KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
120. R2 Gruop


__ADS_3

"Dia sudah pulang dari Rumah Sakit Tuan!" ucapnya melapor.


"Hahah wanita itu memliki banyak cadangan nyawa, atau mungkin dia ditakdirkan untuk bertemu denganku" balasnya tertawa. "Bagaimana dengan orang tuanya?" lanjutnya bertanya.


"Mereka berada di negara ini Tuan, setelah mengetahui anaknya mengalami kecelakaan"


"Oh Jeny, kamu memang tidak pernah berubah. Aku makin merindukanmu, hahaha bagaimana jika aku mengajakmu datang kemari, pasti anakmu datang menemuiku"


Ya, dia adalah Tuan King, entah dia marah atau bahagia, setelah mendapat kabar dari anak buahnya jika Viona sudah baik-baik saja.


Di dalam ruang penjara, di mana tiga Mutan yang sedang menyamar sebagi Bora, Mira dan Sisil, sedang berbincang mengenai tugas yang mereka dapatkan dari Viona.


"Nona Viona meminta informasi apalagi?" tanya Bora ke pada Mira dengan suara pelan, takut ada penjaga yang mendengarnya, belum lagi ada CCTV.


Tidak ingin Tuan King mencurigai gerak geriknya, dia membalas ucapan Bora tanpa menoleh. "Nona meminta mencari tau alamat seorang wanita yang bernama Ariana."


"Bagaimana bisa kita mencarinya? Jika masih di dalam penjara, dan sekitar dua minggu lagi baru kita dibebaskan."


"Ya, tidak untuk sekarang, nona pasti mengerti. Kita hanya perlu berakting senatural mungkin, jangan sampai dia mencurigai kita"


Tiba-tiba Bora melihat Tuan King memasuki ruang penjara dia segera menjalankan aksinya. "Tuan, tolong bebaskan kami! Kenapa Tuan memenjarakan kami seperti ini, apa salah kami?"


"Tuan King bebaskan kami, kami tidak sanggup berada di sini" sela Mira yang sudah menangis.


Tuan King jalan mendekat, "Diam! Kalian akan dibebaskan kapan aku mau. Kalian tidak lagi berguna bagiku, jika aku ingin, aku bisa membunuh kalian sekarang juga."


"Ampun Tuan King, hiks hiks jangan bunuh kami" timpal Sisil yang sedari tadi hanya diam.


Tuan King tidak lagi menjawab, dia pergi meninggalkan mereka semua, dia pergi ke ruang kerjanya untuk menelpon seseorang.


...----------------...


Beberapa hari berlalu, kondisi Viona sudah benar-benar pulih, hanya tinggal bekas jahitan di jidatnya, dan saat ini dia sedang berkumpul di ruang tengah bersama keluarganya.


"Kayaknya kamu sudah sangat sehat Dek!" ucap Rian melihat Viona bermain dengan Nora.


"Ini berkat kalian semua, sudah merawatku dengan baik" balasnya tersenyum.


"Jadi kamu ingin kerja lagi Dek?" Raka juga ikut bertanya.


Tanpa berpikir Viona langsung menjawab, "Hmm, aku sudah mau pergi ke Restoran besok Kak, aku sudah sangat bosan tidak ada kegiatan!"


"Hmm tapi untuk sementara Kakak antar ya, kamu tidak boleh bawa mobil" sahut Rian.


"Lah, kenapa Kak? Aku kan sudah sehat, kenapa tidak boleh bawa mobil?" tanya Viona heran "Oh atau aku naik motor saja?"

__ADS_1


"Noo!" ucap mereka semua serempak.


"Heheh bercanda kok, terus kenapa aku dilarang bawa mobil?" tanya Viona lagi.


"Dek bukannya kami melarangmu, tapi mobil kamu kan rusak parah. Dan mobil yang satu Kakak yang pake!"


Viona menepuk jidatnya kerena melupakan hal itu, dia tidak lagi memiliki stok mobil, karena beberapa mobil yang dia punya diberikan ke pada anak buahnya dan juga pengawalnya, untuk mereka pakai pergi bekerja di mana mereka di tugaskan. Masih tersisa satu, mobil yang sering dipake Bi Yun ke pasar.


"Oh iya ya, hmm ya sudah, Kak Rian yang antar aku. Sampai aku punya mobil baru, Tapi aku mau mobil yang dibelikan Dady" balasnya enteng.


Tuan Jack yang baru ikut bergabung langsung berkata, "Hmm ada apa? Kenapa Dady dibawa-bawa?"


"Dia minta mobil Dad. Tapi harus Dady yang beliin" Rian yang menjawab.


Tuan Jack memberikan Viona sebuah berkas dan juga kunci mobil lalu berkata. "Oh kirain ada apa, itu Dady sudah belikan!"


Viona menerima berkas itu dan membacanya, surat kepemilikan atas namanya, dan berkas-berkas mobil lainnya. "Dady ini serius? Kapan Dadynya membelinya?"


"Serius dong, masa Dady belikan kamu mobil palsu. Dady sudah membelinya beberapa hari yang lalu, karena mobil yang lama sudah Dady mesiumkan."


"Waahhh makasih Dad" ucap Viona terharu, karena dia sebenarnya hanya bercanda, ternyata Dadynya sudah membelikanya.


"Sama-sama Sayang! Kamu tinggal pilih, mau diantarkan, atau mau ambil sendiri" jawabnya, sambil membalas pelukan Viona. Itu belum seberapa, itu masih pemberian pertamanya. Dia benar-benar akan membayar semua kebahagiaan dan kasih Sayang Anaknya yang hilang.


