
Beberapa hari berlalu, di rumah Leo terlihat dia dengan Ibunya sedang bersiap untuk berkunjung ke kediaman Duke, yang di jemput oleh Sopir. Yang mana Momy Lidya mengadakan syukuran atas pertemuannya dengan sang Anak.
Leo yang masih belum bisa percaya jika dirinya ternyata Anak dari seorang Milyader, lebih memilih tinggal bersama dengan Ibu Nur. Dan, akan selalu berkunjung untuk bertemu dengan orang tua kandungnya.
Keluarga Duke tidak bisa melarang atau mencegahnya. Karena itu hak Leo ingin tinggal di mana, mereka tidak ingin Leo kecewa, jadi membiarkan Leo sesuka hatinya.
Di Menssion Viona juga terlihat sama, mereka sedang berkumpul di ruang tengah menunggu Viona yang masih bersiap. Mereka juga semua terkejut saat Viona memberitahu jika Leo Anak Kandung Momy Lidya.
"Dek kok lama sekali? Kita sudah nungguin dari tadi loh!" ucap Rian setelah melihat Viona bergabung.
"Ck! Kamu tidak peka ya Ri? Kan mau katemu calon mertua!" sahut Tomi bercanda.
Semua hanya tertawa mendengarnya yang mana membuat Viona sedikit malu, "Nah itu tau, ya sudah ayok berangkat!"
...----------------...
Di kediaman Duke semua para pelayan terlihat sedang menyiapkan sajian untuk para tamu, menu makanan yang bervarian berjejer dengan rapi di atas meja yang panjang.
Anggota keluarga sudah berkumpul di ruang tamu, mareka hanya mengundang orang terdekat saja. Mereka terlihat sangat bahagia, termasuk Omah Jihan dengan Rara yang belum pernah bertemu dengan Leo.
Rara yang duduk di samping Ray pun berbisik. "Dia pasti lebih tampan daripada Kak Ray kan?" tanyanya sambil tersenyum tanpa dosa.
Ray menatap Rara dengan raut wajah yang secool mungkin. "Ck, tidak ada yang bisa menadingi ketampanan Kakakmu ini."
Rara mendengus mendengar kenaksiran Kakaknya yang tidak memiliki batas. "Yee itu menurut Kakak sendiri, aku kan belum pernah melihat Kak Leo."
Ray tak lagi menjawab, karena Leo dan Ibunya sudah datang yang dituntun oleh seorang penjaga. Semuanya berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang Nak, Bu. Mari duduk!" pinta Tuan Bas mempersilahkan.
Leo bisa melihat Menssion itu tak kalah besarnya dengan Menssion milik Viona. Dia yang sudah pernah berkunjung ke sana tidak terlalu terkejut lagi melihat kemewahan yang ada di depan mata.
"Maaf jika Aku dan Ibu sedikit terlambat. Tadi di jalan sedikit macet!" sahutnya yang masih terlihat canggung.
__ADS_1
"Tidak apa Nak, itu tidak bisa dihindari! Mari duduk dulu!" pintanya sekali lagi.
Rara tidak pernah berpaling melihat ketampanan Leo, apalagi saat dia tersenyum itu sangat manis, mungkin jika dia tidak bersaudara dia akan mengejarnya.
"Kak! Ternyata kamu kalah jauh, Kak Leo bukan tampan lagi, tapi sangat-sangat tampan!" bisiknya ke Ray.
Ray yang tidak ingin beradu mulut dengan Rarapun hanya menatapnya dengan tajam. Sebenarnya dia tidak terima ucapan Rara yang sangat menghinanya itu.
Rara hanya terkekeh ditatap seperti itu, dia beranjak setelah Leo memeluk Omah Jihan, dia juga tidak ingin kalah. Diapun langsung memeluk Leo.
Leo sangat terkejut, dan merasa heran. Karena tidak ingin membuat masalah, dia hanya pasrah, dan baru kali ini dia peluk gadis lain selain Viona.
Rara melepas pelukannya lalu berkata "Apa Kak Leo tidak suka dipeluk oleh Adik sendiri?" tanyanya dengan cemberut karena Leo tidak membalas pelukannya.
Momy Lidya yang melihat kebingungan Leo segera berkata "Ra, kamu kan belum memperkenalkan diri, langsung main peluk saja! Nak Leo dia Adikmu namanya Rara!"
Leo yang baru ingat, yang mana Ray pernah berkata jika dia memiliki seorang Adik setelah dia dinyatakan meninggal. "Ah maaf, kita baru bertemu!"
