
Di tempat butik sudah ada dua wanita cantik sedang menunggu kesal, mereka sudah menunggu 1 jam padahal jam janjian jam 4 sore. Tapi mereka berdua malah datang jam 3 sore karena tidak sabar ingin melihat Neta memakai pakaian pengantin.
Kringgg...
Suara lonceng pintu berbunyi tanda seseorang sedang masuk. Di lihat dari segi mana pun, dua orang yang masuk Sangat terpaksa. “Kenapa lama sekali?” Tanya bunda Gina dengan wajah yang di tekuk.
“Bukannya janjinya jam 4 sore yah?” tanya Aditya yang tidak ingin di salahkan oleh dua macan betina.
Mama Rika yang mendengar itu tersenyum menyambut menantunya datang. “Kami sengaja datang lebih awal karena tidak sabar, dan tanpa kami sadari kami lebih awal 1 jam.” Jawab Mama Rika dengan malu atas pertanyaan Aditya, sambil membawa pakaian kebaya untuk Neta kenakan.
“Sini sayang kita ganti pakaian dulu,” Neta yang malas bertanya ini itu, hanya mengangguk dan mengikuti Mama Rika ke ruang ganti.
Bunda Gina menatap Aditya dengan sangat tajam, dan dia memukul pantat Aditya. Sampai Aditya menggaduh kesakitan.
“Kamu apakan anak bunda hemmm? Kenapa mata dia sembab?”
“Apa sih Bun, Adit gak tau dia kenapa, tanya aja langsung sama anaknya.”
Aditya langsung duduk dan meminum kopi yang telah di sediakan oleh pelayan butik sana. Mereka sudah tau apa kesukaan kopi Aditya jadi tidak perlu bertanya mau apa lagi, mereka langsung menyeduhkan kesukaan pelanggan tetap ya itu.
“Awas aja yah kamu, kalau sampai kamu membuat dia menangis, bunda coret dari kartu keluarga. Camkan itu!!” Tegas bunda Gina dan duduk di samping Aditya sambil melihat melihat model pakaian di majalah dan menunggu Neta selesai mengganti pakaiannya.
Aditya yang mendengar perkataan bundanya itu hanya tercengang tidak menyangka apa yang barusan dia dengar. “Sebenarnya anak Bunda di sini siapa sih, aku apa dia?” gumam Aditya merasa di khianati oleh ibu kandungnya sendiri.
“Baru jadi calon udah seperti ini apa lagi menantu, pasti lebih ngeri lagi ancamannya itu.” Batin Aditya yang langsung merinding bulu kodoknya.
Tidak selang lama terdapat notifikasi dari no yang tidak di kenal dari handphone Aditya. Sebuah pesan ajakan untuk bertemu dan tempatnya tidak jauh dari butik tersebut.
__ADS_1
“Bun, Aditya pergi sebentar ada urusan yang penting.” Ucap Aditya yang meminta izin kepada bunda Gina. “Apa urusannya lebih penting dari pada menunggu calon istri kamu mengganti pakaian?” sarkas Bunda Gina yang mulai merajuk.
Aditya tanya banyak bicara langsung Salim dan pergi meninggalkan butik tersebut tanpa menjawab pertanyaan Bunda Gina. Bunda Gina yang di abaikan oleh anak semata wayangnya itu langsung mengumpat kata-kata mutiara.
“Yasalam, semoga tambah ganteng, sukses dan berkah hidupmu nak-nak. Astagfirullah untung anak sendiri jadi kata-katanya harus baik, coba aja orang lain. Sudah tak hemmm kamu yah!!” ucap Bunda Gina dengan wajah yang ngemes dengan kelakuan anaknya sendiri.
Tak jauh Aditya berjalan akhirnya dia sampai di Cafe yang sudah di tentukan dan segera dia mencari orang yang mengirim pesan tadi.
“Di sini?!”
Panggil seorang pria tampan yang menggunakan kacamata hitam dengan pakaian kasual ya. Dari segi empat sama kaki, segi tiga sama siku. Bahkan dari bawah ke atas, sampai samping ke samping, belakang ke depan. Tidak menemukan kekurangan dari pria tersebut.
Aditya melihat terheran-heran apakah dia seorang model atau artis sampai menarik perhatian orang banyak pikir Aditya.
“Apa aku mengenal dia?” batin Aditya yang langsung duduk di depan orang tersebut.
“Tidak perlu, langsung ke intinya saja.”