"Dad mobil untukku mana?" sela Rian, juga meminta, siapa tau dia juga dapat mobil baru.


"Hmm Dady curang, masa Viona dikasih aku disuruh beli sendiri."


"Ya, kan selama ini kami sudah menuruti semua apa yang kamu inginkan Nak, termasuk kasih sayang dari kami. Sekarang giliran Adikmu, biarkan kami membalas kesalahan kami di masa lalu" sela Momy Jeny.


Rian berpindah duduk di samping Momy nya, "Aku cuman bercanda Mom, sekarang aku tidak lagi ingin meminta" ucap Rian memeluk Momy nya.


"Rian ini untukmu!" sahut Tuan Jacj, menyodorkan berkas kedua ke pada Rian, tapi berkas itu sedikit tebal.


"Wah Kak Rian juga dapat, cepat buka Kak! Dan lihat apa yang Dady berikan" ujar Viona.


Rian menerima berkas itu, lalu menatap Dady nya, setelah mendapat anggukan dia segera membukanya.


Rian membacanya dari atas, betapa terkejutnya setelah membaca semuanya. Berkas itu berisi surat pemindahan kantor pusat dari negara X ke negara A.


"Jadi, Dady balik ke negara X untuk mengurus semua ini?" tanya Rian. "Dan aku yang akan memimpin perusahaan Dady?"


"Ya, Dady mengerus semuanya dengan Momy mu. Agar kita tidak berpisah lagi, dan bisa berkumpul selamanya. Itu bukan lagi Perusahaan Dady, sekarang menjadi milikmu."


"Ahh jadi pengin nangis" ucap Rian, padahal air matanya sudah menetes.

__ADS_1


Viona juga membaca berkas itu, "R2 Group, Kayak pernah dengar, iya kan Kak?" ucap Viona bertanya ke pada Raka.


Kali ini berkas itu ada di tangan Raka, setelah membacanya dia berkata. "Ini Anak Perusahaan PT. Franz. D Corporation."


"Ahh iya, itu perusahaan milik keluarga Duke. Apa Dady membelinya?" tanya Viona.


Tuan Jack menatap sang Istri, "Biarkan Momy mu yang menjelaskan."


"Ya kalian benar, Perusahaan itu milik keluarga Duke, tapi sebelumnya itu milik Momy, kalian masih ingatkan jika Dady mu menjualnya secara diam-diam dengan harga murah? Ya, tuan Bastianlah yang membelinya."


"Dan Dadymu melakukan perjanjian, jika perekonomiannya sudah stabil, dia akan membelinya kembali. Dan saat kami pergi ke keluarga Duke untuk membelinya, mereka tidak ingin menjualnya dengan harga mahal, padahal perusahaan itu sudah kembali berkembang setelah hampir bangkrut!"


"Jadi, apa mereka mengembalikannya secara percuma?" tanya Viona.


Momy lidya menggeleng. "Tidak Nak, mereka hanya menyuruh Dadymu membelinya dengan harga yang sama saat Dadymu menjualnya."


"Kenapa?"


"Karena waktu itu, mereka tidak ingin membelinya Nak, mereka malah ingin memberikan Dadymu uang secara percuma, untuk membeli saham. Tapi Dady mu tidak bisa. Karena waktu itu keadaan kami sangat terdesak, dan harus meninggalkan negara A."


"Mereka sangat baik, aku salut sama persahabatan kalian. Apa waktu itu mereka tidak tau apa yang terjadi dengan Momy?"


"Momy tidak ingin melibatkan mereka Nak, Itu akan membuat keluarga mereka dalam bahaya jika Momy memberitahu atau meminta tolong ke padanya."


"Jadi Dady mu berpesan, jangan pernah mencari kami jika kami tidak ada kabar. Dan mereka betul-betul melakukannya, mereka hanya menunggu kepulangan kami. Jika mereka mencari kami saat itu, Momy tidak tau apa yang pamanmu, ehh maksud Momy orang itu lakukan ke pada keluarga Duke."


"Yeeh, Jadi sekarang kantor pusat sudah pindah di negara ini, jadi yang di negara X siapa yang ngurus?"


"Kamu tenang saja, ada teman Dady dia bisa dipercaya kok" Rian yang menjawab.


"Ya, benar yang dikatakan Kakakmu. Orang itu Ayahnya Tomi."


"Apa? Jadi Tuan memberikan kepercayaan ke pada Ayah saya?" akhirnya Tomi buka suara.


"Hm kenapa? Apa kamu keberatan Tom?" tanya Momy Jeny.


"Ehh Tidak, cuman itu kan perusahaan sangat besar. Apa Ayahku mampu memimpinnya? Jangan sampai dia membuat kesalahan" balasnya.


"Kamu tenang saja! Aku percaya dengan Ayahmu, jika terjadi sesuatu aku tidak akan menyalahkannya, karena aku yang memintanya."


Tomi hanya mengangguk, dan hanya bisa berharap, jangan sampai Ayahnya membuat kesalahan.


"Jadi Dad, R2 artinya apa?" tanya Viona lagi mengalihkan pembicaraan setelah melihat wajah sendu Tomi.


"Dek! Masa kamu tidak tau. Itu nama kita berdua loh" sahut Rian.

__ADS_1


Viona berpikir sejanak, bagaimana bisa ada namanya. Semenit kemudian dia baru ingat nama yang diberikan oleh Momynya. R2 yang berarti Rian & Raina.


__ADS_2