Rara sudah tersenyum tidak cemberut lagi, "Iya Kak, aku juga minta maaf tadi main nyosor, sekarang panggil aku Rara Adiknya Kak Leo!"
Semua kembali ketempat duduk masing-masing. Dan tak lama semua tamu berdatangan satu persatu, termasuk keluarga Kei dan juga Viona sudah ikut bergabung.
Tuan Bas yang melihat tamunya sudah hadir, diapun membuka acara itu dengan sedikit penjelasan kenapa mereka mengadakan syukuran. Semua yang mendengarnya terkejut, tapi mereka juga senang, karena ternyata Anak yang dianggap sudat meninggal ternyata masih hidup.
Tuan Bas mempersilahkan untuk menyicipi semua hidangan yang ada. "Silahkan makan sepuasnya! Jangan sungkan! Mari kita menikmatinya bersama!"
Karena Tuan rumah sudah berkata seperti itu, jadi tunggu apalagi? Mereka pun mengambil makanan yang sudah menggugah selera.
"Hei bro, selamat datang kembali" ucap Kei singkat tanpa menjelaskan siapa dirinya di keluarga Duke.
"Ah iya terima kasih!"
Viona yang berada di samping Leopun segera menjelaskan. Jika Kei adalah sepupunya, Anak dari saudara Tuan Bas.
__ADS_1
"Vio lama tidak bertemu, kamu makin cantik saja!" ucap Kei spontan.
Leo yang mendengar pujian untuk Viona hanya bisa terdiam, cemburu sudah pasti. Tapi dia tidak boleh egois, karena dia dan Viona belum memliki status hubungan yang terikat.
"Ya, kamu sudah sangat sibuk mengurus Perusahaan jadi tidak ada waktu. Aku memang sudah cantik dari dulu, jadi jangan memujiku lagi!"
Kei hanya tersenyum mendengar ucapan Viona. Dia tidak menyangkal karena itu memang benar adanya.
"Vio!" panggil seseorang dari arah belakang.
Viona berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya, yang tak lain adalah Sisil "Kamu baru datang? Mana Paman dan Bibi?" tanyanya yang melihat Sisil datang seorang diri.
"Papa lagi kurang sehat, jadi dia tidak bisa datang, jadi Mama hanya titip salam!" jelasnya.
Mira bukan Mama tiri Viona. Karena memang Mira tidak pernah menikah dengan Pak Doni, dia hanya mengarang cerita jika dia pernah menjebak Pak Doni dangan obat tidur, di situ tidak terjadi apa-apa. Dan penghulu saat dia menikah, juga palsu, itu semua dia lakukan atas perintah Lucas.
"Paman sakit apa?" tanya Viona yang baru mengetahuinya.
Sisil yang tidak ingin merusak hari bahagia itu pun berkata "Kata Dokter hanya kecapean, mungkin karena sudah lama hiatus di dunia bisnis."
"Emm, nanti aku dan Momy akan datang menjenguk setelah pulang dari sini!"
Kei sangat penasaran melihat Sisil yang sudah akur dengan Viona. Tapi dia tidak ingin kepo dengan masalah keluarga orang lain meskipun dia sangat penasaran.
Di sisi lain, di kumpulan para Ibu-ibu terlihat Momy Lidya dengan Ibu Nur sedang berbincang. Yang mana dia menanyakan kepribadian Leo sehari-hari.
"Dia Anak yang baik, tidak pantang menyerah jika menginginkan sesuatu. Emm iya aku ingin meminta maaf, karena Leo hidup denganku yang banyak kekurangan"
"Tidak Bu! Kami sekeluarga yang berterima kasih sebanyak-banyaknya karena sudah membawa Leo pergi dari hutan saat itu, jika tidak entah apa yang terjadi. Dan terima kasih juga, sudah merawat dan membesarkannya dengan tulus!"
"Mungkin itu sudah takdirnya, di mana aku yang tidak bisa hamil dipertemukan dengan Leo untuk menjadi Anakku!"
Momy Lidya terkejut, sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut tapi dia takut membuat Ibu Nur makin berdesih.
__ADS_1
Acara syukuran berjalan dengan lancar, Leo yang sudah memahami kondisi tidak merasa canggung lagi, dia sangat bahagia, dipertemukan dengan keluarganya secepat itu. Tak lupa dia berterima kasih ke pada Viona yang selalu membantunya.