KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
75. Lanjut Cerita


__ADS_3

"Bi lanjutkan ceritanya!" pintah Viona, kali Vioba berada ada di kamarnya. Karena sudah larut malam dia bernita untuk mendengar lanjutannya di hari esok. Tapi dia sangat penasaran dan tidak bisa tidur dibuatnya. Dia menelpon Bi Yun yang kebetulan juga belum tidur untuk naik ke kamarnya.


"Emm baiklah, tapi Bibi cerita yang bagian intinya saja ya!" sahutnya. Tidak mungkin dia bisa menceritakan sedetail mungkin.


Viona hanya mengiyakan. Dia hanya ingin mendengar kapan Mira datang meminta pekerjaan kediaman Wijaya. Kenapa Mira bisa tau masalahnya.


"Dua tahun berlalu kehidupan Pak Doni dan mendiang Ibu Laras baik-baik saja. Hidup bahagia dan rukun, saling menyayangi satu sama lain. Tapi semenjak Mira datang dengan anaknya dengan alasan bahwa Nyonya Laras lah yang mempekerjakannya."


"Setelah kedatangan Mira, Nyonya Laras sering sakit-sakitan. Sampai satu tahun terakhir sebelum kecelakaan itu terjadi, Nyonya Laras bercerita kepada Bibi untuk berhati-hati dengan Mira."


"Dan di situlah Nyonya berpesan kepada Bibi untuk tidak menceritakan semua kepadamu! Tunggu Nak Viona ada pendamping hidup kata Nyonya kala itu. Tapi ternyata, Nak Viona sudah mengetahuinya terlebih dahulu, jadi Bibi tidak merahasiakannya lagi. Dan di hari itu juga Nyonya menitipkan sebuah kotak yang Bibi kasih waktu itu."


"Maafkan Bibi Nak, Bibi hanya menjalankan amanat. Tapi Bibi sebenarnya juga tidak tega jika Bibi menceritakannya di jauh-jauh hari" jelasnya sesingkat mungkin. "Tapi kalau boleh tau Nak Viona tau dari mana?"


Mendengar kehidupan keluarganya tidak baik-baik saja saat kedatangan Mira makin membuatnya makin murka, karena memang dialah akar dari permasalahan bermula.


"Dari Mira Bi!" balas Viona singkat tapi terlihat wajahnya berubah jadi dingin.


"Apa? Mira! Jadi selama ini dia tau semuanya! Kenapa Nyonya Laras tidak memberitahuku kalau Mira juga sudah mengetahuinya! Atau jangan-jangan dia wanita itu?" tanya Bi Yun terkejut.


"Iya Bi dialah wanita itu, dia tau semuanya. Kenapa Ibu tidak memberitahu Bibi? Karena pasti Ibu dapat ancaman darinya akan membongkar kepada Pak Doni, dan Bibi taukan kalau Ibu sangat mencintai suaminya jadi dia menuruti semua perintah Mira! Dan asal Bibi tau dialah yang membuat Ibuku meninggal, dia yang sudah merencanakan kecelakaan itu. Hiks hiks hiks"


Viona menangis lagi. Hatinya sangat lemah jika menyangkut mendiang Ibunya. Meskipun dia sudah tay semuanya, dia tetap menyanginya karena sudah mau merawatnya dengan tulus.


Bi Yun syok, badannya bergetar. Apa ini sebuah kecerobohan. Kenapa dirinya tidak berpikir sampai kesana, padahal Nyonya Laras sudah berpesan untuk tidak mempercayai kata-katanya.


~Flasback On

__ADS_1


"Bibi! Tadi Nyonya bilang untuk menyiapkan keperluan nona muda, mereka mau pergi jalan-jalan ke Mall, sekarang mereka masih mandi!" kata Mira.


Bi Yun sedikit tidak percaya, karena biasanya Nyonya Laras akan memgatakan langsung kepadanya tanpa perantara. Jika perlu dia akan menelponnya walaupun ada orang lain bersamanya.


"Hmm baik, aku akan ke atas" balasnya. Bi Yun segera pergi ke kamar Laras. Mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada jawaban, jadi dia langsung membuka pintu dan ternyata Laras masih memandinkan Viona kecil.


Bi Yun menuju walk in closet, tapi terlihat pakaian mereka sudah tersedia, mungkin Laras mempersiapkannya sendiri pikirnya.


