KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
143. Imsomnia


__ADS_3

Viona memandangi sebuah lautan yang tak berujung, menikmati angin laut yang menerpa wajahnya. "Kak! Tumben ngajakin liburan? Berdua lagi!"


Leo yang jarang bergumam dalam hatinya langsung menjawab tanpa berpikir, karena dia tidak ingin Viona curiga. "Hmm, kan bentar lagi pergantian tahun, biasanya orang-orang pergi liburan. Nah, aku ambil liburannya sekarang, agar nanti suasananya tidak ramai."


"Lah, namanya juga tempat wisata Kak, pasti akan ramai, meski bukan hari libur" balas Viona.


Leo yang masih memiliki seribu alasanpun menjawab. "Ya tapi kamu lihatkan Lie! Suasananya tidak begitu ramai. Entah kenapa aku ingin berduan denganmu"


Mendegar gombalan itu, Viona tak bertanya lagi. Dia juga ingin menghabiskan kebersamaannya dengan Leo. Karena hari-hari sebelumnya Leo tidak lagi memiliki banyak waktu senggang setelah menjadi Pemimpin Perusahaan.


"Ya sudahlah Kak, mari kita bersantai dan menikmati liburan ini!" sahut Viona berlarian ke tepi pantai.


Leo tersenyum dan merasa legah, karena Viona tidak lagi bertanya alasan kenapa dia tiba-tiba mengajaknya pergi berlibur. Ya itu adalah rencana keluarga Viona yang meminta bantuan Leo, agar mengajak Viona, dua hari sebelum acara ulang tahunnya.


Leo mengajak Viona mencari hotel terdekat, tapi semuanya sudah penuh. Banyak turis dan orang luar yang sudah datang berlibur untuk merayakan hari tahun baru, padahal masih sekitar seminggu lagi.


Setelah mendatangi beberapa hotel akhirnya mereka mendapatkan satu kamar kosong di salah satu penginapan, "Lie kamarnya tinggal satu!"


Viona yang sudah kelelahan tak lagi mempermasalahkannya "Biarlah Kak, nanti kita atur bagaimana baiknya. Daripada kita pergi mencari lagi!"


Leo yang sedikit ragu tetap mengiyakan, dan langsung chek in. "Hmm tapi tidak apa kan? Maksudku kamu tidak masalah kita sekamar?"


"Tidak Kak, yaudah buruan! Aku sudah lelah, ingin istrirahat!" jawab Viona meniggalkan Leo sambil menyeret kopernya.


Beberapa menit berlalu keduanya sudah berada di dalam kamar, mereka juga sudah bersih-bersih secara bergantian. "Jalan-jalannya besok saja ya? Malam ini kita istirahat saja, biar besok banyak tenaga untuk keliling pulau!"


Viona setuju, karena sudah merasakan kantuk setelah mereka makan malam. "Iya Kak, aku juga sudah ngantuk, padahal masih jam segini" katanya sambil melihat jam di ponselnya.


Leo juga melirik ponselnya, yang mana jam baru menunjukkan pukul sembilan malam. Biasanya jam tidur Viona jam sebelas malam. "Emm yasudah, kamu tidur di kasur! Nanti aku tidur di bawah pake kasur lipat!"

__ADS_1


Viona merasa kasihan, tapi tidak ada pilihan lain, jadi diapun setuju. Karena sofanya juga terlalu kecil buat ukuran badan Leo yang tinggi dan kekar.


Viona meminta Leo mamatikan lampu, dan hanya menyalakan lampu tidur "Selamat malam Kak!" ujar Viona sambil menarik selimut.


"Selamat malam! Semoga mimpi indah!" balasnya sambil menatap Viona yang sudah memejamkan mata.


...---------------...


Di Menssion, orang tua Viona sedang berbincang mengenai mereka yang tidur satu kamar. Karena ternyata Leo mengirim pesan apa yang terjadi di sana dan bermaksud meminta ijin.


"Terpaksa Momy mengijinkannya, daripada mereka tidur di pinggir jalan! Dan ini juga salahku, Saking semangatnya untuk merayakan ulang tahun Viona, jadi lupa memesan hotel di jauh-jauh hari"


Tuan Jack juga tidak masalah, yang penting mereka baik-baik saja, "Jangan khawatir. Aku percaya dengan Leo, dia Anak yang baik. Jika memang dia mencintai Viona dengan tulus, dia pasti menghormati dan menjaganya!"


