
Semua keluarga berkumpul dengan rasa gembira, tapi tidak dengan dua manusia ini wajahnya di tekuk seolah-olah mereka tidak ingin berdekatan. “Jauh...jauh Lo!!” Perintah Neta menatap Aditya yang berada di sisi ranjang pasien.
“Lo pikir gue mau dekat-dekat sama Lo? Mimpi kau,” ketus Aditya, entahlah perasaannya kacau saat ini rasanya mau makan orang, Aditya memutuskan pergi dari kamar Neta setelah mereka melakukan Selfi, karena di minta oleh keluarganya.
“Persetan dengan perjodohan ini, lagian kenapa juga harus di jodohkan. Padahal jodoh seseorang sudah di takdirkan,” gerutu Aditya menuju kantin rumah sakit, hari ini Neta dan meta sekarang sudah bisa keluar dari rumah sakit.
Meta masuk ke dalam kamar Neta, dia bersimpuh memohon ampun atas apa yang di lakukan oleh dirinya saat tidak sadarkan diri. “Sudahlah meta, itu juga bukan kehendak kamu sendiri. Jadi jangan pernah kamu berpikir kalau aku akan membenci kamu.” Ucap Neta dengan memeluk meta, meskipun sekarang dirinya duduk di kursi roda dan berusaha membangun meta yang masih lemah kondisinya akibat kekurangan darah kemarin.
“Apa kamu sudah tidak apa met? Tanya papah Dimas yang tersenyum tulus. “ Iya om, sudah baikkan kok,” jawab meta dengan nada sedikit lemah. Dia malu sebenarnya bertemu dengan Neta apa lagi perbuatan ya selama ini. “Tidak usah di pikirkan,” ucap Rika yang membuat diri meta berhasil sadar dari pemikiran nya.
“Berarti hari ini meta dan Neta pulang dong?” tanya viola antusias. Semua orang tersenyum gembira setelah beberes barang langsung meninggalkan rumah sakit keluarga Neta.
“Mah, masa Neta harus di jodoh in sih, kan dia masih sekolah mah,” keluh Sean dia tidak terima kalau adiknya di jodohkan, Apa lagi hubungan mereka baru saja membaik. Dan sekarang harus berpisah. “Iya mah, masa Neta di jodohkan, belum lagi umurnya sama dengan ku,” protes Jino Kaka pertama Neta.
“Ini kemauan kakek kalian, mama bisa apa coba?” jawab Rika separuh tidak rela juga kalau Neta harus menikah di usia dini. Apa lagi sikap Neta yang sudah berubah lebih ceria.
“Emang kalian mau menggantikan Neta hemmm?” lanjut Rika dengan sedikit bercanda.
“Hemmmmm,”semua orang terdiam sejenak mereka larut dengan pemikiran mereka. “Kalau gitu Kakek aja Mah yang di jodohin, Kenapa coba harus kita yang kena,” ucap Sean memecahkan keheningan di dalam mobil.
__ADS_1
Setelah sampai, Neta langsung istirahat dalam kamarnya, sedang jino dan Sean mereka pergi ke ruang rahasia yang biasa mereka gunakan kalau buat rencana, mereka berdua terhanyut dalam pikiran masing-masing, Jino yang sibuk dengan laptopnya sedangkan Sean sibuk dengan HP-nya. Entahlah apa yang mereka berdua rencanakan sampai melihat layar masing-masing begitu serius.
“Apa yang akan kamu lakukan sebagai Kaka tertua?” tanya Sean yang sudah selesai dengan benda persegi di tangannya. “Sudah pasti aku akan melakukan apa pun demi adik-adiknya, kamu tenang saja pasti ada cara agar perjodohan itu di batalkan.” Jawab Jino dengan wajah datarnya. Kini tipe orang yang tidak suka tersenyum di depan orang selain ke Neta dan keluarga tapi ada kecualinya yaitu Sean. Dia akan berwajah garang di hadapan adeknya yang satu ini.
“Aku punya ide,” senyum Sean merekah Jino menaikkan sebelah alisnya, keesokan harinya Neta sudah harus ke sekolah Meskipun mama, ayah dan kakaknya melarang untuk masuk, tapi Neta memilih hadir ke sekolah. Karena sudah banyak mata pelajaran yang terlewatkan belum lagi ulangan harian yang sering di adakan, tambah sudah penderitaan dia.
“Apa lebih baik kamu nanti aja masuk ke sekolah net? Lagian guru juga mengizinkan kamu belajar di rumah.”
