KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
79. Tomi Bertemu Mira


__ADS_3

Malam tiba. Viona masih berada di rumah sakit menemani Raka. Leo yang akan menemaninya untuk berjaga secara bergiliran.


Tapi Leo pamit pulang setelah mereka makan bersama, untuk mandi dan berganti pakain. Viona! Bibi Yun yang membawakannya baju ganti sekaligus dia yang membawakan makan malam mereka.


Bi Yun tidak bisa menemani Viona, takutnya Nora mencarinya, dan curiga tidak nelihat kedua Kakaknya tidak ada di Menssion. Makanya Bi Yun meminta tolong kepada Leo.


Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Leo sudah berada di rumah sakit lagi, terlihat dua orang penjaga yang berjaga depan ruang rawat Raka. Leo memasuki ruangan dan melihat suasana yang sunyi. Tidak ada lagi Bi Yun di ruangan itu, mungkin dia sudah pulang sejak tadi.


Raka dan Viona sudah tidur. Viona tidur di atas tempat tidur khusus untuk orang yang berjaga. Leo memakaikan Viona selimut yang dibawa oleh Bi Yun. Lalu dia duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya.


...----------------...


"Rian kamu di sini saja jangan kemana-mana! Kumohon kali ini kamu tidak membantah!" muhon Tomi agar Rian tidak keras kepala lagi.


"Huff baiklah tapi kabari aku secepatnya jika kamu bertemu dengan keluarga Wijaya!" pintah Rian mengalah, karena memang merasakan badannya masih perlu untuk beristirahat.


"Tapi, apa kamu tidak merasa kalau keluarga Wijaya ada yang janggal" ujar Tomi yang membaca ulang data keluarga Wijaya yang ada di internet.


"kejanggalan, coba ceritakan! Soalnya kemarin aku tidak terlalu memahaminya" ujarnya yang tidak tau apa-apa.


"Coba kamu pikirkan, Pak Doni Wijaya miliki seorang putri dari mendiang Istri pertamanya Laras Jacklin. Dan juga memliki anak tiri dari Istri keduanya Mira Arola. Bukankah dia bilang sama Ibu-ibu yang kamu temui kalau dia bekerja di keluarga Wijaya, kenapa sekarang dia malah jadi Istri? Dan lagi, dari kedua anak Pak Doni hanya data anak dari Mira yang terpublis."


Rian terdiam mencerna penjelasan Tomi yang masuk akal. Tapi jika dia memikirkan masalah itu kapan masalanya akan selesai jika dia mengurus masalah orang lain.


"Ya Tom kamu benar, tapi itu bukan urusan kita. Kamu hanya perlu bertemu Pak Doni Wijaya menanyakan apa memang Mira yang kita cari adalah orang yang sama. Dan jika benar, minta ijin kepadanya jika kita ingin bertemu untuk menanyakan sesuatu."


"Baiklah, aku akan ke rumahnya saja. Mumpung masih sangat pagi! Pasti dia belum berangkat ke kantor. Kan tidak etis jika aku kantornya malah membahas masalah pribadi."


"Nah tumben kamu pintar! Makan apa kamu?" canda Rian bergurau.


"Kampret lu!" balasnya dan mengambil kunci mobil lalu pergi meninggalkan Rian sendiri yang sedang menertawainya.

__ADS_1


...----------------...


"Pagi" sapa Leo kepada Viona dan Raka. Yang baru bangun dari tidurnya. Terlihat Viona masih bergulum di dalam selimut, Raka yang baru keluar dari kamar mandi.


"Dari mana? Pagi-pagi sudah menghilang!" tanya Raka saat bangun pagi tadi hanya melihat Viona seorang.


"Dari beli sarapan!" balas Leo sambil memperlihatkan kantongan kresek yang di tangannya lalu menyimpannya di atas meja.


"Waahh thanks broo, kamu tau aja kalau aku tuh tidak bisa kalau tidak sarapan nasi!" ucap Raka sambil membuka bungkusan nasi goreng.


"Heheh ya sudah silahkan di makan! Aku sebentar, tunggu Lilie bangun!" balasnya dan duduk di samping Raka.


"Makan saja Kak, tidak usah tungguin aku!" teriak Viona yang mendengar obrolan keduanya, terlihat masih malas untuk bergerak.


