KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
128. Lukas Lamino


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Viona yang saat itu masih berada di Menssion, dia tidak ke Restoran karena ada suatu yang dia tunggu dan harus segera diselesaikan.


Dia tersenyum saat mendengar ponselnya berdering. Salah satu Anak Buahnya memberi kabar jika Momy Jeny menghilang saat sedang berbelanja di pasar bersama Bi Yun.


Tanpa mengucapkan apa-apa Viona memutuskan sambungan telponnya. "Aku beri kau kesempatan untuk bertemu dengan Momyku, agar kerinduanmu berkurang" gumamnya dengan tajam. "Tapi jika Kau melukainya sedikit saja, kau akan menyesal seumur hidup."


...----------------...


Di dalam pasar, mereka yang ikut masih berusaha mencari Momy Jeny yang katanya sebelum menghilang dia ijin ke toilet tapi tak kunjung balik.


"Bi tenang! Mereka sudah menghubungi nona Viona" ucap Mbak Febi berusaha menenagkan, padahal dirinya juga sangat khawatir.


Tapi tak bersalang lama, Anak buah yang menelpon Viona tadi memberi kabar lagi jika dirinya mendapat pesan, agar mereka semua pulang saja. Viona sendiri yang akan mencari sang Momy.


Bi Yun sebenarnya masih ingin mencari. Tapi dia juga tidak ingin membuat Viona kecewa, karena dia tau jika Viona memberi pesan seperti itu, berarti semuanya akan baik-baik saja.


"Mari Bi, kita pulang! Nona Viona pasti akan menemukan Nyonya!" pintanya sambil menuntun Bi Yun.


Bi Yun menurut, "Hah, kasihan kamu Nak, semua masalah dari masa lalu juga berimbas ke padamu, semoga kamu bisa menyelesaikan secepatnya!" ucap Bi Yun dalam hati.


Mereka semua akhirnya pulang meninggalkan pasar, dan untung saja semua belanjaan sudah terbeli semua.


...----------------...


Viona tiba di markas King Wolf, dia sudah tau karena dia menyuruh pengawal bayangannya untuk selalu mengikuti sang Momy.


Viona masuk begitu saja, saat melihat pintu gerbang terbuka. Dia melihat bangunan di hadapannya lumayan bagus di jadikan tempat persembunyian.


"Berhenti!" teriak seorang penjaga sedikit marah karena melihat Viona masuk tanpa permisi.


Viona menghentikan langkahnya lalu berbalik. "Jangan menghalangiku! Biarkan aku bertemu dengan Tuanmu yang pengecut itu. Yang bisanya hanya bersembunyi" ucap Viona mengejek.


Sang penjaga tentu makin emosi mendengar ucapan Viona yang menjelek-jelekkan Tuannya. "Kurang ajar, beraninya kau menghina Tuan kami. Kau akan mati!" balasnya dan langsung menyerang Viona.

__ADS_1


Viona hanya tersenyum kecil, dia hanya menghindar dari serangan yang menerutnya seperti anak kecil yang sedang mengamuk saja.


"Kenapa hanya menghindar ha? Lawan aku, jika kamu punya nyali. Ini risikonya karena kau sudah berani datang kemari."


Bugghhh


Dia mendapat tendangan di wajahnya setelah berkata seperti itu. "Aarrggh, brengsek! Cepat tangkap dia!" pintanya ke pada kawannya yang lain.


Mereka semua langsung berjalan mendekat ke Viona dan mengepungnya. Tapi tiba-tiba mereka di buat terkejut dan mematung setelah melihat salah satu dari mereka sudah mati kaku karena kepalanya ditebas.


Bukan tanpa alasan Viona melakukannya, dia sempat mendengar pikiran orang itu yang sangat cabul. Di mana dia akan meminta Viona melayaninya jika ingin mendapat ampun.


"Bagaimana? Masih ada yang mau menyusulnya? Silahkan mendekat!" ujar Viona smbil mengusap darah yang ada di belatinya pada orang yag sudah mati itu.


Tidak ada yang menyahut, badan mereka bergetar. Baru pertama kalinya melihat seorang wanita yang mengerikan seperti Viona, yang bahkan Tuannya saja masih kalah jauh.


Melihat mereka terdiam. Viona langsung pergi meninggalkan mereka, "Cih, membuang waktu saja, padahal aku sangat tidak sabar ingin bertemu dengannya."


Viona melihat ponselnya, untuk mencari keberadaan Momynya. Dia sudah memasang alat sebelum berangkat ke pasar. Karena Viona tau, pasti hal seperti akan terjadi. Belum lagi si Bora sudah memberitahunya jika Tuan King sudah mulai beraksi lagi.