Neta menggeleng cepat, ini adalah pertanyaan yang ke seratus kalinya Sean bertanya. Dan jawabannya pun tetap sama dengan gelengan, lagian sudah berapa kali Neta jelaskan dan mereka masih aja sama. “Kak, keras kepalamu sama denganku, jadi kalau Kaka kekeh dengan pendirian Kaka. Maka aku juga kekeh dengan pendirian aku,” jelas Neta yang membuat Sean harus mengalah, lagian seperti apa pun mereka menahan dan bahkan mengancam pihak sekolah. Kalau sekolah sedang di liburkan satu bulan pun, Neta tetap dengan pendirian dan bahkan Neta malah mengancam balik ke pada kakanya, kalau sampai mereka beneran melakukan itu.
“Ntar malam kaki kamu bakal di urut, jadi jangan sampai kaki kamu menyentuh tanah sekalipun. Harus di kursi roda, gak boleh turun apa lagi macam-macam!!” Ancam Sean dengan melotot ke Neta. Neta hanya memutar bola matanya jengah.
“Minta bantuan sama vio atau meta,”
“Terus mereka gitu yang bantuin aku?” tanya Neta, Sean menatap Neta dan tersenyum dengan memperlihatkan giginya yang putih dan rapi itu.
“ASTAGA,” menepuk jidatnya, Neta turun dari mobil dan duduk di kursi roda. Neta melihat kedua sahabatnya di parkiran dan tersenyum melihat kedatangan Neta.
“INGAT JAGA DIA.”
__ADS_1
Mereka berdua mengangguk, setelah Sean pergi meninggalkan tiga gadis cantik itu. Mereka langsung bernafas lega tidak mendapatkan hal yang aneh-aneh. “Bagaimana keadaan kamu Ber, ih Met?”
“Aku udah baikkan, dan berkat kalian semua aku bisa seperti orang normal. Maaf dan makasih yah sudah mau menerima kekurangan aku. Dan maaf karena sudah menyembunyikan rahasia ini ke kalian semua.”
Meta tidak tahan menahan air matanya lagi, dia menangis sejadi-jadinya. Dia baru sadar apa artinya Neta dan viola di kehidupan nya ini, tanpa mereka berdua meta mungkin sudah mengakhiri hidupnya.
“Itu sudah berlalu, dan kita ambil ini sebagai pelajaran bagi kita semua. Jangan berkecil hati apa lagi kamu berpikir kalau kamu itu sendirian di Dunia ini. Kamu harus liat di sekitar kamu, dan liat perjuangan orang-orang yang selalu berada di saat kamu terpuruk. Met, ingat, meskipun kamu merasa sendirian di Dunia ini. Allah selalu ada bersama kita dan Allah tidak akan membiarkan hambanya menderita sesuai dengan kemampuannya.”
Di sana Neta tau kalau selama ini dia juga tidak sendirian, dia dulu pernah berpikir. Mungkin kalau dia mengakhiri hidupnya semuanya akan baik-baik saja, tapi pemikiran itu salah. Seterpuruk apa pun kita, kita tidak boleh berpikir untuk mengakhiri semuanya. Karena pada dasarnya itu hanya menjadi penyesalan yang berujung sia-sia.
“Lagian kalau kamu mati, emang kamu bisa jamin masuk surga? Aku jamin kamu pasti mampir dulu ke neraka.” Sambung viola yang mendapat cibiran dari Neta dan meta. Mereka bertiga berpelukan dan saling melepas rindu yang mendalam.
“Semoga dengan kejadian ini persahabatan kita kekal abadi. Aamiin,”
“Aamiin,” jawab Vio dan meta barengan, tanpa mereka sadari dari kejauhan ada mata memandang di sana dengan wajah datarnya dan setelah itu pergi meninggalkan mereka bertiga.
Hai!!...pembaca ku yang tersayang, yang aku cintai, ada yang kangen aku gak? 🤭🤭
Info dikit neh, kemarin-kemarin rencananya mau pindah lapak. eh... ternyata eh ternyata aku gak bisa pindah lapak. KARENA pasti bakal kebingungan kan ceritanya bagaimana di sana. dan yang baca di sana juga bakal kebingungan takutnya gak nyambung gitu. 😅😅 nah aku putusin bakal balik ke NOVEL TOON tercinta ini. meskipun sempat ada kendala sampai sekarang kenapa gak bisa update, karena lagi jam aku kerja sibuk gak bisa mengatur jam kerja di rl. 🤧🤦🏼♀️ tapi aku sebisa mungkin untuk up lagi di sini. makasih yah udah setia sama "KD" love you all 😘😘😘🥰🥰🥰
__ADS_1