
happy reading.
"Netaaaaa.." Teriak Meta dan viola barengan, sambil melambaikan tangan ke arah Neta. Berharap Neta membalasnya.
Merasa ada yang memanggil, Neta pun. Membalikkan badan dan menatap ke dua gadis cantik itu dengan tatapan bingung.
"Siapa mereka?"
"Neta!! Buset dah... Kau berubah betul, beda dengan Neta yang dulu culun dan yah gitu deh." celetuk meta, yang menatap Neta dari bawah sampai atas. Seperti melakukan penilaian kepada seorang model.
"Parah Lo ngatai sahabat sendiri begitu, Yah.. meskipun emang benar sih... Apa yang Lo katakan itu benar adanya." Ucap viola membenarkan ucapan meta. Dan ikut menilai perubahan Neta.
Neta hanya menatap Viola dan meta dengan tatapan penuh tanda tanya. "Apaan sih, tiba-tiba ngatain gue." Batin Neta menatap meta dan viola dengan kesal.
"Oh iya Net, Kenalin. Gue Viola dan yang rada oon ini Meta, Kita sahabatan dari kecil loh." Ucap Viola, Sambil Menjelaskan ke Neta. Dia sudah tau kalau Neta lupa semua tentang dirinya, Jadi mereka tidak heran dan terkejut, melihat Neta tidak mengenali sahabatnya.
"Bisa gak Lo, gak bawa oon di sini. Kasian oon, gak punya salah apa-apa di bawa terus." Menghentakkan kakinya.
"Kalau begitu, bawa otak Lo dulu, biar gak kelupaan dan Lola." Memutar bola matanya ke atas.
"Oh benarkah, aku senang kalau aku punya teman di sini. Aku pikir aku tidak ada teman dan hanya sendiri saja." Ucap Neta tersenyum menatap meta dan Viola.
Viola baru pertama kali melihat Neta tersenyum lagi, dulu waktu kecil, Neta sering tersenyum seperti ini. Tapi saat masuk sekolah menengah pertama. sejak itu, senyuman itu hilang, dan sifat Neta lebih tertutup dari pada dulu.
"Sorry yah net, kami baru tau kamu mengalami musibah seperti ini lagi, soalnya kami baru pindah. Dan saat itu kamu sudah mengalaminya." Ucap Meta yang geram, kalau mengingat semua itu.
Meta dan Viola baru seminggu sekolah di sini, awalnya mereka sekolah di luar negeri. Dan sejak lulus sekolah menengah pertama, mereka jarang berkomunikasi. Ini pun mereka berdua di kasih tau sama Seno, Kaka kedua Neta.
Ada rasa kecewa, karena Neta mengalami kejadian seperti ini lagi, dulu waktu sekolah menengah pertama. Neta pernah di bully, untung ada Meta dan Viola. Sehingga tidak ada yang berani menyentuh Neta lagi.
"Seperti ini lagi!! Maksudnya ini bukan pertama kali, tapi kesekian kalinya. Neta kenapa kau bodoh sekali, tidak memberi tahu keluarga dan sahabat mu. Apa yang sebenarnya kau takutkan Neta."
"Gak papa kok, itu sudah berlalu, lagian mereka sudah mendapatkan ganjarannya. Jadi kalian tidak perlu takut lagi, dan aku tidak akan membiarkan mereka melukai ku lagi, aku janji!! Mengacungkan jari kelingking nya,
__ADS_1
"kita menantikan itu," melirik ke arah meta dan mereka bertiga saling menautkan jari kelingkingnya.
"Sudah ah, sekarang saatnya masuk kelas, kalian tau kan kelas aku dimana? Soalnya aku gak tau, hehehe..." menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Iya tau dong, kan kita sekelas." Ucap Meta dengan sombongnya.
"Waahhh.. Ada lagi nih cewek yang masuk ke sekolah kita." Ucap salah satu cowok yang sedari tadi memperhatikan mereka bertiga.