"Pasti dia sudah tau jika aku akan datang. Aku harus berhati-hati, Momy bisa terluka jika aku gegabah, entah rencana apa yang dia akan lakukan."


Tiba-tiba Viona melihat seseorang berjalan sedikit tergesa-gesa. Dia mengikutinya, dan langsung menyapanya. "Sadow!"


Sadow berbalik, dia sangat terkejut melihat Viona yang berada di situ.. meskipun Viona menggunakan masker, dia sudah mengenalinya.


"Akhirnya kita bertemu, tapi sebenarnya aku datang kemari untuk menjumput Momyku, bukan bertemu denganmu" lanjutnya.


Sadow juga heran, bagaimana Viona mengetahui namanya, padahal sebelumnya mereka tidak pernah bertemu langsung. "Ya, akhirnya kita bertemu nona Viona!"


"Urusanku denganmu akan berlanjut setelah urusanku dengan Tuanmu selesai. Jadi aku harap kau tidak menghalangiku!" balasnya dan menlanjutkan jalannya.


Sadow tidak melarang, dia baru tau jika seseorang yang di tunggu Tuan King adalah Viona. Tapi dia heran kenapa semua Anak buahnya bersiap siaga.

__ADS_1


Dia mengikuti Viona, dia heran dari mana Viona tau jika Momynya berada di tempat itu, seketika dia panik, karena dia merasa jika Viona sudah tau semua rencana Tuan King. Tapi dia terlambat, karena Vioana sudah membuka pintu dan masuk.


Viona melihat ruangan itu seperti aula. Tiba-tiba terdengar seseorang bersuara di balik tirai.


"Wah, sungguh luar biasa kau bisa datang kemari tanpa hambatan, memang wanita tangguh hahah" ucapnya sambil tertawa.


Viona tau siapa pemilik suara itu, dia tidak membalas ucapannya. tapi dia malah jalan mendekat dan menarik tirai itu hingga terjatuh. Terlihat semua keluarganya berada di situ tidak sadarkan diri, dengan tangan terikat, mata dan mulut tertutup.


Viona sangat emosi, apalagi melihat kondisi sang Dady yang sangat memperihatinkan. "Apa yang kau lakukan ke pada mereka ha?" teriak Viona marah.


"Dasar bajingan, pengecut! Kalau berani, lawan aku, jangan melawan orang-orang yang lemah!"


"Hahaha aku memang suka menyiksa orang-orang yang lemah. Ya, tenang saja! Karena saat ini akan menjadi giliranmu" Lagi-lagi dia berucap sambil tertawa.


"Dasar egois, serakah, karena hanya tidak direstui kau melakukan seperti ini. Tapi aku bersyukur Momyku tidak berjodoh dengan lelaki bejat sepertimu"


Mendengar ucapan Viona dia mulai terpancing, dia merasa direndahkan oleh Anak ingusan. "Diam kau! Jangan berbicara omong kosong! Jika kau tidak tau apa-apa!"


"Hahahah" kali ini Viona yang tertawa mengejek. "Siapa bilang aku tidak tau apa-apa. Aku bahkan tau semuanya. Di mana bermula kau tidak restui dan tidak bisa menerima jika Momyku berjalan dengan pria lain!"


Tuan King terdiam, dia tidak menyangka jika Viona benar-benar mengetauhuinya, dan hal itu hanya diketahui olehnya dan juga Bora, yang berarti Viona tau semua itu dari Bora. Yang mana membuatnya makin yakin jika Bora yang berada bersamanya adalah palsu.


Dia berbalik dan menatap Viona, "Hahah baguslah jika kau sudah mengetahuinya. Jadi jangan heran lagi jika aku melakukan semua ini ke pada keluargamu!"


Viona jalan mendekat sambil menggeleng, "Benar-benar penyakit dengki. Aku akan membuatmu merasakan hal yang sama, aku ingin melihat bagaimana reaksimu jika keluargamu dianiaya langsung di depan mata."


"Keluarga? Lakukan! Karena aku tidak memiliki keluarga ahahah, aku tidak tau apa itu keluarga!" balasnya Lagi-lagi tertawa seperti orang gil*.


Viona tersenyum kecil, "Oh ya? Jadi kau tidak mengenal dengan Wanita yang bernama Ariana?" tanyanya.


Deg


Tuang King mematung saat Viona menyebut nama itu. Seketika dia memiliki pirasat buruk, tapi dia berusaha tenang di hadapan Viona.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalnya, dan jangan bawa-bawa orang lain dalam masalah ini!" ucapnya tegas.


"Wah wah, Lukas Lamino kau sungguh biadab. Kau menganggap Istrimu sendiri sebagai orang lain" balas Viona sambil menyebut nama asli Tuan King.


__ADS_2