KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
94. Hati Tidak Memilih


__ADS_3

Malam tiba, Viona sudah pulang dan berada di dalam kamarnya. Dia termenung, memikirkan semua ucapan Leo, karena memang saat itu dia sudah bangun, tapi tak di sangka Leo malah menceritakan isi hatinya.


"Aku tidak akan marah ke padamu Kak, aku juga tidak akan menyalahkan hati dan perasaanmu, karena cinta memang begitu, datang tiba-tiba di waktu yang tidak menentu, karena kita tidak bisa menentukan hati kita, ke pada siapa harusnya dia berlabu."


"Aku belum bisa manafsirkan perasaanku, apa perasaanku ke padamu cinta atau bukan, yang pastinya aku juga sangat nyaman bila berada di sampingmu."


"Huff, mari kita jalani seperti hari-hari biasanya! Dengan berjalannya waktu pasti akan terjawab semuanya," gumam Viona pada dirinya sendiri.


Dia tak menyangka jika Leo benar-benar mencintainya, tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia merasa bahagia di cintai lelaki selembut Leo.


Hap


Viona mendapat pelukan dari seseorang yang membuatnya sedikit terkejut. Hanya mencium bau parfumnya , dia langsung menebak bahwa sang Kakak lah yang memeluknya.


"Kak Rian! Aku tidak bisa bernafas" ucapnya merasakan pelukan Rian sangat erat.


"Heheh sory, Oh iya tadi Kakak langsung masuk soalnya aku sudah panggil tidak ada jawaban, ternyata lagi melamun. Kamu lagi mikirin apa sih Dek? Kalau ada masalah cerita sama Kakak."


"Tidak ada masalah kok Kak, emm kenapa Kakak mencariku?" dia belum mau menceritakan ke pada siapapun.


"Oh kirain ada masalah, kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama Kakak, solnya Kakakmu ini sudah banyak pengalaman apalagi soal hati."


"Ck, banyak pengalaman tapi sekarang malah jomblo" cibirnya. "Jadi kenapa Kakak mencariku?"


"Hehehe itu di suruh Dady turun ke bawah, katanya ada sesuatu yang ingin di bicarakan." balasnya sambil melepas pelukannya.


"Oh, ya sudah. kita langsung turun saja. Pasti mereka sudah menunggu" keluar sambil menarik tangan Rian yang masih sempatnya berbaring.


Semua sudah berkumpul kecuali Nora, dia sudah terlelap setelah makan dia makan malam. Bi Yun juga ikut serta, permintaan Tuan Jack


"Nak! Dady hanya ingin memberitahumu kalau minggu depan kami akan kembali ke negara X."


"Kenapa cepat sekali Dad? Apa Kak Rian juga ikut?" tanya Viona dengan raut wajah sedih.


"Ada sesuatu yang ingin Dady urus, dan Rian akan tetap di sini menemanimu, dan membantu Raka di Perusahaan."


"Hmm tapi Dady sama Momy balik lagi kan?" tanya Viona lagi. Dia belum puas bermanja sudah ingin di tinggal lagi.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu tenang saja! Setelah urusan di sana selesai kami langsung datang kemari lagi."


"Baiklah Dad, selesaikanlah urusan itu, agar kita bisa berkumpul lagi secepatnya. Atau Dady perlu bantuan?"


"Tidak sayang, Dady masih bisa menyelesaikannya sendiri" balas Tuan Jack dengan megusap puncak kepala Viona.


"Momy juga mau bilang, kalau selesai acara besok, kita pergi liburan, kamu boleh mengajak temanmu di luar sana, siapapun itu?"


Mereka akan mengadakan acara pesta kecil-kecilan, menyambut pertemuan Ibu dan Anak yang sudah berpisah puluhan tahun.


"Wah liburan! Akhirnya dari sekian lama aku menunggu akhirnya kita pergi liburan juga" sela Rian dengan antusias.


"Liburan ke mana Mom?" tanya Viona


"Emm bagaimana kalau kita ke puncak? Atau kalian mau pergi liburan ke mana? Siapa tau ada wisata yang kalian ingin kunjungi?" tanya Momy Jeny balik.