"Iya benar, tapi kok gue gak asing yah yang di tengah itu." Sambungnya lagi, sambil mengingat siapa yang berada di tengah.
"Iya kok gue berasa pernah liat yah?" Ucap temannya yang juga ikut berpikir.
****** ******* ******
"Baiklah anak-anak, saya akan perkenalkan dia. Dia adalah wali kelas kalian yang baru untuk sementara waktu." Ucap guru itu, sambil mempersilahkan pria itu masuk.
"Wow... Senangnya... ternyata ada cogan dan itu menjadi wali kelas kita." Ucap meta menatap tanpa berkedip.
"Sialan lo Vi," mencibir bibir nya.
"Apa?" Tanya viola seolah menantang.
"Gak tujuh lagi gue, 10 kalau ada gue lakuin. Asal tuh bapak mau nikah sama gue." Ceplos meta.
Ha...ha..ha... Pecah tawa seluruh kelas, tapi tidak dengan Aditya yang hanya menatap meta dengan tatapan dingin.
Neta hanya tersenyum, melihat kelakuan kedua sahabatnya ini. Yang rada aneh saat melihat cowok tampan.
"Hello semuanya" Sapa Aditya dengan suaranya yang sangat sexy bagi kaum hawa.
"Hai pak" sahut mereka dengan semangat, bahkan bergema, saking bersemangatnya.
"Perkenalkan, saya Aditya Fernando Sanjaya. Yang akan menggantikan pak budiman selama beberapa bulan ini." Jelas Aditya dengan penuh wibawa.
__ADS_1
"Ada yang ingin di tanyakan?" Sambil mengangkat satu alis.
"Saya pak." Salah satu siswi mengangkat tangannya. "Iya silahkan" Ucap Aditya, memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
"Sombong sekali." Pikir Neta melihat Aditya seperti itu.
"Bapak sudah menikah?" Tanyanya penuh harap. "Belum," Jawab Aditya singkat. oooooo riuh semua siswi merasa lega. "Pacar pak?" Tanya yang satu teman sebangkunya. "Belum." Jawab Aditya lagi, dan itu berhasil membuat semua siswi senang. Beda dengan para siswa, mereka hanya mendengar kan saja.
"Aku mau jadi pacar bapak!!" Teriak salah satu siswi. "Hooooooo... Emangnya bapak mau sama Lo?" Sahut salah satu pria yang ada di dalam kelas.
"Hahahaha.." seluruh murid tertawa, tapi tidak untuk Neta dia hanya memandang pemandangan di luar jendela dan itu berhasil menarik perhatian Aditya.
"Sudah... Sudah... kalian malah ngaur, lagian pak Aditya tidak mungkin mau sama kalian." Ucap pak Setu, geli melihat anak didiknya ganjen gitu.
"Hooo... pak Setu iri yah, karena kalah ganteng sama pak Adit." Ucap Neta yang langsung ceplos tanpa pikir panjang.
"Sembarangan kamu ini ya, jelas gak lah." Kilah pak Setu.
"Masa!!" Sahut semu orang yang ada di kelas.
"Iyalah, buktinya saya sudah menikah. Sedangkan pak Aditya belum." Penuh bangga, dan saat melihat wajah pak Aditya pak Seto langsung ciut.
" Ehemmm... Sudah... Sudah... nah pak Adit silahkan mengajar, saya Keluar sekarang." Menepuk pundak Aditya dan langsung keluar dari kelas.
"Baik lah, sekarang keluarkan buku kalian, kita belajar sekarang." Ucap Aditya yang siap mengambil buku.
"Yah.. kira cuman perkenalan aja dulu, belajarnya besok." Celetuk meta dan di angguki semua siswa.
"Platakkk" sentilan berhasil mendarat di jidat meta. "Awww.. sakit Vi." Mengulus jidatnya.
"Gak usah bawel deh, belajar aja sih. Bisa kan?" Ucap Viola tanpa merasa bersalah sama sekali.
__ADS_1