Dia sendirilah yang meminta kepada Nyonya Laras untuk memanggilnya Bi Yun, karena dia ingin menjadi pengasuhnya Viona. Karena Laras sudah sangat mempercayainya, dia langsung mengiyakan.


Bi Yun turun lagi kebawah, bertepatan masuknya Mira dari pintu depan dengan membawa sebuah kotak di tangannya.


"Dari mana?" tanya Bi Yun pada Mira sedikit curiga melihat Mira terlihat sangat bahagia dan senyum-senyum sendiri.


Mira terkejut, dia mengusap dadanya pelan, "Ehh Bibi, kamu membuatku terkejut. Ini aku dari depan terima paket, kemarin aku beliin Sisil baju lewat online ternyata sudah sampai" balasnya dengan sedikit gugup.


"Huuff hampir saja!" katanya dengan menghela nafas. "Selamat jalan-jalan semoga kalian bersenang-senang di sana" lanjutnya bergumam kecil tak lupa senyum smirknya.


Di hari itu semua mendapat kabar kalau mobil yang di tumpangi sang Nyonya mengalami kecelakaan. Bi Yun menjatuhkan gelas yang ada di tangannya, tidak bisa menerima berita yang ada dia terjatuh dan tidak sadarkan diri.


~Flasback Off


...----------------...


**Terkadang kesedihan dan luka hati tak semestinya selalu dibagi. Kadang, kita hanya perlu kuat-kuat menyimpannya dalam hati.


Bangkitlah dari kesedihan, karena kesedihan adalah proses yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan. Takkan ada kata bahagia bila tak ada kata sedih, jadi kebahagiaan akan lebih terasa apabila kita pernah merasakan kesedihan**.

__ADS_1


Ke esokan harinya Viona berada di sekolah Nora. Dia mengikuti rapat antara Guru dan orang tua siswa. Yang ternyata ingin melakukan penggelangan dana untuk wilayah yang terkenah musibah banjir bandang di daerah pedesaan.


Dua jam berlalu akhirnya rapat selesai. Dia balik terlebih dahulu tanpa Nora. Karena Nora masih ingin bermain dengan temannya yang ikut, padahal mereka sudah di liburkan tapi yah mungkin ingin menikmati masa bermainnya. Tidak cuman Nora, Frisli pun sama, jadi Ibu Frislilah yang menunggu mereka hingga puas bermain.


Viona sudah berencana untuk langsung ke Restoran. Sudah beberapa hari dia tidak ke sana dan hanya mengandalkan Thea dan juga Leo.


Viona masuk dan melihat suasana kedai kopi lumayan ramai, dia segera naik ke lantai dua di mana Restorannya berada. Dan ternyata lebih ramai lagi karena memang hampir jam makan siang.


"Viona!" panggil seseorang dari arah samping. Sebenarnya dia agak ragu untuk menyapa takutnya salah orang.


Viona yang sedang berbicara dengan kasir langsung menoleh saat ada yang memanggil namanya, dia tersenyum dan menjawab"Ehh Kei lama tidak bertemu!"


Tidak di sangka dia bertemu dengan Viona, dia berpikir Viona melanjutkan S2 nya di luar negri. "Hmm kamu apa kabar?" tanyanya sambil bertos mengunakan tinjunya.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik dan sangat sehat" balas Viona dengan raut wajah sebahagia mungkin. Berusaha menutup wajahnya yang penuh masalah itu. "Kamu juga terlihat sangat sehat!" lanjutnya.


"Syukurlah. Tentu aku harus sehat. Oh iya kamu sendiri ke sini?" tanya Kei.


"Hmm, kamu sendiri sama siapa?" tanya Viona balik.


"Aku sama keluarga, tuh di sana!" tunjuknya. Yuk gabung kita makan bersama! Sudah lamakan kita tidak makan bareng lagi, sekalian aku kenalin sama keluargaku yang lain.


Padahal Viona ingin langsung ke ruangannya. Tapi dia merasa tidak enak juga jika menolak, karena baru ini dia bertemu dengan Kai setelah kelulusan.


"Apa tidak apa-apa aku bergabung dengan kalian?" tanya Viona merasa tidak enak hati jika bergabung dengan keluarga Kei. karena dirinya hanya teman di masa kuliah.


"Ya enggak lah. Kamu tenang saja! Keluargaku orang baik-baik kok, kayak aku!" ucapnya dengan percaya diri.

__ADS_1


Viona memutar bola matanya jengah. Sikap percaya diri Kei masih melekat pada dirinya hingga sekarang.


__ADS_2