
Setelah selesai Aditya dan Reza main games, mereka memutuskan ke kolam renang.
"Dit jalan yuk," Ajak Reza yang kini duduk di tepi kolam renang dan merendam kedua kakinya ke dalam air.
"Kemana?"
Duduk di samping Reza dan menjuntai kakinya.
"Biasa mencari hati yang sudah lama berkelana," Senyum menggoda.
"Gue masih normal dan gak belok yah,"
"Lo kira gue belok apa? Tenang kalau gue belok Lo orang pertama jadi mantan gue," Ketus Reza menatap bulan yang bersinar terang.
"Astaga!!" Aditya langsung menjauhkan diri dari Reza.
"Apaan?" Tanya Reza yang terheran-heran melihat kelakuan Aditya gak jelas.
"Lupakanlah," Aditya bangkit dari kolam dan menuju kamarnya.
"Mau kemana kamu?" Tanya papah Dimas melihat anaknya berpakaian rapi. Tidak seperti biasanya.
"Keluar pah sama Reza," Jawab Aditya menuruni anak tangga.
"Pulang jangan kemalaman,"
Setelah Salim Aditya dan Reza ke bagasi dan masuk ke dalam mobil, Reza yang nyetir sedangkan Aditya menatap jalanan.
***** ******
Neta menyetir mobil dengan sangat cepat, dia tidak tau seberapa cepatnya dia sekarang. Neta tidak takut sama sekali, sekarang yang dia khawatirkan hanya meta sahabatnya sendiri. Viola yang juga cemas dengan ke adaan Meta di tambah dengan Neta yang terlalu cepat membawa mobil, menambah ke khawatiran viola saja.
"Seharusnya gue minta Neta masuk ke dalam mobil gue, bukan sendiri-sendiri membawa mobilnya. Jadi gini kan," Gumam viola yang berusaha menyamai kecepatan mobil Neta, tapi sayang tetap aja kalah cepat.
Lampu merah, bukanya Neta berhenti dia malah menerubus dan tidak memperdulikan polisi yang sedang mengejarnya. "Sialan tuh polisi, gak tau apa, gue lagi buru-buru." Gumam Neta yang melihat di kaca kemudi kalau mobil dia sedang di kejar-kejar.
Neta terus melaju dan tidak memperdulikan teriakan polisi. "Hello, tes, tes..pak saya minta bantuan ada mobil xxxx sedang melarikan diri, dan kecepatan seperti pembalap tolong Sediakan pasukan helikopter. Untuk mengejar mobil itu," Meminta bantuan.
"Hai anak muda berhenti sekarang!!" Teriak polisi itu.
__ADS_1
"Bapak kira saya bodoh apa? Kalau saya berhenti pasti kena tilang, yah gak mau lah." Jawab Neta dengan teriak karena ada mobil polisi yang menyamai kecepatan Neta.
Neta terus melaju sampai lampu merah ke tiga. "Astaga, emang hari lampu merah kayaknya, baru juga gue pake nih mobil, udah masuk penjara aja. Bakal di amuk masal sama kak Seno,"
Citttt... Citttt....
Suara rem mobil, Neta langsung membanting stir ke arah kiri. Untung saja jalanan lagi sepi dan pas lampu merah. Jadi tidak ada kecelakaan.
"Astagfirullah," Neta mengelus dadanya, Dengan cepat Neta menginjak rem. kalau tidak mungkin itu akan mati di tabrak oleh Neta.
Seseorang turun dari motornya, yang baru saja menghalangi jalan Neta. Dia berjalan ke arah polisi lain, tapi matanya menatap mobil Neta dengan tajam.
Di sisi lain..
"Gila tuh orang, mobil mewah tapi melanggar aturan. Apa gak pernah di sekolahin apa? Atau emang gurunya gak pernah ngajarin soal itu?" Celetuk Reza yang berada di garis depan lampu merah.
"Ya ampun Neta!!" Viola kaget melihat Neta di kepung polisi, belum lagi 2 helikopter yang ada di atas sana sedang menyuruti lampu ke arah Neta.
"Gue harus apa?" Tanya pada diri sendiri.
