KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
DEDEMIT


__ADS_3

"Neta mau kemana kamu?" tanya seseorang di balik pintu.


"Hah!" celingak-celinguk mencari sumber suara."Gak ada orang, tapi ada suaranya jangan2 dedemit lagi!" memegang pipinya.


"Pergilah kau setan, daging gue gak enak, asem, banyak lemak dan gak sehat buat kesehatan Lo, jadi jangan makan gue," ucap Neta menutup kuping dengan tangannya dan mata terpejam sambil mulutnya baca mantra.


PLETAKK.. sentilan mendarat di jidat Neta.


"Au, sakit tau?" mengusap jidatnya dan menatap orang yang ada di depannya, betapa terkejutnya Neta siapa yang ada di depannya."Ya tuhan dedemit nya kok ganteng banget, kalau beginikan gue ikhlas dimakannya jadi isterinya pun gue mau," batin Neta, yang terus menatap seseorang yang sedang di depannya ini.


Aditya yang merasa dirinya di tatap terus, akhirnya ada niat buat ngerjain Neta."Kenapa, apakah aku terlalu tampan?" tanya Aditya dan langsung diangguki Neta."Kamu suka?" tanyanya lagi sambil memajukan wajahnya"Gila cantik juga nih bocah," batin Aditya setalah melihat wajah Neta dari dekat.


Neta yang tanpa sadar langsung menjawab"Iya" dan itu membuat Aditya tertawa."Ah!, maksud bapak apa?" tanya Neta yang sudah sadar saat Aditya tertawa kecil.


"Apa?" tanya balik Aditya yang pura2 ****.


"Ish, minggir sana saya mau ke UKS," mendurung tubuh Aditya agar menjauh darinya, karena muka Neta sudah memerah di buat Aditya.


Neta berjalan cepat meninggalkan Aditya sendiri yang sedang menatap punggung Neta dari kejauhan, entah kenapa perasaan Aditya mulai menghangat saat melihat Neta tersenyum.


"Sejak kapan gue kepikiran bocah itu," gumam Aditya yang tersenyum kecil.


"Menarik," seseorang yang tak jauh dari sana sedang melihat kejadian langka baginya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," ucap seseorang yang ada di dalam.


"Click.. Maaf mengganggu?" ucap Neta berjalan kearah seseorang yang lagi terbaring.

__ADS_1


"Elo!" wajah Anggi langsung merah padam, melihat Neta datang."Ya, gue datang kesini, karena dapat perintah dari pak Aditya untuk minta maaf atas kesalahan yang gue sengaja tadi." ucap Neta dengan santai.


"Jadi Lo sengaja?" tanya Amanda sekali lagi yang tidak menyangka kalau Neta seberani ini.


"Maksudnya gue gak sengaja yah meskipun sengaja ada juga, intinya gue minta maaf itu saja," ucap Neta menatap wajah Anggi tanpa bersalah.


"Ya udah, lo sudah minta maafkan, sekarang Lo bisa keluar sekarang," membukakan pintu untuk Neta.


"Terima kasih," Neta yang merasa aneh dengan sikap Amanda hanya tersenyum kecut dan langsung keluar dari sana, bagi Neta yang penting dia sudah melakukan tugasnya untuk minta maaf di terima apa gaknya itu bukan urusan dia lagi.


"Kenapa di suruh pergi?" tanya Anggi yang penasaran, karena ini bukan sikap Amanda setiap kali bertemu Neta pasti Amanda akan melakukan sesuatu ke Neta.


"Untuk saat ini, kita diam saja dan jangan membuat masalah sebelum hukuman kita selesai," jelas Amanda.


Sejak kejadian di kantin kemarin Amanda merasa kalau Neta semakin berani, dan dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya bahkan kejadian hari ini.


Amanda kira Neta tidak akan berani membalas serangan dari Anggi ternyata diluar perkiraan, pembalasan dari Neta jauh lebih kejam bahkan Neta mampu membuat Anggi pingsan dengan 1 kali serangan, padahal Anggi pemain hebat di anggota voli, setiap ada perlombaan Anggi menjadi ketua tim voli, sedangkan Amanda tidak pernah melihat Neta memegang bola voli setelah terakhir kali dia main voli itu pun selalu kalah dan di marahi timnya karena tidak bisa memukul dengan benar.


"Lo kenapa?" tanya Anggi dengan nada kesal.


"Gue hanya pikir Neta sekarang berubah drastis bagaimana menurut Lo?" ucap Manda sambil memakan buah jeruk yang ada di sisi meja.


"Hemm, iya ada yang aneh, seolah2 itu bukan Neta tapi orang lain, coba Lo liat cara dia berpakaian dan cara bicaranya terus aura yang keluar dari tubuhnya, membayangkannya saja bikin gue merinding," ucap Anggi sambil mengingat kejadian akhir2 ini.


"Lo benar lebih baik kita berhati-hati sekarang," ucap Manda sambil membuang kulit jeruk sampah.


"Siap2 Lo kita pulang sekarang," memakai tasnya dan membantu Anggi turun dari ranjang.


Neta langsung membaringkan tubuhnya ke kasur setelah dia mandi dan memakai baju tidur."Ah, capek juga hari ini," gumam Neta memejamkan matanya.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


"Maaf nona muda apakah anda ingin makan sekarang?" tanya pelayan yang ada di luar kamar Neta.


"Nanti saja aku mau tidur dulu," jawab Neta teriak karena males membukakan pintu.


"Baik nona muda, selamat beristirahat," ucap pelayan tadi dan turun kebawah.


"Lah Neta mana?" tanya jino yang ada di ruang tamu.


"Nona lagi istirahat tuan muda," jawab pelayan yang ingin keluar rumah.


"Hemm," tersenyum licik, jino langsung bangun dari tempat duduk dan berjalan menaiki anak tangga.


BRUKKK.. membuka pintu dengan keras, jino kira pintunya di kunci jadi dia mendubrak nya."untung gak jatuh," mengelus dadanya.


"Astaghfirullah, bikin jantungan aja Lo," ngomel Neta karena terkejut mendengar suara pintu dengan sangat keras.


Ha... ha.. ha.. pecah tawa jino melihat ekspresinya yang saat kaget.


Jino langsung duduk di samping Neta."Dek," panggil Jino. "Hemm?" dahem Neta yang menahan kantuknya.


"Temenin Kaka ke pesta yah," pinta jino dengan mengecilkan kata pesta.


"Hemmm," yang sudah kehilangan kesadarannya.


"Serius yah, jam 20.00 malam Kaka tunggu," ucap jino turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar, Jino sengaja tidak mengulangi pertanyaannya karena dia hapal betul kalau Neta pasti menolaknya kalau jino terus menuntut Neta untuk pergi.


Jino sebenar mudah saja mencari pasangan untuk kepesta, tapi kali ini dia ingin mengajak Neta kekalangan bangsawan dan ingin memberitahu kalau keluarganya sangat di segani, jadi apa pun yang Neta lakukan tidak ada yang berani melarangnya dan juga jino ingin Neta bisa menghadapi dan tau karakter seseorang kalau dia sering pergi ke pesta, itu tujuan jino mengajaknya.

__ADS_1


Aditya Fernando Sanjaya



__ADS_2