Momy Jeny tidak mengkhawatirkan itu, dia juga sudah sangat percaya dengan Leo. "Kalau itu Momy juga tidak masalah Dad, tapi Momy cuman kasihan, pasti Leo yang tidur di bawah."


Tuan Jack yang tidak ingin Istrinya memikirkan banyak hal segera mengalihkan pembicaraan. "Mom, besokkan kita sudah mulai merancang, dan itu butuh banyak tenaga. Bagaimana kalau kita tidur sekarang!" ajaknya.


...----------------...


Kembali di penginapan, terlihat Leo juga sudah berbaring di kasur lipat. Sambil membaca pesan dari Momy Lidya, yang mana pesan itu berisi jika mereka mempercayainya. Dia yang belum mengantuk hanya mendengarkan lagu dengan volume yang kecil.


Viona ternyata juga belum tidur, padahal matanya sudah sangat mengantuk, terlihat dia berbalik ke sana ke mari mencari posisi yang nyaman. "Astaga, aku kenapa tidak bisa tidur, padahal mataku sudah sangat berat!" gumamnya.


Leo yang baru sadar jika Viona belum tidur segera beranjak dan bertanya. "Lie kamu belum tidur? Tadi bilangya sudah mengantuk. Kenapa? Butuh sesuatu?"


Viona yang memang mengantuk hanya menjawab tanpa membuka matanya, "Ya kak, tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur!"


Leo melihat jam kembali, yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam, yang mana berarti Viona sudah gelisah selama dua jam. Leo mengambil jaketnya yang tergantung di dalam lemari.

__ADS_1


Dia memakaikan ke Viona, lalu menyelimutinya. "Coba tidur kembali! Siapa tau sudah bisa!" pintanya berharap apa yang dia lakukan berhasil. Karena hal itu sering Viona lakukan saat menginap di rumahnya.


Viona tersenyum, dia melupakan obat dari insomnia nya itu. Dan benar saja, selang beberapa menit Viona sudah berada di alam mimpi.


Leo menggeleng sambil terkekeh. "Lie kamu ada-ada saja. Selamat malam, semoga mimpi indah!" ucap Leo sekali lagi. Kemudian dia juga kambali ke tempatnya dan menyusul Viona.


...----------------...


Pancaran sinar matahari sudah menyinari bumi, terlihat Viona dan Leo menikmati suasana di pagi hari yang masih sedikit berembun, karena semalaman hujan turun.


Terlihat Viona yang masih menggunakan jaket Leo, mareka hanya mencuci muka dan gosok gigi karena keduanya sudah mandi sebelum tidur semalam.


"Bagaimana tidur semalam?" tanya Leo sambil menggengam tangan Viona untuk berjalan menyusuri bibir pantai.


Viona merasa sedikit malu, karena dia katahuan tidur nyenyak setelah memakai jaket Leo. "Nyenyak Kak, terima kasih!"


Leo bahagia mendengarnya. "Jangan berterima kasih Lie! Karena aku tidak melakukan sesuatu. Aku hanya meniru yang sering kamu lakukan!"


Viona makin malu dibuatnya, "Kak, jangan membuatku malu!" katanya sambil menutup mata menggunakan tangan.


Sangat menggemaskan melihat tingkah Vioa. Leo segera meminta untuk membuka matanya. "Kenapa malu hm? Aku malah suka, itu menandakan jika kamu ingin aku selalu di sampingmu."


Sekarang malah merona, karena Leo makin pandai berkata-kata untuk membuat hatinya berbunga-bunga. "Kak!" tegurnya.


"Heheh bercanda!" ucapnya lalu menarik Viona ke dalam dekapannya. "Aku akan membuat hal itu menjadi kenyataan!" lanjutnya dalam hati.


Viona yang menikmati pelukan hangat Leo di pagi hari membuatnya tidak fokus. Di mana dia tidak mendengar ucapan di dalam benak Leo.


Leo melepas pelukannya lalu berkata "Kita cari sarapan dulu! Baru kita keliling di tempat lain."

__ADS_1


Viona segera mengangguk, dia yang tidak pernah meninggalkan sarapannya sudah mulai kelaparan. "Iya Kak, kita cari makanan di pinggir jalan saja!"


Merekapun berjalan untuk membeli makanan, dan langsung membeli setelah melihat warung makan yang sudah buka.


__ADS_2