
Bora menceritakan semuanya dari awal, dari kesalah pahaman bermula yang berujung balas dendam yang memakan banyak korban. Dia juga menjelaskan, jika semua kejahatan yang dia lakukan di bawah kendali Lucas.
Termasuk meminta Mira untuk menyiksa Viona saat berada di kediaman Wijaya, itu semua dia lakukan karena terpaksa.
Dia tidak ingin Lucas membunuh Jeny, makanya dia bersedia menjadi budaknya dan menuruti semua perintahnya agar Jeny tetap hidup.
Jeny yang mendengar semuanya sudah menangis dalam pelukan Tuan Jack, dia tak menyangka jika ternyata Kakaknya melakukan semua itu untuk melindunginya.
Rian cuman terdiam, yang awalnya dia sangat emosi ke pada Pamannya, sekarang dia merasa kasihan dan juga menyesal, pamannya rela di perbudak, demi melindungi sang Momy.
"Maafkan aku!" ucap Bora lalu beranjak berniat pergi dari situ.
"Kak Bora!" panggil Momy Jeny, beranjak dan langsung memeluk Kakaknya. Dia menangis, dia merasa sangat bersalah.
Bora sempat terkejut, tapi juga merasa bahagia. Karena selama ini dia sangat merindukan Adiknya itu. "Maafkan aku! Aku tidak bisa menjaga dan melindungimu dengan baik."
"Tidak, aku yang minta maaf, karena Kak Bora lebih mementingkan kehidupan rumah tanggaku, daripada rumah tangga Kak Bora sendiri. Terima kasih, aku tidak akan pernah melupakan jasamu Kak"
"Jangan menangis lagi! Aku sudah merasa legah, akhirnya semua sudah berakhir," ucapnya.
Rian juga ikut mendekat dan meminta maaf, karena sebelumnya dia sudah memukul pamannya itu tanpa mendengar penjalasannya terlebih dahulu.
Terlihat tuan Jack juga menghampiri. "Terima kasih, dan maaf jika selama ini aku belum bisa menjaga Jeny dengan baik."
"Kamu sudah menjadi suami yang bertanggung jawab, kamu membuktikan ucapanmu saat kamu meminta restu ke padaku."
Semuanya sangat bahagia dan juga terharu, apa lagi Viona, karena ternyata keluarganya bisa memaafkan Pamannya itu. Dia meminta semuanya kembali duduk.
"Jadi di mana Istrimu Kak? Aku ingin bertemu dengannya, meminta maaf dan berterima kasih ke padanya."
Bora tersenyum, akhirnya beban yang ada di pikirannya sudah menghilang. "Dia ada di rumah, aku melarangnya ikut, padahal Viona memaksaku untuk membawa mereka."
__ADS_1
"Emm, lain kali bawa dia kemari, atau aku yang akan datang menenuinya. Jadi Nak, kamu sudah tau semuanya sejak kapan?"
"Emm, entahlah Mom, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membawa Paman kemari,"
Ternyata Viona sudah menyatukan kembali Mira dengan Pamannya yang sudah bercerai atas permintaan Lucas karena Mira membuat suatu kesalahan, dan tak lupa dia mengeluarkan Chip yang tertanam di kepala Mira.
Semuanya lanjut berbincang, sesekali Momy Jeny masih bertanya ke pada Bora, yang belum dia pahami. Termasuk wanita yang di peluk Lucas saat dia tidak sengaja melihatnya, yang tak lain wanita itu adalah Ariana, Lucas membuat suatu kesalahan yang mana Ariana menangis dan ingin berlari pergi.
"Jadi di mana orang yang bernama Lucas itu?" tiba-tiba Raka bertanya yang sedari tadi hanya menyimak.
Semua baru sadar, mereka hampir melupakan itu, orang yang sudah membuat kesalah pahaman ini beranak cucu.
"Tanya Adikmu, dia yang tau!" ucap Bora yang juga tau identitas Raka.
"Hehehe dia sudah tenang di alam sana!" sahut Viona jujur, untuk apa menyembunyikannya lagi.
Semuanya menggeleng, Lagi-lagi Viona bertindak sendiri. Tidak berbagi, padahal mereka juga ingin memberi pelajaran pembuat onar itu yang berharga.
...---------------...