"Em belum kepikiran mau ke mana! Nanti aku cari tempat wisata yang banyak di rekomendasi."


"Oh iya satu lagi, kenapa kamu memelihara harimau di dalam Menssion Nak? Kami semua terkejut saat berjalan untuk melihat sekeliling."


"Heheh gimana ya Dad, soalnya harimau itu sangat mennggemaskan seperti kucing!" balas Viona.


"Astaga Nak, menggemaskan dari mana? Menakutkan iya!"


"Mereka akan menggemaskan jika sudah saling kenal, jadi Momy dan Dady harus mengajaknya berkenalan!"


"No no, Momy melihatnya dari jauh saja sudah bergetar satu badan, apalagi kalau ajak mereka berkenalan."


"Heheh tidak Kok, kedua kucing itu sudah jinak. Mereka tidak akan melukai seseorang jika dirinya tidak dilukai terlebih dahulu."


"Dady jadi penasaran. Nanti kamu ajak Dady berkenalan dengan kedua kucingmu itu Nak!"


"Nah gitu dong! Kak Rian dan Tomi bagaimana, apa kalian mau berkenalan juga?"


Prok prok prok


Rian bertepuk tangan dan berkata, "Dek kamu memang berbeda dari wanita yang lain. Harimau saja kamu samakan dengan kucing. sungguh sangat menantang."

__ADS_1


"Ehh gimana ya Vio, kok rada ngeriya? Apa tidak ada yang lain bisa diajak kenalan? janda juga tidak apa-apa."


Hahahah,, semuanya tertawa, orang lagi bahas harimau, kenapa larinya ke janda. Melanjutkan perbincangan, mereka menanyakan keseharian Viona selama ini. Menanyakan kegiatannya waktu masih kuliah, Viona hanya menceritakan yang manis-manisnya saja.


Raka dan juga Rian saling bertukar cerita. Menceritakan kehidupannya di negara X dan juga bisnis yang diwariskan sang opah ke padanya.


...----------------...


Hari berganti kembali, semua melakukan aktivitasnya masing-masing. Viona pergi ke kediaman Duke, dia ingin mengundang langsung untuk datang ke pestanya yang diadakan di Menssion.


"Nona silahkan duduk! Aku akan memanggilkan Tuan dan Nyonya" ucap pelayan yang menyambut Viona di ruang tamu.


"Terima kasih Mbak!" balas Viona sopan dan duduk di sofa.


Sang pelayan bergegas ke atas, ke ruang kerja Tuan bastian, dan Nyonya Lidya yang berada di kamarnya. Keduanya sangat bahagia, mendengar jika Viona datang bertamu. Dan langsung turun untuk menghampirinya.


"Nak! Momy sangat merindukanmu! Bagaimana kabarmu Sayang? Momy sangat khawatir saat Ray mengatakan kamu sempat menghilang di hutan."


"Aku juga merindukan kalian, aku baik-baik saja kok Mom, tidak usah khawatir lagi!" balas Viona dan melepas pelukannya.


"Apa yang terjadi Nak, kenapa kamu bisa menghilang di hutan?" sela Tuan Bastian yang penasaran apa sebenarnya terjadi.


Vionapun menceritakan seperti sebelumnya, bagaimana dia ceritakan ke pada yang lainnya. Keduanya menggeleng tak habis pikir dengan aksi Viona yang membahayakan nyawanya demi nyawa orang lain.


"Ya, begitulah Dad yang terjadi. Oh iya Omah mana? Kok tidak kelihatan?" mengalihkan pembicaraan.


"Omah sedang berada di rumah Bundanya Kei! Dia nginap di sana" balas Momy Lidya


"Hmm, oh iya aku mau ngundang Dady dan Momy sekeluarga datang ke Menssion. Ada acara pesta Kecil-kecilan?"


"Wah kapan sayang?"


"Sebentar malam Mom, jadi Momy ajak yang lainya! Soalnya aku masih ada urusan di luar sana."


"Baik Nak, kamu tenang saja! Semuanya pasti akan datang!"


Setelah urusannya selesai Viona langsung menuju Restoran untuk bertemu Leo, dia belum sempat mengundangnya saat dia datang bertamu.

__ADS_1


__ADS_2