
Viona yang masih di rumah Leo sempat bingung saat Momy Lidya tiba-tiba menelponnya yang mana dia menanyakan keberadaannya saat itu. Terpaksa dia memberitahu alamat rumah Leo.
"Silahkan diminum! Maaf cuman seadanya saja" ucap Ibu Nur setelah meletakkan minuman yang dia buat.
Momy Lidya menatap Ibu Nur, karena baru pertama kalinya mereka bertemu, "Ah iya makasih Bu, maaf sudah merepotkan"
Ibu Nur yang sudah duduk di samping Leo langsung berkata. "Tidak sama sekali, emm kalau boleh tau Nyonya mau bertemu dengan siapa?"
Viona yang merasa tidak enak hati, karena dia mengundang Momy Lidya tanpa minta ijin ke pada Tuan rumah, "Bu maaf! Momy Lidya dan Suaminya adalah orang tua teman Vio, karena aku di sini jadi mereka datang kemari, sekali lagi maaf! Karena tidak mengatakan ke pada Ibu sebelumnya."
"Ohh Begitu? Tidak apa Nak! Mungkin Nyonya ada perlu sama kamu!" balas Ibu Nur yang tidak mempermasalahkannya.
"Makasih Bu!" sahutnya sambil tersenyum legah. "Oh iya Mom, ada apa? Kok tumben nyariin Vio?"
Momy Lidya meminta foto yang ada pada Tuan Bas, tapi belum memperlihatkannya lalu dia berkata. "Maaf sebelumnya Nak jika Momy mendadak menelponmu, Momy cuman mau nanya, apa maksud dari postingan kamu yang tadi?"
Semuanya terdiam karena merasa heran, kenapa Momy Lidya terlihat sangat penasaran, tapi karena Viona sudah mempublisnya, maka dia harus menjelaskannya.
Tapi sebelum itu Vio menatap Leo dan Ibu Nur yang bermaksud meminta ijin, dia tersenyum melihat anggukan kecil keduanya.
"Emm, itu foto baju milik Kak Leo, dia sedang mencari keluarganya, dia ditemukan oleh Ibu Nur sekitar dua puluh tiga tahun yang lalu" ucap Viona yang hanya menjelaskan intinya saja.
Momy Lidya dan Tuan Bas sangat terkejut mendengar hal itu, yang mana membuat mereka makin yakin tentang apa yang dia pikirkan selama ini.
Tapi dia tidak ingin tergesa-gesa. Takutnya semua itu hanya kemiripan saja, "Apa Momy bisa melihatnya Nak?" tanyanya yang sudah berkaca-kaca.
Meskipun bingung, Leo tetap memperlihatkannya, dia membuka kotak itu lalu berkata "Silahkan Nyonya! Tapi kalau boleh tau kenapa Nyonya dan Tuan terlihat sangat penasaran?"
Momy Lidya mengambil isi di dalam kotak, badannya gemetaran, dia menangis tak sanggup lagi menahannya apalagi saat dia melihat gelang kaki yang memiliki permata berbentuk bintang.
__ADS_1
Tuan Bas yang melihat sang Istri menangispun merasa tidak tega. "Maaf Nak! Jika kami sangat penasaran dengan postingan Viona tadi, soalnya kami juga pernah memiliki seorang anak yang mempunyai pakaian dan benda lainnya seperti itu."
Mereka yang mendengar alasan itu jadi syok, apalagi Viona, karena yang dia tau Adik Ray sudah meninggal. "Apa maksud Dady Adiknya Ray?"
Tuan Bas langsung mengangguk membenarkannya. "Iya Nak, Dady sudah memberitahu Momymu, jika baju seperti di miliki banyak orang. Tapi karena penasaran dengan pemiliknya, jadi kami datang."
Viona melihat Momy Lidya yang masih menangis berusaha menenangkannya, karena dia mengira, Momy Lidya menangis karena merindukan Anaknya setelah melihat pakaian yang mirip dengan pakain Anaknya yang sudah meninggal.
"Apa Dady punya foto Almarhum Adiknya Ray?" tanya Viona.
Mendengar hal itu Leo dengan Ibunya baru paham, kenapa Momy Lidya sampai menangis.
"Ini Nak fotonya!" sahut Tuan Bas mengambil kembali foto yang berada di tangan Istrinya.
