pak, maksudnya suara seperti apa yah?”


“Lupakan, kamu sebaiknya kembali bekerja!!” Jawab lelaki itu dengan nada dingin, dia memutar kursinya dan menatap kota metropolitan itu dengan senyuman yang menyeringai.


“Tunggu aku, kita pasti akan bertemu Neta,”


“Bagaimana aku tidak bersuara sedangkan aku harus mengocok pulpen itu selama 1 jam agar tintanya rata, padahal orang kaya, masa gak mampu membeli pulpen sih,” ucap asistennya dengan nada kesal, kenapa dia harus mendapat atasan yang super duper aneh.


“Belum juga selesai, sudah di matikan,” ngoceh Meta mencibir bibirnya.


Meta menghela nafasnya, berbagai masalah dan juga rahasia yang dia sembunyikan dari Neta dan viola, apakah persahabatan mereka akan terus bertahan.


“Astaga sudah senja, aku harus pulang sebelum orang rumah khawatir,” Meta memperlambat langkahnya dan menepuk jidatnya. “Heh... Apa yang aku harapkan, mereka bahkan tidak peduli apakah aku sudah makan apa belum, kenapa aku berharap yang tidak pasti. Meta, Meta.. jangan bodoh,” Gumamnya mentertawakan dirinya sendiri, tidak ada orang yang peduli dengannya bahkan orang tuanya sekalipun.


Meta selalu menghabiskan waktunya kalau bukan di taman, atau bersama Neta dan viola, meta pasti berdiam diri di dalam kamar. Meta adalah anak tunggal dari pasangan Sintia Amelia Rifana, dari keluarga Rifana yang terkenal dengan pengacara hukumnya. Sedangkan ayah Meta Alifin Yuan Surya dari keluarga Surya keturunan China, terkenal dengan pembisnis desain eksterior.


Sudah lama hidup bersama, bukannya mereka saling mencintai atau saling jatuh cinta. Mereka malah sebaliknya saling membenci, sejak kehadiran Meta hubungan mereka malah semakin renggang.


Kadang meta berpikir apakah ke hadiran dia adalah sesuatu yang salah, dan hanya memuaskan keinginan keluarga mereka saja. Agar ada penerus nanti, karena mereka sama-sama anak tunggal.


Di rumah Meta.


Meta sampai di tempat parkir rumahnya. “Wah!! ada mobil papi sama mami, Apa ini mimpi?” Meta mencubit pipinya dan juga menepuk-nepuk Pipinya. “Sttt... Sakit, berarti ini nyata!!” Meta tersenyum lebar, melihat mobil kedua orang tuanya datang, meta sangat senang, bagi meta ini adalah kebahagiaan yang sangat langka. Jarang orang tuanya ada di rumah apa lagi kumpul, dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah di bandingkan di rumah.


Bibir meta terus melengkung. “Mami, Papi,” Bibirnya yang terus melengkung kini mulai memudar, melihat pemandangan yang selalu sama, yaitu berdebat dan sebagainya.


Meta mengepal kedua tangannya, ada rasa sesak di dalam dadanya. Meta memukul-mukul dadanya yang sesak dan berusaha menahan air mata agar tidak jatuh.

__ADS_1


“Tenang Meta, ini bukan pertama kalinya, ini sering kamu lihat. Abaikan saja mereka,” Gumam Meta, semua pelayan berdiam dan tidak berani ikut campur urusan rumah tangga majikannya, bagi Mereka setiap kali majikannya pulang pasti akan seperti ini. Dan itu sudah biasa melihat pemandangan seperti itu, hanya saja mereka kasihan dengan nona muda.


“Nona anda mau saya siapkan makanan? Atau anda mandi dulu?” tanya kepala pelayan, meta tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Ke mana saja kamu meta, jam segini baru pulang?” Tanya Alifin melihat putrinya baru pulang. Apa lagi sekarang sudah malam.


“Bukan urusan Lo,” Ucap meta langsung masuk ke kamar dia membanting pintu dengan sangat keras.


“Lihat dia bahkan berani menjawab dengan kasar, ibu macam apa kamu?” teriak Alifin dengan sangat marah, sakit mendengar jawaban anak semata wayangnya membenci dirinya.


“Kau bertanya padaku? Lalu bagaimana dengan kamu, ayah macam apa kamu, bahkan ulang tahun anaknya saja tidak tahu!!”


Sintia dan Alifin saling menyalahkan satu sama lain. Bukannya mereka berhenti bertengkar, mereka malah saling menyalahkan tanpa memikirkan meta dengan kondisinya saat ini.


“Hiks... Hiks... Kenapa ini harus terjadi padaku? Kenapa!!” Meta bersimpuh di depan pintu kamarnya setelah dia mengunci kamar. Meta menutup kupingnya agar tidak mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.


“Cukup!!” teriak Meta di dalam kamar, meta sudah muak dengan semua ini, benar-benar muak. Dia harus bagaimana agar hubungan keluarga harmonis sama dengan keluarga sahabatnya saling menyayangi dan mencintai.


“Percuma mempunyai kekayaan dan kekuasaan, kalau hidupku saja tidak bahagia, mempunyai keluarga tapi tidak seperti ada keluarga, mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Beralasan demi masa depanku, tapi waktu buat aku tidak ada sama sekali. Aku tidak membutuhkan semua itu, aku hanya butuh kalian, waktu kalian buat aku, bersama aku. Hanya itu yang aku butuhkan,buat apa barang branded, mobil mewah, harta berlimpah. Tapi aku kalian terlantarkan, aku butuh kasih sayang dan cinta kalian saja, hanya itu. Lebih baik hidup sederhana tapi bahagia, dari pada hidup dalam kemewahan tapi tidak bahagia, harta bukan apa-apa bagiku selain keutuhan keluarga,”


Meta terus menangis sekencang-kencangnya, agar sesak di dalam dadanya keluar. Dia butuh seseorang untuk saat ini. “Petra, aku kangen kamu,” ucap meta dalam tangisannya.


Hi!! aku menyapa lagi😁😁 maaf yah ceritanya agak gimana gitu 🤭🤭 aku sadar kok, makanya aku mulai menyibukkan diri buat revisi novel ini lagi.😁😁 hanya saran sedikit dari eps ini.


"Buat kalian orang tua, kami tidak membutuhkan harta yang berlimpah, kami hanya membutuhkan waktu kalian bersama kami, memang kalian bekerja buat masa depan untuk anak kalian sendiri. tapi sesekali luangkan waktu untuk keluarga, kalian menggunakan jasa pengasuh untuk mendidik anak, tapi jasa pengasuh itu berbeda dengan didikan kalian, kasih sayang kalian dalam mendidik itu adalah cerminan mereka kelak. selagi kalian mempunyai waktu gunakan sebaik-baiknya sebelum terlambat, sebelum kalian menyesalinya. karena penyesalan selalu datang terlambat,"


Bukan sok bijak yah, 🙏🙏 selamat membaca dan jangan bosan, like dan selalu koment 🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2