Viola yang ada di dalam mobil dan menunggu lampu hijau mencari ide agar Neta bisa keluar dari sana.
"Nona tolong buka pintunya!!" Pinta polisi itu, Neta langsung menurunkan kaca mobil dan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
"He... he... he... Ada yang bisa saya bantu pak?" Dengan wajah polos Neta bertanya.
"Bisa keluar nona?"
CEKLEKKK..
Neta langsung keluar dari mobil, dan betapa terkejutnya Aditya saat tau siapa orang yang sedang berhadapan dengan polisi. "Neta?" Ucap Aditya tanpa sadar.
"Neta? Siapa dia? Kamu kenal dit? Tanya Reza beruntun, yang kadang menatap Neta dan kadang menatap Aditya secara bergantian.
"Dia murid di kelas gue, gak di sekola gak di luar ternyata sama aja, nyusahin." ucap Aditya, gak mau lepas pandangannya ke Neta yang sedang asik berdebat.
Reza segera menutup mulutnya. "Semoga di lupa apa kata gue barusan." Batin Aditya.
Tittttt.... Tittttt....
__ADS_1
Lampu sudah hijau, dan aditya masih belum juga melepaskan pandangannya ke Neta. Sampai dia melewatinya.
"Udah gak udah di tatap sampai segitunya kali, kenapa Lo mau bantuin dia?"
"Gak!!" Ucap aditya, tapi dia masih bisa melihat Neta di kaca spion.
Reza yang sudah tau kalau Aditya yang tak mau jujur dengan perasaan, ada sedikit niat buat jahilin dia. Reza menancap gas dengan cepat, sampai bayangan Neta pun hilang.
"Lo gak bisa pelan apa?" Menatap ke arah Reza dengan tatapan dingin.
"Maaf, kaki gue lagi usil," Tersenyum puas, karena berhasil Aditya marah.
**** **** ****
"Kamu sudah melanggar hukum, belum lagi kamu menyusahkan kami buat mengejar kamu, jadi kamu saya tilang dan ikut ke kantor polisi." Ucap polisi itu sambil mencatat plat mobil.
"Lah, saya kan gak minta bapak buat ngejar saya, apa lagi pake helikopter. Seperti film action aja." Jawab Neta dengan menyandarkan tubuhnya ke mobil.
"KTP mana?" tanya polisi itu, Neta hanya diam. "SIM?" Tanya lagi, dan lagi-lagi Neta diam, malah dia sibuk membersihkan kukunya.
"Kalau orang lain bertanya di jawab dong!!" Ucap teman polisi itu yang sangat muda dan tampan.
"Pak KTP ada di rumah, SIM juga ada di rumah. Tapi ada satu surat yang belum saya punya pak," Nada suara sengaja di perlembut.
"Apa?"
"Surat nikah kita pak," Ucap Neta tanpa malu, bukanya ketakutan dia malah ke girangan. Apa lagi yang tilang adalah polisi tampan makin rela Neta.
Polisi itu geleng-geleng kepala, sudah biasa dia mendapat perlakuan seperti itu. "Kalau begitu telphon orang rumah, minta tolong bawakan surat-suratnya dan kamu ikut saya."
"Ke mana pak? Ke KUA yah? Tanya Neta, polisi itu menatap Neta dan memijat Pangkal hidupnya.
"Emang yah anak jaman sekarang, di tilang bukannya takut tapi malah ke girangan." Ucap polisi lain.
Neta menatap mobil yang tak jauh dari sana, "Berasa kenal, mobil siapa yah?" Gumam Neta mempertajam penglihatannya, Viola yang ada di dalam mobil memberi isyarat ke pada Neta untuk bersiap-siap.
Neta tersenyum licik, dia mencoba menarik perhatian polisi muda itu, dan berada di tengah-tengah. "Bapak sudah nikah? Pak saya ada Kaka loh, cantik banget, banget. Kalau bapak belum nikah, mau gak jadi Kaka ipar aku?" Melirik mobil viola yang sedang mendekat.
polisi muda itu hanya diam dan mengabaikan Neta. "Hehehe.." Neta tersenyum licik..
__ADS_1