Vio mengambil dan melihatnya, dia makin terkejut lagi, karena Anak kecil yang ada di foto itu terlihat memakai semua barang yang ada di dalam kotak itu, termasuk gelang kaki yang permatanya sangat menonjol.
"Astaga, semuanya benar-benar sangat mirip! Kasihan Momy, pasti dia sangat merindukan Anaknya" katanya dalam hati.
Viona yang mendengarnya langsung menatap Leo dan menyuruhnya untuk tersenyum, lalu kembali melihat foto itu. Ya, benar saja, benar-benar sangat mirip, tapi yang sekarang versi dewasa.
"Apa Ibu punya foto kecil Kak Leo?" tanya Viona sangat berharap, entah kenapa dia memiliki pirasat yang sangat berbeda.
Ibu Nur menggeleng dengan raut wajah sedihnya, karena hal seperti itu saja dia tidak bisa melakukannya "Maaf Nak, kamu taukan kondisi Ibu bagaimana? Bisa makanpun kami sudah sangat bersyukur."
"Maaf Bu, aku tidak bermaksud! Tapi coba Ibu lihat foto ini!" pinta Viona sambil menyodorkan selembaran foto itu.
Ibu Nur mengambil dan melihatnya, yang mana membuat dia mengingat kembali saat menemukan Leo di hutan. "Ini foto milik siapa Nak?" tanyanya yang sudah meneteskan air mata.
Momy Lidya yang sudah tidak menangis lagipun segera berkata. "Itu foto Anak saya Bu, tapi dia sudah meninggal saat masih berumur satu tahun!"
__ADS_1
"Maaf jika pertanyaan saya sedikit lancang, meninggal kenapa? Apa dia sakit?" tanyanya seakan mengorek sesuatu.
Momy Lidyapun menjawab. "Tidak Bu, dia mengalami kecelakaan mobil dengan sahabat saya beserta suaminya, mereka meninggal di tempat!"
"Apa mereka kecelakaan di pinggir hutan yang sedikit berjurang?"
Momy Lidya dan Tuan Bas tentu kaget, "Ya, kenapa Ibu bisa tau? Oh atau mungkin Ibu masih mengingat beritanya kecelakaan itu ya?"
"Tidak, kebetulan saat itu aku lewat di TKP. Apa Nyonya dan Tuan sudah melakukan pemeriksaan? Anak siapa yang meninggal dalam kecelakaan itu?"
"Ngapain Ibu Nur di hutan? Kami tidak melakukan pemeriksaan karena sahabat saya saat itu hanya membawa anak saya, dan dia juga tidak memiliki Anak kecil, dan kami juga yakin itu jasad Anak kami, karena dia memakai gelang kaki"
Ibu terdiam, dia sudah memiliki pirasat yang sama dengan Viona, tapi dia bingung setelah mendengar jawaban dari Momy Lidya.
"Asal kalian tau, di hari itu juga. Aku menemukan Leo tidak jauh di mana kecelakaan itu terjadi" ungkapnya.
"Tadi aku sempat mengira jika Leo adalah Anak kalian, tapi karena kalian sudah yakin dengan jasad itu membuatku kembali ragu."
Semuanya terdiam, karena mereka memiliki pemikiran yang sama, "Kami juga saat pertama kali bertemu dengan Leo memikirkan hal yang sama, tapi itu juga tidak mungkin karena kami sendiri yang melihat jasad itu ada di sana" sahut Momy Lidya.
"Tapi kalah boleh tau, apa yang membuat Ibu Nur memikirkan hal yang sama?" kali ini Tuan Bas yang bertanya.
"Foto Anak ini, sangat mirip dengan Leo saat dia kecil. Apalagi saat pertama kali aku menemukannya di mana badannya yang masih gembul. Mungkin karena kekurangan gizi, berat badannya langsung turun." jelas Ibu Nur bersedih.
"Apa Ibu serius?" tanya Leo memastikan. Itu membuatnya sulit untuk percaya, karena dia tidak pernah melihat wajahnya di masa kecil.
"Hmm, Ibu tidak bercanda Nak, wajahmu sangat mirip, apalagi saat kamu tersenyum. Belum lagi pakaiannya sangat mirip dengan yang kamu punya."
"Tapi Bu, bisa saja ini semua hanya kebetulan!" Leo tetap tidak ingin percaya.
__ADS_1
"Hmm, benar yang dikatakan Kak Leo. Belum lagi Momy melihat langsung jasad Anak kecil itu. Bagaimana kalau kita tes DNA?"