Di sisi Leo, terlihat dia dengan Ibunya juga sedang berbincang di halaman samping rumahnya, sambil menikmati aroma bunga yang sedang bermekaran.
"Nak! Apa kamu serius ingin memperjuangkan cintamu ke pada Nak Viona?" tanya sang Ibu memastikan sekali lagi, jangan sampai Leo hanya memainkan perasaan wanita.
Leo menatap Ibunya, lalu menjawab "Iya Bu, aku mencintainya, aku tidak bisa jika harus melupakannya, aku tidak peduli dengan pandangan orang lain di luar sana, yang mangatakan jika kami tidak pantas bersama karena masalah ekonomi. Lilie dan keluarganya saja tidak mempermasalahkannya."
Ibu Nur tersenyum melihat tekad Anaknya yang tidak pantang menyerah, "Jika kamu memang serius, Ibu akan merestui dan selalu mendukungmu. Tapi ingat! Jangan membuat suatu kesalahan lagi, yang membuat Ibu kecewa."
Leo tersenyum bahagia, "Terima kasih Bu, aku tidak akan pernah membuat Ibu kecewa lagi!" balasnya berjanji.
"Hmm, kamu tunggu di sini! Ibu ingin mengambil sesuatu untukmu!" pintanya lalu beranjak menuju ke kamar.
__ADS_1
Leo mengagguk tapi juga penasaran, tak lama Ibunya sudah keluar kembali sambil membawa sebuah kotak yang terbungkus kain.
"Itu kotak apa Bu?" tanyanya yang makin penasaran.
Ibu Nur menyodorkan ke pada Leo dan berkata "Buka! ini milikmu."
Leopun menurut, dia membuka kain pembungkus itu lalu membuka kotak itu secara perlahan. Dia bingung melihat isi kotak itu. "Ini milikku Bu?"
Ibu Nur mengangguk membenarkan "Hmm, baju dan semua benda yang ada di situ milikmu, kamu menggunakan pakain itu saat pertama kali Ibu bertemu denganmu!"
Leo terlihat membuka satu persatu, stelan baju yang terlihat sangat mewah di masanya, ada sepatu, topi dan juga gelang kaki.
"Sudah waktunya Nak, cari mereka! Kamu berhak tau siapa keluarga kandungmu, pasti mereka punya alasan, kenapa kamu bisa berada di sana saat itu. Jika memang mereka sengaja membuang dan tidak menginginkanmu, kembali sama Ibu! Ibu siap menjaga dan merawatmu selama Ibu masih bernafas."
Leo menatap Ibunya yang terlihat matanya sudah berkaca-kaca. "Baik Bu, aku akan mencari mereka, tapi apapun alasannya aku akan tetap tinggal bersama Ibu."
Ibu Nur sudah meneteskan air matanya, dia sudah sangat bersyukur adanya Leo di dalam kehidupannya, dia bisa merasakan yang namanya memiliki seorang Anak meskipun tidak terlahir dari rahimnya.
Leo berpindah dan memeluk Ibunya, "Tidak Bu, saat ini giliranku, aku berjanji, aku yang akan menjaga dan merawat Ibu sampai tua nanti."
Ada yang senantiasa berdoa untukmu sampai dia lupa berdoa untuk dirinya sendiri, dia adalah ibumu. Dan tidak ada manusia yang sangat mencintai kita hingga saat ini, kecuali ibu kita.
...----------------...
Siang hari yang sudah berlalu dan malam kembali tiba, bintang-bintang dan rengbulan menyinari bumi di dalam kegelapan menggantikan tugas sang mentari.
Di Menssion Viona terlihat makin ramai, di mana Momy Jeny mengundang keluarga Kakaknya untuk makan malam bersama. Di mana Sisil sudah berbaur dengan saudara sepupunya. Tapi seringkali dia terlihat melirik Tomi, curi-curi pandang, mungkin dai jatuh cinta di pandangan pertama.
Sisil juga sama, dia dipasangkan sebuah Chip saat umurnya yang masih sepuluh tahun, dia yang masih kecil saati itu, hanya bisa menurut ucapan Mamanya, padahal dia sangat ingin berhubungan baik dengan Viona. Dia juga baru tau apa yang terjadi setelah Mama dan Papanya kembali bersama.
Dia tidak marah atas pengerbonan ke dua orang tuanya, dia malah salut dan juga bangga memiliki orang tua yang berjiwa penolong.
__ADS_1