"Kamu akan kelaparan jika menunggunya!" sahut Raka yang sudah makan beberapa suap dan juga sangat lahap, padahal biasanya orang sakit sangat susah di suruh makan atau bahkan tidak memiliki nafsu makan sama sekali.


Leo beranjak dan mendekat di mana Viona berbaring. "Lie bangun! Bukannya Bang Raka sudah boleh pulang? Kenapa belum bersiap-siap?"


Viona menyibakkan selimutnya dan berkata. "Malas aja bangun Kak!" balasnya yang masih menutup mata.


Raka di bikin gemmes di buatnya. Siapa yang sakit, siapa yang di manja. "Bangun Dek! Habis sarapan kita pulang" sahutnya.


Viona berusaha membukanya matanya, dan masuk ke kamar mandi. Tidak butuh waktu lama dia sudah keluar kembali dan lanjut sarapan bersama Leo. Di sela makannya terdengar ketukan pintu.


"Permisi, selamat pagi!" ternyata Dokter yang mengetuk pintu. Dia masuk setelah Leo mempersilahkannya.


"Selamat pagi Dok balas mereka serempak!" tapi Viona masih fokus dengan makanannya.


'Bagaimana kondisi Anda apa sudah baikan?" tanya Dokter pada Raka yang sedang duduk bersandar.


"Sudah Dok, saya tidak suka sakit terlalu lama" balas Raka sedikit bercanda. Dan berbaring sesuai arahan Dokter.

__ADS_1


"Ya, kan tidak ada orang yang suka sakit. Baik saya periksa sekali lagi sebelum pulang ya!" katanya sambil memesang alat di telinganya.


"Semuanya sudah baik-baik saja. Untuk lain kali jangan terlalu di paksakan untuk bekerja, kesehatan lebih utama" nasehat Dokter setelah melakukan pemeriksaan.


"Dengar tuh Kak!" Sela Viona yang sudah berdiri di samping Dokter.


"Eh nona kita bertemu lagi! Jadi ini?" tanya Dokter pura-pura tidak tau, padahal dia sudah mengetahuinya.


"Eh iya Dok, dia Kakak yang saya maksud kemarin" balas Viona juga sedikit terkejut, "Bagaimana Dok? Semuanya baik-baik saja kan dan sudah bisah pulang?"


"Ya Kakakmu sudah baik-baik saja. Dan juga sudah boleh pulang. Tapi ingatkan jangan berkerja dulu untuk dua hari kedepan, dan masih tetap harus meminum obat yang sudah di tebus kemarin."


"Baik Dok dan terima kasih" sahut Raka yang suduh duduk kembali.


"Sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu" ucapnya dan melihat Viona sekilas dan berbalik pergi. "Dia lebih mirip dengan pemuda yang pertama itu" kata Dokter dalam hati sambil berjalan keluar.


Viona menoleh melihat dokter yang sudah keluar dari ruangan. Tentu dia masih mendengar penuturan sang Dokter. Dia mengerutkan keningnya bingung.


"Siapa yang Dokter itu maksud? Aku? Tapi aku mirip dengan pemuda yang mana?" Gumam Viona pelan.


...----------------...


"Maaf sebelumnya, Anda ini siapa? Mau bertemu dengan Pak Doni atau dengan Saya?" tanya Mira pada Tomi.


Akhirnya dia tiba di kediamannya Wijaya.Dia sengaja pergi pagi agar tidak terjebak macet, tapi dia malah kesasar yang membuatnya harus berputar-putar. Alhasil dia terlambat, Pak Doni sudah berangkat ke kantor.


"Perkenalkan nama Saya Tomi! Ya sebenarnya saya ingin bertemu dengan Pak Doni! Tapi jika boleh tau Anda Siapanya?" Dia tidak mengenali Mira, karena foto yang mereka miliki sembilan puluh persen berbeda.


"Saya Mira, Istrinya Pak Doni!" jelasnya memperkenalkan diri. "Ada keperluan apa?"


Mata Tomi berbinar, akhirnya dia berjumpa juga dengan orang yang dia cari selama ini. Tak apalah jika tidak bertemu dengan Pak Doni.

__ADS_1


"Oh Apa saya bisa meminta waktu Anda sebentar?"


#yukk Mampir di karya kedua


__ADS_2