Aditya tidak ingin membuang waktu apa lagi sekedar basa basi, Aditya datang karena dia penasaran dengan isi pesan yang mengatakan kalau dia ingin mengatakan sesuatu tentang Neta.
Lelaki tersebut tersenyum sambil melepaskan kacamata hitam nya, dan menatap Aditya dengan wajah datar dan tatapan mata yang sangat tajam.
“Perkenalkan aku Seno Kaka kedua Neta,” ucap Seno yang memperkenalkan dirinya. Yah meskipun tidak perlu Seno memperkenalkan diri pun pasti Aditya tau siapa dirinya, hanya saja Seno ingin terlihat keren di hadapan Calon suami adiknya itu.
Saat Aditya ingin memperkenalkan dirinya, Seno langsung Mencegahnya. “Tidak perlu kamu memperkenalkan diri kamu, aku sudah tau siapa kamu.”
“Lalu kenapa dia memperkenalkan dirinya sendiri, dasar aneh.” Batin Aditya yang terus menatap ke arah Seno.
“Alasan aku memanggil kamu ke sini, tidak lain dan tidak bukan ada yang ingin aku katakan ke kamu.”
__ADS_1
“Akan aku ceritakan semua tentang Neta, karena aku rasa kamu harus tau kehidupan Neta, sebelum dan sesudah kamu bertemu dengan dirinya, setelah itu... terserah kamu mau seperti apa selanjutnya. Mau membatalkan atau melanjutkan perjodohan ini.”
“Tapi yah kalau bisa kamu membatalkan nya, jujur saja aku tidak setuju apa lagi aku tau kamu sering bersikap dingin terhadap adik ku.” Tegas Seno yang memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Aditya.
“Urusan itu saya tidak bisa memutuskan begitu saja, karena itu bukan ke hendak saya.” Imbuhnya dengan menyadarkan tubuhnya kebelakang, sungguh hari ini adalah hari yang begitu melelahkan bagi Aditya.
“Tidak usah berbicara formal, santai saja.”
Seno emang lebih suka berbicara santai dari pada formal apa lagi kalau itu menyangkut hal pribadi bukan pekerjaan. Dan selama itu bukan membahas pekerjaan Seno lebih asik di ajak bicara dari pada membahas pekerjaan dia akan bersikap seperti orang yang berbeda.
Di tempat butik...
“Apa kamu menyukainya sayang?” Tanya bunda Gina yang begitu senang melihat Neta memakai balutan kebaya, apa lagi kebaya itu sangat pas dan cocok untuk Neta pakai. Seolah-olah emang di rancang khusus buat Neta.
“Iya Bun, Neta sangat suka.” Jawab Neta dengan senyum merekah di bibirnya yang pink itu.
Tak ayal semua pelayan yang melihat Neta sangat takjub dengan perubahan Neta. Saat dia memakai pakaian kebaya itu sangat elegan dan juga bawaannya dewasa berbeda dengan Neta yang memakai seragam sekolah tadi.
“Ini adalah pakaian terbaru dari butik kami Bu, dan syukurlah kalau pakaian ini cocok untuk anaknya” jawab salah satu pegawai butik itu.
“Kami ambil ini, dan tolong paskan dan juga tolong di tambahkan aksesoris tapi tidak mengubah bentuknya,” ucap Mama Rika yang juga setuju kalau pakaian itu cocok untuk Neta.
Neta memperhatikan Di sekeliling ruangan tapi tidak melihat makhluk yang Neta cari. “Kemana itu orang? Padahal gue mau pamer kalau betapa cantiknya gue pakai pakaian ini.” Batin Neta yang sedikit kecewa karena Aditya tidak ada di tempat.
Bunda Gina yang melihat gelagat Neta tersenyum manis. “Dia lagi keluar karena ada urusan mendesak, tidak papa sayang nanti kamu bisa pamer ke dia pas acara nanti. Toh dia sendiri yang rugi karena tidak melihat kamu hari ini.”
Mendengar perkataan bunda Gina, Neta mengangguk kepalanya dan langsung mengganti pakaian karena sudah menentukan kalau dia akan memilih kebaya itu. Tidak lama Neta mengganti pakaian Aditya datang dan mendapatkan tatapan tajam dari dua wanita yang paling berbahaya bagi Aditya.
“Gila, serem banget.” Gumam Aditya yang merasa nyawa dia bakal terancam.
__ADS_1