KEHIDUPAN KEDUA

KEHIDUPAN KEDUA
*MENYEBALKAN*


__ADS_3

happy reading


Neta yang asik mendengarkan musik tiba-tiba berhenti. "Eh...eh lihat, bukankah itu pak Adit yah?" memperjelas penglihatannya.


"Wah gak salah lagi, benar pak Adit itu, gue kerjain lah hitung-hitungan bales yang kemarin," senyum licik.


"Siapa suruh bikin gue malu,"


Flashback.


"Hallo pak maaf mengganggu," Kata seseorang di seberang sana.


"Iya ada apa?" Jawab Aditya kepada sekretarisnya.


Ada beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh bapak," Sahutnya yang dengan nada takut, takut kalau Aditya marah.


"Oke, saya akan ke sana sebentar," mematikan panggilan.


Tiba-tiba mobil Aditya berhenti dengan sendirinya. "Ini kenapa berhenti?" Gumamnya, saat dia lihat ternyata bensinnya abis. "Sial, kenapa harus sekarang," turun dari mobil dan mencoba menelpon seseorang.


Flashbackoff


Tittttttttt


"Astaga, bunyi klaksonnya gak cantik banget," Gumam Neta, dengan nada kesel mendengar bunyi klakson bunyinya pasaran.


"Ih pak Aditya ngapain pak? mojok sendirian di sini kayak anak gadis lagi nungguin pacar aja," Sapa Neta menurunkan kaca jendela mobil, dengan wajah yang terus tersenyum kepada Aditya.


Aditya hanya melihat sekilas lalu melanjutkan untuk menelpon seseorang. "Bocah tengik ini lagi, sial amat gue ketemu dia lagi," Batin aditya.

__ADS_1


"Mau saya bantu pak?" tawar Neta dengan tulus, niat mau mengerjai aditya tapi dia malah tidak tega melihat orang kesusahan. "Tidak perlu," Ketus Aditya yang masih sibuk dengan layar ponselnya.


"Ketusnya," Neta geleng-geleng kepala ternyata niat baiknya tidak di hargai.


"Yakin pak, di sini banyak perampok loh pak, dan saya dengar juga di sini angker loh!" kata Neta dengan ekspresi di buat buat agar aditya percaya.


"Gak, makasih, gue udah nelpon seseorang bentar lagi sampai." Jawab Aditya yang pura-pura tidak takut dengan perkataan Neta.


"Ideh nih guru songong amat sih, nyesel gue tawarin." ketus Neta ingin jalan.


"Apa kamu bilang?" Tanya Aditya yang tadi agak samar-samar mendengar perkataan Neta.


"Bapak tuliii...!!" Teriak Neta melaju di jalanan tanpa memperdulikan Aditya lagi. "Aish niat mau ngerjain ih malah gue yang kesal," kata Neta yang kesal karena rencananya gagal.


"Emang salah gue sih, terlalu baik sama orang lain," mobil Neta sangat cepat, dalam sekilas Aditya tidak bisa melihat bayangan mobilnya itu.


"Gak ada sopan santunnya tuh bocah," Ucap Aditya, sambil menyandarkan tubuhnya di samping mobil. "Nih mobil kenapa bisa mogok, di jalanan yang sepi lagi, kalau yang di katakan dia benar gimana? Astaga gue terlalu tampan, bisa di jual gue," Gumam Aditya yang sibuk dengan pikirannya yang melayang entah kemana-mana.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh," Ucap Neta dengan suara lantang, tapi tidak ada orang yang menyaut hanya ada ruangan kosong saja.


"Ih tumben sepi? orangnya pada kemana, pelayan juga pada kemana?"


"Nona muda sudah pulang, orang rumah lagi pada keluar non, dan para pelayan lagi mengerjakan tugas mereka masing-masing." menjelaskan Bu markonah asisten kepala rumah tangga yang sudah lama melayani di rumah ini.


"Oh oke, makasih bu" tersenyum.


Bu markonah pun membungkukkan badan ijin kedapur dan di angguki oleh Neta.


"Ah...ngantuk juga, enaknya apa yah?" berpikir keras.

__ADS_1


Dreerrrtttt... Dreerrrtttt...


Hp Neta bergetar, di lihatnya seseorang yang paling berisik sedunia bagi Neta.


"Ih soblak kemana Lo? kita cariin gak ada di rumah, pergi ke mana aja?! ucap seseorang di seberang sana, belum apa-apa dia sudah mengamuk dan penuh banyak pertanyaan.


"Ih, oon gak usah teriak segala bisa gak, kalau telinga gue kenapa-kenapa Lo bisa gantiin?!" jawab Neta kesel sama Meta sahabat baiknya ini.


"Lo Dimana Sekarang?!" Tanya vi yang kini sudah menguasai hp meta, melihat respon Meta kalau Neta sedang berdebat dengannya.


"Gue di rumah nih, cepetan kesini gue bosannn banget!" UcapNeta dengan nada sedikit manja.


"Idehhh suara Lo pengin muntah gue dengarnya," Saut Vi dengan nada jijik, tumben banget Neta bersikap manja, biasanya dia ketus.


"Hehehe... dah buruan kesini!" Perintah Neta yang kembali dengan sifat aslinya. "OKE " kata Vi dan meta barengan yang berteriak.


"Buset dah, gak usah teriak juga kali Meta," Vi langsung menancap gasnya biar cepat sampai, kalau tidak bisa-bisa dia akan di ceramahi Meta kalau Neta marah sama mereka berdua.


Tak.... Tak..... tak...suara langkah kaki yang sangat cepat.


BRUKKK...


membuka pintu lebar-lebar. "Hai sayang," kata Vi dan meta barengan, mereka berusaha menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan.


"Wah cepat juga kalian, cocok kalau kalian kerja jadi kurir, bisa puas pelanggan." sahut Neta tersenyum puas dengan kedua sahabatnya ini.


"Heleh, masa cantik-cantik kayak kita jadi kurir sih?!" Ucap meta protes dengan wajah sok imut.


"Lah apa salahnya jadi kurir gak ada kan? Lo aja yang males," menuyor kepala meta.

__ADS_1


viola hanya memutar bola matanya males meladeni sifat Neta yang berubah 180 derajat menyebalkan.


sejak kejadian itu Neta lebih banyak berbicara sama mereka berdua, tapi masih sama seperti dulu bersifat dingin kepada orang kain.


__ADS_2